CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 104 (18+)


__ADS_3

"Aku pengen makan bakso" ucap Gita tiba-tiba ketika mereka berada di jalan yang di pinggiran jalannya terdapat banyak sekali penjual makanan.


"Apa yank?" Tanya Bryan memastikan sambil melihat sekilas ke arah Gita karena dirinya tengah menyetir.


"Pengen baksooo" ucap Gita manja.


"Tumben. Kenapa?" Tanya Bryan.


"Pengen aja" jawab Gita dengan bibir mengerucut.


"Mau makan dimana?" Tanya Bryan sambil melihat keluar untuk mencari tempat yang dirasa pas.


"Disana aja." Seru Gita menunjuk sebuah kedai bakso yang ramai pengunjung.


"Aku sering kesana sama Karin" lanjut Gita.


"Em, kan selama ini kamu ngga suka bakso" ucap Bryan hati-hati takut menyinggung Gita. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaan istrinya itu cepat sekali berubah.


"Ya kan ngga cuma bakso yang di jual, ada soto juga. Menu pecel juga ada. Mie ayam pun juga ada" jawab Gita ketus.


Bryan hanya menghela nafas panjang. Dan kemudian menepikan mobilnya karena sudah sampai di pelataran kedai bakso itu.


"Ayok cepetan kak!!" Teriak Gita dari luar mobil. Padahal mobil baru saja berhenti dan Bryan baru mau melepas sabuk pengaman nya.


"Cepeeettt" seru Gita mengetuk-ngetuk kaca jendela dengan tidak sabar.


Bryan pun dengan segera keluar dari mobil dan mendapati sang istri sudah berjalan menuju kedai itu. Bryan pun segera menyusul Gita.


"Pak, saya pesen bakso beranak ya pak." Ucap Gita.


Seorang lelaki paruh baya pun menoleh dan melihat Gita sedang berdiri di dekatnya.


"Baik non, silahkan duduk dulu" ucap pedagang itu sembari menyiapkan pesanan bakso pelanggan lain.


"Cepet pak... Aku udah lapar banget" seru Gita dengan tidak sabar.


"Sabar dong sayang... Lihat itu ramai orang yang sedang menunggu pesanan juga, dan kita baru saja sampai jadi harus sabar" ucap Bryan lembut takut istrinya justru salah paham dengannya.

__ADS_1


Dan benar saja, Gita langsung menatap tajam Bryan membuat Bryan kikuk. Dada Gita naik turun, seperti dia sedang di landa emosi. Bryan pun langsung menghampiri penjual yang sedang memasukkan bakso ke dalam mangkuk pelanggan itu.


"Pak, bisa tidak pesanan istri saya di dulukan. Lihat istri saya sudah mau mengamuk" bisik Bryan kepada penjual itu.


Penjual itu pun melirik ke arah Gita yang sedang bersedekap tangan sambil menatap sinis ke arah dirinya dan juga Bryan.


"Baik tuan" ucap penjual itu. "Asep, antar ini ke meja nomor 15. Bapak mau nyiapin pesenan bakso nona itu" lanjut penjual bakso itu.


Lalu datanglah seorang pria bujang tanggung menghampiri dan langsung mengambil nampan berisi beberapa mangkuk bakso. Pria itu tersenyum ramah ke arah Bryan dan di balas anggukan oleh Bryan.


"Sayang... Kita duduk dulu yuk. Bakso pesenan kamu lagi dibuat. Kita duduk di sana ya, kasian kaki kamu nanti pegel. Kamu kan lagi pake heels" ucap Bryan dengan nada yang sangat lembut.


Bryan pun menghela nafasnya kemudian berjalan menuju bangku yang tadi di tunjuk oleh Bryan. Tak berapa lama setelah mereka duduk, pesenan bakso mereka pun sampai. Dan betapa terkejutnya Bryan ketika tahu ternyata Gita memesan bakso kerucut dengan isian cabe dan bakso kecil-kecil. Bryan menelan ludahnya sendiri dengan kasar ketika melihat Gita dengan santai mengunyah bakso kecil bersama cabe merah sekaligus.


