CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 64


__ADS_3

"Tante Sarah kenapa lihatin Eka kayak gitu?" Tanya Karin mengerutkan keningnya, suami dari nyonya Sarah pun menoleh ke arah istrinya.


Nyonya Sarah melihat ke arah Karin, kemudian melihat ke arah Eka.


"Karin.. Apakah kau tidak merasa kalau Eka ini mirip seseorang?" Tanya Tante Sarah sendu.


Memandang Eka membuat ia mengingat putranya yang kabur dari rumah. Bahkan putranya itu meninggalkan semua aset yang di milikinya. Dan entah bagaimana putranya bisa hidup tanpa kemewahan. Bukannya tidak mencari, namun suaminya sudah mengerahkan semua anak buah, tapi apalah daya hasilnya tetap nihil.


Mendengar penuturan nyonya Sarah, Karin menoleh ke arah Eka begitupun juga dengan Eka. Karin memandangi Eka cukup lama, dulu saat pertama kali bertemu dengan Eka memang Karin merasa Eka sedikit mirip dengan Aldo. Namun kemudian kebiasaan Eka yang memiliki sedikit kumis membuat Karin yakin bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda.


Sementara itu, berbeda lagi dengan apa yang di pikirkan oleh Eka. Ia berharap dirinya tidak semudah ini ketahuan, entah apa yang akan terjadi jika Karin mengetahui bahwa dirinya adalah Aldo.


Karin mengalihkan pandangannya kemudian tersenyum tipis, "mirip siapa yang Tante maksud?" Tanya Karin.


"Mirip... Aldo" ucap Tante Sarah pelan.


Mendengar itu, suami dari nyonya Sarah langsung melihat ke arah Eka dan menatapnya lekat. Jika di lihat secara seksama pria yang duduknya bersebrangan itu memang sedikit mirip putranya. Namun tuan Jaka segera menghalau pikirannya. Bukankah di dunia ini manusia di ciptakan memiliki 7 kembaran. Bisa saja itu hanya sebuah kemiripan, namun... Mata tuan Jaka memicing ketika ia melihat sesuatu di lengan Eka.


"Pa...." Panggil nyonya Sarah saat melihat suaminya memandang Eka lekat.


"Ah iya Ma" jawab tuan Jaka langsung menoleh ke arah nyonya Sarah.


"Ma..." Tuan Jaka menggenggam tangan istrinya kemudian menatapnya hangat. "Mungkin kekasih Karin hanya mirip dengan putra kita" ucap tuan Jaka menenangkan nyonya Sarah.


Nyonya Sarah pun kemudian melihat sekilas ke arah Eka. Kemudian menatap suaminya dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat. Mereka pun kemudian melanjutkan makannya kecuali Eka yang masih menatap nyonya Sarah. Ada sedikit nyeri saat ia harus membohongi kedua orang tuanya. Padahal ingin rasanya pria yang sudah kabur selama lebih dari 6 bulan itu memeluk erat tubuh sang Mama.


"Sayang..." Panggil Karin menyenggol lengan Eka.


"Iya" jawab Eka spontan karena kaget.


"Kamu kenapa?" Tanya Karin.


"Enggak apa-apa kok" jawab Eka tersenyum hangat kemudian melanjutkan makan dan sesekali melirik ke arah nyonya Sarah. Sementara Karin hanya mengangguk kemudian melanjutkan makan.

__ADS_1


***


3 hari sudah berlalu, dan hari ini adalah jadwal untuk Andre dan Romy kembali ke perusahaan Bryan. Saat ini mereka berdua sedang membereskan barang-barang yang telah di bawanya.


"Gue seneng banget deh, bisa nginep disini tanpa mikir beban sama sekali" ucap Romy sembari tangannya tidak berhenti memasukkan baju ke dalam ransel.


Hening....


Tidak ada respon dari Andre, Romy pun menoleh ke arah ke arah Andre dan mendapati temannya itu sedang melamun.


"Wooy.!!" Seru Romy membuat Andre berjingkat kaget.


"Apa sih" ucap Andre sewot.


Romy pun tidak menjawab dan hanya menatap sinis Andre kemudian melanjutkan aktivitasnya memasukkan baju ke dalam tas.


