CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 90


__ADS_3

Jangan Lupa Tinggalkan Hadiah dan Like Kalian Ya Guys....


**


Dahlia dan Andre yang masih sama-sama hening berjingkat kaget ketika tiba-tiba ada suara dari belakang mereka. Dan ketika menoleh Andre terkejut saat melihat bahwa bos nya sudah berdiri dengan gaya cool dengan kedua tangan di saku celana sedang berdiri dan menatap Andre yang terkejut dengan satu alisnya yang terangkat.


"Bo-bos.." ucap Andre gagap. Sementara tak jauh dari mereka Romy yang melihat kegugupan Andre hanya menahan tawa.


"Kenapa?" Tanya Bryan santai.


"Dahlia, kenalin ini bos ku namanya Bryan" ucap Andre memperkenalkan Bryan kepada Dahlia.


Dahlia pun tersenyum hangat, "jadi ini kak Bryan yang memiliki acara pertunangan tiga hari lagi?" Tanya Dahlia. Sebenarnya pertanyaan itu di tujukan kepada Bryan, namun karena Bryan hanya berwajah datar akhirnya Andre yang menjawab pertanyaan Dahlia.


"Iya. Nanti akan aku kenal kan juga kamu dengan nona Gita" ucap Andre dan di angguki oleh Dahlia.


Seketika Dahlia merasa canggung berada di dekat pria yang bersikap dingin seperti Bryan. Dahlia jadi berfikir bagaimana bisa ada seorang wanita yang menyukai pria yang mahal senyum seperti Bryan.


"Apa yang kau pikirkan??" Seru Bryan datar ketika menyadari tatapan Dahlia padanya agak aneh.


Glek. Dahlia menelan saliva nya kasar dan menatap Andre dengan tatapan memohon namun Andre memalingkan wajahnya.


"Saatnya makan malam!!!!" Seru seseorang yang sejak tadi bersembunyi di balik tanaman yang ada di taman itu.


Bryan, Andre dan Dahlia pun menoleh ke arah pria yang berjalan dengan santai dan tidak menoleh ke arah mereka. Namun ketika mereka bertiga menatapnya, pria itu pun juga menoleh dan tersenyum tanpa dosa seperti tidak terjadi apapun. Padahal dia tahu bahwa kedua pasang mata telah menatapnya tajam. Namun, pria itu justru memasang senyum manisnya dan menghampiri mereka.


"Bos sudah kembali?" Tanya Romy kepada Bryan.


"Kau pandai berpura-pura rupanya" ucap Bryan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Romy pun hanya nyengir kemudian merangkul bahu Andre dan menatap Andre dengan senyum jahilnya. Sedangkan Andre hanya memutar bola matanya malas.


"Ayok, aku kenal kan kamu dengan nona Gita dan yang lainnya" ucap Andre menarik tangan Dahlia secara reflek membuat Romy menutup mulutnya yang menganga karena kaget.


"Ckckck.... Awal yang bagus" gumam Romy kemudian menyusul Andre yang sudah berjalan jauh.


***


"Makasih mang" ucap Angga kepada seorang penjual nasi goreng yang baru saja meletakkan nasi goreng pesanannya.


"Sama-sama" ucap pembeli itu menyipitkan matanya dan mengerutkan keningnya seperti tengah mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Kamu den Angga ya. Pacar non Gita dulu" ucap penjual itu membuat Angga yang hendak menyuapkan nasi goreng ke mulutnya terdiam dan meletakkan kembali sendok nya di piring.


Angga tersenyum kemudian menatap mang Rahmat, penjual nasi goreng yang dulu sering ia datangi bersama dengan Gita. Karena saat itu Angga masih kuliah dan belum memiliki pekerjaan tetap. Jadi ia hanya bisa mengajak Gita makan di warung sederhana seperti milik mang Rahmat ini. Beruntung Gita bukan gadis kaya yang pemilih, Gita bisa makan dimana saja asalkan tempatnya bersih dan rasa masakannya enak.


"Mamang masih inget?" Tanya Angga.


"Duduk aja mang, nanti kalau ada pembeli mamang boleh ke dapur lagi" ucap Angga.


Mang Rahmat pun melihat sekeliling, pelanggannya sudah ia masukkan semua jadi ia pun duduk di kursi kayu dan siap menjadi teman cerita untuk Angga.


