
Di teras belakang sana, Elsaliani dan Rizal sedang duduk lesehan sambil bersandar di dinding rumah dengan kaki yang menjulur ke depan. Di telinga kanan Elsaliani terpasang handset yang terhubung dengan ponsel milik Rizal, sedangkan bagian yang satu lagi terpasang rapi di telinga kiri Rizal. Keduanya hanya terdiam, dengan mata yang terus menatap hampa ke depan.
"Mau berapa jam lagi kita diam diaman? kapan adek mau bicara? katanya ada hal penting yang ingin adek tanyakan, apa itu?" Tanya Rizal yang sedari satu jam setengah yang lalu duduk diam bersama Elsaliani.
"Kenapa Abang pura-pura nggak tau?" Tanya Elsaliani yang langsung menatap mata Rizal.
"Pura-pura? adek, Abang benaran nggak tau apa yang ingin adek tanyakan, kan dari tadi adek belum bicara apa-apa!"
"Bukan yg itu maksud adek,"
"Terus yang mana?"
"Tentang rumah tangga adek, tentang hubungan adek dan mas Iqbal."
"Maksudnya? Abang nggak ngerti!"
"Selama ini Abang tau semuanya kan? lalu kenapa hanya diam? kenapa pura-pura tidak tau apa-apa? apa hidup adek begitu memprihatinkan? apa adek terlihat bodoh di depan Abang?" Tanya Elsaliani yang tidak dapat lagi menahan diri, pertahanan Elsaliani meledak, tangisannya mulai terdengar jelas.
"Kenapa adek berpikiran seperti itu? Abang tau semuanya, lantas apa Abang harus menghancurkan pertahanan yang sedang adek bangun? adek sedang memperjuangkan masa depan adek, Abang tidak ingin mengganggu keputusan adek, karena Abang tau kalau adek Abang adalah wanita yang kuat. Adek udah berusaha sebaik ini lalu bagaimana bisa Abang merusak semuanya hanya karena Abang tau yang sebenarnya."
"Abang...."
"Lagi pula, perjuangan dan kesabaran adek berbuah manis kan? lihat, kini adek mendapatkan hati Iqbal seutuhnya.
"Apa menurut Abang semua ini akan baik-baik saja?"
"Abang pastikan, setelah ini hanya ada tawa di wajah adek. Selama ini adek udah cukup menderita, dan kini saatnya segala impian adek menjadi kenyataan." Jelas Rizal yang langsung memeluk erat tubuh Elsaliani.
"Lalu Abang sendiri kapan akan menghalalkan kak Arumi?"
"Secepatnya dek, meski dia mantan istri dari sahabat Abang, dan ternyata juga mantan pacar dari adik sepupu dari suami adek, Abang jadi ingin mempercepat pernikahan kami. Dafa memang sudah tiada, tapi Mikeal, tidak menutup kemungkinan kan kalau mereka bisa kembali jadian, apa lagi Mikeal masih muda di bandingkan dengan Abang."
"Apa sekarang Abang takut kalau sampai Abang Mikeal mengambil kembali kak Arumi?"
"Jujur, sebenarnya Abang takut, dek. Tapi Abang akan bertahan karena hati Abang telah memilih Arumi, maka harus Abang perjuangkan."
"Terima kasih karena Abang Rizal telah mencintai aku, aku bahagia menjadi wanita yang ada di hati Abang. Iya aku memang mencintai Mikeal, tapi itu dulu jauh sebelum Abang datang dalam hidup aku, dan saat ini, hanya Abang Rizal yang aku sayang, nggak ada yang lain termasuk Mikeal." Jelas Arumi yang masih berdiri agak jauh dari keduanya.
Penjelasan Arumi, membuat Rizal segera bangun lalu melangkah mendekati Arumi, sedangkan Elsaliani juga ikut bangun namun masih berdiri di tempat semula dengan mata yang terus saja menatap pasangan yang kini tepat di hadapannya.
"Terima kasih karena mau menjadi wanita aku." Ucap Rizal yang langsung memeluk erat Arumi.
__ADS_1
"Love you!"
"Love you to!'
"Hadeuhhhh El di kira obat nyamuk apa? mending El masuk aja ah, dari pada bikin cemburu!" Ujar Elsaliani dengan senyuman bahagia.
"Biarin, ya emang obat nyamuk kan. Adek iri? tunggu aja suami adek pulang, biar ada yang meluk!" ujar Rizal sambil memanyunkan bibirnya ke arah Elsaliani.
"Abang kok gitu sih, bikin aku malu sama El deh!' Cetus Arumi yang berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Rizal, namun usahanya sia-sia karena Rizal malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Biar sayang, biar adek tau gimana rasanya menahan rindu." Cetus Rizal.
"Adek lebih paham betapa sakit menahan rindu, karena adek pernah berada di posisi yang bahkan merindui meski di atap yang sama. Kak Arumi, jaga Abang El baik-baik ya, jangan sakiti dia, meski ngeselin tapi Abang adalah lelaki terbaik tapi urutannya tetao setelah Abi." Jelas Elsaliani dan langsung meninggalkan pasangan yang sedang kasmaran tersebut.
-------------------------
Dua hari telah berlalu semenjak Iqbal pergi, dan di pagi ini semua keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Elsaliani mengantar semuanya hingga ke teras.
