
"Santi..!!"
Santi segera menoleh ke belakang saat ada suara yang memanggil namanya. Dan matanya membulat kaget saat melihat sang suami sudah kembali dari toilet. Ia menatap ke arah Angga kemudian menatap Deka yang sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Angga.
"M..mas.." ucap Santi gagu, ia khawatir Angga mendengar apa yang di ucapkan oleh Deka. Tidak! Jangan sampai Angga mendengarnya.
Mata Angga menyipit curiga melihat gelagat Santi yang terlihat grogi.
"Siapa dia?" Tanya Angga menatap ke arah Deka. Pria asing yang sedang menimang putrinya, bahkan seperti tidak tahu dengan kehadirannya.
Deka menatap Angga dengan datar, kemudian menatap baby Tina yang tenang dalam gendongannya. Deka pun menyerahkan baby Tina kepada Santi.
"Mba, ini anaknya." Ucap Deka santai kemudian berlalu mengabaikan Angga yang menatapnya tajam.
"Siapa dia Santi?" Tanya Angga penuh penekanan.
"Em... Mas,, tadi baby Tina rewel kemudian aku di bantu sama pria itu. Iya gitu." Jelas Santi dengan tersenyum canggung.
Angga menatap Santi yang sedikit gugup itu, jika memang hanya orang asing kenapa Santi harus begitu gugup?
"Mas, mari kita pulang. Mama udah nelpon nyuruh kita pulang" ajak Santi kemudian mengambil tas yang berisi perlengkapan anaknya.
"Ayok mas" Santi pun menarik lengan sang suami untuk pulang.
Sementara di tempat duduk Deka, Sisi yang memperhatikan setiap adegan tadi menatap ke arah Deka yang sudah duduk kembali ke kursinya kemudian menyeruput kopi yang mungkin sudah hampir dingin.
***
"Gue seneng banget tau nggak. Bisa jalan bareng sama lo" ucap Gita bahagia sembari memeluk Karin dari samping.
Di tangan kiri Gita menenteng beberapa tas belanja begitu juga dengan Karin. Saat ini mereka baru saja keluar dari sebuah mall yang biasa mereka kunjungi. Bukan mall mewah yang sering di datangi oleh orang kaya lainnya, namun mereka saat ini lebih ke mall yang bangunannya pun hanya terdiri dari tiga lantai.
"Lo apaan sih, biasanya juga kita kayak gini kan" jawab Karin mengelus lengan Gita yang berada di pundaknya.
"Udah lama banget tau ngga kita ga quality time" sungut Gita dengan bibir mengerucut.
Karin pun tersenyum menatap Gita, "sorry-sorry,,, lagian lo bukannya mau jalan bareng sama kak Bryan hari ini?" Tanya Karin.
Gita pun melepas pelukannya kemudian menatap Karin.
"Awalnya, tapi gue kangen banget jalan bareng sama lo" jelas Gita memainkan tas belanjaan nya.
__ADS_1
Sementara Karin hanya menggelengkan kepalanya.
"Lo ngga jalan sama Eka?" Tanya Gita.
"Engga.... Semalem udah" jawab Karin dengan pipi bersemu merah.
"Ciiieee...." Ucap Gita menoel pipi Karin yang bersemu merah.
Tak lama sebuah mobil hitam pun menghampiri mereka. Gita mengerutkan keningnya saat melihat mobil itu adalah mobil yang di kendarai Andi, supir Karin. Bukan mobil yang di pakai oleh Eka.
Andi pun keluar dari mobil dan menghampiri kedua nona nya.
"Mari non, biar saya taruh di bagasi mobil" ucap Andi meminta tas belanja Karin dan Gita.
Kedua gadis cantik itu pun menyerahkan tas belanjaan nya kepada Andi. Andi pun langsung memasukkan beberapa tas belanjaan itu ke bagasi mobil dan membukakan pintu untuk Karin dan Gita. Setelah itu ia membuka pintu kemudi dan bersiap menjalankan mobilnya.
"Lo mau nginep ke rumah gue?" Tanya Gita saat mereka sudah berada di mobil, mobil pun juga sudah berjalan.
