Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
107.


__ADS_3

Setelah menjalani perawatan selama lima hari, akhirnya Elsaliani dibolehkan pulang. Sedangkan Iqbal memang sudah dua hari yang lalu tidak lagi berstatus sebagai pasien di rumah sakit tersebut melainkan wali dari Elsaliani.


Semua barang-barang milik Elsaliani sudah dibereskan oleh Iqbal, mereka sudah siap untuk keluar dari rumah sakit.


"Apa masih ada yang ketinggalan?" Tanya Iqbal sembari mendekati Elsaliani yang masih duduk diatas ranjang.


"Sepertinya udah semuanya kok. Kenapa abang Rizal lama sekali jemputnya? pada hal El udah nggak sabar pengen cepat-cepat pulang." Jelas Elsaliani dengan mata yang terus saja menatap pintu berharap sang abang lekas datang menjemput mereka.


"Sayang pasti kangen banget sama baby kan? mas juga kangen, setelah ini kita bertiga akan selalu bersama, mas akan jagain kalian berdua dengan baik." Jelas Iqbal sembari menyentuh wajah Elsaliani.


"Terima kasih!" Ucap Elsaliani lalu mengecup kening Iqbal.


"Maaf karena mungkin El akan merepotkan mas karena keadaan El saat ini, dan juga maaf karena bukannya El yang merawat mas, malah El membuat mas harus jagain El disaat mas sendiri sedang sakit."


"El, semua yang mas lakukan memang kewajiban mas terhadap sayang. Mas janji, mas nggak akan lagi menyia-nyiakan kehadiran El dalam hidup mas, semua cinta, sayang, perhatian dan juga perngorbanan sayang untuk mas, mas akan jaga semuanya dengan baik, hingga kita menua bersama, hingga ajal memisahkan kebersamaan raga kita, namun cinta kita takkan juga kunjung mati selamanya."


"El mencintaimu, mas Iqbal."


"Mas jauh lebih mencintaimu, Nurul Elsaliani."


Ucap Iqbal lalu memeluk erat tubuh ramping Elsaliani dengan tangan yang terus membelai kepala Elsaliani yang terbalut kerudung pink soft.


"Oh ya, apa mas sudah memberikan nama untuk baby?"


"Belum."


"Kenapa? jadi sudah selama seminggu lebih baby belum juga memiliki nama?"


"Belum, semua orang masih memanggilnya baby."


"Mas..."


"Mas mau sayang yang menamainya."


"Tapi..."


"Nanti kita pikirkan sama-sama nama yang paling cantik untuk putri kita."


"Baiklah..."


"Apa kalian udh siap?" Tanya Rizal yang baru datang.


"Udah dari tadi pagi adek siap!" Cetus Elsaliani dengan memamerkan wajah kesalnya.


"Bukannya adek keluarnya siang?" Tanya Rizal.


"Au ah...!" Gumam Elsaliani yang langsung turun dari ranjang lalu bergegas keluar dari ruang rawat tersebut.


"Sayang tunggu!" Panggil Iqbal yang segera menyusul Elsaliani yang telah lebih dulu keluar.


"Dek, sorry tadi jalanan macet banget!" Pinta Rizal sambil berjalan beriringan dengan Elsaliani dengan kedua tas di tangannya.


"Alasan!" Cetus Elsaliani.


"Beneran, sumpah demi adek abang yang paling abang sayang sejagad raya, abang nggak bohong, seriuss!" Jelas Rizal.


"Jangan ulangi lagi! ini bukan kali pertama abang buat adek menunggu abang." Jelas Elsaliani.


"Kali keduakan? dan selalunya ada Iqbal yang menemani adek. Adek pernah berfikir nggak, kalau Iqbal memang sengaja Allah kirimkan sebagai pengganti abang untuk selalu menjaga adek dengan baik. Udah dong jangan cemberut gituh! Kita pulang sekarang, baby pasti sangat merindui adek." Jelas Rizal.


