
Sarapan telah selesai, Karin sudah berangkat terlebih dahulu di antar oleh Eka. Sedangkan Gita, terpaksa di tinggal karena Bryan berkata akan mengantarkan Gita sampai ke kantor dengan selamat.
"Kalau gitu Gita berangkat dulu ya Pa, Ma" pamit Gita kepada kedua orang tuanya.
"Ya sayang,,, hati-hati ya..." Jawab sang Mama memeluk Gita.
"Jaga anak om ya Bryan" pesan tuan Abdi kepada Bryan dan membuat Gita membulatkan matanya. Sementara Bryan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati sayang..." Ucap tuan Abdi kemudian mencium kening sang putri.
"Ya Pa.... Bye Ma, bye Pa..." Pamit Gita kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Bryan.
"Terima kasih kak" ucap Gita kepada Bryan. Bryan pun tersenyum manis kepada Gita.
"Pamit ya om, tante" ucap Bryan kemudian masuk ke dalam mobil.
Setelah mobil yang di kendarai Bryan keluar dari gerbang, tuan Abdi pun juga akan berangkat ke kantor. Di tangannya sudah siap tas untuk kerjanya.
"Kalau gitu Papa berangkat dulu ya Ma" ucap tuan Abdi.
"Iya Pa, hati-hati ya.." jawab nyonya Indira.
Tuan Abdi dan nyonya Indira pun berpelukan singkat. Kemudian tuan Arya masuk ke dalam mobil yang sudah sampai di hadapannya. Di samping mobil itu sudah ada sang supir yang membukakan pintu. Tuan Abdi pun masuk dan tak lama mobil berjalan dengan kecepatan sedang.
***
"Selamat pagi boos" sapa Romy kepada Bryan saat melihat Bryan masuk ke dalam ruangan.
"Ya, apakah kau sudah sarapan?" Tanya Bryan.
Romy melipat keningnya heran mendengar pertanyaan Bryan. Bukan sebab apa, tapi bos nya ini baru pertama kali bertanya tentang apakah dirinya sudah sarapan atau belum.
"Kenapa diam?" Tanya Bryan menatap Romy.
"Su..sudah bos" jawab Romy.
"Baguslah, aku memberi mu cuti untuk tiga hari ke depan" ucap Bryan.
Romy menatap bos nya yang sedang menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Aku juga sudah mentransfer bonus untuk mu" ucap Bryan lagi.
Romy langsung buru-buru mengecek handphone nya dan membuka aplikasi bank yang ada di hp nya. Mata Romy membulat saat melihat nominal bonus yang baru di kirim oleh bos nya.
Romy menatap Bryan lagi dan kebetulan Bryan juga sedang menatapnya.
"Kenapa? Kau tidak suka? Segera pergi atau aku akan berubah pikiran!" Ucap Bryan datar.
"Baik bos." Jawab Romy gembira kemudian meletakkan rantang yang ada di tangannya ke atas meja.
"Terima kasih bos!!!" Ucap Romy dengan gembira. Romy pun segera keluar dari ruangan itu sebelum bos nya berubah pikiran dan akan memberinya banyak pekerjaan.
Selepas perginya Romy, Andre masih asyik bersandar dan menggoyangkan kursi kebesarannya. Senyum pun tak pernah surut dari bibir nya.
Beberapa saat yang lalu ketika Bryan mengantarkan Gita ke Bram Corp.
"Gita.." panggil Bryan lembut menyadarkan Gita dari lamunan paginya.
"E.. iya kak" jawab Gita lalu menatap Bryan.
"Sudah sampai" ucap Bryan, Gita pun melihat ke luar dan ternyata benar dirinya sudah ada di halaman kantor Bram Corp.
"Kau masuklah, kerja yang semangat dan jangan lupa makan siang" ucap Bryan. Gita pun buru-buru keluar dari mobil dan di biarkan oleh Bryan.
Sungguh apa yang baru saja di lakukan oleh Bryan membuat jantung Gita ingin lompat dari tempatnya. Setelah Gita keluar Bryan pun menjalankan mobilnya meninggal perusahaan milik tuan Bram.