Karin menghembuskan nafasnya kemudian menatap Gita.
"Gue pulang ke rumah kayaknya, gimana pun gue mesti jelasin sama Mama kalo gue udah ada pacar." Jawab Karin.
***
"Informasi apa yang kau dapat?" Tanya Bryan datar menatap ke arah Indra yang sudah bergetar karena takut.
Indra menelan saliva nya kemudian menatap Bryan dengan takut-takut.
"Tuan... Sa..saya.." ucap Indra terbata.
"Katakan dengan jelas!!" Ucap Bryan keras, kemudian duduk tegap. Matanya tak beralih sedikit pun terus menatap ke arah Indra.
"Tuan saya menemukan sesuatu tentang seseorang yang bernama Deka itu" ucap Indra dengan nada yang sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
"Katakan!!"
"Deka adalah kekasih dari perempuan bernama Sisi,"
"Lalu??" Ucap Bryan menaikkan satu alisnya.
"Kenapa dia menjelekkan nama Gita?" Lanjut Bryan, pria tampan itu sedikit tidak mengerti.
__ADS_1
"Karena ternyata, Deka menjalin hubungan dengan perempuan bernama Santi. Bukankah Santi adalah seseorang yang sudah merebut kekasih nona Gita" ucap Indra.
Bryan mengepalkan tangannya, jadi sumber permasalahan waktu adalah dendam Santi kepada Gita. Mata elang Bryan menatap tajam ke arah Indra. Lama sekali, hingga Bryan memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.
"Tuan....!!" Panggil Indra, namun Bryan sudah menutup pintu dan berjalan dengan cepat. Indra pun menghela nafasnya. Padahal masih ada satu informasi yang akan dia sampaikan kepada Bryan.
Bryan berjalan dengan cepat, niat hati ingin menenangkan fikirannya namun ia malah menemukan sebuah informasi yang merusak suasana hatinya.
Bryan masuk ke dalam mobil kemudian merogoh saku dan mengambil benda pipih yang ada di sakunya. Bryan mendial nomor seseorang.
"Cari tahu informasi tentang pria bernama Deka." Ucap Bryan setelah telepon tersambung.
Dan setelah mengatakan itu Bryan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Sementara di seberang sana, seseorang yang baru saja di telpon oleh Bryan mendengus kesal.
"Deka?" Ucap orang itu.
"Ada-ada saja bos ini, kenapa pula menyuruhku mencari informasi tentang seorang lelaki" keluhnya saat ia mengetikkan nama Deka yang muncul ada seorang lelaki.
Meskipun tampan namun di mata orang itu, dirinya tentu lebih tampan. Orang itu terus menscroll layar hingga ke bawah dan mencari data lengkapnya. Matanya membulat sempurna saat tau bahwa pria ini telah berhubungan dengan banyak gadis. Dan... Matanya menyipit saat tau bahwa.....
Orang itu langsung menghubungi nomer Bryan kembali. Setelah menyimpan data yang di inginkan oleh Bryan. Bukan hal sulit untuk orang itu mengetahui identitas seseorang karena dia adalah seorang tenaga IT di perusahaan Bryan dan juga seseorang yang sering meretas akun orang lain.
"Ada apa?" Tanya Bryan malas. Saat ini Bryan baru saja sampai di rumahnya dan sedang bersiap untuk mandi.
Namun, handphone nya berdering. Bryan pun kembali duduk di sofa dan mengangkat telponnya.
"Bos, saya sudah mengirimkan informasi yang anda inginkan" sahut seseorang dari seberang.
"Bagus." Ucap Bryan "kau memang dapat di andalkan" lanjutnya.
"Em,, bos.. Saya menemukan bahwa pria bernama Deka itu juga ada... hubungan dengan nona.... Sisi" ucap orang itu dengan pelan takut bos nya tersinggung. Terlebih dirinya tau bahwa perempuan bernama Sisi sudah di jodohkan dengan bos nya itu.
"Lalu kenapa?" Tanya Bryan
"Em....."
"Bonus mu bulan ini di potong 25 persen" ucap Bryan sedikit kesal kemudian mematikan sambungan telepon.
Sementara orang di seberang menatap ponselnya dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1