CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 10


__ADS_3

"Kemana Deka, kenapa susah sekali di hubungi" kata Santi. Sekarang dirinya sedang mondar-mandir di kamar miliknya. Ia sangat membutuhkan Deka saat ini. Entah kenapa semenjak kehamilan Santi tidak cukup jika hanya dengan sang suami saja.


"Ahh, kau menjengkelkan Deka" teriak Santi lalu mengambil handuk nya dia ingin berendam air dingin sekarang.


Sedangkan di tempat lain, saat ini pria yang sedang di cari oleh Deka sedang asyik memadu kasih dengan dua wanita yang beberapa hari yang lalu telah ia tinggalkan.


"Kalian memang hebat, aku sangat puas." Ucap Deka kepada dua wanita yang berada di sampingnya.


"Kau juga hebat tuan. Kau bahkan bisa memuaskan kami" ucap wanita itu meraba dada telanjang Deka mencoba untuk menggoda Deka lagi.


"Sudah cukup sayang ku, hari ini aku ada urusan" ucap Deka lalu segera beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Tak apa lah. Kita juga harus pergi, kita sudah di bayar lebih oleh tuan Deka. Mari kita belanja" ujar salah seorang dari mereka. Kemudian di angguki oleh temannya.


Dua wanita itu pun segera memakai kembali pakaian mereka yang berserakan di lantai. Sudah biasa bagi mereka di tinggalkan jika pelanggan mereka sudah terpuaskan. Karena mereka melakukan ini untuk mendapat uang. Kehidupan yang keras membuat mereka gelap mata sehingga mencari uang dengan cara yang instan. Setelah berpakaian mereka pun keluar dari apartemen milik Deka.


Tak lama Deka sudah keluar dari kamar mandi. Ia memandu sinis ke arah tempat tidur yang baru saja di pakai olehnya dan kedua wanita malam itu.


"Segera kirim kasur yang baru sekarang" ucap Deka kepada seseorang di seberang, tanpa menunggu jawaban dari orang itu Deka langsung memutuskan sambungan telepon.


Saat ia akan meletakkan handphone nya tak sengaja matanya menangkap banyak sekali panggilan tak terjawab dari Santi. Deka pun segera menghubungi balik nomor Santi. Namun beberapa kali ia mencoba menelpon panggilan nya tidak di jawab oleh Santi. Deka pun segera memakai pakaiannya dan berjalan keluar dari apartemen.


***


Romy menghembuskan nafas lega karena ternyata Gita ada di belakang perempuan itu. Jadi ia bisa tenang sekarang, dan terlihat bahwa raut wajah bos nya itu sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Romy memandang wanita yang bernama Gita, satu kata 'cantik' menurut Romy pantas saja bos tergila-gila dan menolak keras perjodohan yang di lakukan oleh tuan besar Kurnia. Romy tersenyum ramah saat Gita menganggukkan kepala ramah. Dan di seberang sana Bryan menatap tajam ke arah Romy, menyadari itu Romy segera pamit undur diri. Dia ingin mencari aman saja.


Gita belum tau siapa pria yang mencarinya, sebab yang ia lihat pertama adalah Romy. Dan tentu saja Gita tidak kenal dengan pria itu, yang membuat heran lagi adalah ketika pria itu pamit keluar saat Gita baru masuk. Namun saat ia menoleh ke sisi lain, ia terkejut melihat seseorang yang sedang memandangnya. Jantung Gita berpacu dengan cepat saat tau siapa orang yang mencari dirinya. Sekelebat bayangan masa lalu tiba-tiba muncul. Cukup lama Bryan dan Gita beradu pandang. Terlihat dari mata keduanya bahwa mereka pernah memiliki perasaan yang sama namun entah alasan apa mereka memilih memendam dan menyiksa perasaan mereka sendiri. Mereka terdiam cukup lama, hingga sebuah deheman menyadarkan mereka.


"Bryan" sapa pak Bram, ayah Karin. Beliau datang bersama Karin.

__ADS_1


"Om Bram" Bryan dan pak Bram pun berjabat tangan.


