CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 95


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Hari ini adalah hari dimana Bryan dan Gita akan melangsungkan acara pertunangan. Dengan di hadiri keluarga besar dan juga keluarga Karin dan Aldo. Suasana menjadi begitu ramai ketika ternyata anak-anak dari panti asuhan di undang oleh Bryan. Gita sendiri tidak mengetahui hal ini, karena Bryan melakukannya tanpa sepengetahuan Gita.


Gita dan Bryan masih berada di ruang make up, di temani oleh Aldo dan Karin. Saat ini Bryan dan Gita sedang di di make over. Tepatnya hanya Gita, karena Bryan sudah siap dengan setelan jas berwarna hitam yang beberapa hari lalu mereka coba. Sementara Gita masih di make up agar ia menjadi semakin cantik, karena hari ini adalah hari spesialnya.


"Lo nervous?" Tanya Aldo kepada Bryan yang hanya diam memperhatikan Gita.


"Mana ada" jawab Bryan tanpa menoleh.


"Cantik ya?" Tanya Aldo.


"Jelas dong" jawab Bryan menoleh ke arah Aldo sembari memamerkan senyum manisnya.


"Maksud gue Karin" ucap Aldo terkekeh.


Senyum Bryan pun langsung pudar dan ia meninju lengan temannya itu.


"Biar lo ngga gugup" ucap Aldo kemudian.


"Acara yang lain udah siap?" Tanya Bryan.


"Aman terkendali. Apa sih yang ngga bisa di lakuin sama Romy, heran gue" ucap Aldo.


Bryan hanya terkekeh mendengar penuturan Aldo. Romy memang anak buahnya yang terbaik.


"Nanti kemunculan bunda panti pas acara kejutan aja. Biar suasana makin haru" ucap Bryan.


"Oke. Gampang" jawab Aldo.


"Lagi ngomongin apa?" Tanya Karin yang datang dengan menggandeng Gita.


"Bukan apa-apa" sahut Bryan.


Bryan menatap Gita dengan penuh cinta. Wajah Gita yang di poles dengan make up terlihat lebih fresh dan semakin cantik.


"Udah woy! Acara udah mau mulai" seru Aldo membuyarkan lamunan Bryan.


"Kita duluan ya, awas jangan grogi" seru Karin yang sudah melangkah pergi bersama Aldo.


"Kamu cantik" ucap Bryan ketika di ruangan itu tinggal dirinya dan juga Gita.


Gita mendongak menatap Bryan dengan pipi yang sudah bersemu merah. Gita juga terpesona dengan penampilan Bryan yang terlihat lebih gagah dan tampan dari biasanya.


"Kakak ganteng kan?" Tanya Bryan berbisik di telinga Gita.


Gita pun menundukkan kepalanya dan mengangguk malu-malu. Bryan yang melihat itu hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Yuk keluar" ajak Bryan kemudian berdiri di samping Gita.


Bryan mengangkat lengannya agar bisa di gandeng oleh Gita.


"Gandeng tangan kakak!" Seru Bryan. Gita pun menggandeng tangan Bryan dan mereka bersiap keluar menuju ruangan yang telah di siapkan untuk acara mereka.


***


"Cucu Oma cantik banget sih" seru nyonya Indri ketika melihat sang cucu sudah siap dengan bajunya.


Bayi mungil itu di dandani seperti boneka, dengan gaun pink tanpa lengan dan bando dengan warna serupa di kepalanya.


"Mama udah siap?" Tanya Santi yang baru selesai memakai gaunnya.


"Sudah. Kamu sudah siap belum? Kita udah di tunggu sama Papa" jawab nyonya Indri sembari mengangkat Tina dari box bayi.


"Udah kok." Ucap Karin.


"Tina di gendong aja. Kalau kamu capek nanti gantian sama Mama" ucap nyonya Indri. Santi pun mengangguk.


Mereka pun keluar dari kamar dan sesampainya mereka di halaman rumah ternyata sudah ada dua pria yang menunggunya. Satunya adalah tuan Adnan, dan satu lagi adalah pria yang dalam waktu dekat ini akan menikahi Santi.


"Kamu sudah datang?" Tanya nyonya Indri.


"Ya Ma" Jawab pria itu.


"Biar aku yang nyetir Pa" ucap pria yang tak lain adalah Deka.


"Ya sudah. Pelan-pelan saja" jawab tuan Adnan.


