
Tubuh Elsaliani terus saja bergerak, meski dengan mata yang masih terpejam, ia terus bergeser dari sisi kanan ke sisi kiri tempat tidur, yang semula kakinya kearah utara kemudian dalam seketika berubah ke selatan. Hingga membuat ia perlahan membuka mata, lalu mencoba bangun, meski sedikit merasa pusing, Elsaliani tetap mencoba untuk duduk dengan kedua tangan yang bertumpu pada kasur.
"Sayang kenapa? apa ada yang sakit?" Tanya Iqbal yang baru saja muncul dari balik pintu.
Setelah kembali menutup rapat pintu kamarnya, Iqbal bergegas menghampiri Elsaliani lalu duduk di sisi kanan sang Istri.
"Apa baby nakal?" Tanya Iqbal sambil menyentuh lembut perut Elsaliani yang tertutup dengan piyama yang melekat di tubuhnya.
"Baby nggak nakal, ayah. Cuma sedikit bergerak aja." Jelas Elsaliani dan sedikit bergeser menghilangkan jarak antara ia dan sang suami.
Elsaliani merebahkan kepalanya di dada Iqbal, dengan kedua tangan yang berusaha melingkar di pinggang Iqbal. Tangan kanan Iqbal mencoba mengelus lembut punggung Elsaliani.
"Apa begini membuat sayang nyaman?" Tanya Iqbal yang langsung di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Elsaliani.
"Syukurlah."
"Mas..."
"Hmm...."
"Di mana yang lain?"
"Mereka udah pulang."
"Apa semuanya udah selesai?"
"Sayang, mas minta maaf. Tapi untuk malam ini saja, tolong jangan bahas masalah itu dulu, mas akan cerita semuanya besok."
"Hmmm." Jawab Elsaliani dengan wajah yang langsung mengexspresikan rasa kecewa.
"Sayang, mas rindu waktu kita berdua saja, tanpa ada orang lain dan tanpa harus membahas masalah lain selain kita. So Please! I miss sayang!" Jelas Iqbal yang langsung mendaratkan kecupan di ubun-ubun Elsaliani.
"Maaf, terkadang El malah egois dan terlalu menuruti perasaan. El juga rindu sama mas." Jelas Elsaliani.
"Baby juga rindu ayah kan? sorry baby, karena ayah suka ninggalin baby sama uma, bahkan jarang menyapa baby. Tapi ayah janji, setelah ini, ayah akan terus mencoba untuk berbagi waktu untuk baby, uma dan hal lainnya." Jelas Iqbal.
"Makasih Ayah, makasih sayang!"
"Coba di ulang? mas suka!"
"Mas, berhenti menggoda El!" Gumam Elsaliani dengan berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan Iqbal.
"Mas sama sekali nggak menggoda, mas serius! mas suka jika sayang panggil mas dengan panggilan sayang, nggak salahkan jika mas manja sama istri mas sendiri?"
"Tapi El malu...." Keluh Elsaliani.
"Sini..." Pinta Iqbal.
kedua tangan Iqbal menyentuh wajah Elsaliani lalu membawa wajah tersebut mengarah padanya. Sejenak memandang setiap jengkal dari wajah Elsaliani lalu pandangan tersebut beralih pada leher jenjang sang istri. Sejenak terdiam, Iqbal mulai menenggelamkan seluruh wajahnya di pundak Elsaliani.
"Mas...." Seru Elsaliani yang kaget dengan tingkah manja Iqbal, yang jarang terexpos selama ini.
"Sebentar aja! mas benar-benar sangat nyaman dengan posisi ini." Pinta Iqbal.
Elsaliani menurut, membiarkan Iqbal tetap di posisi tersebut.
"Ahmad Iqbal Ardimas Saka, I love you, so, so much" Ucap Elsaliani lembut di telinga Iqbal.
"Sayang jangan uji pertahanan mas!" Tegas Iqbal.
__ADS_1
"Maksud mas?" Tanya Elsaliani polos.
Wajah Iqbal yang semula masih betah di pundak Elsaliani kita mulai perlahan beralih ke leher lalu mengecupnya pelan, membuat tangan Elsaliani dengan spontan menahan kedua bahu Iqbal.
"Sayang Please! mas lagi mau bermanja sama sayang!" Regek Iqbal yang melanjutkan aksinya.
"Mas, baby nendang!" Seru Elsaliani dengan tangan yang langsung menyentuh bagian perutnya yang terasa di pukul dari dalam.
"Dimana?" Tanya Iqbal penuh semangat, dan ikut menyentuh bagian perut yang di sentuh oleh Elsaliani.
"Gimana? berasa nggak mas?"
"Iya, sedikit!"
"Baby, uma sayang baby, baik-baik terus ya, sampai baby bisa berjumpa uma dan ayah." Jelas Elsaliani dengan penuh rasa bahagia.