Gita memegang dadanya yang sedikit sesak saat mengingat kejadian tadi. Ia butuh nafas tambahan. Jantung Gita masih terasa berdebar-debar meskipun mobil Bryan sudah keluar dari pelataran kantor.
Bryan tersenyum lucu mengingat kejadian tadi. Wajah Gita yang bersemu merah karena malu, senyum tipisnya yang malu-malu. Ahh itu sungguh membuat hati Bryan merindukan Gita padahal baru saja mereka bertemu.
***
"Hai Ndre..." Sapa Romy ketika ia masuk ke dalam ruangan yang agak gelap.
Setelah mendapat bonus cuti dan juga bonus uang, Romy memutuskan untuk mengunjungi Andre yang di tugaskan untuk mengawasi anak baru yang dulu pernah menyebabkan nama baik Gita hampir rusak.
Andre yang merasa terpanggil pun menoleh ke arah Romy yang seperti biasanya, masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Andre memandang datar Romy, "apa?" Tanya nya.
__ADS_1
"Apakah kau tau....." Ucap Romy sengaja menggantungkan ucapannya kemudian mengambil kursi dan duduk di hadapan Andre.
Mendengar ucapan Romy yang belum selesai Andre hanya mengangkat satu alisnya.
"Aku mendapat cuti selama 3 hari dari bos" ucap Romy bahagia. "Aku juga mendapat bonus tambahan" lanjutnya dengan cengengesan.
"Aku tau" ucap Andre singkat membuat tawa Rony berhenti.
"Kau juga mendapat bonus?" Tanya Romy kepada Andre. Bahkan Romy semakin mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Andre. Beruntung di tengah-tengah mereka ada meja besar yang menjadi penghalangnya.
"Hmmm" jawab Andre malas.
"Kau juga mendapat cuti?" Tanya Romy.
"Ya"
Mendengar itu Romy hanya mendengus kesal, niat hati ingin pamer ternyata Andre sudah tau dan dia pun juga di beri oleh bos nya.
Mereka kemudian sama-sama hening, Romy dengan pemikirannya sendiri dan Andre sedang mengerjakan sesuatu. Pria yang seumuran dengan Romy itu ingin memanfaatkan bonus cutinya untuk berkunjung ke kampung halaman.
"Kau sedang mengerjakan apa?" Tanya Romy penasaran.
"Apa kau mau ikut aku ke panti asuhan?" Andre balik bertanya tanpa menoleh ke arah Romy.
"Kau berencana ke sana?"
"Ya, sudah lama sekali kita tidak pulang" jawab Andre.
Mereka kemudian sama-sama hening, dari ekspresi mereka dapat di tebak bahwa mereka memikirkan hal yang sama.
Andre dan Romy adalah anak yatim piatu yang di titipkan di panti asuhan. Setiap hari mereka berdua mencari uang dengan cara meminta atau mencari barang bekas. Bukan tidak bersyukur karena mereka sudah di rawat oleh pihak panti, namun mereka ingin melanjutkan sekolah mereka tanpa harus merepotkan panti asuhan yang mengasuh mereka.
Dan dari mereka yang setiap hari berada di jalan itu lah membuat takdir mempertemukan mereka dengan seorang Bryan yang dulu masih kecil juga. Akhirnya mereka berdua di bawa oleh Bryan dan di jadikan teman bermain meskipun pada awalnya ada penolakan dari kakek Bryan.
Namun, orang tua Bryan menerima dengan hangat kedatangan mereka dan memberikan mereka pendidikan yang sama seperti Bryan. Dan itu membuat mereka mematri dalam hati sebuah kesetiaan kepada keluarga itu dan juga kepada bosnya, Bryan.
"Aku akan ikut" jawab Romy menatap Andre dengan ekspresi yang sendu.
___
__ADS_1
yuhuuu... dukung aku selalu ya guys .. jangan lupa tinggalkan like dan vote kalian 🤗😌