Mereka pun masuk ke mobil dan bersiap ke rumah Wijaya, dimana acara pertunangan Gita dan Bryan dilangsungkan.


***


Angga duduk diam di atas kasur putih yang ada di kos nya. Setelah bercerai dengan Santi ia memutuskan untuk mencari kost yang tidak jauh dari tempat dia bekerja. Karena Angga sendiri merupakan anak yatim piatu, jadi ia tidak memiliki siapapun disini.


Angga mematut dirinya di cermin kemudian memandang ke arah benda berbentuk segi empat yang terbungkus seperti kado. Ia duduk di kursi dan mengambil bungkusan itu.


"Semoga kamu tidak membenci ku Git" ucap Angga kemudian beranjak dan keluar dari kamar.


Angga mengendarai motor matic menuju ke tempat Gita.


***


"Waahh .. coba lihat jeng, Gita keliatan cantik banget" seru nyonya Lana ketika melihat Gita yang baru saja keluar dari ruang make up.

__ADS_1


Nyonya Indira dan beberapa orang yang mendengar ucapan nyonya Lana pun langsung melihat ke arah dimana Gita sedang berjalan menuju ke arah mereka.


"Bryan juga kelihatan ganteng lho jeng" ucap nyonya Indira.


Nyonya Lana pun hanya mengangguk setuju, matanya fokus menatap ke arah putra dan calon menantunya itu.


"Tapi Karin juga cantik lho Tan" seru Karin berpura-pura merajuk dengan bibir cemberut.


Nyonya Indira yang ada di samping Karin pun langsung melihat ke arah Karin.


"Iya, Karin juga terlihat sangat cantiik" seru nyonya Indira memeluk Karin dari samping.


"Terima kasih Tante" jawab Karin dengan wajah memerah.


Karin melihat ke arah Dahlia, satu-satunya gadis yang memakai jilbab di ruangan ini. Gadis itu pun menolak ketika akan di make over oleh MUA. Gadis itu hanya minta di poles dengan sedikit bedak dan lipstik. Tapi tetap terlihat cantik.


Mata Dahlia terlihat menatap ke arah lurus, namun pandangannya kosong. Karin menghampiri Dahlia dan berdiri tepat di samping nya.


"Tapi Dahlia juga cantik lho Tan... Padahal Dahlia ngga pake make up kayak Karin" seru Karin memeluk tubuh Dahlia.


Dahlia terpaku beberapa saat dan kemudian membalas pelukan Karin.


"Iya, Dahlia cantik. Secantik Karin dan juga Gita" ucap nyonya Siska yang ada di sebelah Dahlia. Nyonya Siska pun memeluk Dahlia singkat.


Dahlia tersenyum hangat. Ternyata meskipun mereka keluarga kaya tapi mereka tidak membeda-bedakan.


"Makasih Tante" ucap Dahlia.


"Sama-sama sayang" jawab nyonya Siska menyentuh lembut pipi Dahlia.


Tak lama Bryan dan Gita pun menghampiri mereka.


"Langsung ke atas aja sayang. Sebentar lagi acara pertunangan kalian" ucap nyonya Indira.


"Iya Ma" jawab Bryan.


Bryan dan Gita pun langsung menuju ke arah panggung. Panggung settingan yang di buat oleh tim beberapa hari yang lalu. Karena Gita menolak jika pertunangan itu di langsungkan di hotel atau pun gedung. Jadi mereka menggunakan ruangan paling luas yang ada di rumah Wijaya sebagai ruangan untuk pertunangan Gita dan Bryan.


"Oke.... Lihatlah betapa sangat bahagia rona wajah yang di tampilkan oleh dua orang spesial pada hari ini" ucap MC yang sudah lebih dulu berdiri di atas panggung.


"Silahkan nona Gita dan tuan Bryan berdiri di sini" ucap MC itu lagi mempersilahkan Bryan dan Gita untuk lebih maju.


Tak lama Aldo dan Karin datang dengan membawa masing-masing satu kotak cincin.


"Sekarang adalah acara pertukaran cincin. Silahkan tuan Bryan memasangkan cincin ke jari manis nona Gita. Dan nona Gita memasangkan cincin juga ke jari manis tuan Bryan"

__ADS_1


Setelah mendengar instruksi sang MC, Gita dan Bryan pun saling memasangkan cincin. Dan terdengarlah riuh tepuk tangan dari para tamu undangan yang datang. Termasuk seorang pria yang menatap sedih ke arah Gita.


__ADS_2