
"Oohh My Goodd!!!!" Teriak Karin heboh membuat orang-orang yang sedang menata dekorasi pun melihat ke arahnya.
Tanpa memperdulikan mereka yang menatap heran Karin, termasuk Aldo yang ada di sampingnya. Karin langsung berlari menuju ke arah kamar dimana nyonya Lana dan nyonya Indira berada. Sedangkan Aldo yang penasaran pun sedikit berlari dan menyusul Karin yang sudah hilang masuk ke dalam kamar.
"Sayang ada apaan sih?" Tanya Aldo ketika ia sudah masuk ke dalam kamar yang berisi tiga wanita itu.
Posisi Karin yang ada di tengah-tengah antara nyonya Indira dan nyonya Lana membuat Aldo kesulitan untuk melihat apa yang sedang mereka tonton di hp Karin. Akhirnya Aldo pun berjalan dan berdiri di depan Karin agar ia bisa mengintip apa yang di hebohkan oleh kekasihnya itu.
"Lihat apa sih!" Ketus Aldo yang sudah penasaran.
"Lihat deh, aaaaa Gita cantik banget. Mereka cocok banget tauu ngga sih kak" seru Karin drama memeluk ponselnya yang ternyata berisi gambar Gita dan Bryan yang sedang berpose saling berhadapan dan saling melempar senyum. Terlihat rona kebahagiaan di wajah mereka.
"Coba sini lihat" seru Aldo. Karin pun memberikan hp nya kepada Aldo.
Mata Aldo terbuka lebar, ia sangat terkejut dan kaget. Bagaimana bisa Bryan yang setiap harinya diam tanpa senyum, kini di foto itu ia tersenyum sangat manis.
"Ckck... Ternyata bocah itu bisa senyum juga ya" ucap Aldo pelan dan seketika di hadiahi cubitan di pinggangnya oleh nyonya Lana.
"Auuuhh Tante" rengek Aldo sembari mengelus pinggang nya yang terasa sakit.
"Ngatain anak Tante ya" ucap nyonya Lana galak.
"Tapi emang bener kok, selain sama Gita coba Bryan pernah senyum sama cewek mana lagi??" Tanya Aldo.
Nyonya Lana pun diam dan berfikir kemudian menatap geli ke arah Aldo. "Bener juga sih, haha" ucap nyonya Lana tertawa.
Nyonya Indira dan Karin pun ikut terkekeh ketika Bryan si pria dingin bisa tersenyum hangat kepada Gita,.
"Ada apa nih, kok pada kumpul disini?" Tanya seseorang dengan suara serak. Aldo yang sangat mengenal suara itu pun langsung menoleh ke arah pintu.
"Papa!" Seru Aldo dan langsung menghampiri pria yang menjadi ayah nya itu.
Karin pun langsung menghampiri ayah kekasihnya dan menyalami. Tak lama tuan Wijaya, tuan Arya dan tuan Anggar pun juga datang. Karin dan Aldo pun menyalami satu per satu orang tua yang telah datang itu.
"Romy!!" Panggil Aldo ketika ia melihat Romy sedang mengobrol dengan dua orang dan tidak mengerjakan apapun. Romy yang merasa terpanggil pun segera berlari menghampiri Aldo setelah berpamitan kepada dua orang yang sedang mengobrol dengannya.
__ADS_1
"Kau tidak bekerja?" Tanya Aldo ketika Romy sudah menghampirinya.
"Sudah hampir beres tuan." Jawab Aldo.
"Belikan kami makanan. Sekalian kau juga belikan mereka makanan" perintah Aldo sembari memberikan sebuah kartu debit.
"Baik tuan" jawab Romy kemudian mengambil kartu itu dari tangan Aldo.
"Jangan lupa belikan buah untuk Gita ya Romy!" Teriak Karin ketika Romy sudah hampir keluar dari gedung.
"Dimana dua orang menjadi topik utama kita?" Tanya tuan Enggar.
"Mereka sedang mencoba gaun untuk acara Pa" Jawab nyonya Indira.
