CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 99


__ADS_3

Pagi harinya, Angga di bangunkan oleh petugas kebersihan yang bertugas di bar itu.


"Mas... Mas!" Panggil orang itu menggoyangkan bahu Angga pelan.


Merasa tidurnya terusik, Angga pun mengerjapkan matanya dan melihat ke sekeliling. Ia mengerutkan keningnya kemudian melihat ke arah seseorang yang baru saja membangunkan nya.


"Pukul berapa sekarang pak?" Tanya Angga dengan suara serak.


"Pukul delapan pagi mas" jawab orang itu ramah.


"Terima kasih sudah membangunkan saya pak" ucap Angga kemudian beranjak dan pergi.


Petugas kebersihan itu pun hanya memandang punggung Angga sambil menggelengkan kepala pelan. Ia sudah tidak heran dengan orang seperti Angga. Sebab selama bekerja sebagai petugas kebersihan di bar itu dia sudah banyak menemui orang-orang yang tertidur di pintu, atau bahkan di lantai bar itu.


Petugas kebersihan itu pun melanjutkan tugas nya membersihkan bar itu.


***


Dua hari sudah berlalu dari acra pertunangan Gita dan Bryan. Kali ini keluarga Wijaya mengadakan sarapan bersama dengan calon besan dan juga bunda panti asuhan yang sejak kemarin memang belum di izinkan pulang.


"Lo ngga kangen rumah?" Tanya Gita kepada Karin dengan alis terangkat satu.


Karin yang sedang mematut dirinya di cermin pun melihat Gita melalui pantulan di cermin besar yang ada di kamar Gita.


"Lo ngga suka gue disini?" Tanya balik Karin dengan nada sinis. Karin pun kemudian melanjutkan aktivitasnya memoles bedak pada wajahnya.


Gita tersenyum samar kemudian memandang bayangan Karin yang ada di cermin.


"Apa lo liat-liat?" Sewot Karin ketika mendapati Gita memandangi nya. Gita pun hanya terkekeh kemudian turun dari ranjang.


Gita berjalan menuju Karin dan memeluk Karin dari belakang.


"Gue seneng banget kalo lo ada disini" seru Gita.


Karin meletakkan bedak nya dan memegang tangan Gita yang melingkar di lehernya.

__ADS_1


"Gue ngga nyangka kalo sahabat gue ini sekarang udah tunangan dan dua bulan lagi mau nikah" ucap Karin menatap bayangan Gita yang ada di cermin.


Gita ikut memandang Karin.


"Makanya selama dua bulan ini gue mau sering-sering tidur disini. Sebab nanti kalo lo udah nikah gue bakal kesusahan kalo mau tidur bareng sama lo" ucap Karin serius.


Gita melepas pelukan nya kemudian berdiri bersandar di meja rias yang ada di kamarnya, matanya menatap Karin tangannya pun di lipat di dada.


"Kan nanti lo juga bakal tidur berdua bareng kak Aldo" ucap Gita santai.


Karin yang hendak memoles lipstik di wajahnya pun terhenti kemudian melihat Gita.


"Ya bener kan apa yang gue bilang. Emang lo ngga pengen nikah sama kak Aldo?" Tanya Gita.


"Untuk sekarang sih belum pengen. Ngga tau kalo nanti pas lo udah nikah. Gue kesepian. Gue bakal nikah sama kak Aldo" ucapnya lagi dan di akhiri dengan kekehan.


Tok .. Tok ..


"Mba Gita sama mba Karin di suruh turun sama ibu. Sarapannya udah siap" ucap seseorang dari balik pintu.


Suara yang di kenal oleh Karin dan Gita. Karena beberapa hari ini mereka menganggap orang itu sebagai teman baru yang asyik.


"Masuk aja dulu sini" ajak Gita dan langsung menarik tangan gadis itu untuk masuk ke kamarnya.


"Haiii .." sapa Karin yang sudah selesai dengan make up nya.


Gadis itu yang tak lain adalah Dahlia pun tersenyum ramah. Ia sedikit mencuri pandang kamar Gita yang ternyata sungguh luas. Jika di banding dengan kamarnya yang ada di panti asuhan, itu bukanlah apa-apa.


"Duduk sini" ucap Karin menyuruh Dahlia.


Dahlia yang tidak paham hanya memandang heran ke arah Karin.


"Ayo, aku akan membuat mu terlihat semakin cantik" seru Karin antusias dan langsung membawa Dahlia duduk di kursi rias.


"Tapi mbak..." Ucap Dahlia hendak menolak.

__ADS_1


"Udah diem aja. Cuma bedak sama lisptik doang kok" ucap Karin.


"Ini terlalu mahal kalo di pake sama Dahlia mba" ucap Dahlia menundukkan kepalanya. Ia merasa malu jika gadis cantik dan kaya seperti Karin memakaikan bedak pada wajahnya.


Karin agak membungkukkan badannya, tangannya terulur untuk meraih dagu Dahlia dan mengangkatnya. Membuat Dahlia mau tak mau bersitatap dengan Karin.


"Ngga ada bedanya antara aku sama kamu Dahlia. Kita semua sama. Aku, Gita, dan kamu. Itu sama" ucap Karin.


"Kamu mau kan? Anggap saja sebagai kenangan karena setelah sarapan kamu akan kembali ke panti asuhan" ucap Karin lagi.


Dahlia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Karin pun tersenyum dan mulai mengambil bedak yang cocok untuk kulit wajah Dahlia yang sepertinya belum pernah di sentuh oleh peralatan make up.


Sementara di bawah para ibu-ibu yaitu nyonya Indira dan nyonya Lana sedang mempersiapkan menu makanan di atas karpet. Mereka akan kembali makan lesehan karena ternyata itu menyenangkan juga.


"Kenapa Dahlia lama sekali memanggil Karin dan Gita. Apakah dua gadis itu masih belum bangun dari tidur" ucap nyonya Indira memandang kamar putrinya dari bawah.


"Kau seperti tidak pernah muda. Mereka pasti lama di dalam kamar karena ingin mempercantik wajah terlebih dahulu Dir" jawab nyonya Lana.


"Itu mereka!" Seru nyonya Lana kemudian ketika mendapati calon menantu dan dua gadis lainnya baru saja keluar dari kamar Gita.


Semua yang ada di bawah pun tersenyum ketika melihat tiga gadis yang mereka sayangi keluar dengan tampilan yang berbeda.


"Bukankah gadis mu terlihat sangat cantik?" Ucap Romy menyikut perut Andre pelan..


"Diam lah" ucap Andre datar.


"Kenapa harus malu-malu" seru Romy.


"Bos sedang memperhatikan kita" ucap Andre. Romy pun langsung melihat ke arah dimana Bryan sedang menatap keduanya dengan tatapan mengejek.


Bryan kemudian menatap ke arah tangga, khususnya menatap tunangan nya yang terlihat cantik dengan sweater longgar berwarna biru muda dan celana kulot berwarna putih. Bibir Bryan tersenyum tipis melihat gadis nya yang sama sekali tidak memandang nya justru bercanda dengan Karin dan Dahlia.


"Mereka cantik sekali" seru tuan Arya ketika melihat tiga gadis yang terlihat manis.


"Ya, sayang sekali Aldo tidak ikut sarapan dengan kita. Dia tidak bisa melihat wajah cantik Karin" ucap tuan Wijaya terkekeh. Yang lain pun ikut terkekeh mendengar penuturan tuan Wijaya.

__ADS_1


***


selamat bersantai sambil menyiapkan acara untuk nanti malam guys🤗


__ADS_2