
Tepat pukul 20.00, Elsaliani terlihat begitu asyik dan larut dengan tontonan nya, apa lagi kalau bukan drama Korea kesukaannya. Di laptop kesayangannya tersebut memang hanya terdapat drama Korea, MV dari boyband-boyband Korea, tidak ada tayangan lain. Kali ini pasti genre comady, jika tidak mana mungkin Elsaliani sampai tertawa terpingkal-pingkal sampai tidak peduli pada sekeliling. Ketika pintu kamar di buka dari luar, ia tidak menyadarinya sama sekali, bahkan ketika langkah kaki Ayu yang semakin mendekatinya yang sedang berbaring di lantai dengan mata yang begitu fokus pada layar laptop, ia masih saja tidak menyadari bahwa ada Ayu yang kini telah berdiri di sisinya. Perlahan tangan Ayu menyentuh bahu Elsaliani, di saat itu pula Elsaliani baru mengetahui kedatangan Ayu, dengan cepat Elsaliani segera melepaskan handset yang terpasang di kedua telinganya, ia lekas bangkit dan duduk.
"Bunda..." Ujar Elsaliani dengan senyuman manja.
"El, kenapa tiduran di lantai? ntar masuk angin loh!"
"Hm....di bawah lebih nyaman aja bunda." Jawab Elsaliani cenge-ngesan.
"El, hm....boleh bunda bicara dengan mu sebentar?"
"Boleh, kenapa bunda? apa El buat salah?"
"Tidak, tidak sama sekali. Tapi, kenapa El bertanya seperti itu?"
"Tidak apa-apa bunda. Oh iya, tadi bunda ingin bicara tentang apa?"
"Apa Iqbal memperlakukanmu dengan baik? sebenarnya, bunda sangat cemas saat kalian memutuskan untuk tinggal terpisah dengan bunda dan bapak, bunda faham kalau pada dasarnya pernikahan kalian, kami yang merancang semuanya tanpa lebih dulu bicara dan minta pendapat dari kalian berdua, jadi bunda hanya ingin memastikan bahwa sikap egois kami tidak membuat kalian berdua menderita, bunda tidak ingin Iqbal menyia-nyiakan mu sayang!"
"Bunda, meskipun pernikahan ini adalah rancangan bunda, bapak, ummi dan Abi, tapi El bahagia bunda, El sangat bahagia. Dan juga terima kasih karena bunda telah memilih El sebagai menantu bunda, El benar-benar sangat bahagia karena bisa menikah dengan anak bunda, El sayang bunda!"
"Alhamdulillah, jika El bahagia dengan pernikahan ini, bunda rasanya lega banget, bunda juga sangat, sangat menyayangimu sayang, dan satu lagi, El, terima kasih atas kebahagian ini."
"Kenapa bunda berterima kasih? toh El tidak berbuat apa-apa."
"Terima kasih karena El mau menjadi menantu bunda dan bapak, dan juga terima kasih karena El mau menerima anak bunda yang begitu kasar dan keras kepala sebagai suami El.
"Bunda...." Ujar Elsaliani lalu segera memeluk tubuh Ayu dengan penuh kehangatan, tangan Ayu pun tak tinggal diam, ia segera mengusap lembut kepala Elsaliani yang terbalut pasmina hitam.
"El, di kamar kamu pakai jilbab juga? pada hal kan nggak ada ada orang lain sama sekali, apa kamu nggak kepanasan?
"El, hm.....El..."
"Ya udah nggak apa-apa, terserah kamu mau tetap pakek atau nggak, lakukan apapun yang membuatmu nyaman sayang. Sekarang lanjutin lagi nontonnya, bunda tinggal dulu ya."
"Iya, bunda."
__ADS_1
Ayu keluar dari kamar tersebut, membiarkan Elsaliani untuk kembali melanjutkan tontonan nya, Ayu beranjak untuk kembali ke kamar, di saat yang bersamaan Iqbal datang menghampiri.
"Bunda dari mana?" Tanya Iqbal dengan wajah yang terlihat panik.
"Dari kamar kamu, ketemu sama menantu bunda."
"Apa yang bunda dan El bicarakan?"
"Hal perempuan. Udah bunda mau ke kamar, selamat malam." Jelas Ayu dan langsung kembali ke kamar tamu.
"Apa yang mereka bicarakan? jangan-jangan... El tidak mungkin bicara tentang semuanya pada bunda kan? tidak, tidak, tidak!" Gumam Iqbal, dengan perasaan yang mulai tidak karuan, secepat kilat ia berlari masuk ke kamar.
"Apa yang kamu bicarakan dengan bunda?" Tanya Iqbal saat ia telah berdiri tepat di hadapan Elsaliani yang masih sibuk dengan laptop. Ketika menyadari kedatangan Iqbal dengan cepat Elsaliani menutup laptop dan lekas berdiri dengan kepala yang tertunduk.
"El tidak membicarakan tentang tuan, sama sekali tidak." tegas Elsaliani.
" Kamu tidak sedang menipu aku kan?"
"Tidak, El tidak berbohong, tuan."