"Selamat datang di perusahaan kecil milik Om" kata pak Bram lalu mendudukkan bokongnya di kursi yang ada di sebelah Bryan.


"Jangan seperti itu Om, perusahaan milik Om juga bekerja sama dengan salah satu perusahaan papa bukan"


"Apa kabar kak Bryan" sapa Karin mengulurkan tangannya


"Baik, kamu Karin?" Tanya Bryan sambil menerima uluran tangan Karin.


"Iya kak, ini Karin, dan ini Gita. Kakak ngga lupa kan?"


Bryan hanya tersenyum dan menatap ke arah Gita. Sementara Gita menundukkan kepalanya.


"Oh ya, apakah kau ingin mengambil alih perusahaan papa ku yang ada disini Bryan?" Tanya pak Bram.


"Ya, seminggu yang lalu Jaka dan Sarah juga bercerita bahwa putranya itu kabur"


"Iya Om, waktu itu Aldo pernah bilang sama aku kalau dia mau mencari seseorang yang sudah lama tidak ia temui" kata Bryan menatap ke arah Karin, sadar dengan tatapan Bryan , Karin segera menoleh ke arah lain.


"Dan aku yakin Aldo pasti ada di kota ini" lanjut Bryan.


"Khemm... Pa, emm.. aku sama Gita keluar dulu ya. Aku pulang duluan soalnya ini juga kan udah sore" kata Karin. Berada disini membuat dirinya tak nyaman. Terlebih saat Bryan bercerita tentang Aldo, lelaki yang pernah ada di hati Karin.


Tanpa menunggu persetujuan papanya, Karin menarik tangan Gita untuk keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan Karin. Karin menutup pintu bahkan ia menguncinya.


"Lo kenapa sih?" Tanya Gita menatap aneh Karin.


"Sumpah, gue ngga nyaman banget pas kak Bryan ngomongin soal kak Aldo" jawab Karin dengan nafas tersengal seperti baru berlari dua puluh putaran.

__ADS_1


"Emang kenapa, lo masih suka sama kak Aldo" goda Gita memandang Karin dengan bersedekap dada


"Apaan sih" ucap Karin tidak suka. Ia mengambil tas nya lalu menarik tangan Gita untuk menuju ke parkir.


Akhirnya mau tidak mau Gita mengikuti langkah kaki sang sahabat. Ia tau Karin pasti kecewa sekali dengan Aldo. Dulu Karin begitu mendamba Aldo, bahkan demi menjaga perasaan yang ia miliki untuk Aldo , Karin tidak dekat dengan pria manapun. Namun setelah sekian lama ternyata Aldo menghilang bagai di telan bumi. Tidak ada kabar dan tidak menemui Karin sama sekali, hingga saat ini hati Karin sudah di isi oleh orang lain.


Karin dan Gita sampai di parkiran, di samping mobil, Eka sudah menunggu kedatangan sang nona.


"Sudah lama?" Tanya Gita saat sudah dekat dengan Eka.


"Belum non" jawab Eka. Ia sempat melirik ke arah Karin yang membuang muka ke arah lain, mungkin saja Karin masih marah dengan nya.


"Mari masuk non" Eka membuka pintu untuk Gita dan kemudian untuk Karin. Lalu untuk dirinya sendiri di bagian kemudi.


"Kenapa lo yang jemput Gita" kata Karin saat mereka sudah di dalam mobil


"Memang nya kenapa non" jawab Eka berpura-pura tak mengerti sambil ia menyalakan mesin mobil.


"Kan kemarin udah gue bilang kalau yang jemput Gita harus selain lo" kata Karin kesal.


"Tapi ini sudah tugas saya non"


"Tau ah, jawab Mulu" kata Karin, dadanya pun naik turun karena menahan kesal.


"Udah lah Rin, kalau Eka ngga jemput gue nanti dia di kena semprot bokap gue" kata Gita menengahi perdebatan kecil antara sahabat dan supirnya itu


"Na,,, betul itu non" sahut Eka melirik Karin dari kaca dalam mobil


"Diem, ngga usah nyaut" kata Karin galak. Eka pun langsung diam dan fokus menyetir.

__ADS_1


__ADS_2