
"Apa salah mas? kenapa tangisan sayang terdengar begitu pilu? dada mas sesak melihat sayang seperti ini!" Jelas Iqbal.
Iqbal menekuk kedua lututnya di lantai, ia berusaha untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah sang istri. Elsaliani masih duduk dengan muka tertunduk, Iqbal berulang kali mencoba menegakkan wajah Elsaliani agar menatap dirinya yang kini tepat berada di hadapan sang istri.
"El tau, El bukanlah istri yang baik untuk mas. Mau di lihat dari segi apapun, El tidak akan pernah setara dengan mas. El sadar akan hal itu, tapi El tetap saja ingin berdampingan sama mas, pasti El terlihat tak tau malu kan? El, El..." Jelas Elsaliani yang kian larut dalam tangisannya.
"Apa yang sayang bicarakan? pasti mas buat salah kan? sayang mas minta maaf! tapi tolong jelaskan pada mas, apa kesalahan mas?"
"Mas nggak salah! El yang tidak tau diri."
"Cukup! jangan terus seperti ini, kenapa sayang selalu saja menyalahkan diri sayang? please jangan buat mas semakin merasa bersalah!"
"Jika penilaiannya dimulai dari nol sampai sepuluh, maka nilai El nol dan kak Khaira sepuluh. Sejak kecil kak Khaira selalu unggul dalam segala hal, dia cantik, pintar, berpendidikan tinggi, sopan, kaya, kuat, bahkan ia tidak punya satu kekurangan apapun, berbalik jauh dari El. El jelek, nggak pintar, nggak kaya, lemah dan sejuta kekurangan lainnya. Mas memang serasi dengan kak Khaira tapi bukankah El lebih dulu datang dalam hidup mas, lalu kenapa mas masih mau beralih sama kak Khaira? apa pelukan El tidak sehangat pelukan yang barusan kak Khaira berikan?"
Perlahan Elsaliani mengusap kedua pipinya yang telah di penuhi dengan air mata. Mencoba menenangkan dirinya, dan berusaha menatap Iqbal yang sekarang justru menundukkan wajahnya.
"Jadi benar, kalau pelukan kak Khaira bisa membuat mas damai dan nyaman? kenapa mas hanya diam? El nggak punya untuk marah sama mas, dan El juga nggak punya hak untuk menahan mas agar tetap memilih El, Tapi kenapa harus kak Khaira? El nggak akan sesakit ini jika mas memilih mbak Lestari, kenapa kak Khaira selalu saja mendapatkan dengan mudah apa yang ia inginkan, sedangkan El selalu harus berusaha mati-matian untuk memiliki sesuatu yang El idamkan. Maafkan El..." Jelas dengan suara yang mulai melemah.
"Biarkan El memiliki baby, tolong jangan ambil semuanya dari El. Datanglah pada kak Khaira, El ridha, tapi El mohon biarkan baby bersama El." Lanjut Elsaliani dengan kedua tangan yang memeluk erat perut buncitnya.
Iqbal masih saja terdiam seribu bahasa, ia terlihat jelas sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya. Keduanya terdiam, membuat suasana ikut mencengkam, hingga akhirnya tangan Iqbal bergerak lalu mengkancingkan baju Elsaliani dengan telaten, kemudian menyelisir rapi rambut Elsaliani hingga wajah sembabnya terlihat begitu jelas.
"Apa begini cara mas melakukan perpisahan?" Tanya Elsaliani pelan.
'Cup' Bibir Iqbal mendarat di kening Elsaliani lalu di susul dengan mencium kedua tangan Elsaliani.
"Perpisahan yang indah." Ucap Elsaliani dengan suara bergetar.
Elsaliani bangun dari duduknya, ia melangkah meninggalkan Iqbal, baru saja beberapa langkah Elsaliani menjauh, Iqbal segera bangun dan lekas memeluk erat tubuh Elsaliani dari belakang.
"Apa tidak ada sedikitpun rasa percaya di hati El untuk mas?" Tanya Iqbal dengan menelengkupkan wajahnya di bahu kanan Elsaliani.
Air mata yang mulai menetes, membuat baju Elsaliani ikut basah.
"Kenapa El selalu saja mengambil kesimpulan sendiri tanpa mau mendengar penjelasan dari mas. Mas tau, mulut mas telah berulang kali menyakiti perasaan El, tangan mas telah membuat banyak bekas luka di sekujur badan El. Mas memang bukan suami yang baik untuk El, tapi mas sedang berusaha untuk melakukannya. Mas terus mencoba menjadi suami idaman buat El, setiap detik mas hanya ingin membuat El bangga jadi istri mas. Tolong, jangan pergi! mas butuh El." Jelas Iqbal yang semakin mengeratkan dekapannya.
"El mencintai dan menerima mas seutuhnya, seadanya. Mas lelaki terbaik yang pernah El temui, tapi El bukanlah perempuan terbaik untuk mas."
"Ini adalah tubuh ternyaman dan terhangat untuk mas peluk. Mas nggak tau El melihat atau mendengar dari siapa tentang kejadian tadi di Swalayan. Tapi, Wallahi, Khaira yang memeluk mas, mas berusaha melepaskannya, dan sebelum usaha mas berakhir mungkin sessorang telah lebih dulu beraksi. Mas tidak memeluknya!"
"Mas..."