"I,,,,,iya." Jawab Elsaliani yang mulai dirasuki rada cemas, tegang dan takut, dia terus berusaha menenangkan diri, namun pada akhirnya tubuh Elsaliani malah ambruk ke lantai hal tersebut sontak membuat Iqbal kaget dan segera mendekati tubuh Elsaliani, dengan cepat Elsaliani menghindar dari sentuhan Iqbal.
"El, sama sekali tidak bicara apapun tentang hidup kita sama bunda. El mohon, percayalah!" Pinta Elsaliani dengan tubuh yang terduduk di pojok ruangan dengan kedua tangan yang terus merangkul kedua lututnya, tangan tersebut terlihat gemetaran begitu hebat di ikuti dengan tangisan yang di penuhi rasa takut.
"El, kamu baik-baik saja?" Tanya Iqbal dan masih berusaha mendekati tubuh Elsaliani.
"Tuan, El..." Ucap Elsaliani dan terus mencoba menghindari tangan Iqbal yang sedari tadi mencoba meraihnya.
"El tenanglah!" Pinta Iqbal pelan, kini tangannya langsung menyentuh kedua bahu Elsaliani.
"El tidak bicara apapun tentang hubungan kita selama ini, jadi tolong tuan percaya sama El, tolong jangan marah lagi, tolong jangan pukul El lagi, El takut, sangat takut!"
"Maafkan aku El!" Pinta Iqbal dengan suara yang serak lalu perlahan, Iqbal langsung mendekap erat tubuh Elsaliani ke dalam pelukan.
"Tuan, El tidak salah. El benar-benar tidak berbuat kesalahan hari ini." Jelas Elsaliani dengan suara yang gemetar serta air mata yang terus mengalir dengan sendirinya bak air bah.
__ADS_1
"Iya, aku tau dan aku percaya.'
"Iqbal, Iqbal...." Panggil Ayu dari luar sana dan langsung membuka pintu kamar Iqbal, perbuatan Ayu membuat Iqbal kaget, Iqbal mulai terlihat panik sedangkan Elsaliani terus berusaha untuk menghentikan tanggisan nya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ayu dengan langkah yang terus mendekati Iqbal dan Elsaliani yang berada di pojok kamar.
"Hm,,,El ketiduran sambil nonton drama favoritnya, jadi Iqbal mau menidurkannya ke tempat tidur!" Jelas Iqbal mencoba membohongi Ayu.
Mendengar penjelasan Iqbal membuat Ayu tersenyum bahagia lalu menghentikan langkahnya, sedangkan Iqbal langsung menggendong tubuh Elsaliani.
"Ya udah, kalau begitu Bindu permisi, maaf karena mengganggu kalian." Ujar Ayu dengan senyuman menggoda lalu segera keluar dari kamar tidur Iqbal.
Setelah memastikan bahwa Ayu benar-benar telah keluar, Elsaliani segera membuka matanya dan mencoba untuk melepaskan tubuhnya dari cengkraman Iqbal, Usaha Elsaliani bahkan tidak di gubris oleh Iqbal, ia masih saja menggendong Elsaliani hingga menidurkannya di kasur.
"Tidurlah, dan terima kasih untuk hari ini!"
"Hm,,,,tuan!"
"Apa lagi? jangan berfikir yang aneh-aneh!"
"Tidak, bukan itu maksud El. El bahkan tidak punya hak atas diri tuan, meski hanya sekedar untuk memikirkannya saja, El sadari itu tuan. Tuan, El janji mulai hari ini El akan belajar untuk tidak lagi mencintai dan mengharapkan tuan, El akan mencoba untuk melupakan dan menghapus segala rasa yang ada di hati ini. Maaf karena selama ini El sudah banyak menyusahkan tuan, dan menjadi pengganggu bagi tuan dan mbak Lestari. Mulai hari ini, tuan tidak perlu lagi peduli dengan El, hiduplah bahagia bersama mbak Lestari, menikahlah dengan dia, El tidak akan mengatakan apa-apa pada bunda dan bapak. Kalau begitu selamat malam." Jelas Elsaliani dan lekas menyelimuti seluruh tubuh, namun dengan cepat tangan Iqbal menarik tangan Elsaliani yang hendak menyelimuti tubuhnya, hal tersebut membuat Elsaliani gugup, lalu tangan tersebut beralih menyentuh wajah Elsaliani.
"Lalu setelah itu kau akan datang pada Mikeal, lalu memulai hubungan baru dengannya!"
"Tuan, tidak....."
"Cukup! jangan bicara sepatah katapun lagi."
Elsaliani langsung membungkam mulutnya rapat-rapat, dan memejamkan matanya.
"Jangan pernah lagi membahas hal ini, ingat itu baik-baik! sekarang tidurlah, jangan buat masalah lagi." Tegas Iqbal lalu segera meninggalkan Elsaliani seorang diri.***
Semoga manteman menyukainya😊, jangan bosan tuk terus ikuti cerita Cinta Elsaliani ya😉😉☺️
jangan lupa tuk tinggalkan jejak LiKe, KoMen n vote@🤗 your mine, so much to me😊
__ADS_1
KAMSAHAMIDA😘😘