"Saya sudah putus lama dengan Gita mang" ucap Angga dengan wajah sendu.


"Pantesan" gumam mang Rahmat pelan namun masih terdengar oleh telinga Angga.


"Gita sering kesini mang?" Tanya Angga penasaran kemudian menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Rasanya masih sama seperti dulu, hanya saja kini Angga menikmatinya sendirian.


"Iya den, beberapa hari yang lalu juga non Gita kesini, bareng sama non Karin juga" jawab mang Rahmat.


"Tapi non Gita kesini nya lebih sering bareng sama calon suaminya." Lanjut mang Rahmat.


"Huk... Huk...." Angga seketika tersedak mendengar ucapan mang Rahmat.


Mang Rahmat pun dengan sigap memberikan air agar Angga meminumnya. Angga pun menerima air itu dan menenggaknya hingga sisa setengah gelas. Angga mengurut dadanya dan merasa lebih baik.


"Iya den, tiga hari lagi mereka tunangan. Dua hari yang lalu mereka kesini ngasih kabar ke mamang. Awalnya mamang bingung waktu itu non Gita pacaran sama kamu, eh pas kemarin kok bilang mau tunangan tapi bukan sama kamu" ucap mang Rahmat menatap Angga.


Nyes. Entah kenapa Angga merasa sakit ketika mendengar bahwa Gita akan bertunangan.


"Ya udah mang, ini udah malem. Saya pamit dulu ya" ucap Angga kemudian mengeluarkan uang berwarna biru dan menyerahkan kepada mang Rahmat.


"Saya ambil kembalian dulu den" ucap mang Rahmat beranjak.


"Ngga usah mang, kembaliannya buat mamang aja" ucap Angga kemudian berjalan cepat keluar dari tenda yang di gunakan untuk penutup rumah makan itu.


"Padahal nasi goreng nya belum habis" gumam mang Rahmat menatap nasi goreng pesanan Angga yang masih separuh.


Mang Rahmat pun membawa air dan sisa nasi goreng itu ke belakang.


"Mang Rahmat!!" Seru seseorang yang baru saja masuk ke warung makannya.


Mang Rahmat pun langsung berjalan menghampiri suara yang sangat di kenalnya.

__ADS_1


"Non Karin" ucap mang Rahmat.


"Nasi goreng masih mang?" Tanya Karin kepada mang Rahmat, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Karin ingin makan nasi goreng.


"Masih non" jawab mang Rahmat.


"Kakak mau ngga?" Tanya Karin kepada pria yang berdiri di samping Karin.


"Boleh" jawab pria itu yang tak lain adalah Aldo.


"Masih berapa porsi mang?" Tanya Karin.


"Saya lihat dulu ya non" ucap mang Rahmat.


Mang Rahmat pun kemudian berjalan ke arah belakang dan melihat sisa nasinya.


"Masih 10 porsi lagi non" ucap mang Rahmat.


"Saya pesen semuanya ya mang." Ucap Karin. "Saya tunggu disini" lanjutnya.


"Alhamdulillah" ucap mang Rahmat. "Siap non segera di buat" seru mang Rahmat bahagia.


***


"Belum tidur?" Tanya Bryan kepada Gita yang sedang berdiri bersandar ke tiang yang ada di rumah.


Gita menoleh ke arah Gita dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa?" Tanya Bryan berdiri tepat di samping Gita.


Gita pun meluruskan badannya dan menyenderkan punggungnya ke tiang agar ia bisa menatap Bryan.


"Nunggu Karin" jawab Gita.


"Kemana Karin?"


"Ke warung mang Rahmat" jawab Gita.


Bryan mengerutkan keningnya kemudian melihat ke arah pergelangan tangannya. Pukul sepuluh malam.


"Karin beli nasi goreng?" Tanya Bryan yang sudah hafal dengan nama mang Rahmat.

__ADS_1


Gita menganggukkan kepalanya sembari meringis. Sementara Bryan hanya menggelengkan kepalanya heran.


"Masuk yuk, tunggu di dalam. Anginnya dingin nanti masuk angin" ajak Bryan menarik tangan Gita bahkan sebelum Gita berkata iya.


__ADS_2