"Percayalah El, saat ini hanya El dan baby yang ada di hati mas, nggak ada yang lainnya." Tegas Iqbal.
__ADS_1
"Tapi..."
"Jangan pernah lagi membandingkan El dengan siapapun itu, karena nggak akan ada seorangpun yang lebih sempurna dai El. Jangan lagi melakukan hal bodoh seperti barusan, mas hanya milik El dan akan tetap menjadi milik El untuk selamanya."
"Terima kasih, untuk semuanya. Terima kasih karena masih tetap bersama El meski ada pilihan yang lebih baik dari El." Jelas Elsaliani lalu menyentuh kedua tangan Iqbal yang memeluknya.
"Tetap disisi mas sampai kita menua bersama!" Pinta Iqbal lalu mengecup lembut pipi kanan Elsaliani.
------------------------------
Ruang tamu yang begitu luas kini menjadi sesak, semua kerabat dan sahabat dari pihak Elsaliani dan juga dari pihak Iqbal telah berkumpul di ruangan tersebut.
Semuanya terlihat begitu bahagia. Segala persiapan sudah selesai, mulai dari makanan dekor ruangan dan segala hal lainnya. Di sofa sana, Iqbal terlihat begitu tampan dengan setelan baju koko berwarna maron dan celana kain berwarna putih, di sampingnya ada Elsaliani yang begitu manis dengan gamis maron serta jilbab putih.
"Apa acaranya sudah bisa dimulai?" Tanya Rukayya yang tidak lain adalah nenek Elsaliani dari pihak ibu.
"Di mulai aja bu, semuanya sudah siap." Jawab Zulfa.
"Iya bu, lebih cepat lebih baik!" Tambah Ayu yang begitu setia berdiri di samping sang menantu tercinta.
Akhirnya prosesi tujuh bulanan kandungan Elsaliani di mulai. Sang nenek mulai membacakan berbagai macam doa dengan begitu kusyuk dan tenang, seisi ruangan ikut hening, semuanya larut dalam doa.
Setelah membaca doa yang cukup panjang, sang nenek langsung melakukan 'Peusijuk' terhadap Elsaliani dan Iqbal diiringan dengan bacaan beberapa ayat Al-Qur'an, di akhiri dengan doa keselamatan untuk sibayi dan sang ibu.
Tia dan Alam melangkah mendekati Elsaliani dan Iqbal yang masih duduk di sofa sana.
"Wah, gantengnya jagoan abang Alam. Boleh El gendong?" Pinta Elsaliani ketika melihat bayi lelaki munyil yang ada di dalam gendongannya Alam.
"Boleh dong..." Jawab Alam lalu menyerahkan bayinya pada Elsaliani.
"Lucu banget, siapa namanya Tia?" Tanya Iqbal yang mulai menyentuh pipi gembul bayi tersebut yang kini bersama Elsaliani.
"Ciih, aku ayahnya, kenapa harus tanya sama Tia?" Protes Alam.
"Terserah aku dong!" Seru Iqbal.
"Selalu saja begitu kalau udah berkumpul!" Gumam Tia yang begitu hafal dengan sikap suaminya saat bersama teman-temannya.
"El juga pusing sama mereka semua. Selalu saja ribut! siapa namamu tampan?" Jelas Elsaliani.
"Zafran." Jawab Alam.
"Hai semuanya kenalin calon istri aku! Tia, El bakal adik ipar kalian nih!" Seru Hendra yang datang bersama Angel.
__ADS_1
"Apaan sih, jadian aja belom!" Gumam Angel.
"Kode tuh, makanya nembak dulu baru di gait!" Cetus Luqman yang ikut bergabung.
"Macam situ udah punya aja." Gumam Hendra.
"Ya justru itu, kamu harus hati-hati! ntar aku slip loh, gimana Angel mau sama aku atau sama cowok songong itu?" Jelas Luqman.
"Sama Zafran aja lah!" Seru Angel yang mengambil alih Zafran dalam gendongannya.
"Rasain..." Seru Alam puas.
"Patah hati jamaah nih judulnya!" Seru Iqbal dengan gelak tawanya.
"Ayo semuanya makan dulu, kamu juga El, sana makan dulu." Jelas Ayu yang ikut bergabung dengan mereka.
"Iya bunda." Jawab Hendra dengan senyuman.
"Biar si kecil bunda yang jaga, kalian makanlah!" Ujar Ayu yang mengambil Zafran dari Angel.
"Baik bunda." Jawab angel.
"Makasih bunda." Ucap Tia dan Alam hampir bersamaan.
Semuanya bergegas untuk mengambil makanan, lalu ikut bergabung dengan yang lainnya yang sudah lebih dulu berkumpul untuk makan siang di ruang keluarga.
_______________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTe@ ya manteman ☺️ ☺️☺️
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️
________________
Pasti teman2 semua bingung dengan prosesi tujuh bulanannya kan????
Karena setiap daerah pasti beda2 tata cara pelaksanaannya, atau mungkin manteman malah tertanya-tanya adat daerah mana sih yang acara tujuh bulannya begitu,,,,
nah,nah,nah sebenarnya aku mengadopsi adat dari daerah aku sendiri. So, apa ada diantara manteman semua yang adatnya sama? kalau ada berarti kita berasal dari daerah yang sama😊😊
Salam kenal semuanya🤗🤗
__ADS_1