CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 103 (16+)


__ADS_3

"Iya... Kenapa nak?" Tanya bunda dengan raut wajah khawatir takut bila sudah terjadi sesuatu.


"Sebenarnya Andre udah lama jatuh cinta sama Dahlia bund. Jadi Andre mau meminta izin buat melamar Dahlia kepada bunda" sahut Romy yang datang bersama Dahlia.


Dahlia hanya melongo menatap bergantian ke arah Romy dan Andre. Sementara Romy hanya mengendikkan bahunya acuh ketika mendapat tatapan tajam dari Andre.


"Gue udah baik hati bantuin lo ya. Jadi jangan lupa nanti traktir gue di mang Rahmat" ucap Romy kemudian berlalu mengabaikan tatapan mendelik dari Andre.


"Betul itu nak?" Tanya bunda memecah keheningan setelah Romy pergi.


"Emmm...." Andre bertambah gugup saat ini, ia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sementara Dahlia hanya mematung di tempatnya dan menatap lurus ke arah Andre. Menanti jawaban Andre apakah memang benar Andre mencintainya. Dahlia tersenyum tipis jika memang benar Andre mencintainya. Pantas saja selama ini sikap Andre selalu manis kepadanya. Tapi apa yang membuat seorang Andre yang dingin jatuh cinta kepada Dahlia?


"Be...benar bund... Dan sekarang, sekarang bolehkah Andre meminta izin untuk melamar Dahlia?" Tanya Andre akhirnya setelah lama termenung.


Bunda tersenyum haru, matanya bahkan berkaca-kaca.


"Bunda tidak bisa memberi jawaban nak... Semua tergantung kepada perasaan Dahlia padamu" jawab bunda.


Dahlia langsung menoleh ke arah sang bunda. Dahlia pun berjalan mendekati Andre dan bundanya.


"Apakah boleh Dahlia menikah sebelum menyelesaikan kuliah Dahlia Bun?" Tanya Dahlia.


Bunda membingkai wajah Dahlia dengan kedua tangannya yang sudah hampir berkeriput.


"Tentu saja boleh. Menikah itu ibadah, dan jika nanti kau menikah dengan Andre pasti dia akan mengerti tentang kesibukan mu saat kuliah. Namun, kalian tetap harus saling memahami" ucap bunda lembut dengan mata berkaca-kaca.


Dahlia pun mengangguk, matanya ikut berembun.


"Jadi, kau sudah mendengar jawaban Dahlia bukan Ndre?" Tanya bunda menatap Andre.

__ADS_1


"Ap..apa jawabannya bund?" Tanya Andre tak mengerti. Sebab Dahlia pun tak mengatakan bahwa ia setuju.


"Tentu saja Dahlia setuju, bukankah tadi ia bertanya tentang pernikahan. Dahlia tidak hanya setuju untuk di lamar namun juga setuju untuk segera di nikahi" jawab bunda menjelaskan.


"Be-benarkah bund?" Tanya Andre bahagia.


"Ya. Selamat ya nak" ucap bunda kemudian menarik bahu Andre untuk di cium keningnya.


"Terima kasih bund" jawab Andre memeluk sang bunda.


"Secepatnya Andre akan melamar Dahlia." Lanjutnya.


"Andre akan memberitahu Romy dulu bund" ucap Andre lagi kemudian berlalu setelah sebelumnya tersenyum kepada Dahlia yang tengah tersipu.


Setalah kepergian Andre, Dahlia pun memeluk bundanya dengan perasaan bahagia sekaligus haru. Tidak menyangka bahwa Andre yang menjadi orang kepercayaan Bryan, dan tentu saja bisa mencari wanita mana saja yang ia suka dengan wajah tampannya. Andre justru memilih Dahlia untuk menjadi seorang istri. Entah mengapa perasaan Dahlia begitu bahagia.


