
Acara ijab qobul pernikahan Karin dan Aldo berjalan dengan lancar. Saat ini mereka menjadi raja dan ratu di atas pelaminan yang megah. Beberapa kali mereka mengatur posisi untuk pengambilan gambar yang bagus.
"Mau di foto di sana" rengek Gita kepada Bryan.
Gita bahkan menarik-narik jas yang di kenakan oleh Bryan. Sementara Bryan masih diam di tempat hanya memandang geli kearah sang istri. Bukan tanpa sebab Bryan tidak menuruti keinginan sang istri. Namun, di atas pelaminan sana Karin dan Aldo masih ada sesi foto bersama antar keluarga dan foto wedding untuk album pernikahan mereka.
Sementara Gita sudah tidak sabar ingin duduk di kursi pelaminan yang di hias dengan bunga-bunga kesukaan Karin, dan kebetulan kesukaan Gita juga.
"Ayok kaaakk...." Rengek Gita lagi dengan ekspresi seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu.
"Nanti dulu sayang" ucap Bryan mengelus lembut rambut Gita.
"Anak Papa sabar ya. Tante Karin sama om Aldo masih sibuk berfoto. Nanti kalau sudah selesai kita boleh foto bersama ya" ucap Bryan agak berjongkok. Ia tengah berbicara dengan bayi yang ada di perut Gita.
"Nyonya, silahkan minum dulu" ucap Andre memberikan segelas air putih untuk Gita.
Gita mengambil nya dan meminum nya hingga tersisa setengah gelas.
"Duduk dulu mba. Biar ngga capek, nanti kaki nya kram" ucap Dahlia.
Gita pun duduk di samping Dahlia. Entah kenapa keinginan nya untuk berfoto sedikit berkurang. Mungkin karena anak-anak di dalam perutnya mendengarkan ucapan sang Papa.
"Berapa bulan mba?" Tanya Dahlia mengelus perut Gita yang memang sudah membuncit.
"Mau jalan tujuh bulan Lia, nanti pas acara tujuh bulanan kamu dateng ya" ucap Gita.
"Insyaallah ya mbak" jawab Dahlia tidak janji.
"Pas tiga bulanan waktu itu kamu ngga dateng, cuma bunda panti sama anak-anak aja yang dateng" kata Gita dengan ekspresi sendu.
Dahlia mengelus bahu Gita "waktu itu aku sama mas Andre sedang pergi mbak" ucap Dahlia dengan wajah bersemu merah.
"Tidak perlu malu, aku tau kamu sama Andre lagi bulan madu kan waktu itu" ucap Gita mencubit gemas pipi Dahlia yang terlihat sedikit tembem.
"Kamu terlihat makin berisi Dahlia" ucap Gita memperhatikan tubuh Dahlia yang memang terlihat sedikit gemuk dari sebelumnya.
"Iya mbak... Akhir-akhir ini aku sering banget ngemil. Apalagi kalo bangun pagi udah di masakin sarapan sama mas Andre." Jawab Dahlia dengan ekspresi sedih di awal, namun berganti senang ketika mengatakan bahwa suaminya pandai memasak.
__ADS_1
"Aku baru tau kalo Andre bisa memasak" sahut Bryan yang baru datang, ia membawa sepiring berisi buah anggur dan apel yang telah di kupas dan di potong kecil-kecil.
"Makasih sayang" seru Gita bahagia.
"Kamu mau" tawar Gita pada Dahlia.
Dahlia hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengedarkan pandangannya ke arah stand makanan. Matanya berbinar kala melihat aneka macam kue yang berjejer indah di salah satu meja di bagian makanan.
Mata Dahlia semakin berbinar ketika melihat Andre berjalan ke arahnya sembari membawa piring yang berisi beraneka macam kue.
"Makasih" ucap Dahlia bersorak ketika Andre menghidangkan sepiring kue itu di depannya.
Dahlia pun langsung melahap kue itu dengan rakus. Bahkan ada kue yang menempel di ujung bibirnya. Gita yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, namun ia jadi ingat sesuatu. Jangan-jangan.....