"Bapak, apa nggak sebaiknya bunda di sini aja, kasian loh El sendirian. Gimana kalau tiba-tiba Iqbal nggak jadi pulang hari hari ini, sebagaimana yang ia kabarkan tadi. Udah bapak pulang aja, biar bunda tinggal di sini!" Jelas Ayu.
"Bunda, udah bunda tenang aja, nanti sore, InshaAllah mas Iqbal pulang, lagian kalau Bunda maksa di sini buat nemanin El, terus bapak siapa yang nemanin?" Ujar Elsaliani.
"Bapak biar sendiri aja, salah sendiri kenapa mau buru-buru pulang." Tegas Ayu.
"Tapi sayang..."
"Udah El nggak apa-apa. Nanti jika ada waktu luang bunda sama bapak kan bisa ke sini lagi." Jelas Elsaliani.
"Iya bunda, sekarang kita memang harus pulang, ada hal penting yang harus bapak urus di sana." Jelas Adimaja.
"Baiklah!" Jawab Ayu yang akhirnya menyerah untuk melanjutkan perdebatan dengan suami dan menantunya.
"Kalau gitu biar umi aja yang nemanin adek!" Usul Zulfa.
"Terus Abi di tinggal sendiri?" Tanya Ismail.
"Kan Abi ada Abang yang nemanin!" Jelas Zulfa.
"Abang? emang Abang bisa menyiapkan segala keperluan Abi? Umi jangan ngaco deh, Abi dan Abang bahkan tidak bisa melakukan apa-apa jika umi nggak ada d rumah." Jelas Rizal.
"Umi, udah El baik-baik aja. Umi sama bunda tenang aja. Percaya sama El, El bisa jaga diri dengan baik kok, lagian cuka beberapa jam aja kan, karena nanti sore mas Iqbal juga udah pulang!" Jelas Elsaliani.
__ADS_1
" Umi cuman khawatir sama kandungan El, nanti kalau tiba-tiba terjadi sesuatu terus El sendirian gimana?" Keluh Zulfa.
"Umi, adek udah besar, adek bisa jaga diri dengan baik. Sekarang kita pulang, nanti siang Abang harus masuk kantor dan Arumi juga kerja besok, dia dan Mikeal juga butuh istirahat." Jelas Rizal.
"Umi, udah kita pulang. Minggu depan kita ke sini lagi!" Jelas Ismail.
"Iya aku juga setuju, minggu depan kita ke sini lagi sama-sama!" Jelas Adimaja.
"Baiklah!" Ujar Zulfa.
Setelah prosesi salam salaman, peluk pelukan, cipika cipiki akhirnya dengan berat hati Zulfa dan Ayu ikut suami mereka pulang.
--------------------------
Tubuh Elsaliani terus saja berpindah-pindah, sebentar rebahan di sofa, tiba-tiba lesehan di karpet dan terkadang malah mondar-mandir di depan TV yang masih menyala memutar MV dari boyband boyband ternama Korea yang begitu Elsaliani gulai, namun entah mengapa sore ini semuanya terasa berbeda, rumah mulai terasa sepi, hingga membuat Elsaliani jengah karena harus menghabiskan waktu seorang diri, bahkan boyband favoritnya tidak bisa menghibur hati yang sedang kesepian.
"Kapan mas Iqbal pulang? tadi pagi katanya udah selesai semua urusannya dan langsung naik pesawat pulang, tapi kok belum juga sampai." Keluh Elsaliani yang kembali rebahan di sofa.
"Baby, Uma kangen sama ayah, baby kangen juga kan? kangen tangan ayah yang mengelus lembut baby kan? sama Uma juga kangen, kangen setengah mati!" Gumam Elsaliani yang saat ini kembali lesehan di karpet.
Elsaliani meraih laptopnya, lalu mencoba membuka gambar sang idola yang menjadi koleksi favorit, mencoba meramaikan suasana hatinya yang sedang kesepian dengan melihat-lihat gambar-gambar tersebut, tangan Elsaliani terus mengeser-geserkan foto yang satu ke yang lainnya, namun lagi-lagi usaha Elsaliani tidak membuat perubahan yang ada Elsaliani semakin uring-uringan.
"Mas, El kangen! please cepat pulang!" ungkap Elsaliani dengan penuh harap dan mencoba untuk kembali tenang.
Di saat Elsaliani sibuk mengoceh tak jelas, tiba-tiba suara bel rumah yang terdengar di pencet berulang kali membuat Elsaliani kembali bersemangat, secepat kilat Elsaliani berlari dan langsung membuka pintu.
Senyuman merekah lenyap dalam seketika, langkahnya langsung terhenti, ketika melihat bahwa tamu yang datang bukanlah orang yang begitu ia rindukan. Tangan Elsaliani kembali menggenggam erat gagang pintu lalu menundukkan pandangannya.
"Mbak Lestari...." Seru Elsaliani.
"Aku mau ketemu sama kekasih aku!" Tegas Elsaliani.
"Tapi maaf mbak, mas belum pulang!"
"Aku akan menunggunya!" Tegas Lestari dan langsung melenggang masuk kedalam rumah.
Tanpa kata, Elsaliani terus mengikuti Lestari hingga ke ruang tamu.***
___________________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semuanya😊
__ADS_1
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️