
Bryan sudah rapi dengan pakaian kasualnya. Malam ini ia akan menjemput Gita untuk makan malam di luar. Sudah lama sekali Bryan menunggu waktu ini. Dan akhirnya sekarang Gita setuju untuk jalan berdua bersamanya.
Bryan menyusuri anak tangga sembari menyisir rambutnya dengan jari-jari tangan. Senyum pun masih melekat di bibir Bryan.
"Bryan mau keluar ya Ma" ucap Bryan saat melihat sang Mama sedang meletakkan beberapa menu makan malam di meja makan.
"Kamu ngga makan malam dulu?" Tanya sang Mama menghentikan aktivitasnya dan menatap Bryan.
"Bryan mau makan malam di luar Ma." Jawab Bryan dengan senyum merekah membuat sang Mama menatapnya curiga.
"Sama siapa?" Tanya sang Mama, sebenarnya wanita yang menjadi Mama dari Bryan itu tahu jika anak nya akan keluar dengan Gita.
"Bareng Gita" jawab Bryan tersenyum.
Mama nya pun tersenyum, benar sudah tebakannya. "Baiklah. Hati-hati. Jangan pulang terlalu larut" ucap sang Mama.
"Siap Mama..." Seru Bryan kemudian menghampiri sang Mama dan mengecup pipi Mamanya.
"Bryan berangkat ya" ucap Bryan kemudian berlalu.
*
Sementara Gita, gadis cantik itu sedang mematut dirinya di depan cermin. Di ranjang nya terdapat banyak sekali baju yang berantakan.
"Kayaknya ini cocok deh" ucap Gita memperhatikan dirinya di cermin.
Gadis itu sudah mencoba banyak baju namun belum menemukan yang cocok. Hingga ia menemukan sebuah dress berwarna hitam berlengan pendek dan panjang bajunya di bawah lutut. Ia mencoba gaun itu kemudian bercermin.
Cocok. Dress itu sangat cocok dengan Gita yang memiliki kulit putih. Rambut yang sedikit keriting itu di gerai kemudian di beri jepit rambut tepat di sebelah kanannya. Gita pun memakai bedak dan lisptik, tidak terlalu tebal namun sudah membuat Gita semakin cantik. Tak lupa Gita pun menyemprotkan parfum agar ia merasa fresh.
Gita meraih sling bag nya kemudian berlalu keluar kamar. Gita menuruni tangga dan melihat Mama nya sedang menyiapkan makan bersama mbok Na.
Nyonya Indira memperhatikan putrinya yang terlihat berbeda malam ini. Tadi sore setelah pulang dari mall Gita sudah cerita kalau malam ini ia akan pergi bersama Bryan. Dan nyonya Indira tidak menyangka jika sang putri akan berpenampilan berbeda untuk bertemu dengan Bryan.
Nyonya Indira tersenyum melihat putrinya yang tampak cantik saat mengenakan dress itu. Sementara Gita menatap sang Mama dengan malu-malu. Bagaimanapun Gita jarang sekali mengenakan dress, gadis itu terkesan tomboi dan tidak suka baju yang bawahannya adalah rok. Namun di saat tertentu jiwa perempuan Gita akan tergugah untuk memakai dress ataupun gaun. Termasuk pada saat ini.
"Kamu cantik sekali sayang..." Ucap nyonya Indira menyambut Gita di bawah tangga.
Gita pun tersenyum kemudian menatap sang Mama. "Gita cocok ngga Ma pake dress ini?" Tanya Gita memegang dress nya kemudian setengah memutar badannya.
Sang Mama pun membelai lembut rambut Gita. "Kamu terlihat sangaaatt cantik" ucap sang Mama membuat Gita tersipu.
"Wah... Putri Papa mau kemana nih. Tumben banget pakai dress.!" Seru tuan Abdi yang baru saja keluar dari ruang kerja.
__ADS_1
Tuan Abdi terkejut saat melihat putrinya mengenakan dress dan juga heels. Bagaimana pun ia mengenal putrinya, gadis itu tidak suka sesuatu yang ribet, seperti mengenakan dress. Karena itu putrinya lebih suka mengoleksi baju dengan setelan celana daripada gaun ataupun dress.
"Papa...." Seru Gita malu.
Tuan Abdi pun menghampiri putri semata wayangnya. "Kamu cantik sekali" ucap tuan Abdi kemudian mencium kening putrinya.
"Makasih Pa" jawab Gita.
"Mau kemana?" Tanya tuan Abdi.
"Gita mau ke....."
"Selamat malam Om, Tante" sapa seseorang sebelum sempat Gita menjawab pertanyaan dari sang Papa.
