
Romy terdiam mendengar pertanyaan Bryan. Romy meneguk ludahnya lalu menatap ke arah Bryan yang sedang duduk menatap ke depan.
"Kau tau, aku sangat mencintai Gita. Namun ternyata kakek ku sendiri yang membuat aku tidak bisa bersama dengannya. Bukankah ini mengenaskan?" Tanya Bryan.
"Tuan,,,, saya sungguh ikut kecewa dengan tindakan tuan besar. Namun, bagaimana jika tuan besar memiliki alasan tersendiri saat melakukan hal itu" ucap Romy pelan agar tidak membuat Bryan bertambah marah.
"Alasan yang bagaimana??? Alasan seperti apa yang bisa membuat orang yang menjadi panutan ku berbuat konyol seperti itu...???" Seru Bryan meremas rambutnya.
"Tinggalkan aku sendiri Romy!!" Seru Bryan. Romy yang sebenarnya tidak tega meninggalkan Bryan pun terpaksa pergi dari ruangan itu.
***
"Makasih ya udah anterin gue.." ucap Karin saat mobil mereka sudah sampai di halaman rumahnya.
"Oke,,, gue langsung pulang ya" jawab Gita. Mereka pun berpelukan sebagai tanda perpisahan walaupun besok pagi bertemu kembali.
"Ya udah, bye Git..."
"Bye Karin..."
Setelah itu mobil Gita pun berbalik dan segera meninggalkan kediaman Bram.
Karin pun berbalik, dan saat Karin membalikkan badannya Karin melihat supirnya yang sedang berdiri tak jauh darinya. Mata mereka saling bertatapan, Karin menatapnya penuh tanda tanya dan curiga sedangkan Andi menatap Karin dengan penuh rasa was-was.
Karin pun segera berjalan menghampiri Andi, sedangkan pria itu hanya bisa berdiam dan menunggu kedatangan Karin. Andi takut jika menghindar malah membuat Karin curiga.
"Non, sudah pulang.." sapa Andi kepada Karin yang sudah ada di depannya.
"Ya..." Jawab Karin singkat. Karin bersedekap dan menatap tajam ke arah Andi.
"Katanya lagi di bengkel, kok udah sampai rumah?" Tanya Karin.
"Hhee,, iya non. Tadi pas setelah non Karin telepon ternyata mobilnya sudah bisa." Jawab Andi.
"Huh .." kesal Karin lalu segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sedangkan Andi memperhatikan Karin yang sedang berjalan dan ketika Karin sudah masuk ke dalam rumah Andi mengusap dadanya dengan perasaan lega.
***
Saat ini Gita baru sampai di rumah, karena tadi ia sempat mampir di toko kue terlebih dahulu untuk membeli beberapa kue kesukaannya. Mobil terhenti di halaman rumah, Gita mengerutkan keningnya saat melihat ada mobil yang tak di kenalnya.
"Apakah ada tamu Ka?" Tanya Gita kepada supirnya.
"Saya tidak tau non, tadi pas saya berangkat menjemput nona mobil ini belum ada" jawab Eka.
Gita pun menganggukkan kepalanya mengerti. Gita lalu mengambil 2 kotak yang berisi kue dan keluar dari mobil. Eka pun kemudian mengikuti sang nona.
"Eka, bagikan ini kepada yang lain ya. Saya mau masuk dulu" ucap Gita menyerahkan 1 kotak berisi kue kepada Eka. Dan setelah Eka menerima kotak itu Gita langsung masuk ke dalam rumah.
Eka pun langsung masuk ke dalam mobil untuk memasukkan mobilnya di garasi. Sementara Gita sudah masuk ke dalam rumah.
"Gita pulang...!!" Seru Gita membuka pintu dan terlihat memeluk kotak kue.
Kening Gita mengkerut saat melihat dua orang yang sepertinya dia kenal. Di sampingnya juga ada sang Mama yang tengah mengobrol dengan dua orang itu.
Gita pun berjalan menghampiri sang Mama lalu meletakkan kotak kue yang tadi di bawanya di atas meja. Kemudian duduk di samping sang Mama.
"Kenapa Ma?" Tanya Gita menatap sang Mama lalu menatap ke arah dua orang yang tidak asing bagi Gita.