"Kayaknya nanti baby bakal mirip sama bunda deh sayang?"
"Loh, kok mas tau? Bisa saja mirip El atau mas kan?"
"Nggak sayang, roman-romannya bakal mirip bunda."
"Kenapa mas bisa seyakin itu?"
"Lah emang sayang nggak merasakannya? mau bunda atau baby, mereka sama-sama ngeselin, selalu saja mengganggu moment kita. Pas lagi sweet sweet nya eh dia malah nendang, kayak bunda kan, selalu muncul pas mas asyik!"
"Hussssh mas...." Seru Elsaliani yang langsung mendaratkan cubitannya di paha kanan Iqbal.
"Awww, sakit sayang!" Keluh Iqbal sambil mengusap bekas cubitan Elsaliani yang masih terasa di pahanya.
"Mas sih, dasar anak durhaka, kualat sama bunda baru tau rasa!" Seru Elsaliani.
'Cup' Kecupan Elsaliani yang mendarat secara mendadak di bibir Iqbal membuat Iqbal langsung menghentikan ucapannya.
"Lagi sayang!" Pinta Iqbal yang langsung menyodorkan bibirnya.
"Mesummm!" Seru Elsaliani.
"Biarin, toh halal mau di apain aja!" Goda Iqbal yang kembali mencium Elsaliani hingga berulang kali.
"Mas..." Ujar Elsaliani.
"Hmm..." Ucap Iqbal yang kembali melanjutkan aksinya.
"Mas, El ngantuk!"
"Sorry sayang, mas lepas kendali. Ayo sini tidur!" Pinta Iqbal sambil menepuk bagian pahanya.
"Terima kasih mas." Jawab Elsaliani yang segera merebahkan kepalanya di paha sang suami.
"Gimana? apa begini nyaman?"
"Kurang..."
"Terus sayang mau gimana?"
Elsaliani tidak menjawab, tangannya bergerak lalu menuntun tangan Iqbal menuju perut besarnya.
"Baby mau di elus?" Tanya Iqbal.
__ADS_1
"Hmmmm...."
"Baby atau uma si baby?" Goda Iqbal.
"Dua duanya! mas..."
"Hmmm, kenapa?"
"Bunda sama umi mau buat acara tujuh bulanan buat baby."
"Bagus dong sayang!"
"Tapi masalahnya, bunda mau acaranya di adakan di rumah bunda, dan umi maunya di rumah umi, karena bagi umi, acara tujuh bulanan tetap harus berlangsung di rumah orang tua calon ibu, bukan di rumah pihak ayah baby. El bingung mas! El nggak mau buat keduanya kecewa!"
"Jadi itu yang membuat tidur sayang tidak enak sedari tadi?"
"Iya, El bingung mas." Keluh Elsaliani dengan raut wajah sedih.
"Biar nanti mas yang bicara sama bunda dan umi."
"Apa yang mau mas katakan? jangan buat bunda kecewa."
"Nggak akan sayang, bunda dan umi nggak akan kecewa, Karena mas nggak akan milih siapapun."
"Maksud mas?"
"Kita akan buat acaranya di rumah kita." Tegas Iqbal.
"Kenapa El nggak sampai kepikiran ya? padahal dengan begini nggak akan yang yang merasa kecewa."
"Anak SD tingkat pemikirannya ya jelas berbedalah dari orang dewasa!"
"Mas....."Seru Elsaliani sambil menarik hidung mancung sang suami.
"Sayang sakit, ntar hidung mas malah kayak pinocio loh!"
"Ada ada aja mas ini!" Ujar Elsaliani dengan tawa pecah.
"Udah, sekarang sayang istirahat, baby juga! udah tengah malam, bergadang akan membuat sayang dan baby nggak sehat."
"Oke ayah, baby tidur sekarang, ayah juga istirahat! good night!" Jelas Elsaliani dengan senyuman yang memamerkan seluruh deretan gigi putihnya.
"Good night to sayang, jangan lupa doa, istighfar, selawat n syahadatnya sayang! love you!" Jelas Iqbal mengingatkan Elsaliani agar tidak melupakan ritual rutin sebelum mereka tidur.
"Mas juga, love you to." Ujar Elsaliani.
Elsaliani memejamkan mata indahnya, punggung Iqbal masih bersandar di kelapa ranjang dengan kedua kaki yang lurus ke depan untuk memudahkan Elsaliani berbaring dengan kepala yang beralaskan pahanya. Tangan Iqbal begitu setia mengelus lembut perut sang istri hingga keduanya terlelap dalam mimpi indah.***
________________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ manteman😊😊
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️
Terima kasih banyak buat manteman yang udah vote n like novel ini🙏🙏
Love you All😘😘😘
__ADS_1