CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 25


__ADS_3

Episode ini di buat khusus untuk Eka dan Karin ya readers..... Happy reading


_


Ketika Karin hampir sampai di restoran cantik, ia melewati jalanan yang agak sepi. Awalnya Karin mengira tidak akan terjadi apa-apa. Hingga ketika Karin berjalan sekitar 10 meter ada beberapa orang yang keluar dari semak di pinggiran jalan. Keadaan disitu agak gelap karena mungkin jarang pengendara yang lewat situ. Terlebih hampir tidak pernah ada yang melewati jalan itu dengan berjalan kaki. Dan mungkin Karin adalah yang pertama yang lewat situ dengan jalan kaki dan seorang diri.


Menyadari ada yang tidak beres dengan orang-orang yang sedang berdiri di pinggiran jalan itu karin mempercepat langkahnya. Namun baru beberapa langkah Karin berjalan tangannya sudah di cekal oleh salah satu dari mereka.


"Cantik, malam-malam begini sendirian mau kemana?" Tanya pria yang mencekal tangan Karin.


Karin mencoba tenang dengan keadaan ini. Beberapa orang di belakang pria itu pun ikut mendekat ke arah Karin. Karin berusaha melepaskan tangannya namun pegangan pria itu terlalu kuat untuk tenaga Karin yang kecil.


"Bagaimana jika bermain-main dulu dengan kami" ucap pria yang ada di samping orang itu menyeringai. Pria itu juga menoel dagu Karin.


"Dia sangat cantik bos" seru salah seorang dari mereka lagi.


Karin semakin takut, namun ekspresi nya dibuat setenang mungkin.


"Bagaimana apakah kau setuju?" Tanya pria yang mencekal tangan Karin.


Karin tersenyum dan masih berusaha melepaskan tangannya namun pegangan itu terlalu kuat. Hingga Karin tidak memiliki pilihan lain kecuali...


"Aaaaaaaa...." Teriak pria yang mencekal tangan Karin tadi.


"Dasar kurang ajar" pria itu mengaduh kesakitan saat Karin menendang alat vi*al nya. Pria itu bahkan terduduk sambil memegang aset berharga nya itu.


"Kejar dia! Dasar bo*oh!!!" seru nya lagi kepada para anak buahnya.


Sementara Karin sudah jauh berlari, untung saja tadi Karin menggunakan sepatu jika menggunakan heels maka ia tidak akan bisa lari dengan cepat. Karin menoleh ke belakang dan terlihat beberapa pria nampak mengejarnya. Karin kembali melihat ke depan. Restoran cantik sudah hampir dekat, namun Karin melihat seseorang yang tidak asing. Karin mempercepat langkahnya untuk menghampiri orang itu, siapa tau Karin bisa meminta tolong padanya.


Di depan restoran cantik, Eka sedang memperhatikan wanita yang tengah berlari itu. Setelah memastikan bahwa itu adalah orang yang di kenalnya Eka langsung mendekat ke arah wanita itu.


"Non Karin" seru Eka saat jarak antara dirinya dan Karin tidak terlalu jauh.

__ADS_1


"Eka, tolongin gue...!" Seru Karin masih berlari. Tak berapa lama ia sampai di hadapan Eka. Bersamaan dengan itu para berandalan yang mengejarnya pun ikut berhenti. Karin langsung bersembunyi di belakang tubuh Eka.


"Hai bro, lepaskan gadis itu dan kami akan melepaskan mu" ucap salah satu dari mereka.


"Jika aku tidak mau" jawab Eka menatap tajam para berandalan yang tadi mengejar Karin.


Jawaban Eka membuat para berandalan itu marah.


"Maka kau harus merasakan kekuatan kami, hajaarr" seru pria itu dan beberapa orang di belakang pria itu mulai menyerang Eka.


Karin menjauh dari situ, ia menutup mulutnya menahan tangis saat melihat Eka di kepung oleh para preman.


"Enggak..." Karin menggelengkan kepalanya "gue harus cari bantuan" lanjutnya.