"Aku harap memang begitu!" Ucap Iqbal dengan suara parau bahkan langkahnya terhenti hingga membuatnya tertinggal beberapa langkah dari Rizal dan Elsaliani.


"Iqbal, ada apa? apa bahu kamu sakit lagi?" Tanya Rizal yang kembali mendekati Iqbal.


"Bukan bahu tapi hati, ayo kita pulang!" Ucap Iqbal yang langsung mengambil alih kedua tas dari tangan Rizal lalu bergegas ke mobil.


"Ada apa dengan suami adek? apa abang salah ngomong?" Tanya Rizal yang heran dengan sikap Iqbal.


"Apa tingkah dan sikapnya mulai tidak bisa kita mengerti?" Tanya Elsaliani.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" Rizal balik bertanya.


"Itu artinya mas Iqbal udah kembali normal. El lebih takut jika mas tidak berlaku aneh!" Jelas Elsaliani dan segera menyusul Iqbal.


"Pasangan yang aneh!" Cetus Rizal.


-------------------------


"Akhirnya adek kembali bersama kita, selamat datang putri abi tercinta, semoga setelah ini adek di jauhkan dari segala marabahaya." Ucap Ismail yang langsung memeluk putri tercinta.


Semua anggota keluarga memang sengaja menyambut kepulangan Iqbal dan Elsaliani yang beberapa hari ini menjalani perawatan di rumah sakit. Semua berkumpul diruang tamu, termasuk baby yang sedari tadi begitu asyik di dalam gendongan Mikeal.


"Baby coba lihat siapa yang datang!!" Seru Mikeal sambil mengarahkan baby pada Elsaliani dan Iqbal.


"Baby, uma rinduu!" Ungkap Elsaliani yang langsung mengambil alih baby ke dalam gendongannya.


"El, untuk beberapa hari ini El jangan dulu menggendong baby, bunda takut kalau nanti akan berefek pada jahitan di perut El." Jelas Ayu.


"Tapi bunda...." Keluh Elsaliani dengan raut wajah sedih.


"Biar mas yang gendong, baby ayo sini sama ayah!" Ujar Iqbal yang mengambil baby kedalam gendongannya.


"Sampai kapan El menahan rasa ini? baby, maafkan uma." Ujar Elsaliani.


"Sabarlah sebentar lagi, yang penting sekarang adek bisa sama-sama dengan baby kan?" Jelas Zulfa.


Elsaliani hanya mengikuti saran umi dan bunda yang memang tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Elsaliani. Elsaliani perlahan mendekati baby, mencium kedua pipi munyilnya, menyentuh kedua tangan kecilnya, lalu tersenyum manis membuat sang baby juga ikut memamerkan gusinya.


"Waaaah cantiknya anak uma!" Ucap Elsaliani dengan tetesan air mata.


"Persis seperti umanya." Ucap Mikeal.


"Mas, dia benaran baby El kan?" Tanya Elsaliani yang mengalihkan pandangannya pada Iqbal.


"Putri El? nggak cuma putri sayang loh, putri mas juga, dia perpaduan kita berdua, bidadari kita!" Jelas Iqbal yang merangkul Elsaliani kedalam pelukannya.


"Biar baby abang yang jaga aja." Tawar Rizal.


"Nggak! mas bawa baby sama kita, El masih rindu ingin menciumnya. Abang mau baby, buruan buat sendiri, ayo mas!" Jelas Elsaliani.


Ucapan Elsaliani sontak membuat seisi ruang tamu tertawa terbahak-bahak.


"Tuh denger, buat sendiri!" Tegas Mikeal yang langsung keluar.


"Buat sendiri ya!" Ujar Ayu Semakin menggoda Rizal.


"Apaan sih!" Cetus Rizal dengan pipi yang telah merona sempurna lalu bergegas ke kamarnya.


"Senang rasanya bisa kembali berkumpul dan bercanda bersama mereka semua!" Ucap Ismail lega.


"Semoga saja setelah ini, tidak ada lagi air mata. Semoga mereka semua bahagia selamanya." Ujar Adimaja.


