
"Bundaaaa!" Panggil Elsaliani dengan suara lantang ketika melihat Ayu keluar dari mobil.
Elsaliani sedari tadi memang duduk di ayunan di halaman depan rumah karena menunggu ke datangan sang mertua tercinta.
Dengan senyuman bahagia, Elsaliani langsung bergegas menghampiri Ayu, menyalaminya, mencium pipi kiri dan pipi kanannya kemudian memeluknya dengan manja.
"El kangen bunda." Ucap Elsaliani.
"Bunda jauh lebih kangen sama El!" Jelas Ayu dengan tangan kanan yang terus mengusap bahu Elsaliani.
"Gimana kabar El dan juga cucu bapak? kalian sehat kan?" Tanya Adimaja yang mendekati kedua wanita tersayangnya.
"Alhamdulillah sehat pak." Jawab Elsaliani yang beralih menyalami Adimaja.
Adimaja merangkul sang menantu ke dalam pelukannya, lalu mengusap pelan kepalanya yang terbalut kerudung hitam.
"Syukurlah! apa ada yang El inginkan? atau mungkin El mau makan sesuatu? biar bapak belikan."
"Nggak ada pak, bapak sama bunda sehat?"
"Alhamdulillah, sehatnya pakek banget, sayang." Ujar Adimaja dengan tawa bahagia.
"Mas Adi, Ayu, ayo masuk!" Pinta Zulfa yang baru saja keluar dari rumah.
"Iya, ayo sayang kita masuk!" Ajak Adimaja yang langsung mengajak Elsaliani ikut masuk.
"Silahkan duduk?" Ujar Zulfa ketika keempatnya berada di ruang tamu.
"Terima kasih." Ucap Ayu yang langsung duduk di sofa dengan diikuti oleh yang lainnya.
"Ismail dimana? dari tadi aku tidak melihatnya." Tanya Adimaja.
"Baru aja berangkat, ada undangan ceramah di mesjid kampung sebelah." Jelas Zulfa.
"Wah masih tenar juga rupanya ustad Ismail ya." Canda Adimaja dengan tawa lepas mengingat sang sahabat yang memang dari dulu sering kali ceramah kemana-mana.
"Mas mau minum apa?" Tanya Zulfa.
"Apa aja lewat kok!" Ujar Adimaja.
"Ya udah, kalian lanjutkan ngobrolnya, aku tinggal ke dapur sebentar." Jelas Zulfa.
__ADS_1
"Biar aku bantu, ayo!" Ujar Ayu.
Ayu langsung mengikuti Zulfa ke dapur, meninggalkan Elsaliani bersama Adimaja.
"El..." Panggil Adimaja dengan terus menatap sang menantu yang memang sedari tadi duduk di sampingnya.
Perlahan Adimaja menyentuh kepala Elsaliani, membuat tatapan sendu Elsaliani langsung terarah pada Adimaja.
"Apa yang El pikirkan? kenapa? cerita sama bapak!"
"El juga nggak tau kenapa, semenjak mas Iqbal pergi dada El rasanya sesak, El takut tidak bisa melihat mas Iqbal lagi." Jelas Elsaliani dengan tetesan air mata.
"El, misi kali ini tidak seberat misi yang sudah-sudah, kamu tenang aja, Iqbal akan baik-baik saja."
"Bagaimana jika justru El yang tidak baik-baik saja?"
"El, kenapa bicara seperti itu?" Tanya Adimaja yang langsung membawa Elsaliani kedalam dekapannya.
"Nggak ada hal buruk yang akan menimpa siapa pun, baik pada Iqbal ataupun pada El. Jangan cemas berlebihan, bapak, abi, bunda dan umi akan menjaga kalian berdua dengan sekuat tenaga kami, kalian berdua harta yang paling berharga yang kami miliki, apapun akan bapak pertaruhkan untuk kalian berdua, termasuk nyawa bapak sekalipun. Jadi El tenang saja, atau El mau bapak suruh pulang Iqbal sekarang juga? bapak bisa melakukannya."
"Bapak..." Seru Elsaliani dengan tawa penuh bahagia, ia begitu bersyukur memiliki mertua yang begitu menyayanginya.
"Jangan menangis lagi, kasian cucu bapak juga bakal ikut sedih. Buang jauh-jauh prasangka buruk El, yakin dan percaya kalau semuanya akan baik-baik saja."
"Jadi sama Bunda nggak sayang ni?" Tanya Ayu yang baru saja datang dengan talam yang berisikan gelas di tangannya.
