CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 97


__ADS_3

Gita terpaku melihat siapa yang memanggilnya. Begitu juga dengan Bryan, pandangannya langsung menusuk ke arah pria yang baru saja memanggil tunangan nya itu. Bryan langsung menghampiri Gita yang berdiri, tangan Bryan dengan posesif memeluk pinggang Gita dan menatap tajam ke arah pria yang terpaku menatap keduanya. Tatapan Bryan seolah memperingati pria itu bahwa Gita adalah miliknya.


"Aku kesini untuk mengucapkan selamat atas pertunangan mu. Semoga kamu bahagia selalu bersama orang yang sangat mencintaimu" ucap pria itu yang tak lain adalah Angga.


"Ya tentu saja Gita akan bahagia bersama ku" jawab Bryan tegas.


Angga tersenyum getir, ia pun meletakkan hadiah yang di bawanya ke atas meja kemudian langsung pergi.


"Terima kasih kak" ucap Gita kepada Bryan.


Bryan menatap Gita dengan kening mengkerut heran.


"Ya elah, kalau mau romantis romantisan jangan disini ngapa?!" Seru Karin membuat Gita dan Bryan yang saling menatap langsung beralih melihat Karin.


Gita hanya tersenyum tipis kemudian berjalan mendekat ke arah Karin. Ia memeluk Karin erat, kemudian melepas pelukan itu dan memandang Karin.


"Makasih banyak banget ,banget bangeeeet ya Karin" ucap Gita dengan tulus.


Karin tersenyum bahagia kemudian memeluk Gita singkat. "Gue bahagia banget liat lo senyum kayak gini" ucap Karin.


"Kak, jagain sahabat gue ya.. awas aja kalo sampe kakak buat Gita nangis" ucap Karin dengan nada mengancam dan mata sipit tajam menatap Bryan.


Bryan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Karin, bagaimana bisa Bryan menyakiti Gita jika kebahagiaan Bryan ada pada Gita.


"Tenang saja. Sahabat mu akan aman bersama sahabat ku" sahut Aldo berdiri dan mendekat ke arah Karin.


Karin hanya mencibir dan memutar bola matanya malas.


"Gita" panggil seseorang.


Gita langsung menoleh ketika ada yang memanggil namanya. Gita terkejut ketika mendapati bahwa seorang wanita yang sudah menjadi ibu kedua baginya datang di acara pertunangannya. Gita melihat sekeliling dan mata Gita terpaku ketika mendapati ternyata wanita itu tidak datang sendiri. Wanita tersebut mendatangi Gita dan langsung memeluk Gita erat, Gita pun membalas pelukan itu. Karena Gita pun merasa rindu dengan seorang wanita yang menjadi ibu dari sahabatnya, dulu. Dulu sekali.


"Selamat atas pertunangan kamu ya nak.. Semoga bahagia selalu" ucap perempuan tadi yang tak lain adalah nyonya Indri, ibunda Santi.


"Terima kasih Tante.. Terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara Gita" jawab Gita tersenyum.


"Ya... Dimana Mama mu? Tante rindu sekali" ucap nyonya Indri.

__ADS_1


"Mama....."


"Mari Karin antar Tante menemui Mama Indira." Ucap Karin.


"Mama Indira?" Tanya Bryan bingung.


"Iya dong, masa sama calon mama mertua ngga kenal?" Tanya Karin sewot.


"Heran aja, sejak kapan kamu manggil Mama Indira dengan sebutan Mama juga?" Tanya Bryan.


"Sejak aku denger kalo kak Bryan manggil Tante Indira Mama. Kalo kak Bryan boleh masa aku engga" jawab Karin dengan nada sinis.


Karin pun langsung menggandeng tangan nyonya Indri dan meninggalkan Gita juga Bryan. Sementara Aldo tentu saja menguntit Karin dimana pun Karin pergi.


"Gita .. Selamat atas pertunangan kamu" ucap seseorang yang sejak tadi ada di belakang nyonya Indri.


"Terima kasih" jawab Gita pelan.


"Ini hadiah dari aku, semoga kamu suka" ucap nya lagi.


"Ya, terima kasih. Seharusnya kamu ngga perlu repot-repot" kata Gita.


"Kakak kesana dulu ya. Mau ngobrol sama Andre dan Romy" pamit Bryan yang mengerti dengan suasana ini.


Gita menganggukkan kepalanya pelan dan menatap seorang wanita yang dulu adalah sahabat dekatnya.


"Duduk lah" ucap Gita yang sudah duduk lebih dulu.