"Aamiin,,," Ucap Ayu dan Zulfa hampir bersamaan.


-------------------------


"Mas, cepat bawa baby ke sini!" Pinta Elsaliani yang telah lebih dulu duduk diatas kasur.


"Iya..." Ujar Iqbal yang langsung membaringkan baby di samping Elsaliani.


Tanpa tunggu lebih lama lagi Elsaliani kembali mencium seluruh wajah bayi, bahkan tangan dan kaki jadi sasaran Elsaliani. Elsaliani bahkan tidak bisa berhenti melakukannya, hingga akhirnya membuat baby menangis.


"Sayang kenapa menangis? diamlah, nih ada uma dan ayah." Jelas Elsaliani mencoba menenangkan baby.


"Sssstttt, baby ayah nggak cengeng kan? ayo sini sama ayah!" Ujar Iqbal.


Iqbal membawa baby kedalam pangkuannya, keduanya terus saja mencoba menenangkan baby, namun yang ada baby semakin larut dalam tangisnya.


"Mas bagaimana ini? El harus gimana?" Tanya Elsaliani yang begitu panik.

__ADS_1


"Sayang nggak berniat membuat mas harus menenangkan dua orang sekaligus kan? kalau sayang jadi panik dan ikut nangis gini, mas juga ikut bingung sayang." Jelas Iqbal sambil menyentuh wajah Elsaliani.


"Sorry! habisnya El takut."


"Apa mungkin baby haus?"


"Oh ya udah biar El buatkan susu dulu."


"Kenapa El nggak coba aja dulu..."


"Coba? coba apa?" Tanya Elsaliani kebingungan.


"Menyusui."


"Menyusui? El?" Ujar Elsaliani dengan tubuh yang telah mematung.


"Sayang..."


Suara Iqbal membuat Elsaliani kembali tersadar dari lamunannya, perlahan tangan Iqbal menyentuh lembut tangan Elsaliani membuat Elsaliani kembali duduk disisinya.


"Hmmm..." Ujar Iqbal sambil menyerahkan baby.


"Tapi...."


"Sayang nggak mau membiarkan baby menangis terlalu lama kan? baby haus, apa sayang nggak mau memberi minum untuk baby kita?"


"Baiklah, akan El coba."


Elsaliani menuruti ucapan suaminya, seketika membuat baby terdiam, dan begitu menikmati minuman barunya. Elsaliani tersenyum bahagia melihat senyuman sang baby yang terpancar dari wajah tembemnya.


"I love you sayang..." Ucap Iqbal lalu mengecup lembut kening Elsaliani.


"Ayah juga sayang baby" Lanjut Iqbal sambil menyentuh pipi baby.


"Apa mas sudah menemukan nama yang pas untuk baby?"


"Udah..."


"Siapa namanya?" Tanya Elsaliani penuh semangat.


"Nuri Zea Zahiya Saka."


"Nuri Zea Zahiya Saka?"


"Hmmmm Nuri singkatan dari Nurul dan Iqbal, Zea kemuliaan, Zahiya cantik jelita." Jelas Iqbal.


"Nama yang sangat indah, selamat datang Nuri Zea Zahiya Saka, Uma sayang banget sama Zea." Ucap Elsaliani yang kembali mengecup pipi Zea.


"Kalian berdua adalah cahaya dalam hidup mas, Nurul Elsaliani dan Nuri Zea Zahiya Saka terima kasih karena telah datang dalam hidupku."


Iqbal merangkul bahu Elsaliani kedalam dekapannya, keduanya terus tersenyum bahagia sambil memperhatikan baby yang terlihat masih sibuk menyusu.***


_________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n Vote@ ya manteman semuanya😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__________________


Yeeeeeee🤗🤗🤗


Hanya sisa beberapa episode lagi Cinta Elsaliani akan TAMAT juga akhirnya😄 nggak berasa, perasaan baru aja kemaren nulis episode pertama😅🤭


Terima kasih banyak buat semua teman-teman yang udah ngikutin dari awal sampai episode ini🙏🙏


Love you all 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2