"Dahlia...." Panggil Gita.
"Woy bro!" Seru Romy memukul pelan bahu Andre.
Romy datang bersama seorang wanita yang memakai dress biru panjang dengan hiasan mutiara pada kerah lehernya. Sepadan dengan pakaian Romy yang berwarna biru muda.
"Intan!!!!" Seru Gita bahagia
"Gita!!! Ya ampun!!" Seru wanita itu tengah ternyata bernama intan.
"Ini beneran lo?" Tanya Gita melepas pelukan mereka dan memandang intan dari atas ke bawah.
Gita merasa takjub dengan intan yang sekarang, menjadi glow up dengan polesan bedak dan baju yang stylish.
"Sayang, kenalin ini Intan teman kuliah aku dulu" ucap Gita memperkenalkan Intan kepada Bryan.
"Dia temen Nyonya?" Tanya Romy tidak yakin.
Bagaimana bisa ia memacari teman dari majikannya.
"Nyonya?" Ulang Intan.
"Iya, nyonya Gita majikan aku yank. Istri dari pak Bryan" jelas Romy kikuk. Pria itu takut jika Intan akan menjauhi dirinya.
__ADS_1
"Saya bukan majikan kamu, saya hanya bos di tempat kamu kerja. Dan sudah berapa kali sayang bilang jangan panggil istri saya nyonya, karena kamu bukan pembantu" ucap Bryan tegas.
"Betul. Kamu tenang saja Intan. Romy itu hanya merendahkan dirinya saja. Kau tau bahkan perusahaan suamiku tidak akan berjalan baik jika tidak ada asisten seperti Romy" ucap Gita gamblang membuat Bryan melotot tidak percaya.
Sementara Romy hanya menggaruk tengkuknya merasa sungkan.
"Baiklah. Lagipula jika memang Romy bekerja sebagai pembantu atau tukang kebun di rumah mu. Aku tidak akan keberatan" ucap Intan, wanita itu memeluk lengan Romy erat.
Romy bernafas lega, akhirnya ia menemukan wanita yang baik hati. Tidak seperti sebelumnya yang selalu mundur jika di kenal kan kepada Bryan. Terlebih dia selalu memanggil Bryan dengan sebutan 'bos'.
"Selamat bung. Akhirnya kau menemukan wanita yang pas untuk mu" ucap Andre menepuk bahu Romy pelan.
"Segera halalkan. Kau tidak ingin satu rumah dengan wanita yang kau cintai" lanjut Andre sembari memeluk Dahlia erat dan mencium rambut Dahlia yang terbungkus jilbab. Alis Andre naik turun menggoda Romy, Romy pun hanya mendengus kesal.
"Betul Rom, apa lagi yang kau tunggu. Apakah gaji menjadi asisten ku kurang banyak? Kau lihat, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah dari anak kembar. Kau sungguh tidak ingin?" Goda Bryan memandang Romy.
"Kita pindah yuk yank, disini banyak setan" ucap Romy memandang Andre dan Bryan bergantian dengan sinis.
Romy pun menarik tangan Intan lembut untuk menghampiri Karin dan Aldo yang ada di pelaminan.
"Kau menggoda Romy, lihat dia menjadi marah" ucap Gita mencubit perut Bryan.
"Tidak mungkin Romy marah, ia hanya sedikit kesal saja" jawab Bryan terkekeh
"Betul nyonya,. Romy"
"Sudah ku bilang jangan panggil aku nyonya!" Ucap Gita tegas
"Ma-maaf nona" ralat Andre. "Mari kita ikut mereka ke pelaminan untuk foto bersama" ucap Andre.
Mereka berempat pun kemudian menyusul Romy dan Intan. Terlihat di atas sana Karin dan Intan pun saling berpelukan untuk melepas kerinduan. Karena teman Gita sudah pasti teman Karin.
Mereka pun mengambil gambar dengan berbagai posisi dan pose. Terlihat wajah mereka sangat bahagia.
___
^^^Happy wedding untuk Karin dan Aldo, semoga othor lekas menyusul 🤭🤭🤭^^^
__ADS_1