Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
98.


__ADS_3

"Bapak Iqbal tenang lah, istri dan anak pak Iqbal baik-baik saja. Ibu Elsaliani hanya terlalu lelah, usahakan agar bu Elsaliani tidak terlalu banyak pikiran, dia harus banyak istirahat, jika kondisi seperti ini terulang kembali, mungkin keadaan bu Elsaliani akan drop dan itu akan berdampak negatif pada bayi yang ada dalam kandungannya, jaga dia dengan baik." Jelas dokter wanita yang terlihat hampir sebaya dengan Ayu.


"Syukurlah! terima kasih dokter, aku janji aku akan jaga dia dengan baik." Jelas Iqbal dengan senyuman bahagia.


"Terima kasih banyak bu dokter." Ucap Adimaja.


"Sama-sama pak." Jawab bu dokter.


"Apa kami boleh menemuinya?" Tanya Ayu.


"Silahkan, tapi ingat jangan terlalu lama, biarkan dia istirahat. Kalau begitu saya permisi bu, pak, mari!" Jelas bu dokter dengan senyuman ramah dan berlalu meninggalkan yang lainnya.


"Kalian pulanglah! ini udah malam banget, kalian butuh istirahat, biar aku yang jaga adek!" Jelas Rizal yang langsung melangkah untuk masuk ke dalam ruang rawat Elsaliani.


"Aku suami El, dia tanggung jawab aku, maka aku yang akan menjaganya!" Tegas Iqbal dengan tangan yang langsung mencegah Rizal.


"Kalian berdua kenapa sih? Rizal, Iqbal, apa kalian harus bertengkar di saat seperti ini? El butuh kalian berdua." Jelas Luqman menghampiri keduanya.


"Abang, tenangkan hati dan pikiran abang, jangan biarkan syaitan merusak semuanya!" Pinta Arumi mendekati sang suami.


"Bapak kecewa sama kalian berdua! ayo bunda kita masuk, kita yang akan jaga El." Tegas Adimaja.


Adimaja dan Ayu langsung masuk ke ruang rawat Elsaliani.


Perlahan Ayu melangkah mendekati Elsaliani yang sedang tertidur dengan begitu nyenyak, dengan infus yang terpasang di tangannya. Wajah polos Elsaliani terlihat begitu damai, membuat tangan Ayu tergerak lalu mengelus lembut pipi Elsaliani.


"Sayang, maafkan bunda yang tidak bisa menjaga El dengan baik, bunda yang membuat El harus terbaring di rumah sakit seperti ini, maafkan bunda yang tidak bisa menjadi mertua yang baik." Ungkap Ayu dengan deraiyan air mata.


"Menantu kita wanita yang kuat bunda, dia pasti bisa melewati semua dengan baik, dan yang paling penting, semua ini terjadi bukan karena bunda, ini takdir yang harus kita jalani." Jelas Adimaja.


"Tapi pak, ingin rasanya bunda menggantikan posisi El, bunda nggak kuat melihat menantu kita seperti ini."


"Setelah ini kita akan menjaganya dengan lebih baik lagi."


"Iya, pak. Cepat sembuh sayang!" Ucap Ayu dengan mengecup lembut dahi Elsaliani.


Pintu kembali terbuka, Iqbal berlari ke ranjang sang istri. Tangan Iqbal perlahan menyentuh lembut tangan Elsaliani lalu beralih pada perut Elsaliani.


"Terima kasih karena kalian berdua baik-baik saja, terima kasih kerena tetap bersama mas." Ungkap Iqbal.


"Adek, terima kasih karena telah berjuang dengan sangat baik, abang bangga sama adek. Cepat sembuh, abang selalu mendoakan kebahagian keluarga adek." Ucap Rizal.


"Syukurlah, aku juga ikut lega, El cepat sembuh!" Ucap Mikeal memandang Elsaliani dengan penuh kasih sayang.


"Saat ini El butuh istirahat yang cukup, sebaiknya kita tidak mengganggu dia." Ujar Erina.


"Erina benar, sebaiknya kita keluar sekarang, ayo." Ajak Adimaja.


"Kalian pulanglah! kalian juga butuh istirahat, biar aku yang menjaga El." Jelas Iqbal.


"Apa kamu yakin bisa menjaga seorang diri? aku bisa stay di sini kok!" Tawar Hadi.


"Nggak usah bang, kalian semua pulanglah! abang Rizal juga, aku janji aku akan menjaga El dengan sangat baik." Jelas Iqbal.

__ADS_1


"Oke! tapi ingat jika terjadi sesuatu segera telpon abang!" Jelas Rizal.


"Pasti!" Tegas Iqbal.


"Tapi bunda ingin tetap disini, bunda ingin temani El." Jelas Ayu.


"Bunda, percayakan semuanya pada Iqbal, lagi pula mereka juga butuh waktu berdua." Jelas Adimaja.


"Bunda, ayo kita pulang, besok pagi kita ke sini lagi." Jelas Erina sambil merangkul bahu Ayu.