Sementara Andre langsung mencari keberadaan Romy. Namun, Andre tidak bisa menemukan Romy meskipun Andre sudah berkeliling mencarinya. Andre pun memutuskan untuk keluar hotel dan saat ia hendak masuk ke dalam mobil untuk mencari Romy. Andre melihat Romy sedang berbincang dengan seorang wanita. Andre menyipitkan matanya untuk mempertajam penglihatan nya dan memastikan ia kenal dengan wanita yang sedang bercanda dengan sahabat nya itu. Namun, Andre tidak bisa mengenali wajah perempuan yang mengenakan dress panjang itu.


"Romy!" Seru Andre.


Romy dan wanita yang berdiri di samping nya itu pun menoleh dan menatap Andre. Dari raut wajah Andre yang sumringah Romy dapat memastikan bahwa hal baik telah di dapat oleh sahabatnya.


"Apa?" Tanya Romy malas. Bagaimana pun Andre telah mengganggu waktunya saat ini.


"Siapa dia kak?" Tanya perempuan itu kepada Romy sembari menunjuk Andre dengan dagunya.


"Temen" jawab Romy.


"Lamaran gue di terima Rom, gue seneng banget" ucap Andre antusias dan memeluk erat bahu Romy.


"Gue udah tahu" jawab Romy.

__ADS_1


Andre melepas pelukannya dan menatap Romy. "Dari mana?" Tanya nya penasaran.


"Beberapa hari yang lalu Dahlia juga sempet cerita kalo dia suka sama lo. Makanya gue langsung saranin ke lo buat lamar Dahlia. Gimana pun daripada kalian saling memendam perasaan mending langsung di ungkap kan." Jawab Romy kemudian meneguk jus terakhir dalam gelasnya.


"Udah ya. Acara lamaran lo itu lo siapin sendiri. Jangan lupa biaya terima kasih buat gue. Satu lagi jangan ganggu gue" ucap Romy menekan kata terakhirnya.


Romy pun meninggalkan Andre sambil menggandeng tangan perempuan yang belum di ketahui namanya oleh Andre. Andre hanya menatap acuh ke arah Romy. Bagaimana pun Romy memiliki andil yang besar dalam kisah cintanya kali ini.


***


"Kamu cantik banget" ucap Deka menatap Santi melalui cermin besar di hadapan mereka.


Santi mengenakan gaun putih dengan bahu yang terbuka dan senada dengan jas yang akan di kenakan oleh Deka.


"Terima kasih" ucap Santi malu-malu.


Deka pun mendekat ke arah Santi kemudian langsung memeluk Santi dari belakang membuat Santi terpaku.


"Aku sangat mencintaimu..." Ucap Deka pelan.


Deka pun mengecup bahu putih Santi yang terbuka. Setalah itu beralih ke punggung Santi yang lumayan terekspos.


"Deka..." Seru Santi. Jantungnya berdetak tak beraturan. Bagaimana sudah lama sekali Santi tidak mendapat sentuhan dari seorang lelaki.


Deka mengabaikan panggilan Santi dan terus menciumi punggung dan bahu Santi. Sesungguhnya Deka sangat rindu dengan aktivitas mereka di atas ranjang. Namun, setelah melamar Santi secara resmi Deka sudah memutuskan untuk tidak melakukan hal itu sampai ia dan Santi benar-benar resmi menikah.


Namun, melihat Santi dengan pakaian seperti sekarang ini membuat Deka seperti terhipnotis dan tanpa sadar melakukan hal yang sudah lama tidak ia lakukan.


Deka membalik tubuh Santi hingga mereka berhadapan. Deka mengangkat dagu Santi hingga membuat Santi menatap ke arah Deka. Lama mereka saling pandang hingga tak lama bibir mereka sudah saling menempel dan berpagut.


Deka memeluk erat tubuh Santi dan menikmati sensasi yang sudah lama ia rindukan. Hingga suara deheman membuat mereka menghentikan aktivitas yang hampir memanas itu.

__ADS_1


__ADS_2