CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 70


__ADS_3

Braaakkk.....


Semua yang ada di ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Termasuk Deka dan satu temannya yang langsung terbangun dari pingsan karena mendengar suara pintu yang di tendang. Di ambang pintu terlihat Bryan sedang menatap tajam semua yang ada di ruangan itu. Termasuk Romy yang tadi menelponnya.


Romy yang sadar dengan tatapan Bryan hanya bisa menelan saliva nya kasar. Entah kenapa perasaannya mendadak menjadi tidak enak setelah mendapat tatapan dari sang bos yang kini sedang berjalan menuju ke arahnya.


Bryan mendaratkan bokong nya ke kursi yang ada, Romy dan Andre pun turut duduk setelah mereka berdiri dengan spontan setelah mendengar suara pintu di dobrak. Awalnya mereka berdua ingin marah namun setelah mengetahui siapa yang merusak pintu itu mereka tidak berani berbicara ataupun protes.


"Apa yang akan kau tunjukkan?" Tanya Bryan menatap Romy. "Kau mengganggu momen istimewa ku!" Ketus Bryan dengan wajah datar.


Romy memandang ke arah Andre yang juga sedang menatapnya. Kemudian mereka memandang Bryan bersamaan.


"Indra melakukan tugas dengan baik bos, dia sudah menemukan pelaku yang menyebar gosip tentang nona Gita" ucap Romy kemudian.


Rahang Bryan mengeras mendengar ucapan Romy. Bryan mengepalkan tangannya kemudian menoleh ke arah Romy.


"Siapa?" Tanya Bryan dingin auranya pun terasa menakutkan.


"Di.. dia orang nya bos" jawab Romy melihat ke arah Deka yang sedang menatap biasa saja ke arah Bryan.


"Ohhh... Kauuu" ucap Bryan beranjak dari kursi.


Romy dan Andre saling pandang kemudian ikut berdiri, berjaga-jaga jika bos nya itu melakukan hal di luar batas.


"Beraninya kau melakukan hal seperti itu!!" Seru Bryan meraih kerah baju Deka.


Deka yang sedang duduk terikat pun meringis karena lehernya seperti tercekik. Sementara Andre dan Romy hanya meringis melihat itu, apa yang bisa mereka lakukan selain menonton. Mereka takut gaji mereka akan di potong jika mereka mengganggu kesenangan bos nya.


"Katakan siapa yang menyuruhmu?!" Ucap Bryan dingin semakin mengeratkan pegangan pada kerah baju Deka. Sontak saja Deka semakin meringis.

__ADS_1


Sementara pria di samping Deka memandang itu dengan wajah takut. Selama ini pekerjaannya hanya bermain tanpa memikirkan apapun karena keluarganya yang kaya. Hingga suatu malam ia bertemu gadis cantik yang sedang mabuk karena baru saja putus cinta. Bisa jadi, karena saat itu gadis itu tengah menangis sembari memanggil nama seorang pria. Pakaian terbuka yang di kenakan oleh wanita itu membuat jiwa lelakinya meronta sehingga ia pun membawa wanita itu ke hotel dan menikmati tubuh gadis yang ternyata sudah tidak suci lagi.


Tapi siapa yang menduga, hubungan yang tidak di niati itu justru menghasilkan benih yang sekarang sudah hampir berusia 3 bulan. Ia baru mengetahui hal itu tadi malam ketika ada seseorang yang menemuinya di bar yang biasa dia datangi. Orang itu mengatakan bahwa ia harus bertanggung jawab karena sekarang ada seorang wanita yang tengah hamil anaknya. Awalnya dia marah dan syok bukan main namun ketika ia menunjukkan foto seorang wanita yang pernah dia tiduri dan juga beberapa rekaman cctv barulah dia percaya.


Dan tadi pagi ketika ia bersama orang itu ingin menemui wanita yang hamil anaknya, mereka justru di temukan oleh anak buah Bryan yang mengerikan. Dengan bermodal percaya bahwa anak buah Bryan akan mengantarkan mereka menemui wanita itu mereka ikut saja dengan arahan anak buah itu. Hingga mereka kemudian di buat pingsan dan di bawa ke ruangan ini.