Santi, wanita itu pun duduk. Ia sungguh gugup saat ini. Meskipun tatapan Gita tidak menyiratkan sebuah kebencian namun Santi sangat merasa bersalah dan menyesal.


"Git, gue mau minta maaf" ucap Santi.


"Gue tau, harus nya gue ngga pantes buat ketemu lagi sama lo. Terlebih untuk hal yang udah gue lakuin. Gue emang bukan sahabat yang baik buat lo Git. Karena gue udah jahat banget sama lo, padahal lo, lo baik banget sama gue dan juga sama keluarga gue Git" ucapnya dengan suara serak.


Gita hanya diam, namun matanya berkaca-kaca.


"Gue nyesel, gue ngga tau kenapa gue dulu bisa ngelakuin hal yang hina dan bo*doh. Sampe-sampe pertemanan kita yang udah bertahun-tahun putus gitu aja." Ucapnya lagi, kali ini dengan air mata yang sudah mengalir di pipi.

__ADS_1


"Gue nyesel banget Git, gue ngga tahu lo mau maafin gue atau engga. Tapi gue bener-bener nyesel.. Gue ngga tau gue harus gimana supaya lo bisa maafin gue. Karena gue yakin, kalo cuma ucapan itu ngga bakal bisa nyembuhin luka yang udah gue beri buat lo" lanjutnya, tangannya mengusap air mata yang sudah mengalir di pipi.


Gita menarik nafas dalam, air mata lolos begitu saja. Luka? Luka itu memang masih ada, namun tak sedikitpun ia menaruh kebencian kepada wanita yang ada di depannya itu. Gita hanya merasa kecewa karena ia merebut Angga dulu. Padahal mungkin jika mereka saling menyukai, Gita bisa saja melepaskan Angga untuk Santi, tanpa harus mereka selingkuh dan melakukan perbuatan hina.


"Git, gue tau lo pasti benci banget sama gue. Gua tahu gue ngga pantes buat nerima maaf dari lo. Gue ... Gue emang ..." Ucap Santi memandang Gita.


Namun Santi terdiam ketika melihat Gita berjalan ke arahnya. Santi menahan degup jantung nya yang mulai tidak beraturan. Santi menutup matanya ketika Gita berhenti tepat di sampingnya.


Santi langsung membuka mata terkejut ketika ternyata Gita memeluk nya sambil terisak. Santi pikir Gita akan menampar pipinya atau mungkin Gita akan memukul dan menjambak dirinya.


"Gita..." Panggil Santi dengan suara serak. Ia membalas pelukan Gita dan ikut terisak juga. Mereka dua sahabat yang terpisah akhirnya kembali berpelukan.


Tak jauh dari mereka Karin mengusap ujung matanya. Ia ikut bahagia ketika Gita mampu menerima kembali seorang sahabat yang pernah melukainya.


"Kenapa?" Tanya Aldo yang keheranan melihat sang kekasih menangis. Aldo ikut melihat ke arah mana Karin melihat kemudian memandang Karin lagi.


"Terharu" seru Karin dan langsung memeluk Aldo.


Aldo langsung meletakkan jus yang ia bawa di atas meja. Ia kemudian membalas pelukan Karin.


"Jeng, maafin Santi ya. Aku ngga tau kalo ternyata Angga dulu adalah kekasih Gita" ucap nyonya Indri menatap nyonya Indira dengan penuh rasa bersalah.


Nyonya Indira meraih tangan nyonya Indri, "semua sudah berlalu jeng. Dan lihat sekarang sepertinya mereka sudah berbaikan" ucap nyonya Indira.


"Iya mbak... Bagaimana pun jodoh Gita dengan anak saya. Makanya dulu Gita putus sama Angga, atau siapa itu" sahut nyonya Lana sembari terkekeh.


Nyonya Indri pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


"Selamat ya jeng. Sebentar lagi bakal punya mantu" ucap nyonya Indri.


"Yang selamat itu seharusnya kamu jeng, karena sudah memiliki cucu dan menantu" ucap nyonya Indira kemudian tertawa.


"Lihat, mantu mu itu sayang banget sama anaknya" ucap nyonya Indira, nyonya Indri pun melihat ke arah yang sama.


Di sana. Deka sedang mengobrol dengan Bryan, Romy dan Andre. Deka bahkan sembari menimang Tina.


"Dia itu baru calon menantu jeng, tunggu masa iddah Santi selesai mungkin mereka akan saya nikah kan" ucap nyonya Indri.

__ADS_1


Nyonya Indira dan nyonya Lana pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti.


__ADS_2