CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 92


__ADS_3

"Gue tanya! Ngapain lo deketin Gita?" Teriak Karin memukul keras bahu Angga.


Sementara Gita langsung menahan tangan Karin dan menggelengkan kepalanya pelan ketika Karin menatapnya.


"Jawab brengs*k!!" Seru Karin mengabaikan Gita.


"Sayang, udah yank" seru Aldo menahan Karin ketika Karin ingin mendekat dan memukul Angga kembali.


Angga hanya diam saja. Tak lama kemudian ia menatap Karin dengan sendu. Sementara Karin menatap Angga dengan tatapan marah.


"Gue.... Gue cuma mau minta maaf Rin" Jawab Angga pelan kemudian berdiri.


"Gak perlu!" Seru Karin. Karin maju beberapa langkah agar lebih dekat dengan Angga.


"Udah setahun lebih lo baru datang buat minta maaf sama Gita? Lo sehat? Pikiran lo masih normal?? Kemarin-kemarin kemana aja lo?!!" Ucap Karin mendorong bahu Angga sampai Angga mundur ke belakang.


"Karin udah, please" seru Gita memeluk Karin dari belakang.


Karin mengatur nafasnya yang memburu karena emosi. Karin memejamkan mata, ia masih ingat betul bagaimana terluka nya Gita waktu itu. Terlebih ketika memergoki Angga sedang berduaan di kamar yang sama dengan Santi, sahabat Gita sendiri.


Karin membalikkan badannya dan menatap Gita. "gue peduli sama lo Git" ucap Karin.


"Makasih" jawab Gita memeluk Karin.


Setelah dirasa Karin tenang, Gita pun melepas pelukannya dan melihat ke arah Aldo.


"Kak, tolong bawa Karin balik dulu ya" ucap Gita pada Aldo.


"Ayok yank" ajak Aldo langsung menarik tangan Karin dan meninggalkan Gita bersama Angga.


"Mas..."


"Sayang!" Seru seseorang dari arah belakang.


Gita langsung menoleh dan tersenyum ketika melihat sang kekasih sedang berjalan ke arahnya sembari membawa dua botol air minum.


Senyum Bryan pudar ketika ia melihat ada pria lain di dekat Gita. Wajahnya langsung masam ketika ia sadar bahwa pria itu adalah orang yang pernah membuat Gita terpuruk.


"Mau apa lo?" Tanya Bryan dingin dengan wajah datarnya.


"Kak udah." Cegah Gita menahan tangan Bryan ketika Bryan ingin mendekat ke arah Angga.


"Mas, aku udah ikhlas kok kalau kamu sama Santi. Pasti sekarang kalian udah punya anak kan." Ucap Karin dengan senyum manisnya.


Angga yang melihat itu terenyuh.


"Jadi please, urus keluarga mu. Jangan ganggu aku lagi." Lanjut Gita.


"Oh iya. Ini kak Bryan, calon suami aku" ucap Gita mengenalkan Bryan kepada Angga. Gita memeluk erat lengan Bryan membuat Bryan tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Bryan tersenyum miring mengejek Angga yang melihat mereka berdua dengan tatapan sendu.


"Kalau gitu kami permisi" ucap Gita kemudian pergi meninggalkan Angga.


***


"Sini biar aku aja yang gendong Tina. Kamu sarapan dulu aja" ucap Deka kepada Santi. Ia mengambil Tina dari gendongan Santi kemudian menimang nya.


Baby Tina yang sudah berusia 3 bulan kini sudah menjadi baby yang pintar. Ia sudah bisa menepuk pipi Deka dan membuat Deka bahagia. Keinginannya untuk lebih dekat dengan sang putri di kabulkan oleh Tuhan.


"Kamu ngga papa?" Tanya Santi merasa sungkan.


"Engga kok, aku justru seneng bisa deket sama Tina" jawab Deka tersenyum kemudian mencium pipi gembul Tina dan membuat Tina tertawa.


Santi pun memakan sarapannya dengan tenang sambil sesekali melirik kedekatan putrinya dengan Deka. Ayah kandung Tina.


"Cucu Oma udah wangi ya" seru nyonya Indri dari arah tangga.


Deka pun menoleh dan tersenyum ke arah wanita yang mirip Santi itu.


"Sini biar mama gendong" ucap nyonya Indri mengambil Tina dari gendongan Deka.