"Ini adalah asisten Bryan, Romy dan Andre" ucap sang Mama memperkenalkan dua orang pria itu. Keduanya pun tersenyum ke arah Gita.
"Mereka datang kesini karena ada keperluan dengan mu" jelas sang Mama lagi.
"Dengan Gita?" Jawab Gita menunjuk dirinya sendiri dan menatap sang Mama. "Memangnya ada apa?" Tanya Gita heran lalu menatap ke arah dua pria itu.
Sang Mama pun tersenyum lalu memegang tangan Gita dengan lembut dan membuat Gita menatap sang Mama.
"Mereka datang kesini dengan niat yang baik, kamu dengarkan pembicaraan mereka. Mama juga tidak bertanya apa yang akan mereka bicarakan karena mereka ingin membicarakannya dengan mu." Ucap sang Mama.
"Kalau begitu, Mama ke dalam dulu untuk menyiapkan makan malam. Kau berbicaralah baik-baik dengan mereka." Ucap sang Mama lagi lalu beranjak dan menuju ke dalam rumah.
__ADS_1
Melihat interaksi Gita dengan sang Mama membuat Romy dan Andre termenung. Mereka jadi rindu dengan kehadiran sosok orang tua dalam hidup mereka. Romy dan Andre terlihat menarik nafas panjang untuk meredam kerinduan yang mungkin selamanya tidak akan pernah terluapkan.
"Ekhem.." Romy berdehem dan menatap Gita. "Apakah nona Gita ingin membersihkan badan terlebih dahulu? Pembicaraan kita mungkin akan sedikit lama" ucap Romy menatap Gita.
Gita tersenyum ramah "tidak, ini masih setengah lima. Aku memberikan waktu 45 menit kepada kalian untuk berbicara" jawab Gita pelan namun tegas.
Mendengar itu Romy dan Andre pun saling pandang. Wanita seperti, pantas saja bos mereka sangat cinta. Namun mereka juga heran kenapa tuan besar mengatakan nona yang begitu cantik dan cerdas seperti ini di tolak masuk ke dalam keluarga Albara.
"Baiklah nona, kedatangan kami kemari karena ingin menyampaikan sesuatu tentang bos" ucap Andre.
"Maksudnya bos adalah tuan muda Bryan" jelas Romy.
Gita pun menatap mereka lekat dan siap mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan.
"Nona,,, mengenai tuan besar yang menemui nona beberapa tahun yang lalu. Itu sungguh tanpa sepengetahuan bos Bryan. Bos sama sekali tidak tau menahu mengenai pertemuan itu, dan mengenai tuan besar menemui nona." Ucap Romy.
"Setelah hari itu bos bertengkar hebat dengan tuan besar karena tuan besar menyuruh orang membawa paksa bos untuk menjauh dari nona" lanjut Andre.
"Saat itu bos menjadi murung, tak jarang saya mendengar bos menangis saat malam karena merindukan nona" lanjut Andre menatap Gita.
Gita di buat tercengang oleh pernyataan dua orang di depannya ini.
"Bos sangat mencintai nona..." Ucap Andre.
"Setelah di pindahkan ke Bandung, tuan besar menutup semua akses bos agar tidak bisa menghubungi nona, kemana pun tuan muda pergi akan ada pengawal yang mengawasi, mohon nona jangan salah paham." Ucap Romy.
"Dan hari ini, bos baru mengetahui bahwa beberapa tahun yang lalu tuan besar menemui anda. Hari ini telah terjadi pertengkaran hebat antara tuan besar dan tuan Bryan." Lanjut Romy.
"Hari ini,,, tuan Bryan sangat hancur. Karena ia baru tau bahwa panutan yang selama ia hormati ternyata bertindak sesuka hati dan memisahkan tuan Bryan dari nona" lanjut Romy lagi.
"Nona, mengenai pertunangan yang di sampaikan tuan besar kepada nona, itu bukanlah hal yang benar. Sebab sampai saat ini tuan Bryan hanya mencintai nona." Ucap Andre.
"Mohon nona pikirkan ini dengan baik," lanjutnya lalu melirik ke arah Romy.
"Kalau begitu kami pamit, permisi" ucap Andre beranjak pergi lalu di susul oleh Romy.
__ADS_1
Mata Gita menatap kepergian mereka dengan berkaca-kaca.