CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 74


__ADS_3

"Kau benar-benar kak Aldo?" Ulang Gita ketika Eka hanya diam saja.


Eka menatap Gita melalui kaca dalam begitu pun dengan Gita. Eka bungkam. Eka tak menjawab dan tidak menanggapi pertanyaan Gita.


Gita menyandarkan punggungnya pada kursi mobil mencari kenyamanan lalu kemudian menatap Eka dari balik kaca dalam.


"Karin pasti kecewa banget" ucap Gita kemudian setelah menghela nafas panjang. "Dulu... Karin cinta banget sama kakak. Hingga kakak pindah dan tidak pernah lagi menghubungi Karin." Lanjut Gita.


Gita menyenderkan kepalanya dan memejamkan mata saat mengingat Karin yang merasa terpuruk karena harus melupakan pria yang sangat di cintainya.


Karin dan Gita adalah dua gadis yang sama-sama harus berpisah dengan pria yang di cintai. Mereka bersahabat baik, dan rupanya nasib mereka pun sama. Sama-sama harus kecewa. Jika Gita karena pria nya di jodohkan, sementara Karin karena di tinggal pergi tanpa berpamitan.


Mereka sama-sama pernah terpuruk. Namun, Gita kembali ceria ketika ia sudah mampu mengontrol perasaan dan emosinya. Sedangkan Karin, menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara.


"Karin dulu ceria, crewet, tapi setelah kakak pergi tanpa pamit sama dia, Karin jadi pendiam. Bahkan beberapa kali anak itu harus di paksa makan karena setiap kali di suruh makan ia berkata tidak lapar." Ucap Gita mulai bercerita.


"Aku sakit banget waktu itu pas liat Karin kayak gitu, dan ya.... Aku juga ikut membenci kakak" lanjutnya. "Aku benci kenapa harus pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada Karin. Kakak ngga lupa kan kalau kakak dulu pernah bilang sama Karin kalau kakak cinta sama Karin? Tapi kenapa kakak tiba-tiba pergi??" Tanya Gita dengan suara serak karena menahan tangis.


Eka mencengkram kuat stang mobil yang saat ini di kendarai dengan santai. Ia melirik Gita yang terlihat mengusap sudut matanya. Ada rasa penyesalan kenapa dulu dia begitu bo*doh. Harusnya dari awal ia tidak berbohong tentang identitasnya.


"Kak??" Panggil Gita dengan suara serak. "Mungkin aku, Mama, Papa dan yang lain bisa memaklumi tentang semua yang telah kakak lakukan. Tapi... Mungkin tidak dengan Karin" lanjutnya, Gita bahkan tidak memberi kesempatan kepada Eka untuk berbicara.


"Aku ingat betul bagaimana Karin sedih dan menangis karena kakak yang tiba-tiba pergi, dan sekarang ketika Karin sudah lupa dengan kakak. Kakak kembali datang dan membuat Karin kembali jatuh cinta.. Namun semua adalah kamuflase" ucap Gita.


Tepat ketika Gita selesai berucap mobil sudah sampai di pelataran rumah Wijaya.


..


Eka mengusap pipinya yang terasa basah, tanpa sadar ternyata Eka menangis ketika mengingat ucapan Gita tadi sore. Betapa ia telah menyayangkan telah berbohong kepada Karin dan semuanya.

__ADS_1


Eka melirik benda pipih yang ada di atas meja kecil di samping kasurnya. Lalu melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan itu. Pukul sepuluh malam. Biasanya pada jam seperti ini ia akan mendapat ucapan selamat tidur dari Karin, atau biasanya mereka baru selesai melakukan panggilan video.


Eka duduk di kasur lantai dan meraih handphone nya. Sepi. Sama sekali tidak ada pesan ataupun panggilan dari Karin. Eka lalu membuka aplikasi berwarna hijau dan mencari kontak Karin yang sengaja ia sematkan agar tidak tertimpa oleh chat orang lain.


Eka membuka pesan terakhir nya yang di kirim kepada Karin, dan tidak di balas sedikit pun oleh Karin. Sebegitu kecewanya Karin dengan dirinya.


