CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 17


__ADS_3

"Gita benar om, Gita masih muda biarkan ia berkembang dengan kemampuannya. Lagipula Gita adalah seorang yang memiliki kepribadian agak tertutup hanya Karin yang selama ini dekat dengan dirinya" sela Bryan melihat ke arah tuan Abdi


"Ya kau benar Bryan. Oh iya Bram, aku dengar kemarin Jaka dan Sarah ke rumah mu" tanya tuan Abdi menatap tuan Bram.


"Ya benar," jawab tuan Bram sembari menyesap secangkir kopi hitam yang ada di hadapannya. "Jaka dan Sarah mencari putranya, Aldo" lanjutnya.


"Om Jaka mencari Aldo," tanya Bryan menatap tuan Bram heran.


"Ya, Aldo kabur dari rumah sejak enam bulan yang lalu."


"Aku juga pernah dengar kalau Aldo kabur dari rumah. Tapi aku pikir Aldo sudah kembali. Bagaimana mungkin Aldo bisa bertahan hidup selama enam bulan tanpa fasilitas dari om Jaka dan Tante Sarah"


"Lho, memangnya kenapa?" Tanya tuan Abdi mengerutkan keningnya


"Jadi enam bulan yang lalu Aldo di paksa mengambil alih perusahaan Jaka grup, tapi Aldo menolak karena Aldo menolak maka om Jaka mengambil semua fasilitas yang sudah di berikan oleh Aldo. Sejak itu Aldo pergi, entah bagaimana anak itu hidup selama enam bulan tanpa fasilitas yang dia miliki. Padahal selama ini Aldo selalu hidup mewah tanpa kurang apapun" jelas Bryan menatap bergantian tuan Abdi dan tuan Bram.


"Jadi begitu,..." Ucap tuan Bram.


"Kenapa Aldo tidak mau mengambil alih perusahaan itu Bryan, setau om Aldo anak yang pintar" ucap tuan Abdi


"Ya om benar, tapi Aldo masih merasa dirinya kecil, om tau sendiri Tante Sarah selalu memanjakan Aldo sejak kecil karena Aldo anak satu-satunya, jadi Aldo masih belum berani mengambil tanggung jawab memegang perusahaan" jelas Bryan kemudian menyesap teh tawar kesukaannya.


Tuan Abdi dan tuan Bram pun menganggukkan kepala mengerti.


Di rumah Karin, saat ini dia sedang mengenang masa kecilnya dengan Aldo. Dia tersenyum kecut melihat foto dirinya dengan Aldo sedang memegang sebuah hadiah, saat itu sedang ulang tahun Karin yang ke tujuh tahun, dan ternyata itu menjadi ulang tahun yang terakhir yang dia rayakan bersama Aldo. Karena setelah itu Aldo di ajak pindah dan mereka tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi. Karin yang masih terlalu kecil dan Aldo yang sibuk dengan sekolah serta ekstrakurikuler yang dia ikuti di sekolah. Bagaimanapun Aldo termasuk anak yang berbakat.


Karin menyudahi aktivitasnya mengenang masa kecil, ia melihat jam. Ternyata masih jam sembilan malam ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Tuuut.... Tuuut....


Tak lama panggilan pun dijawab setelah tersambung.


"Hai Rin" sapa seseorang disana.


"Hai, lo lagi makan" tanya Karin melihat background orang itu terlihat seperti sedang berada di ruang makan.


"Ya, ini gue baru selesai makan. Gue juga lagi sama nyokap nih" ucap orang itu menggeser ponselnya agar Karin bisa melihat mama nya.


"Hai Tante, Tante apa kabar?" Tanya Karin menyapa

__ADS_1


"Tante baik, gimana sama kamu Karin"


"Karin juga baik Tante,"


"Syukurlah, yaudah kalian ngobrol aja. Tante mau istirahat di kamar" ucap perempuan paruh baya itu kemudian beranjak dari kursi dan meninggalkan anaknya berbicara dengan Karin


"Kenapa,?" Tanya perempuan yang saat ini sedang bersandar di kursi makan


"Gak apa-apa sih, gue cuma pengen nelpon aja" jawab Karin. Namun tak lama kemudian pandangan Karin seperti orang yang melamun.


