CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 51


__ADS_3

"Selamat pagi sayang ...." Ucap seorang pria tampan menyapa Gita yang baru saja membuka pintu. Pria dengan setelan tuxedo itu tersenyum manis ke arah Gita yang seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Kenapa bengong begitu?" Tanya pria itu berjalan menghampiri Gita, sementara Gita hanya memperhatikan langkah demi langkah kaki pria tampan yang tidak ia sangka kedatangannya.


"Kenapa, hem?" Tanya pria itu lagi menjawil hidung Gita yang bangir dan membuat Gita tersadar.


"Kakak ngapain disini??!" Seru Gita berlalu dari hadapan pria yang berhasil membuat jantungnya berolahraga.


"Kamu ngga senang kakak datang?" Tanya pria itu membuntuti Gita.


"Engga gitu," elak Gita membuang nafasnya. Gita meletakkan tas kecilnya di atas meja lalu berbalik menghadap lelaki itu.


"Tapi ini masih terlalu pagi" lanjutnya sambil melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Lihat, masih pukul tujuh" ucap Gita menunjukkan jam tangannya ke hadapan lelaki itu.


Lelaki itu hanya tersenyum menatap Gita. Dan tanpa aba-aba pria itu langsung memeluk Gita dan membuat Gita terkejut.


"Kak, lepas. Gimana kalau ada yang lihat kita??!" Seru Gita mencoba melepas pelukan lelaki itu namun pelukan itu terlalu erat.


"Sebentar saja...." Ucap lelaki itu dan membuat Gita diam.


"Kakak kangen sama kamu" lanjut pria itu mempererat pelukannya.


Lelaki itu tersenyum saat Gita berhenti memberontak. Pria itu sungguh merindukan Gita. Semalam tidurnya begitu nyenyak karena kini hubungan nya dengan Gita telah jelas. Bahkan tadi pagi ia rela melewatkan sarapannya karena ingin menunggu Gita di kantor. Meskipun jarak kantor milik nya berjarak lumayan jauh dari kantor Bram Corp namun tak menyurutkan niatnya untuk bertemu Gita.

__ADS_1


Dalam diam Gita juga menikmati pelukan hangat lelaki itu. Gita sungguh bahagia kini ia bisa bersama dengan pria yang di cintainya meskipun mungkin untuk kedepannya mereka harus menghadapi cobaan dalam hubungan mereka namun jika mereka bersama, mereka yakin cobaan itu akan bisa di lewati.


Krek... Suara pintu di buka. Dan muncullah seseorang yang membuat mereka kaget


"Gitaaa.....!!!!" Teriak Karin langsung masuk ke dalam ruangan Gita.


Karin terpaku melihat pemandangan yang dilihatnya. Gadis yang memakai rok dan blouse itu mengerjapkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang di lihat.


Sementara dua orang yang saling berpelukan itu langsung melepaskan diri. Pria itu hanya berdiri santai dan menatap Karin. Sementara Gita mengalihkan pandangannya agar tidak berhadapan dengan tatapan Karin yang mengintimidasi.


"Kalau gitu kakak ke kantor dulu" ucap pria itu berlalu meninggalkan Gita dan Karin yang masih terpaku di depan pintu.


Selepas kepergian pria itu Karin langsung berjalan menghampiri Gita dengan tatapannya yang kepo seperti biasa. Sedangkan Gita hanya menghembuskan nafasnya sudah tau apa yang akan di katakan oleh sahabatnya yang rempong ini.


"Itu beneran kak Bryan??" Tanya Karin setelah berhasil menyadarkan dirinya dari kejadian yang membuat nya syok.


"Menurut lo?" Tanya balik Gita memutar bola matanya malas.


"Gue heran aja gitu, ini masih jam 7 pagi Git" ucap Karin lalu duduk di sofa ruangan itu.