'selamat tidur sayang... Semoga mimpi indah... Kakak mohon , maafin kakak'


Chat terkirim. Eka meraup wajahnya kemudian membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di atas ranjang. Tak lama ia pun sudah berlabuh di alam mimpi.


Sementara Karin, gadis itu baru akan memejamkan matanya ketika ia mendengar hp nya bergetar. Ia segera meraih benda pipih itu. Dan ketika ia menyalakan nya, terlihat notifikasi pesan dari Eka.


Karin membaca pesan itu dari layar atas, sehingga Eka tidak akan tahu jika chat nya sudah di baca. Namun, dalam aplikasi chat itu masih berwarna abu-abu bukan lagi biru.


***


"Gue masih kecewa sama Eka Git, ups maksud gue kak Aldo" jawab Karin sedikit sinis.


Gita memandang Karin, kemudian memegang tangan Karin lembut membuat Karin menatapnya.


"Lo ngga kasian sama dia?" Tanya Gita. Namun Karin memilih bungkam. "Lo ngga kangen sama dia?" Tanya Gita lagi. Dan Karin masih tetap diam.


"Rin,,, gue tau lo sayang banget sama Eka" seru Gita.


"Aldo" ucap Karin meralat sebutan Gita untuk Aldo.


"Ya... Keduanya. Lo cinta sama keduanya" ucap Gita menekan setiap perkataannya.


Karin menatap Gita dengan mata berkaca-kaca. Gita pun membawa Karin ke dalam pelukannya.

__ADS_1


***


"Maaf lo jeng, selama ini kami ngga tau kalo Eka itu ternyata Aldo" ucap nyonya Indira tak enak hati.


Ketika keluarga Wijaya mengetahui Eka adalah Aldo, anak sahabat mereka. Awalnya mereka marah, namun ketika mendengar duduk permasalahannya mereka akhirnya memaklumi dan memaafkan. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu, karena pagi tadi orang tua Aldo datang berkunjung sekaligus ingin menjemput Aldo.


"Enggak apa-apa jeng, lagian memang Aldo yang nakal" ucap nyonya Sarah sembari mencubit pinggang anak lelakinya. Hingga Aldo pun meringis kesakitan. "Perasaan orang tua kok di permainkan" lanjut nyonya Sarah lagi.


"Lalu bagaimana dengan Bram?" Tanya tuan Abdi kepada tuan Jaka. "Aku ingat bahwa anak mu menjalin hubungan dengan Karin" lanjut tuan Abdi.


"Ya.." jawab tuan Jaka. "Namun, kelihatannya Karin masih marah dengan Aldo, karena Aldo berbohong. Tapi untuk Bram dan Siska sudah memaafkan" ucap tuan Jaka.


Sementara tuan Abdi hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Syukurlah..." Ucap nyonya Indira menanggapi ucapan tuan Jaka. "Kau tidak main-main dengan Karin kan Aldo?" Tanya nyonya Indira menatap Aldo.


Aldo yang sejak tadi diam pun beralih menatap nyonya Indira. "Tentu saja tidak Tante, perasaan Aldo sama Karin itu real, tulus." Jawab Aldo mantap.


"Jika begitu kau harus berjuang untuk mendapatkan hati Karin kembali" saran nyonya Indira sembari tersenyum.


Aldo pun ikut tersenyum, setidaknya walaupun ia telah berbohong namun ia tidak di benci. Justru ia mendapat dukungan baru untuk kembali mendapatkan hati Karin. Nyonya Sarah menepuk pundak Aldo, dan tersenyum hangat ketika Aldo menoleh ke arahnya.


"Rame banget ada acara apa sih?" Ucap seseorang dari ambang pintu.


Semua yang ada di ruang tamu pun menoleh untuk melihat siapa yang datang. Aldo terkejut melihat siapa yang datang namun orang yang baru datang itu pun tak kalah terkejut dari Aldo.


*


maafin othor masih belum bisa up tiap hari. insyaallah nanti mulai besok bakal up terus ya😌

__ADS_1


__ADS_2