
"Bunda, bapak, sebenarnya sejak dulu aku selalu..." Ucapan Iqbal langsung terhenti.
"Iya, sejak dulu itu Iqbal begitu memanjakan adek, terlalu menyayangi dan mencintai adek, abang cuma mau lihat aja apa Iqbal akan berpaling pada wanita lain, tapi ternyata cinta Iqbal untuk adek benar-benar luar biasa besarnya. Aku hanya ingin memastikan kebahagian adek, aku tau kalau cara aku salah, tapi ini semua tetap harus aku lakukan, dan sekarang aku benar-benar lega karena adek hidup dengan lelaki yang menjadikan dia sebagai hal terpenting dalam hidupnya." Jelas Rizal yang sontak membuat Iqbal dan Elsaliani memandang heran padanya.
"Abang...." Panggil Elsaliani dengan air mata yang mulai menetes dari ujung mata beningnya.
"Adek, maafkan abang!" Ucap Iqbal.
Elsaliani langsung bangun dari kursinya ia segera mendekat pada Rizal lalu memeluknya erat.
"Terima kasih!" Ucap Elsaliani.
"Abang yang harusnya berterima kasih! terima kasih karena telah hidup dengan begitu sabar dan tegar selama ini, hingga akhirnya perjuangan adek sampai pada puncak kemenangan, adek telah mengubah Iqbal seutuhnya, sekarang abang melihat cinta di mata Iqbal untuk adek, tidak ada lagi benci apa lagi emosi dan caci maki." Bisik Rizal pada Elsaliani yang masih berada dalam pelukannya.
"Meski cara yang kamu tempuh salah, tapi bunda berterima kasih sama kamu Rizal, sekarang segala prasangka buruk bunda terhadap Iqbal melebur sudah, bunda lega karena pada akhirnya anak bunda bisa menerima perjodohan ini dengan baik. Terima kasih El, karena mau menerima anak bunda yang begitu banyak kekurangan." Jelas Ayu.
"Makasih juga, karena bunda telah memilih El untuk jadi menantu bunda." Ucap Elsaliani dengan senyuman.
"Oke, masalah kelar, saatnya kita lanjutkan makan malam yang spektakuler ini, jangan ada lagi yang nangis, saatnya semua bahagia." Jelas Erina.
"Erina benar, yok lanjutkan lagi makan malamnya." Jelas Adimaja yang kembali menyantap makanannya.
"Khmmmm, Khaira..." Seru Mikeal.
"It's oke, kamu nggak perlu minta maaf! aku sama sekali nggak pernah marah sama kamu." Jelas Khaira.
"Terima kasih atas pengertian mu." Ucap Mikeal.
"Kan udah berulang kali aku katakan, kalau kak Khaira adalah wanita yang sangat baik, bahkan sangking sempurnanya, kak Khaira sama sekali tidak memiliki satu kekurangan apapun." Jelas Amanda yang baru saja kembali bergabung di meja makan.
"Yang itu aku setuju sama kamu, Manda!" Seru Luqman bangga.
"Dasar penjilat, emang situ lagi buat umpat kan biar Khaira klepek-klepek sama abang!" Gumam Mikeal.
"Ciiih, situ iri? bukannya situ juga selalu jadi penjilat di depan Manda!" Seru Luqman.
__ADS_1
"Ihhhhh nggak deh, level kita bedaaah!" Tegas Mikeal.
"Jelas dong beda, situ asyik gombal, aku dha lamaran!" Seru Luqman.
"Serius nih, udah lamaran?" Tanya Hadi.
"Kapan? kok aku nggak tau?" Rizal pun ikut penasaran.
"Belum resmi kok, lamarannya baru diantara kami berdua, mama sama papa belum tau!" Jelas Khaira.
"Minggu depan mama papa aku bakal datang!" Tegas Luqman.
"Weeeess gercep!" Seru Erina.
"Lebih cepat lebih baik, bapak doakan kalian bahagia!" Ujar Adimaja.
"Cepat-cepat nikah, biar lits cucu bunda nambah!" Ujar Ayu dengan senyuman.
"Siap bunda..." Ujar Luqman.
"Berarti tinggal Mikeal nih yang jomblo?" Goda Rizal.
"Jomblo, tuh calon aku! begitu lulus sekolah bakal langsung ku libas!" Jelas Mikeal.
"Main libas aja!" Cetus Amanda.
"Udah-udah, malam udah makin larut, selesaikan makan malam kalian, dan langsung kembali ke resort." Jelas Ayu.