Gita hanya mengendikkan bahu sebagai jawaban. Gita lekas membuka laptopnya dan akan memulai pekerjaannya. Sementara Karin membuka ponselnya, gadis itu memiliki kebiasaan baru sekarang. Yaitu senyum-senyum sendiri dengan ponsel. Gita hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat yang akhir-akhir semakin aneh dan cantik.


***


Di sebuah hotel saat ini Sisi sedang memilih beberapa baju yang baru saja dia pesan. Ia yang selalu memakai pakaian terbuka dan pas di tubuh kini tak berani lagi memakai pakaian seperti itu. Saat ini Sisi sedang memilih baju yang terlihat sedikit longgar di tubuhnya untuk menutupi perutnya yang mulai tidak rata. Meskipun belum terlalu terlihat namun Sisi takut akan membuat orang curiga.

__ADS_1


Setelah menemukan baju yang pas dan sesuai Sisi segera berganti baju. Setelah selesai berganti baju Sisi bercermin di kaca yang ada di kamar mandi. Akhir-akhir ini tubuh Sisi terlihat agak kurus, karena ia merasakan mual di sepanjang pagi dan ia juga tidak memiliki na*su makan.


Ia menumpu kan tangannya ke wastafel dan menghadapkan wajahnya ke cermin. Bayangan dua bulan lalu saat ia sedang mabuk di tempat hiburan malam dan ternyata saat itu ada yang mencari kesempatan mencicipi keindahan tubuhnya. Saat pagi Sisi terbangun sudah dalam keadaan tidak memakai pakaian dan hanya terbungkus selimut. Pakaiannya berserakan di lantai, sementara pria itu sudah pergi entah kemana.


Saat itu, Sisi hanya bisa menangis merasa was-was karena takut jika pria itu tidak menggunakan pengaman dan Sisi akan hamil suatu saat. Dan terbukti beberapa Minggu setelah itu Sisi mengalami hal yang pada umumnya di alami oleh ibu hamil dan ia pun meminta Deka untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Tepat seperti dugaan, Sisi benar-benar hamil.


Awalnya Sisi tidak khawatir dengan kehamilannya sebab ia bisa menuntut Deka untuk bertanggung jawab. Tapi ternyata Deka tak mudah di bohongi, karena pria itu ingat jika saat mereka hendak berhubungan dia selalu menggunakan pengaman.


Sejak itu Sisi di hantui dengan keresahan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menemui Bryan untuk meminta pertanggung jawaban. Meskipun Sisi tau Bryan akan menolaknya namun dengan mengandalkan hutang yang di miliki oleh kakek Kurnia, Sisi yakin bahwa orang tua itu akan memaksa Bryan untuk menikahinya.


Namun, sudah seminggu berlalu Bryan sangat susah di temui. Bahkan Sisi sudah sering datang ke kantor milik Bryan dan hasilnya adalah Sisi di tahan oleh satpam meskipun Sisi sudah mengatakan bahwa dirinya adalah calon istri Bryan.


Tapi hari ini, Sisi membulatkan tekad untuk kembali ke perusahaan Bryan dan meminta agar Bryan mau bertanggung jawab atas kehamilannya.


***


"Jadi sejak kapan lo sama Eka??" Tanya Gita dengan pandangan mengintimidasi Karin.


Sementara Karin hanya cengengesan sambil menyeruput jus jeruk kesukaannya.


Saat ini mereka berdua sedang duduk di kantin perusahaan. Kebetulan jam sudah waktunya makan siang. Setelah selesai makan siang mereka pun bercerita, lebih tepatnya Karin yang memiliki keinginan tahhuan yang besar mengenai hal yang ia lihat tadi pagi. Dan akhirnya mau tidak mau Gita pun menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan juga Bryan.


Dan setelah menceritakan tentang dirinya, kini Gita yang balik bertanya kepada Karin. Karena ia yakin yang di lihatnya kemarin adalah Karin dengan Eka.


"Ayo jawab!" Seru Gita. "Lo kemarin jalan berdua bareng Eka kan?" Tanya Gita lagi menatap tajam Karin.

__ADS_1


__ADS_2