***


"Beb, kamu kenapa sih?" Tanya Deka kepada Santi. Deka menatap sekilas Santi yang sedang menatap ke arah luar jendela mobil.


Sikap Santi membuat Deka heran, pasalnya sejak mereka kepergok sedang berci*man Santi menjadi diam dan tidak bicara padahal biasanya Santi sangat crewet.


Namun, Deka tetap melajukan mobilnya dan membiarkan Santi tetap diam. Jika di paksa bicara Deka takut Santi justru akan marah padanya. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah Santi.


Santi langsung membuka seat belt nya dan hendak membuka pintu namun terkunci. Ia melihat ke arah Deka yang sedang menghadap ke arahnya.


"Buka!" Perintah Santi dengan ekspresi datar.


Deka tak melakukan apa yang di suruh oleh Santi namun justru memandang Santi lekat hingga Santi merasa malu sendiri. Dengan kesal Santi pun menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi dan menatap ke arah lurus ke depan.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Deka mengusap pipi Santi dengan lembut.


"Ngga usah pegang-pegang" seru Santi tak suka.


"Hei... Aku ngelakuin kesalahan apa sampe kamu kayak gini beb?" Tanya Deka.


"Kamu ngga sadar kalo kamu salah??!" Seru Santi menatap tajam Deka.


Sedangkan Deka hanya menggelengkan kepalanya pelan, karena memang ia merasa tidak bersalah sama sekali. Lagipula kesalahan apa yang sudah di perbuat nya?

__ADS_1


"Kamu mencium ku hingga kepergok oleh Gita dan Bryan? Kamu ngga ngerasa bersalah?" Seru Santi dengan emosi.


Deka langsung melongo mendengar ucapan Santi. Deka langsung mengangkat dagu Santi agar ia bisa memandang wajah Santi yang ternyata sudah merah seperti tomat.


"Kamu malu hem?" Tanya Deka pelan.


Santi menelan saliva nya ketika wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Deka.


"Maafkan aku jika kamu tidak nyaman karena hal itu. Namun, aku sungguh tidak bisa menahan diri ketika aku melihat bibir mu yang selalu menggoda ku Santi" ucap Deka lembut.


Santi menatap mata Deka, namun sekian detik kemudian Santi sudah melu*at bibir tebal Deka membuat Deka terkejut namun langsung bisa mengikuti permainan Santi.


Mereka melepas pagutan itu, Deka menempelkan kening nya pada kening Santi.


"Setidaknya lakukan ketika sedang tidak ada orang. Aku malu jika di lihat oleh orang lain, terlebih jika itu adalah Gita" ucap Santi kemudian.


"Baiklah... Maafkan aku okeey..." Ucap Deka membawa Santi kedalam pelukannya.


***


"Minggu depan kita nikah yuk yank" seru Aldo tiba-tiba ketika dirinya dan Karin sedang menikmati makan malam berdua di hotel yang mereka sewa.


"Kenapa?" Tanya Karin.


"Aku udah ngga sabar pengen makan kamu" jawab Aldo santai.


"Khuuk..." Karin yang sedang memakan sepotong daging pun langsung tersedak mendengar ucapan vulgar Aldo.


Aldo langsung cekatan memberikan air minum kepada Karin. Hingga Karin menengguk nya sampai tersisa setengah.


"Kamu kenapa sih. Pelan-pelan dong makannya" ucap Aldo khawatir.


"Aku kesedak karena denger omongan kakak ya!" Ucap Karin sinis.


"Emang kakak ngomong apa?" Tanya Aldo bingung.


Karin pun hanya menatap tak suka ke arah Aldo kemudian kembali menyuapkan daging ke mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2