"Lo kenapa sih?"


"Gita, menurut lo, gue salah ngga sih kalau suka sama orang yang bukan sesama pengusaha, dia bahkan ngga kerja di kantor" ucap Karin membuat gadis bernama Gita mengerutkan keningnya.


"Ya,,, Menurut gue boleh-boleh aja sih. Ngga ada larangan lo mau jatuh cinta sama siapa aja" jelas Gita


"Emang siapa sih cowok yang lo suka?" Tanya Gita kemudian.


"Emm,, gue.. ee... Suatu saat lo pasti tau lah. Yaudah gue udah ngantuk nih, see you tomorrow Gita" ucap Karin memberikan kiss bye kepada Gita lalu menutup panggilan videonya.


"Kenapa sih nih anak" ucap Gita menatap ponselnya


"Kira-kira siapa cowok yang Karin suka ya.." ucap Gita bermonolog. Ia mengetuk-ngetukkan telunjuknya ke dagu seolah sedang berfikir.


Gita menoleh dengan kaget saat mendengar ada yang memanggilnya. Ia menatap orang yang telah mengagetkan dirinya.


"Papa" seru Gita saat melihat papanya berdiri tidak jauh dari meja yang ia duduki. Gita pun menghampiri sang papa lalu memeluknya.


"Kamu belum istirahat" tanya papa Gita.


Gita menggelengkan kepalanya "Gita baru selesai makan malam" ucap Gita melepaskan pelukannya


"Kebiasaan, kau pasti melewatkan makan malam mu lagi" kata tuan Abdi mencubit gemas hidung Gita.


"Papa..." Ucap Gita merajuk.


"Baiklah anak papa yang cantik, istirahat lah. Hari sudah mulai malam" ucap tuan Abdi lalu mengecup kening putri semata wayangnya itu.


"Oke pa, good night" ucap Gita mencium pipi papanya

__ADS_1


"Good night sweety"


Tuan Abdi pun melihat putrinya masuk kamar lalu ia juga segera masuk ke kamarnya.


***


"Lakukan seperti yang aku minta ya sayang" ucap manja seorang wanita kepada pria yang sedang duduk tegap di sampingnya.


"Baiklah sayang, apapun untukmu" ucap pria itu meraih pinggang wanita yang agak besar karena tengah hamil.


"Kalau begitu aku pergi dulu, kau baik-baik lah."


"Baiklah, kau harus berhati-hati"


Pria itu pun segera pergi dari tempat itu. Tempat yang menjadi saksi bisu dua insan itu menghadirkan malaikat kecil yang saat ini ada di perut sang wanita.


Setelah pria itu pergi, ponsel wanita itu bergetar tanda ada yang sedang menelpon nya. Ia melihat ke layar ponsel lalu segera menggeser tombol hijau.


"Halo mas" sapanya kepada sang penelepon.


"Santi, kau dimana ini sudah hampir larut kau belum pulang juga. Jika kau tidak peduli tentang kesehatan mu, ingatlah tentang bayi yang sedang ada di perut mu" seru suara lelaki dari seberang.


"Baiklah mas, saat ini aku sedang di butik. Aku juga ini mau pulang" seru Santi.


"Baiklah, aku tunggu". Panggilan pun terputus.


Ditempat lain, di sebuah ruangan yang kedap suara dua pria sedang berbicara.


"Kau lakukan sesuai arahan ku"


"Baik tuan"


"Jangan biarkan seseorang tau bahwa kau yang menyebar video itu. Pastikan bahwa video itu akan viral malam ini juga" ucap pria yang memakai setelan jas hitam itu dengan dingin.


"Baik tuan, jangan meragukan kemampuan ku"


"Ya, ku harap kau tidak mengecewakan ku" pria itu menepuk bahu seseorang yang sedang sibuk melihat ke layar komputer. Tak lama pria itu segera pergi.


"Sangat di sayangkan, wanita secantik ini menjadi target seorang Deka" ucap pria di depan komputer menatap wajah wanita yang menjadi target utama bos nya.

__ADS_1


_


berikan like dan vote kalian gaes, biar author lebih semangat


__ADS_2