"Kalau gitu aku berangkat kerja dulu Ma" pamit Deka.


Nyonya Indri pun tersenyum dan mengangguk.


"Aku kerja dulu ya" pamit Deka kepada Santi.


Deka pun berlalu dari ruang makan di rumah Santi. Pria muda itu seharusnya sudah berangkat ke kantor sejak pagi namun ia sengaja mampir ke rumah Santi terlebih dahulu karena rindu dengan Tina, putrinya.


"Kenapa dulu ngga nikah sama Deka aja?" Tanya nyonya Indri kepada putrinya yang sedang sarapan.


"Ya namanya Santi cinta nya sama mas Angga" jawab Santi asal.


Nyonya Indri hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas pelan.


***


"Akhirnya selesai" ucap nyonya Siska ketika ia menyelesaikan masakannya.


"Biar Dahlia bawa ke meja makan Bu" ucap Dahlia kemudian mengambil mangkuk berisi orak-arik tempe yang tadi di masak oleh nyonya Siska.


"Makasih ya" ucap nyonya Siska.


"Dahlia, kamu panggil semua yang di depan ya. Sekalian nanti kamu juga ikut sarapan" ucap nyonya Indira kepada Dahlia.


"Iya Bu"


Dahlia pun menuju ke teras rumah, dimana para laki-laki sedang berbicara dan mengobrol ringan.

__ADS_1


"Permisi pak. Kata ibu di suruh sarapan" ucap Dahlia ketika sudah sampai di teras.


Andre yang mendengar suara perempuan itu langsung menoleh. Sementara Romy langsung menyikut lengan Andre bermaksud menggodanya.


"Ayok, Romy , Andre kalian juga ikut sarapan" ajak tuan Wijaya.


"Baik tuan" jawab Andre dan Romy bersamaan.


Mereka semua pun menuju ruang makan. Namun ruang makan itu sudah di sulap menjadi lesehan. Karena mereka akan sarapan bersama.


"Kita tunggu anak-anak dulu ya" ucap nyonya Indira ketika menyadari putrinya belum pulang.


Ketika mereka sedang sibuk memindahkan makanan dari meja ke lantai yang sudah di alasi tikar mereka mendengar keributan dari arah ruang depan.


"Harusnya kakak tadi biarin aku buat hajar pria bajing*n itu!" Ucap Karin berapi-api.


"Sayang udah dong. Kamu ngga kasihan sama Gita" ucap Aldo lembut.


"Udah ya. Sekarang tenang. Kita...."


"Kalian kenapa?" Tanya nyonya Siska.


"Mama!!" Seru Karin kemudian memeluk sang Mama.


"Kenapa?" Tanya nyonya Siska mengelus rambut Karin kemudian menatap Aldo.


Belum sempat pertanyaan itu terjawab, pintu kembali di buka dan memperlihatkan Bryan dan Gita. Namun Gita terlihat mengusap pipinya.


"Kalian kenapa sih?" Tanya nyonya Siska.


"Kami ngga apa-apa Tante" jawab Bryan.


"Ya udah. Kita sarapan bareng yuk" ucap nyonya Siska.


Aldo, Bryan, Karin dan Gita pun mengikuti nyonya Siska masuk ke ruang makan yang sudah di sulap menjadi seperti warung makan lesehan.


Wajah Gita yang sempat sendu langsung berubah ceria ketika melihat sang Mama yang tengah bercanda dengan wanita yang kemarin di jemput Romy.


"Sayang, sini duduk sini" seru nyonya Indira ketika melihat sang putri.


Gita pun langsung mendekat ke arah sang Mama dan duduk di samping kirinya.


"Kamu mau sarapan sama hem?" Tanya nyonya Indira.


"Gita mau sama ayam goreng nya terus sama orak-arik tempe nya Ma" jawab Gita.


Nyonya Indira pun mengambilkan nasi dan lauk sesuai keinginan sang putri.


Mereka semua kemudian mengambil masing-masing makanan sesuai keinginan mereka. Namun untuk Karin dan Gita mereka di ambilkan oleh sang Mama. Menjadi anak tunggal tentu membuat mereka sangat di manja dan di sayangi.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang menatap kedekatan mereka dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu menatap mereka dengan sendu. Hanya Andre yang memperhatikan wajah sedih gadis itu.


__ADS_2