CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 93


__ADS_3

Hari semakin beranjak siang di kala semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Para suami sudah berangkat kerja sejak selesai sarapan tadi termasuk Aldo. Sementara para istri masih sibuk di dapur untuk membuat beberapa macam kue untuk di berikan kepada mereka yang sedang sibuk menyiapkan kembali ruangan yang akan di gunakan untuk acara pertunangan Bryan dan Gita.


Bryan dan Gita sendiri sedang keluar untuk melakukan foto shoot. Meskipun awalnya Gita menolak namun Bryan terus memaksa dan akhirnya Gita setuju.


Di ruangan yang besar dan luas, Karin meng-handle para orang-orang yang sedang menata ruangan itu sebagus mungkin dan sesuai dengan keinginan Gita. Disaat Karin sedang mengintruksikan kepada salah seorang dari mereka untuk memindahkan guci ke tempat lain tanpa sengaja Karin melihat ke arah Andre dan seorang perempuan yang Karin tahu namanya adalah Dahlia.


Andre dan Dahlia sibuk merangkai bunga yang berwarna-warni. Memang tidak aneh, namun Karin menangkap sebuah ekspresi sedih dari wajah Dahlia. Karin juga melihat beberapa kali Andre mengajak Dahlia berbicara namun hanya di tanggapi sekenanya oleh Dahlia. Padahal kemarin yang Karin tahu, Dahlia adalah orang yang cerewet. Namun sejak sarapan tadi gadis muda berjilbab itu menjadi jarang bicara.


"Non, apa lagi?" Tanya seseorang yang tadi sudah memindahkan guci.


"Kamu siapkan meja dan kursi nya ya. Bungkus dengan kain berwarna putih. Ajak teman-teman mu juga" jawab Karin kemudian meninggalkan orang itu setelah orang itu menganggukkan kepalanya.


Karin berjalan mendekat ke arah Dahlia dan Andre yang sedang duduk lesehan beralaskan tikar. Di samping mereka terdapat banyak sekali bunga-bunga yang nanti akan di rangkai menjadi satu. Rangkaian bunga itu akan di jadikan sebagai hiasan meja. Sebenarnya untuk orang sekelas Bryan dan Gita bisa langsung memesan ke toko bunga tanpa harus merangkai sendiri. Namun atas permintaan Bryan, mereka hanya memesan bunganya dan yang akan merangkai adalah anak buahnya.


"Dahlia kamu kenapa sih?" Tanya Andre meletakkan rangkaian bunga yang baru saja di buatnya.


Dahlia menoleh kemudian menggelengkan kepalanya.


"Aku tahu, kamu pasti sedih karena tadi melihat non Gita dan non Karin di suapi oleh Mama nya kan?" Tanya Andre menatap intens Dahlia.


Dahlia meletakkan bunga yang baru di rangkai. Kemudian menatap sendu ke arah Andre. Sementara Karin yang sudah hampir dekat langsung berhenti ketika mendengar apa yang di katakan oleh Andre. Entah kenapa Karin begitu penasaran dengan apa jawaban Dahlia.


"Dahlia, kita sama. Sama-sama berasal dari panti asuhan. Dari kecil aku juga belum pernah merasakan kasih sayang dari orang tua, terutama ibu." Jawab Andre menatap Dahlia. Dahlia pun menatap mata Andre, tampak sebuah kesedihan di sana.


"Sampai aku bertemu dengan tuan Bryan, dan kemudian aku bisa merasakan sedikit kasih sayang seorang ibu dari nyonya Lana" lanjut Andre.


"Bagaimana rasanya di perhatikan oleh ibu? Aku sungguh tidak pernah merasakannya. Bunda memiliki banyak anak untuk di perhatikan. Sementara aku adalah yang paling besar. Jadi aku tidak bisa jika harus bermanja-manja dengan bunda" ucap Dahlia dengan suara serak.


Karin yang berada tak jauh dari mereka merasa tertusuk. Disaat kemarin ia sempat marah dengan sang Mama. Kini ia mendengar bahwa ada yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Karin terpaku di tempatnya dan ingin mendengar lebih banyak apa yang akan di bicarakan oleh Andre dan Dahlia.