"Lihat Pa, putra kita terlihat sangat tampan" ucap nyonya Lana memperlihatkan foto Bryan kepada sang suami. Foto yang sama seperti di hp Karin, karena tadi sudah dikirim oleh Karin.
Tuan Arya menerima ponsel istrinya dan melihat foto putranya yang sedang berpose bersama Gita. Begitu juga tuan Wijaya ikut mengintip gambar apa yang ada di hp nyonya Lana.
"Kita sambil duduk aja biar enak" ucap nyonya Indira kemudian.
"Minum dulu Om, Tante, Kakek. Pasti haus" ucap Karin sembari meletakkan nampan di atas meja. Kemudian ikut duduk di sebelah nyonya Indira.
***
"Mau makan dulu?" Tanya Bryan kepada Gita.
Gita yang sedang membersihkan keringat di dahinya pun menoleh ke arah Bryan.
"Enggak deh kak" jawab Gita. "Kita langsung pulang aja.. Capekk" lanjut Gita.
"Yaudah." Jawab Bryan.
Gita pun mengambil tisu kemudian mengelap dahi dan sekitar lehernya yang terasa gerah dan banyak keringat. Bryan yang melihat itu pun melihat sekeliling dan melihat ada sebuah kipas di atas meja. Bryan segera beranjak dan mengambil kipas berwana biru itu kemudian mengipas kan ke arah Gita.
"Makasih kak" ucap Gita tersenyum manis ke arah Bryan.
__ADS_1
"Padahal ruangan ini ada AC nya. Kenapa kamu begitu berkeringat?" Tanya Bryan heran. Ia saja yang sudah mengenakan kemeja nya kembali tidak merasa gerah sama sekali.
Gita hanya tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya. Tanpa Bryan tahu, bahwa saat ini Gita merasa sangat gugup sehingga ia mengeluarkan keringat dingin. Gita juga tidak habis fikir bagaimana bisa Bryan sesantai itu padahal tiga hari lagi mereka akan melangsungkan acara pertunangan. Tidakkah Bryan merasa gugup?
***
"Kamu udah makan?" Tanya Andre kepada seorang wanita berjilbab putih yang kini sedang duduk sembari membaca buku.
Perempuan itu tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Boleh duduk disini?" Tanya Andre lagi.
Perempuan itu pun kembali mengangguk dan tersenyum malu. Perempuan cantik dengan balutan hijab berwarna putih itu pun menutup bukunya dan meletakkan di pangkuannya. Ia menatap Andre dan bersiap mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Andre.
"Kenapa kak?" Tanya perempuan itu yang tak lain adalah Dahlia, gadis manis yang tanpa sengaja bertemu dengan Andre dengan di panti asuhan.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Andre menatap Dahlia, namun tak lama kemudian Andre kembali memalingkan wajahnya ketika matanya bersitatap dengan mata Dahlia.
Dahlia mengerutkan keningnya heran, "kan kakak yang nyuruh aku kesini" jawab Dahlia membuat Andre terkejut.
Ketika Andre bingung ingin menjawab apa tiba-tiba matanya melihat ke arah dimana seorang pria yang berada tak jauh darinya dan sedang memperhatikan nya. Pria itu menaik turunkan alisnya sembari tersenyum jail ke arah Andre membuat Andre menatap kesal ke arah pria itu.
"Kak Andre kenapa?" Tanya Dahlia mengibaskan tangannya ke depan wajah Andre dan membuat Andre tersadar.
"Ohh, ngga papa kok" jawab Andre sekenanya.
Dahlia pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap lurus ke depan. Memperhatikan matahari sore yang sudah ingin tenggelam dan bersiap berganti tugas dengan bulan.
"Kesini sama siapa?" Tanya Andre ketika lama mereka sama-sama hening.
"Tadi di jemput sama kak Romy" jawab Dahlia.
"Oohhh...."
Sungguh saat ini banyak sekali kata-kata yang ingin di sampaikan oleh Andre. Namun entah kenapa lidahnya kelu. Dan akhirnya mereka kembali sama-sama diam sampai seseorang membuyarkan keheningan mereka.
__ADS_1
"Kalau suka bilang aja. Nanti di ambil orang bingung!"