CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 105 (21+)


__ADS_3

terdapat adegan dewasa. harap bijak dalam membaca.


***


Oeee... Oeee.....


Suara tangisan bayi membuat semua orang yang sedang duduk di kursi tunggu menarik nafas lega.


"Cucu kita pa" ucap seorang wanita paruh baya namun masih terlihat muda.


"Iya ma" jawab sang suami. Mereka pun kemudian berpelukan menyalurkan perasaan bahagia mereka.


Sementara di dalam ruang bersalin seorang pria tengah menciumi wajah sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih sudah melahirkan malaikat kita sayang..." Ucap pria itu kembali meluncurkan ciuman bertubi-tubi pada wajah sang istri yang banjir peluh.


"Baik pak, nyonya Sisi akan di mandikan dulu oleh perawat dan sekaligus memandikan bayi mungil Anda. Sebaiknya anda keluar terlebih dahulu dan menyampaikan kabar gembira ini kepada orang tua anda." Ucap seorang dokter wanita yang menangani proses kelahiran putranya.


"Baik dok, terima kasih" ucap pria yang menjadi suami Sisi kemudian keluar dari ruangan itu.


Sesampainya di luar ruangan.


"Alhamdulillah, anak aku lahir Pa" ucap pria itu dengan mata berkaca-kaca.


"Aku sudah menjadi seorang ayah" lanjutnya.


Kemudian perempuan baya tadi pun menghampiri nya dan langsung memeluknya.


"Selamat nak" ucap perempuan itu.


"Terima kasih ma" jawabnya.


***


"Kok aku ngerasa perut ku agak buncit ya?" Ucap Gita di depan cermin.


Gita menyingkap bajunya dan melihat bayangannya di cermin. Terlihat perutnya sedikit membuncit.


"Kamu kenapa?" Tanya Bryan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Gita yang melihat itu langsung menutup kembali bajunya dan menghampiri Bryan.


"Sayang...." Ucap Gita dengan sedikit mende*ah.


Gita langsung memeluk tubuh sang suami yang masih sedikit basah. Tangannya mengusap punggung Bryan dan kemudian semakin turun hingga kemudian meremas pusaka Bryan hingga Bryan melenguh. Gita *******-***** pusaka Bryan hingga pusaka berdiri sempura.


Gita melepas handuk yang menutupi pusaka Bryan yang sudah siap tempur itu. Gita berjongkok dan memasukkan benda tak bertulang itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sayang...." Ucap Bryan dengan suara berat.


Gita semakin semangat mengurut dan menyesap benda pusaka Bryan hingga Bryan merasakan sesuatu yang sangat nikmat.


"Aahhh...." Teriak Bryan ketika ia mencapai puncaknya.


Gita menutup kembali benda pusaka yang baru saja keluar dari mulutnya itu dengan handuk. Ia kemudian berdiri dan menatap sang suami dengan wajah sayu.


"Kakak suka?" Tanya Gita dengan mengigit bibir bawahnya.


Melihat itu Bryan langsung memeluk tubuh Gita dan mencium Gita hingga Gita kehabisan nafas. Tak berhenti di situ Bryan meremas bok*ng Gita hingga tubuh Gita menggelinjang hebat. Apalagi ketika jari-jari Bryan masuk ke dalam lubang kenikmatan Gita. Gita mengeluarkan suara-suara yang membuat Bryan semakin bersemangat memacu hingga benda kenyal di bagian bawah Gita itu berkedut dan mengeluarkan sesuatu.


"Ini hukuman karena telah menggoda kakak" bisik Bryan di telinga Gita. Bryan bahkan menggigit kecil telinga Gita.


"Aku suka dengan hukuman kakak" ucap Gita menggigit dada Bryan.


***


Braaakkk...


Bryan yang sedang melamun di kursi kebesarannya pun langsung terlonjak kaget. Ia menatap kesal Aldo yang menjadi pelaku atas kekagetannya.


"Bisa ngga sih ketuk pintu dulu!" Ucap Bryan tak suka.


"Gue udah ketuk nih pintu sampe tangan gue pegel. Tapi ngga ada sahutan dari lo, ya udah gue langsung masuk" jawab Aldo santai lalu duduk di kursi yang bersebrangan dengan Bryan.


Bryan menatap Aldo sekilas, kemudian menautkan tangannya dan di letakkan di atas kaki yang bersilang itu.


