Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
109.


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, lalu berkumpul si ruang keluarga sambil menonton acara di televisi. Sudah hampir setengah jam mereka bercanda ria bersama si imut Zea hingga akhirnya Zea terlelap di dalam pangkuan Ayu yang memang sedari tadi menjadi pusat perhatian semuanya.


"Lelapnya cucu bunda, damai sekali jika dia sedang tidur persis seperti Iqbal waktu bayi dulu." Jelas Ayu dengan tangan yang mengelus lembut pipi Zea.


"Lihat aja, mata Zea juga sedikit terbuka ketika sedang tertidur, foto copy sama ayahnya." Ujar Adimaja sambil menatap wajah polos Zea.


"Semoga saja Zea nggak mewarisi sifat ayahnya, kalau nggak bisa kewalahan El mengurusinya." Jelas Ayu.


"Apa mas sebandel itu waktu kecil dulu, bunda?" Tanya Elsaliani.


"Pokoknya parah benget! bunda kerjaannya tiap hari teriak-teriak, marah-marah, rumah udah kayak kapal pecah dibuatnya." Jelas Ayu.


"Bunda,,," Seru Iqbal dengan tatapan tajamnya.


"Bunda bicara apa adanya kan." Jelas Ayu.


"Jadi ingat waktu kamu kecil dulu Iqbal, waktu terasa begitu cepat berlalu, rasanya baru kemaren bapak menggendongmu sambil keliling komplek, tapi sekarang kamu malah telah memberikan kami Iqbal junior, malaikat kecil pelengkap kebahagiaan keluarga Saka." Ungkap Adimaja.


"Terima kasih karena telah membesarkan Aku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, setelah ini aku yang akan menjaga bapak, bunda dan juga Mikeal dengan penuh kasih sayang, mungkin aku bukanlah anak yang soleh namun aku akan mencoba untuk membuat kalian semua bahagia." Ungkap Iqbal.


"Terima kasih karena telah menjadi anak bunda." Ucap Ayu yang langsung merangkul Iqbal kedalam pelukannya.


"El, sini sayang..." Pinta Adimaja


Elsaliani langsung memeluk erat Adimaja.


"Terima kasih karena telah menerima anak bapak, terima kasih karena bersedia menjadi menantu keluarga ini." Ucap Adimaja dengan tangan yang terus mengusap lembut kepala Elsaliani.


"El yang harusnya berterima kasih sama bapak dan bunda, terutama sama mas, terima kasih karena telah menjadikan El bagian dari kebahagiaan kalian." Ucap Elsaliani.


"Bunda sangat bahagia, hidup bunda benar-benar sudah sangat sempurna. Udah larut, Iqbal bawa Zea ke kamar!" Jelas Ayu.


"Baik bunda, kalau gitu kami ke kamar duluan, bunda." Jelas Iqbal yang langsung mengambil Zea kedalam gendongannya.


"Selamat malam bunda, bapak." Ucap Elsaliani.


"Malam sayang." Ucap Ayu dan Adimaja hampir bersamaan.


Elsaliani langsung mengikuti Iqbal yang telah lebih dulu kembali ke kamar.


"Nggak kebayang jika saja saat itu kita nggak bertemu dengan Mas Ismail dan Zulfa, kita benar-benar sangat beruntung pak, karena memiliki menantu sebaik El. Kalaupun bunda harus pergi sekarang, bunda benar-benar sudah ikhlas pak, karena akhirnya Iqbal menjadi pribadi yang begitu baik dan penuh tanggung jawab." Ungkap Ayu.


"Bapak pun sangat bersyukur bunda, ternyata Allah masih begitu sayang pada anak kita. Allah malah memberikan pasangan yang begitu sempurna untuk Iqbal. Jika saja El tidak datang dalam hidup Iqbal, mungkin saat ini Iqbal malah semakin tak terkendali, sifat kasar dan semena-menanya mungkin akan semakin menjadi-jadi, Elsaliani benar-benar penawar terbaik untuk Iqbal." Jelas Adimaja.


"Iya pak, kita doakan saja semoga kebahagiaan ini selamanya akan menjadi milik mereka."


"Aamiin, ayok bunda kita juga harus istirahat."

__ADS_1


"Ayok pak..."


Adimaja merangkul Ayu kedalam pelukannya, lalu melangkah ke kamar mereka.


-----------------------


Suara tangis Zea membuat Iqbal terjaga, Iqbal langsung mendekati Zea lalu mencoba menenangkannya, namun yang terjadi tangis Zea malah semakin kuat.


"Zea sayang, baby ayah tersayang kenapa nangis? ini masih jam 02.00 sayang, apa yang membuat Zea bangun?" Tanya Iqbal dengan begitu pelan.