Sementara Andre, dengan malas memasukkan baju dan barang lain ke dalam tas ransel. Andre merasa sedih karena harus meninggalkan panti asuhan ini, padahal baru beberapa hari mereka datang kesini.


Terdengar suara ketukan dari luar, Romy dan Andre pun saling pandang sebelum kemudian Romy bangkit untuk membukakan pintu.


"Ehh,, kamu" ucap Romy ketika pintu sudah terbuka dan melihat seorang wanita cantik berjilbab.


"Iya kak. Ini mau anterin makan siang buat kakak-kakak" ucap gadis itu. Di tangannya nampak dua piring dan juga dua gelas air putih.


"Silahkan masuk" ucap Romy mempersilahkan gadis itu.


"Kak Andre juga mau pulang?" Tanya gadis itu saat melihat Andre membereskan baju-bajunya. Andre pun menoleh dan mendapati gadis cantik sedang meletakkan nampan di atas meja plastik yang ada di ruangan itu.


Andre menghentikan kegiatannya kemudian menatap ke arah gadis yang masih setia berdiri tak jauh darinya.


"Iya" jawab Andre singkat.


Mendengar hal itu, entah kenapa gadis itu merasa sedikit sedih. Padahal baru beberapa hari yang lalu pria tampan itu berkunjung ke sini. Gadis itu kemudian duduk di kursi kayu yang ada di dekat meja, matanya tak lepas dari melihat Andre yang sedang memasukkan barang ke dalam ransel. Terlihat mata gadis itu sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


Romy mengerutkan keningnya saat menyadari bahwa gadis berjilbab pink itu masih belum keluar dari ruangan. Ia menatap gadis itu dan melihat raut sedih saat menatap Andre. Romy pun tersenyum miring kemudian menyikut lengan Andre. Romy menggerakkan matanya ke arah gadis manis yang sedang menatap Andre. Berharap Andre paham dengan kode yang di berikan oleh Romy. Dan tepat! Andre menoleh ke arah gadis yang sedang menatapnya.


Namun, beberapa saat setelah Andre menoleh. Gadis itu langsung membuang mukanya ke arah lain dan tangannya pun terlihat seperti mengusap sudut mata. Tak lama gadis itu kemudian berdiri dan pamit untuk keluar.


"Gue rasa gadis itu suka sama lo" ucap Romy menatap Andre.


Andre pun melihat ke arah Romy dan mengendikkan bahu. Terkesan cuek memang, namun dalam hati Andre yang sebenarnya ia cukup mengagumi gadis yang baru saja membawakan makan siang untuk dirinya dan juga Romy.


***


"Makasih ya kak. Udah nemenin aku jalan-jalan" ucap Gita ketika ia dan Bryan baru saja turun dari mobil.


Sore hari ini setelah Gita pulang dari kantor, Bryan langsung menjemput Gita dan membawa Gita jalan-jalan sebentar keliling taman kemudian berhenti di sebuah rumah makan favorit Gita.


"Kakak ngga nyangka kamu masih suka makan di tempat mang Rahmat" ucap Bryan.


Ya... Mereka baru saja makan nasi goreng mang Rahmat. Nasi goreng yang dulunya menjadi favorit mereka. Dan setelah kepergian Bryan ke Bandung, baru dua kali dirinya datang ke rumah makan itu lagi.


"Suka dong, rasa nasi goreng mang Rahmat itu ngga berubah dari dulu sampe sekarang" seru Gita antusias.


Andre pun mengacak rambut Gita lembut kemudian memandangnya. Posisi Gita yang menghadap ke arah Bryan dan sedang menatap ke arahnya membuat Bryan bisa leluasa menatap sang pujaan hati. Bryan tersenyum saat mendapati pipi putih Gita bersemu merah.


"Masuklah, hari sudah semakin sore" ucap Bryan.


Gita pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya dan berlalu. Sementara Bryan masih menatap punggung Gita yang semakin menjauh. Saat hendak membuka pintu Gita menoleh ke arah Bryan.


"Bye kak..." Ucap Gita melambaikan tangannya kemudian masuk ke dalam rumah.


**


haayyy pemirsa.... maaf ya kalau author jarang up atau up nya telat, tapi emang ada sedikit kesibukan 🤗


makasih buat yang selalu mampir dan baca cerita author

__ADS_1


__ADS_2