Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
64.


__ADS_3

Teruntuk semua pembaca setia Cinta Elsaliani, terima kasih banyak2 atas Like n Vote dari manteman semua🙏😊


Kritik dan saran@ juga makasih banget🙏 berkat kalian semua aku jadi makin semangat buat lanjutin ceritanya☺️ Sorry juga, karena mungkin ada part yang buat kalian kesal atau nggak suka, karena menurut aku pribadi tuh sebuah cerita alurnya emang harus ada konflik dari berbagai hal, karena di sanalah titik seru n menegangkan🤭, iya nggak sih? karena kalau mulussss aja terus bakal bikin bosan juga kan? Sorry juga bila ada banyak kata-kata yang kadang nggak pas atau kurang tepat dalam pemakaiannya. So far aku harap kalian bisa terhibur dengan cerita ini, atau yah, sekedar pengisi waktu luang kalian. Love you all, KaMsaHamida😘😘


Selamat membaca!!!


_____________________


"Apa aku boleh duduk di sini?" Tanya Mikeal.


Mikeal yang diam-diam sedari tadi terus memperhatikan gerak gerik Khaira, hingga ia memutuskan untuk mengikuti Khaira ke halaman belakang. Di sana Khaira tampak sedang duduk termenung, ayunan yang terus mengayun tubuhnya maju mundur seolah tak mampu menghibur perasaannya saat ini. Mikeal yang langsung duduk di ayunan di sebelahnya membuat Khaira menghentikan gerak ayunannya lalu menatap lekat pada Mikeal yang terus saja menatapnya.


"Apa aku terlihat begitu menyedihkan? atau mungkin terlihat konyol buat kalian?" Tanya Khaira yang terlihat begitu berusaha menahan air matanya.


"Nggak, sama sekali nggak! kamu malah terlihat begitu menggemaskan. Mau berkenalan dengan aku?"


"Apa kamu sedang mengejek aku? hah, aku tau kamu pasti sedang menertawakan kebodohan ku kan?"


"Maksud mu? aku sama sekali nggak paham dengan apa yang sedang kamu bicarakan!"


"Sudahlah! nggak perlu sok berlagak polos. Kamu tau kan kalau aku mengira bahwa kamu adalah suami El dan yang lebih parah lagi aku malah tertarik dan jatuh cinta sama Iqbal yang ternyata adalah suaminya El. Konyol bukan?" Jelas Khaira yang perlahan meneteskan air mata, pertahanannya hancurlah sudah.


"Apa perlu aku membuatmu melupakan Abang aku? aku bisa membuatmu tergila-gila pada ku, pesonaku nggak kalah menarik kok dari Abang Iqbal."


"Apa kau bercanda?"


"Sama sekali tidak, aku serius! akan ku hapus persaan kamu untuk Abang Iqbal. Bagaimana? mau mencobanya?"


"Apa aku harus percaya sama omong kosong mu itu?"


"Apa kamu perlu bukti?"

__ADS_1


"Lupakan! aku mau kembali ke dalam." Tegas Khaira lalu bangun dan hendak melangkah pergi.


Seolah tidak memberikan Khaira kesempatan untuk meninggalkannya seorang diri, dengan cepat Mikeal malah menghadang Khaira dengan merentangkan kedua tangannya di hadapan Khaira.


"Namaku Ahmad Mikeal, pekerjaan TNI, jabatan anggota tim pasukan khusus, umur 25 tahun, status jomblo. Ayo kita mulai hubungan ini dengan berteman!" Jelas Mikeal dengan mengulurkan tangan ke arah Khaira.


"Khaira Almira, pekerjaan masih dalam proses melamar kesana sini, umur 22 tahun, status jomblo. Puas? Bey!" Tegas Khaira yang langsung melangkah masuk.


Mikeal hanya tersenyum puas melihat Khaira yang berlari ke dalam rumah.


"Awal yang menyenangkan, meski terlihat sedikit judes dan bar bar, tapi nggak masalah, akan ku buat kamu tergila-gila padaku. Tunggu aja Khaira kamu akan segera menjadi istri aku!" Gumam Mikeal dengan penuh rasa percaya diri.