__ADS_1


***


"Kamu ada kerjaan?" Tanya nyonya Indri kepada Santi yang sedang sibuk menggambar di atas kertas.


"Enggak Ma, cuma lagi ngerjain gambar pesanan klien aja." Jawab Santi. "kenapa?" Tanyanya kemudian.


"Ikut Mama yuk" ajak sang Mama duduk di samping Santi.


"Kemana?" Tanya Santi meletakkan pensil yang ia gunakan.


"Ke mall, Mama mau beli hadiah buat acara pertunangan Gita" jawab sang Mama.


Mendengar itu Santi yang semula menatap sang Mama langsung memalingkan wajah.


"Kalau kamu ngga mau biar Mama sendiri aja. Gak apa-apa kok" ucap sang Mama menyentuh tangan Santi.


Santi tersenyum tipis kemudian membereskan kertas dan alat yang ia gunakan untuk menggambar.


Nyonya Indri pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Santi bawa ini ke kamar dulu Ma, sekalian mau nengok Tina" ucap Santi membawa peralatan nya ke kamar.


Sampai di kamar rupanya Tina sudah terbangun dari tidurnya dan sedang bermain sendiri. Bayi mungil itu tertawa saat mainan yang berada tepat di atas wajahnya mengeluarkan bunyi ketika di sentuh oleh tangannya.


"Sayang... Sudah bangun rupanya" ucap Santi menghampiri Tina yang ada di box nya.


Senyum Tina melebar ketika melihat wajah Santi mendekat ke wajahnya. Ia memeluk pipi Santi dan tertawa riang. Santi mengangkat Tina dari box dan menggendongnya.


"Kamu mau ajak Tina?" Tanya sang Mama yang baru masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Iya Ma.. Ini Santi mau siapin perlengkapan Tina" jawabnya.


"Sini biar Tina Mama gendong" ucap sang Mama mengambil alih Tina.


"Cucu Oma" ucap nyonya Indri memegang tangan Tina yang menepuk pipinya. "Sudah bangun ya..." Lanjutnya.


Tina pun tertawa ketika nyonya Indri meletakkan wajahnya di bagian dada Tina membuat bayi itu merasa geli dan tertawa. Santi yang sedang menyiapkan perlengkapan Tina melihat itu, ada rasa syukur dalam hatinya. Ia sudah memantapkan hati untuk berubah. Ia akan mencoba meminta maaf lagu kepada Gita.


"Udah Ma, yuk berangkat" ucap Santi.


Mereka kemudian keluar dari kamar dan menuju garasi mobil.


***


"Dahlia!" Panggil Karin kepada Dahlia.


Dahlia yang sedang sibuk merangkai bunga bersama Andre pun menoleh ke arah Karin yang sedang berjalan menuju ke arah mereka sembari tersenyum.


"Kenapa mbak?" Tanya Dahlia.


"Bisa ikut aku sebentar ngga?" Tanya Karin. Ia melirik ke arah Andre, Andre pun hanya mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Boleh mbak... Kemana ya?" Tanya Dahlia meletakkan rangkaian bunga yang sudah selesai ia kerjakan.


"Yuk" ajak Karin tanpa menjawab pertanyaan Dahlia.


Dahlia pun menoleh ke arah Andre, kemudian berdiri mengikuti Karin yang sudah berjalan lebih dulu.


Saat Dahlia berjalan, tanpa di sadari ada sesuatu yang terjatuh dari sakunya. Andre yang melihat itu langsung mengambil dan ketika ingin memanggil Dahlia namun Dahlia sudah berjalan jauh dan terlihat mengobrol dengan Karin. Akhirnya Andre pun melihat dan ekspresi nya seketika berubah ketika tahu apa yang baru saja jatuh dari saku Dahlia.

__ADS_1


"Pantas saja dia merasa sedih, ternyata...." Ucap Andre melihat Dahlia yang sedang tersenyum dan mengobrol bersama Karin.


__ADS_2