"Gue rasa ada yang aneh sama istri gue" ucap Bryan setelah sebelumnya menarik nafas panjang.


Aldo mengerutkan keningnya, "aneh gimana?" Tanya Aldo.


Bryan mengangkat tangannya dan meletakkan di atas meja. "Akhir-akhir ini Gita tuh sering banget godain gue" ucap Bryan.


Aldo pun mengangkat bibirnya, menatap Bryan sinis. Apakah ucapan Bryan itu bisa di katakan bahwa Bryan sedang pamer dengannya. Lagipula bukankah seorang suami seharusnya bahagia jika di goda oleh istri sendiri.


Aldo menempelkan tangannya di kening Bryan membuat Bryan heran.


"Lo ngapain sih?" Sungut Bryan tak suka.


"Gue rasa lo sehat. Jadi kenapa omongan lo aneh?" Tanya Aldo.


"Disini yang gue bilang lagi aneh itu Gita, bukan nya gue" jawab Bryan.


Aldo menghela nafasnya kasar dan menatap lekat Bryan.


"Lo masih cinta kan sama Gita?" Tanya Aldo serius.

__ADS_1


"Ya cinta lah. Cinta banget malah" jawab Bryan tegas.


"Lalu, kenapa lo harus bilang aneh pas lo di goda sama Gita. Padahal secara sah Gita itu istri lo" ucap Aldo kemudian menyandarkan punggungnya pada punggung kursi.


"Masalahnya adalah.... Gita ngga pernah inisiatif kayak gitu. Selalu gue yang memulai. Gita masih malu-malu kalo harus memulainya dulu. Tapi akhir-akhir ini Gita selalu menggoda dan berakhir kami bergulat di atas ranjang" jelas Bryan membuat Aldo menatapnya tak suka.


"Seperti pagi-pagi ini sebelum berangkat kerja tiba-tiba Gita memegang senjata gue dan akhirnya......"


"Cukup!!" Seru Aldo kesal.


"Lo tau kan gue masih tahap tunangan sama Karin. Jadi please lah jangan pamer soal kegiatan kalian di ranjang. Gue iri Bryan... Gue iri!!!" Lanjutnya dengan muka merah padam karena emosi.


Bryan pun hanya meringis dan tidak merasa bersalah.


"Gita juga sekarang doyan makan" ucap Bryan lagi setelah di rasa Aldo sudah tidak emosi dan baper.


"Bagus dong. Gita kan emang suka jajan dari dulu" balas Aldo.


"Tapi bukan makan bakso sapi" ketus Bryan.


"Gita makan bakso sapi?" Tanya Aldo tak yakin. Bryan pun menganggukkan kepalanya.


"Ini baru bisa di bilang aneh" ucap Aldo.


Mereka kemudian saling diam namun saling berfikir juga. Hingga kemudian...


"Kapan terakhir kali Gita datang bulan?" Tanya Aldo tiba-tiba dan membuat Bryan mendelik kan matanya tajam.


"Ngapain lo tanya-tanya kayak gitu!" Tanya Bryan tak suka dan melempar pena ke arah Aldo. Untung Aldo sigap menghindar sehingga pena itu tidak mengenai dirinya dan terjatuh di lantai.


"Santai bro" ucap Aldo.


"Gue cuma mastiin aja, kalo Gita telat datang bulan dan akhir-akhir ini Gita suka bertindak aneh. Siapa tau aja lo bapak jadi bapak sebentar lagi" jelas Aldo.


"Jadi bapak?" Ulang Bryan dan di angguki oleh Aldo.


"Maksud lo Gita.... Hamil?" Tanya Bryan dan Aldo mengangguk tersenyum.


"Hamil??!!" Seru Gita yang sudah berdiri di ambang pintu ruangan Bryan.


"Siapa yang hamil?" Tanya Gita marah dan langsung melayangkan tas jinjing yang ia bawa ke arah Bryan.


Bruk, untung saja tas yang di lempar Gita tidak mengenai dirinya dan menatap dinding. Bryan menelan ludahnya kasar menatap Gita yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang marah.


"Siapa yang hamil? Kamu ngehamilin siapa hah???" Teriak Gita marah.


"Gue ngga ikut campur ya, gue cabut dulu" ucap Aldo kemudian langsung berlari keluar ruangan.

__ADS_1


"Sayang dengerin dulu" ucap Bryan hendak meraih tangan Gita namun di tepis kasar oleh Gita.


__ADS_2