"Baiklah! Iqbal jaga menantu bunda dengan baik, jika sesuatu yang buruk menimpa El, maka bunda akan membunuhmu!" Gumam Ayu.


"Iya bunda." Jawab Iqbal.


"Kalau gitu kami pamit pulang, besok kami akan kembali lagi!" Jelas Mikeal.


Semuanya bergegas keluar dari ruang rawat Elsaliani lalu kembali ke resort di mana yang lainnya berada.


------------------


Setelah tertidur nyenyak begitu lama, akhirnya Elsaliani terbangun karena merasa tenggorokannya begitu kering. Perlahan membuka mata, sosok pertama yang ia lihat adalah Iqbal yang tertidur dengan posisi yang masih duduk di kursi didekat ranjang dengan kedua tangan yang menggenggam tangan Elsaliani.


"Mas...!" Panggil Elsaliani dengan suara yang begitu lembut sambil menggerakkan tangannya yang ada didalam genggaman Iqbal.


"Sayang udah bangun? di mana yang sakit? atau mungkin sayang butuh sesuatu?" Tanya Iqbal yang begitu sigap.


Iqbal bahkan langsung bangun dari duduknya, beranjak untuk semakin mendekat pada sang istri.


"El oke, mas. El hanya haus."


"Ada lagi yang sayang butuhkan?"


"Ada!"


"Apa? katakan, biar mas ambilkan."


Elsaliani tersenyum manis melihat sikap Iqbal yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.


"Mas, apa baby kita baik-baik aja?"


"Alhamdulillah, baby baik-baik saja sayang." Jelas Iqbal yang mengelus lembut perut Elsaliani.


"Sayang tadi mau minta apa? hmmm biar mas ambilkan." Tanya Iqbal.


"Kalau El bilang, El butuh charger tenaga"


Iqbal langsung mengecup kening Elsaliani, lalu mengelus lembut wajah pucat Elsaliani.


"Ada lagi?" Tanya Iqbal.


'Cup' Elsaliani langsung mengecup bibir Iqbal yang memang sedari tadi wajah Iqbal begitu dekat dengan wajah Elsaliani, membuat Elsaliani tidak bisa lagi mengandalikan dirinya yang memang begitu merindukan sang suami.


"Sayang..."

__ADS_1


"Hmmmm?"


"Maaf, maafkan mas, karena tidak bisa menjaga sayang dan baby dengan baik. Karena mas kalian berdua harus dirawat seperti ini."


"Mas, sedari dulu El memang wanita yang lemah, jadi ini semua terjadi karena El yang tidak bisa menjaga diri El dengan baik. Maaf karena membuat mas khawatir dan juga maaf karena El tidak bisa menjaga baby dengan baik."


"Syyyyytttttttt" Bisik Iqbal dengan menempelkan telunjuknya di bibir Elsaliani.


"Mas nggak mau kita terus menyalahkan diri kita sendiri, semua yang telah terjadi biar menjadi pengajaran agar kita bisa lebih baik di masa depan. Semoga keluarga kita kan bahagia selamanya."


"Aamiin!" Jawan Elsaliani dengan begitu menghayati.


"Tidurlah kembali! dokter bilang sayang harus banyak istirahat, mas akan menjaga sayang dengan baik." Jelas Iqbal sambil membelai lembut wajah Elsaliani.


"Ayo sini!" Pinta Elsaliani sambil menggeserkan tubuhnya agak ke kiri.


"Sayang tidurlah, mas bisa tidur di kursi ini." Jelas Iqbal sambil kembali duduk di kursi.


"El dan baby mau di peluk sama mas!"


"Dengan senang hati." Ucap Iqbal semangat.


Iqbal segera merebahkan tubuhnya di samping Elsaliani, lalu memeluknya erat.


"I love you, sayang!" Ucap Iqbal sambil mengecup kepala Elsaliani yang di balut kerudung ungu.


"El juga cinta dan sayang sama mas, selamat malam suamiku!


"Selamat malam istriku!"***


______________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semuanya😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


💜💜💜💜💜


Terima kasih banyak buat semua teman-teman yang sudah nge-vote & Nge-like cerita Cinta Elsaliani selama ini🙏🙏🙏


Dan juga, semangat dari teman-teman selama ini begitu berharga buat aku☺️☺️☺️


Terima kasih sebanyak banyaknya karena selama ini telah menjadi pembaca setia Cinta Elsaliani, hingga hampir mencapai eps yang ke 100, ini smua berkat teman-teman semunya😚


nggak terasa hanya tinggal beberapa eps lagi, dan Cinta Elsaliani akan tamat👏👏


akhirnya🤗🤗🤗


perjalanan panjang Elsaliani akan sampai pada titik akhir, semoga di penghujung bahagia menanti untuk Elsaliani 😊😊


Love you All😘😘

__ADS_1


Terima kasih banyak❤️🙏😃


__ADS_2