"Baik bunda." Jawab semuanya hampir bersamaan.
Setelah makan malam selesai, para wanita langsung membersihkan meja makan, sedangkan para lelaki langsung masuk untuk istirahat. Berbeda dengan yang lainnya yang masuk ke dalam resort, Iqbal malah mengajak Rizal untuk jalan-jalan di tepi pantai sambil menghirup udara malam. Keduanya semakin menjauh dari anggota keluarga lainnya.
"Apa yang ingin kamu tanyakan? apa ini tentang ucapan ku barusan?" Tanya Rizal yang menghentikan langkahnya, mata Rizal terus saja menatap deburan ombak yang menyentuh bibir pantai.
"Kenapa abang tidak mengatakan yang sebenarnya pada bapak dan bunda? aku yakin, abang pasti tau semua perbuatan ku pada El kan?
__ADS_1
"Apa sekarang kamu sedang meminta ku untuk mengatakan semuanya?"
"Aku tidak menyuruh ataupun melarang abang Rizal bicara, aku hanya ingin tau kenapa abang melakukan semua ini?"
"Ini hak aku, mau membahas ataupun diam."
"Jadi selama ini abang tau semuanya? lalu kenapa abang pura-pura tidak melihat semua perlakuan kasar ku pada El? kenapa membiarkan El terluka?"
"Semua demi adek, aku diam karena aku tidak ingin adek terluka terlalu dalam."
"Aku tidak paham dengan apa yang abang bicarakan, bukankah dengan berdiam diri justru membuat El berulang kali aku lukai."
"Haaaah! mungkin kamu melihatnya seperti itu, tapi pernahkan kamu lihat adek sekali saja dengan mata hati kamu? apa pernah adek mengadu sama keluarga mu atau mungkin keluarga ku? apa pernah kamu lihat adek melarikan diri dari kamu? apa pernah adek membalas semua perlakuan mu? apa pernah adek menjawab mu dengan kasar? setelah kamu memukulnya, adek masih saja memenuhi segala kebutuhanmu, menyediakan pakai makan mu, apa kamu pernah lihat adek membantah semua perintah mu? setelah semua perlakuan buruk mu, adek tetap tersenyum padamu, seolah adek boneka yang tak punya rasa, kau menghancurkan hatinya Iqbal!" Gumam Rizal yang langsung melayangkan tinjunya pada pipi kanan Iqbal.
"Maafkan aku!" Pinta Iqbal dengan meringis kesakitan.
"Aku tidak ingin membuat adek semakin terluka, adek selalu bertahan, berusaha tegar, adek menyembunyikan semua masalahnya dari aku, adek ingin bersandar pada dirinya sendiri, adek ingin kuat, adek ingin membuktikan bahwa adek bisa melewati semua masa kelamnya, adek yakin dan percaya kalau sabar dan tawakal akan mengubah badai menjadi pelangi indah. Lalu bagaimana bisa aku menghancurkan kegigihannya, meski aku begitu ingin membunuhmu, namun aku menahan diri, demi adek." Jelas Rizal dengan kedua tangan yang terus menggepal.
"Aku lelaki terburuk di dunia ini, harusnya El tidak pernah bertemu dengan aku, setidaknya dia tidak pernah ketakutan dan terluka."
"Kamu telah membuat luka, maka kamu juga harus mengobati luka tersebut. Jaga adek dengan baik, karena jika kamu kembali menyia-nyiakan adek, maka aku akan mengambilnya kembali." Tegas Rizal lalu melangkah meninggalkan Iqbal seorang diri.
Tubuh Iqbal seketika ambruk ke atas pasir, kakinya melemah ketika semua memory kembali terputar di matanya, semua masa lalunya seakan membanting otaknya. Suara tangis Elsaliani menggema di kedua telinganya, membuat Iqbal semakin terpuruk dalam penyesalan.
"Kamu benar-benar monster Iqbal! seharusnya kamu mati, kamu terlalu kotor untuk hidup di atas bumi ini, kamu ********!" Teriak Iqbal dengan nafas yang memburu.
"El, bagaimana bisa ada wanita seperti kamu di dunia ini? siapa sebenarnya kamu? apakah kamu sosok malaikat yang menyamar sebagai manusia atau mungkin sosok manusia yang sedang berusaha menjadi malaikat? bagaimana bisa masih ada orang sebaik kamu di dunia yang kelam ini."***
___________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semua😊😊😊
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1