-----------------------


Hari ini rumah Ismail kembali terasa sepi karena semua kerabat telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Rizal yang masih tinggal di rumah sang istri semakin membuat suasana sepi, hingga membuat Zulfa meminta besan dan menantunya untuk tetap tinggal di sini sehari lagi, Ayu menyetujuinya dengan syarat Khaira juga tetap tinggal, dan pada akhirnya kesepakatan pun terjadi, membuat Khaira tetap tinggal meski nenek dan Khairil telah lebih dulu pulang bersama dengan kedua orang tuanya.


Zulfa dan Ayu terlihat begitu asyik mengobrol sambil membereskan meja makan, karena mereka baru saja selesai makan malam bersama yang lainnya.


"Kamu serius?" Tanya Zulfa yang masih membersihkan meja makan.


"Iya, tolong bantu aku untuk bertemu dengan orang tua Khaira!" Pinta Ayu.


"Ayu, aku nggak masalah kalau kamu mau menjodohkan Mikeal dengan Khaira, tapi masalahnya Khaira itu berbeda dengan adek, Khaira nggak akan mau di jodohkan begitu saja, lagi pula bagaimana kalau ternyata Khaira sudah memiliki calon nya sendiri? apa nggak sebaiknya kamu bicarakan lebih dulu dengan Khaira dan Mikeal?" Jelas Zulfa.


"Apa harus?"


"Jangan samakan adek dengan Khaira, lagi pula belum tentukan kedua orang tua Khaira akan menerima lamarannya."


"Iya juga sih, secara El dan Iqbal memang sudah lebih dulu kenal sebelum kita jodohkan, jadi semuanya lebih mudah meski harus di paksa di awal tapi pada akhirnya beres juga." Jelas Ayu dengan perasaan kecewa karena rencananya untuk melamar Khaira ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.


"Kalau jodoh nggak akan kemana, biarkan semua mengalir apa adanya. Kamu lihat sendiri kan? bagaimana dulu aku dan Abi mencari-cari sosok Iqbal hanya untuk berterima kasih karena telah menyelamatkan adek, dan luar biasanya lagi karena ternyata Iqbal adalah anak kamu dan mas Adi, dan terakhir adek malah menjadi istri dari Iqbal, bukankah ini yang di namakan kalau jodoh nggak akan kemana? Meski adek tidak mengingat lagi tentang kejadian itu atau mungkin Iqbal yang tidak lagi mengenal adek, terlepas dari semua itu, aku percaya bahwa jodoh mereka begitu kuat, dan semoga saja Mikeal juga akan segera menjemput jodohnya." Jelas Zulfa.

__ADS_1


"Semoga saja!"


"Aku tidak lagi mengenal El? apa maksud umi?" Tanya Iqbal yang kehadirannya tidak di sadari oleh Ayu dan Zulfa.


"Iqbal...." Seru Zulfa.


"Apa El adalah bocah yang waktu itu?" Tanya Iqbal dengan raut wajah penuh dengan penekanan seakan memaksa Ayu dan Zulfa untuk memberikannya jawaban yang sebenarnya.


"Iya, El adalah anak perempuan yang kamu selamatkan, karena melindungi nyawanya kamu malah terluka parah dan harus menjalani perawatan selama tiga bulan. Anak kecil yang terus kamu panggil di dalam setiap tidurmu adalah El!" Jelas Ayu.


"Jadi bocah SD itu El? bagaimana bisa aku tidak mengenalinya?" Gumam Iqbal yang langsung hilang kendali, kakinya melemah membuat tubuhnya ambruk di lantai.


"Sayang...." Seru Ayu dan segera mendekap tubuh Iqbal.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Zulfa yang ikut cemas dengan keadaan sang menantu.


"Berapa banyak lagi cerita yang tidak aku tau, kenapa kalian menyembunyikannya dari aku? aku, aku hampir saya melakukan kesalahan besar, aku menyia-nyiakannya selama ini, pada hal dia adalah orang yang bertahun-tahun aku cari. Aku, aku sungguh tidak bisa memaafkan diri aku sendiri kalau sampai sesuatu yang buruk sampai aku lakukan pada El." Gumam Iqbal di sertai dengan tangisan penuh penyesalan.


"Bunda tidak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu? bunda juga nggak tau kalau ternyata selama ini kamu mencari gadis kecil itu." Jelas Ayu.


"Terima kasih nak Iqbal, karena telah menyelamatkan El, dan juga telah menjadi suami El." Jelas Zulfa.


"Umi salah, bukan aku yang menyelamatkan El, tapi El lah yang menyelamatkan aku! aku yang berhutang nyawa sama El!" Tegas Iqbal.***


________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2