Karin pun berlari ke arah restoran cantik. Karin yakin di restoran itu pasti ada security dan petugas keamanan. Dengan menangis Karin berlari sekuat tenaga. Dalam fikiran nya jika sampai terjadi sesuatu pada Eka itu adalah kesalahannya.


"Toloooong....." Teriak Karin saat ia sudah dekat dari gerbang restoran cantik.


"Tolong... Toloooong" teriak Karin lagi.


"Ada apa nona?" Tanya salah satu security itu.


"Pak, tolong teman saya pak, teman saya di keroyok preman" ucap Karin panik. Ia melihat ke arah Eka yang sedang adu tenaga oleh para preman.


"Itu, mereka disana pak, tolong teman saya pak" ucap Karin lagi. Dua security itu pun segera berlari menghampiri Eka dan para preman yang sedang berantem.


Karin pun ikut menyusul dua security itu. Sampai di tempat Karin kembali menangis saat melihat Eka yang tampak ambruk di jalan. Bagaimana tidak Eka di keroyok oleh lima orang sekaligus.


"Eka...!" Seru Karin melihat Eka.


Eka pun menoleh ke arah Karin. Eka kembali berdiri dan menghajar para preman itu. Dua security itu pun membantu Eka.


"Berhenti, atau saya akan lapor polisi!!!" Seru salah satu security.

__ADS_1


Para preman itu pun berhenti dan menatap tajam ke arah Eka juga dua orang security itu. Tak lama mereka pun berputar dan pergi dari tempat itu.


"Lo ngga papa?" Tanya Karin menghampiri Eka.


"Saya ngga papa non" jawab Eka. Eka mengusap sudut bibirnya yang sedikit robek karena pukulan kasar dari preman tadi.


"Kita ke mobil aja, biasanya di bagasi mobil Gita ada kotak p3k" usul Karin.


"Pak, tolong papah teman saya" pinta Karin kepada dua security tadi.


"Baik non" jawab mereka bersamaan.


Eka pun di papah kedua security itu menuju ke mobil, dan Karin mengikutinya dari belakang. Eka merasakan sakit di tubuhnya, terlebih selama ini Eka tidak pernah berkelahi. Jangan kan berkelahi jatuh sedikit saja maka sang mama akan dengan posesif selalu menjaga Eka. Eka keluar kemanapun pasti akan ada bodyguard yang menjaganya. Haih, memikirkan itu tiba-tiba Eka jadi merindukan sang mama.


Namun bagi Eka tidak sia-sia dirinya terluka dan merasakan sakit seperti ini. Karena semua itu dia lakukan demi Karin, wanita pujaannya. Terlebih tadi Eka menangkap raut wajah Karin begitu khawatir saat melihat Eka terkena pukulan preman tadi. Eka menyunggingkan senyumnya namun ia meringis saat sudut bibirnya terasa perih.


Tak lama mereka sampai di halaman restoran, Karin berlari mendahului Eka dan segera membuka bagasi mobil Gita. Benar saja di bagasi mobil itu terdapat kotak p3k. Karin pun langsung mengambil dan membawanya.


"Makasih ya pak" ucap Karin ramah kepada dua security yang sudah memapah Eka.


Eka duduk di kursi yang ada di halaman restoran, Karin pun menghampirinya. Karin segera membuka kotak p3k itu dan mengambil kapas dan antiseptik. Karin menuangkan antiseptik itu pada kapas lalu segera menggunakannya untuk membersihkan luka Eka.


"Aduh...." Eka meringis saat Karin terlalu keras menyentuh lukanya.


"Auuu, non tolong pelan-pelan" ucap Eka.


Karin pun lebih lembut lagi. Eka menatap Karin yang sedang fokus membersihkan luka di wajah nya. Jantung Eka berdebar saat melihat Karin tepat di depan wajahnya. Wajah cantik itu, Eka tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Karin, ia sadar dengan tatapan Eka. Jantung Karin seakan mau lompat dari tempatnya. Sungguh hati Karin berdebar begitu hebat saat ia berada di dekat Eka. Mereka belum pernah sedekat ini sebelumnya.


Adegan itu bertahan sangat lama, hingga kemudian mereka di kaget kan oleh...


"Eka!!!"

__ADS_1


"Karin?"


__


__ADS_2