"Siapa dia?" Tanya Bryan membuyarkan lamunan orang yang duduk di samping Deka.


Deka tersenyum miring ketika melihat wajah cemas pria di sampingnya. Deka kemudian menatap Bryan tanpa rasa takut.


"Lepaskan aku maka akan ku beritahu siapa dia" ucap Deka mencoba tawar menawar dengan Bryan.


Bryan mendengus dan menatap ke arah Romy dan Andre yang ada di sampingnya. Bryan mengisyaratkan dengan mata kepada mereka berdua. Andre dan Romy yang paham dengan isyarat itu pun langsung menganggukkan kepalanya. Bryan kembali duduk dan melihat performa yang akan di tunjukkan oleh Andre dan Romy.


***


"Lo bisa tidur nyenyak kan sekarang?" Tanya Karin pada Gita melalui panggilan video.


Dari arah sana terlihat Karin yang sedang menumpuk dua bantal kemudian di jadikan sebagai sandaran tangannya ketika ia tiduran dengan posisi tengkurap.


"Lo masih kepikiran soal cewek yang tadi pagi?" Tanya Karin dan di jawab gelengan kepala oleh Gita.


"Terus??" Tanya Karin lagi.


Lama sekali Karin menunggu jawaban dari Gita yang sepertinya sedang menyusun kata yang pas untuk menjawab pertanyaan Karin.


"Gue masih khawatir sama kakek Kurnia" jawab Gita akhirnya. Terlihat kecemasan dari raut wajahnya.


Karin membenarkan posisinya agar lebih nyaman lalu menatap Gita yang ada di layar ponselnya.

__ADS_1


"Lo harus yakin sama kak Bryan, Git. Gue yakin kok kalo kak Bryan itu tulus dan serius sama lo" ucap Karin menasihati Gita.


Gita yang sedang bersandar pada dipan kasur pun terlihat sedang berfikir. "Lo kan tau Rin, gue ngga bisa kalau menjalin hubungan tanpa adanya restu dari keluarga cowok itu. Apalagi ini kakek Kurnia lho, kakek kandung dari kak bryan" ucap Gita kemudian.


Karin yang mengerti Gita pun tersenyum tipis. "Semangat. Gue yakin kalau emang lo sama kak Bryan udah berjodoh pasti akan ada jalan keluar buat kalian berdua" ucap Karin menasihati Gita.


"Yang terpenting lo sama kak Bryan harus terus berpegang teguh pada cinta kalian. Dan yang paling penting selalu menguatkan dan jangan putus komunikasi ketika sama-sama sibuk dan ketika sedang ada masalah sekalipun" lanjut Karin dan di balas senyum manis oleh Gita.


"Ngomong-ngomong gimana lo sama Eka?" Tanya Gita kemudian menatap Karin yang terlihat sedikit sedih ketika mendengar pertanyaan Gita.


"Kalo lo belum siap cerita, jangan di jawab dulu Rin" ucap Gita kemudian setelah menangkap raut sedih dari wajah Karin.


"Gue nggak apa-apa kok" jawab Karin mencoba tetap tersenyum.


***


"Cup cup cup,,, sayang...." Ucap Angga kepada buah hati yang sedang di gendong nya. Pasalnya sudah lama sekali bayi kecil itu menangis.


"Biar aku yang gendong mas" ucap Santi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Santi pun mengambil alih bayi mungil yang masih tetap menangis meskipun sudah ia beri susu dan dia ayun di gendongan.


Santi menatap wajah putrinya yang belum berhenti menangis dan entah kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak. Entah mengapa juga dia tiba-tiba kepikiran tentang Deka. Pria yang lumayan lama tidak ia temui semenjak ia memiliki seorang putri.


***


"Bagaimana dengan ini?" Tanya Andre menunjukkan sebuah gambar kepada Deka.


Mata Deka melotot saat melihat gambar siapa yang di tunjukkan oleh Andre. Ia menatap nyalang ke arah Andre yang tengah tersenyum manis kepadanya.

__ADS_1


"Jangan sakiti mereka!!" Seru Deka.


__ADS_2