Iqbal tidak ingin mengganggu Elsaliani yang masih tertidur begitu lelap, akhirnya Iqbal memutuskan untuk menggendong Zea lalu melangkah menjauhi tempat tidur.


Iqbal kembali berusaha untuk menenangkan Zea.


"Ya ampun pasti popok yang bikin Zea bangun ya? pasti nggak nyaman lagi ya? ya udah kalau gitu kita ganti popok sekarang ya sayang..."


Iqbal segera menggantikan popok, setelah semuanya selesai Iqbal kembali menggendong Zea, berusaha menenangkannya kembali hingga akhirnya Zea kembali tertidur pulas.


"Huuuuf akhirnys bobok cantik lagi kan! baiklah sayang, tidurlah yang nyenyak." Ucap Iqbal lalu mengecup kening Zea.


Iqbal kembali membaringkan Zea ke atas kasur lalu ikut merebahkan tubuhnya diantara Zea dan Elsaliani.


"Sayang, tidur yang nyenyak ya! jangan buat uma terjaga, kasian uma pasti lelah banget karena seharian jagain Zea terus. Malaikat kecil ayah yang cantik, tidurlah sayang." Ungkap Iqbal lalu mengecup kedua pipi Zea seketika membuat Zea kembali membuka kedua matanya.


"Loh kok malah bangun lagi?" Tanya Iqbal karena melihat mata Zea yang telah terbuka sempurna.


"Mas...." Panggil Elsaliani sambil mengucek kedua matanya mencari sosok Zea yang sedari tadi tidur si sisinya.


"Cari siapa sayang?"


"Mas Zea mana?"


Elsaliani langsung bangun dari tidurnya.


"Sayang, Zea disini. Sayang istirahat-lah biar mas yang jagain Zea."


"Loh sejak kapan posisi Zea jadi si situ?"


"Tadi Zea rewel, tapi sekarang nggak lagi kok."


"Kenapa mas nggak bangunin El?"


"Mas nggak tega gangguin tidur sayang, lagi pula mas bisa kok, cuman ganti popok doang."


"Tapi...."


"Udah, sayang lanjutkan aja tidurnya, biar mas yang urus Zea."

__ADS_1


Elsaliani tersenyum bahagia membuat tatapan Iqbal teralih padanya. Iqbal mulai menyentuh wajah Elsaliani lalu mencoba mendekat, namun sebelum Iqbal berhasil mendaratkan bibirnya di bibir sang istri, Zea telah lebih dulu mengusik keinginannya.


"Selalu aja..." Ujar Iqbal dan segera bangun karena Zea yang mulai menangis.


Iqbal membawa tubuh munyil Zea kedalam dekapannya.


"Mas, sini! mungkin Zea haus."


"Ooooh Zea haus ya sayang? ya udah kalau gitu Zea minum dulu ya sayang." Ujar Iqbal lalu menyerahkan Zea pada Elsaliani.


"Haus banget ya sayang? sampai minumnya buru-buru gitu, udah Zea minumnya pelan-pelan aja, ayah nggak akan mengusik jatahnya Zea kok!" Jelas Iqbal setelah Zea menyusu pada Elsaliani.


"Mas..."


"Hmmmmmm"


'Cup' Bibir Elsaliani mendarat sempurna dibibir sexi Iqbal.


"Sayang..."


"Terima kasih atas pengertian mas selama ini. Terima kasih karena telah begitu sabar menghadapi El dan Zea."


"Zea cepatlah minum, ayah juga ingin nagih jatah nih!" Ujar Iqbal sambil bermanja pada Elsaliani.


Iqbal merebahkan kepalanya di bahu Elsaliani, menghirup dalam aroma tubuh sang istri.


"Huuuuf, berasa ngurusi dua bayi nih!" Seru Elsaliani sambil mengelus rambut Iqbal.


"Zea, cepatlah tidur! Zea sayang sama ayah kan? kalau gitu cepatlah bobo sayang!" Ucap Iqbal sambil menatap Zea yang mulai terlelap kembali di pangkuan Elsaliani.


"Mas..."


"Mas cuma mau minta charger tenaga aja kok sayang, mas janji nggak akan minta lebih."


Elsaliani mencoba menidurkan kembali Zea ke atas kasur, membuat Iqbal tersenyum lega. Seketika Iqbal langsung mendekap erat tubuh Elsaliani kedalam dekapannya.


"Sebentar saja, biarkan mas terus seperti ini sebentar aja, mas begitu merindukan saat-saat seperti ini bersama sayang." Ucap Iqbal yang langsung menenggelamkan wajahnya di leher Elsaliani.


"Hmmmm, apa begini bikin mas nyaman?"


"Sangat nyaman rasanya sayang." Ucap Iqbal sambil mengecup leher jenjang sang istri.***


______________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya manteman semuanya 😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2