Melihat siapa yang datang, tuan Abdi pun melirik putrinya yang tengah menunduk. Tuan Abdi bisa menebak jika putrinya berpenampilan seperti ini karena akan jalan berdua dengan pria yang di cintainya.
"Malam Bryan" jawab tuan Abdi.
"Ayo, duduk. Kita makan malam bersama" ajak tuan Abdi.
"Ah, lain kali saja Om. Bryan kesini mau izin mengajak Gita keluar" ucap Bryan kemudian menatap Gita yang juga menatapnya.
Tuan Abdi menatap sang istri, nyonya Indira pun menganggukkan kepalanya. Tuan Abdi kemudian menatap Bryan.
"Baik Om" jawab Bryan.
"Kalau gitu, Gita pamit ya Pa, Ma" ucap Gita.
"Ya sayang" jawab sang Mama.
Bryan dan Gita pun kemudian berlalu.
**
Malam ini juga malam yang membahagiakan untuk pasangan Karin dan Eka. Sepulangnya Karin dari mall, ia mendapati sang Mama tengah menunggunya di teras rumah. Sebenarnya Karin masih merasa kesal namun belum sempat Karin masuk ke rumah sang Mama sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan membahas kembali masalah perjodohan.
Mama nya juga sudah mengizinkan jika memang Karin sudah memiliki kekasih atau dia ingin bersama pria yang di cintainya. Dan dari sang Mama juga Karin tau bahwa lusa tuan Jaka dan nyonya Sarah akan datang kesini lagi. Dan di saat itulah dia akan mengenalkan Eka kepada sang Mama dan juga kepada orang tua Aldo.
"Sayang...." Panggil Eka membuyarkan lamunan Karin.
"Kok melamun?" Tanya Eka mengusap lembut pipi Karin.
Karin pun tersenyum mendapat perlakuan lembut dari Eka. Di tatapnya kekasih yang sudah satu bulan ini menghiasi harinya.
__ADS_1
"Kamu mau kan aku kenal kan ke Papa sama Mama" ucap Karin menatap lekat Eka.
Eka sedikit terkejut dengan ucapan Karin, namun secepat mungkin Eka berekspresi seperti biasa.
"Kamu ngga malu?" Tanya Eka memposisikan tubuhnya dan menatap lurus ke depan.
"Kenapa harus malu?" Tanya Karin menatap kekasihnya dari samping.
"Aku cuma supir?" Tanya Eka pelan menatap Karin.
Karin meraih tangan Eka. Kemudian menggenggamnya. Di tatapnya Eka dengan lekat.
"Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. Apapun pekerjaan kamu aku terima kok" ucap Santi. Kemudian memeluk Eka dari samping.
'apakah jika suatu saat kamu tau jika aku adalah Aldo, kamu juga akan tetap menerima ku?' ucap Eka dalam hati.
Eka pun membalas pelukan Karin dan mengelus rambut kekasih nya itu. Suasana malam hari yang cerah, terlebih saat ini mereka ada di sebuah rumah makan yang bernuansa terbuka maka mereka dapat menyaksikan langsung pemandangan kota malam yang indah.
*
Berbeda dengan Karin dan Eka yang menikmati makan malam di rumah makan yang sederhana. Gita dan Bryan baru saja sampai di restoran bintang lima. Mereka turun dari mobil dan menuju restoran.
Sepanjang masuk ke dalam restoran terdengar bisik-bisik dari para pengunjung yang melihat Gita dan juga Bryan. Sebagian mereka mengatakan bahwa Bryan dan Gita adalah pasangan kekasih yang cocok. Bryan yang mengenakan setelan celana dan kemeja kasual sangat cocok di padukan dengan dress Gita yang mewah namun terlihat sederhana.
"Silahkan duduk tuan putri" ucap Bryan mempersilahkan Gita duduk di bangku yang sudah ia tarik terlebih dahulu.
"Terima kasih kak" jawab Gita.
Setelah duduk, Bryan pun memanggil seorang waiters.
"Mau pesan apa tuan?" Tanya waiters itu.
"Biarkan kekasih saya yang memesan" jawab Bryan menatap Gita.
Mendengar itu Gita pun menjadi sedikit gugup,
"Mau pesan apa?" Tanya Bryan menyentuh tangan Gita.
"E.... Menu yang paling spesial di restoran ini aja" jawab Gita tersenyum.
"Baik, tunggu sebentar ya nona, tuan" jawab waiters itu kemudian berlalu.
"Gita.." panggil Bryan.
__ADS_1
"Bryan!!" Seru seseorang membuat Bryan dan Gita menoleh secara bersamaan.