Ayu meletakkan gelas minuman di meja, dengan di susul beberapa cemilan yang di bawakan oleh Zulfa.
"Lihat tuh Zulfa, sepertinya kita kalah sayang deh dari para bapak-bapak." Canda Ayu.
"Bunda, El sayang kalian semua." Jelas Elsaliani yang beranjak untuk mendekat pada Ayu yang duduk di hadapannya.
Elsaliani perlahan bangun, lalu melangkah berpindah ke sofa yang diduduki Zulfa dan Ayu, namun yang terjadi malah tanpa sengaja betis Elsaliani membentur kaki meja, membuat Elsaliani meringis kesakitan.
"Awwwww!" Jerit Elsaliani membuat yang lainnya panik.
Adimaja langsung merangkul tubuh Elsaliani membantunya untuk kembali duduk di sofa, Ayu dengan sigap memeriksa betis Elsaliani, di ikuti dengan Zulfa yang tidak kalah panik dari Ayu.
"Bunda sakit!" Tangis Elsaliani yang semakin menjadi.
"Dimana yang sakit sayang?" Tanya Ayu.
__ADS_1
"Adek, dimana yang sakit? adek...!" Tanya Zulfa.
"Perut El rasanya mau pecah umi, sakit, sa....sa...sa...kit!" Jelas Elsaliani dengan terbata-bata.
"Pak, cepat bawa El ke rumah sakit!" Pinta Ayu.
"Iya, bunda." Jawab Adimaja.
Adimaja langsung menggendong tubuh Elsaliani, perlahan membaringkan Elsaliani di jok penumpang di susul oleh Ayu dan Zulfa.
"Pak, cepat..." Pinta Ayu yang tidak lagi bisa tenang apa lagi ketika melihat Elsaliani yang terus mendesah kesakitan.
Adimaja segera masuk ke dalam mobil, dengan cepat langsung menjalankan mobil, dengan kecepatan penuh mobil yang di kemudi Adimaja melaju menuju rumah sakit.
"Adek, istiqhfar! hmmmm, kita akan segera tiba di rumah sakit, tenanglah!" Jelas Ayu dengan tangan yang terus mengusap keringat yang sedari tadi membasahi wajah Elsaliani.
"Mas Iqbal, mas cepat pulang, El butuh mas sekarang! Bapak, tolong minta mas pulang sekarang, El takut!" Tangis Elsaliani.
"Pak, bagaimanapun caranya, suruh Iqbal pulang sekarang juga! bunda nggak mau tau pokoknya Iqbal harus pulang sekarang, jika tidak bunda yang akan menjemputnya." Tegas Ayu yang semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Elsaliani.
"Akan bapak coba!"
"Pak, bunda nggak minta bapak untuk mencoba, bunda nyuruh bapak datangkan Iqbal sekarang!" Tegas Ayu yang membuat Adimaja frustasi.
Bagaimana bisa Adimaja melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan, dia yang saat ini fokus menyetir mana bisa melakukan permintaan Ayu, lagi pula ia tidak ingin gegabahnya malah menjadi petaka untuk semuanya.
"Bunda, setiba di rumah sakit bapak akan urus semuanya, sekarang bapak harus fokus nyetir dulu, bunda nggak mau kan kau sampai El dan kita semua kenapa-napa?" Jelas Adimaja.
"Mas Adi benar Ayu, biar mas fokus nyetir dulu. Mas tolong cepat, adek semakin kesakitan." Jelas Zulfa.
Adimaja semakin menambahkan laju mobilnya, sedangkan Ayu dan Zulfa begitu sibuk menenangkan Elsaliani yang begitu gelisah dan kesakitan.
"Umi, bunda, dimana mas Iqbal? tolong bilang padanya, El rindu, El takut sendiri, mas Iqbal udah janji bakal menemani El!" Gundah Elsaliani dengan nada yang kian melemah.
"Sayang, Iqbal akan segera datang, bertahanlah, suami El akan datang menemani El." Jelas Ayu.
"Adek, umi dan bunda akan terus di samping adek, adek nggak akan sendirian. Adek dan juga bayi kalian akan baik-baik aja." Jelas Zulfa lalu mengecup kening Elsaliani di ikuti dengan Ayu yang mengecup kedua tangan Elsaliani tanpa henti.***
______________
Jangan lupa LIKE KOMEN n Vote@ ya manteman semua@😊😊😊
__ADS_1
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️