CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 30


__ADS_3

Hari pagi sudah berganti malam, tuan Kurnia sedang duduk termenung di balkon kamar. Di letakkannya segelas kopi yang baru ia sesap. Pandangannya menatap beribu bintang yang malam ini menghiasi langit. Ingatan tuan Kurnia berlabuh pada kejadian beberapa tahun yang lalu.


*Flashback on


"Kakek, aku menyukai seorang wanita kek. Dia adik kelas ku namanya Anggita. Gadis yang sangat cantik dan juga pintar. Sebentar lagi dia akan lulus dan aku akan mengungkapkan perasaan ku padanya" cerita Bryan dengan antusias. Saat itu Bryan masih berusia 19 tahun.


Di sampingnya sang kakek hanya menatap Bryan dengan senyuman. Tidak mendukung ataupun menolak ucapan Bryan.


"Bryan, bagaimanapun kau masih kuliah. Perjalanan mu masih panjang. Jangan memikirkan untuk berpacaran terlebih dahulu" ucap sang kakek membuat Bryan yang tadi semangat langsung lemas.


Tanpa sepatah kata pun Bryan langsung meninggalkan sang kakek dan menuju kamarnya. Bryan kecewa dengan sang kakek. Selama ini kakek nya lah yang lebih sering mengatur dirinya. Sebelum ini Bryan sudah berbicara dengan kedua orangtuanya dan mereka setuju asalkan mereka saling mencintai. Tentu saja mereka berpacaran terlebih dahulu bukan langsung menikah seperti apa yang kakeknya pikirkan.


Bryan pun merebahkan tubuhnya ke kasur empuk miliknya. Dia ingin memejamkan mata dan berdoa semoga apa yang baru saja kakeknya katakan itu hanya mimpi.


Sementara di bawah, kakek Bryan menghembuskan nafasnya pelan. Tuan Kurnia merasa Bryan-nya sudah cukup dewasa sekarang, jadi ingin menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita. Tuan Kurnia berencana menyelidiki terlebih dahulu siapa gadis bernama Anggita yang di sukai oleh cucunya.


Tanpa sadar di balik pintu itu, seorang gadis yang seumuran dengan Bryan sudah mendengar semua apa yang di bicarakan oleh Bryan. Gadis itu pun segera pergi dengan penuh rasa benci. Bagaimana bisa Bryan menyukai gadis seperti Anggita.


Beberapa hari berlalu. Bryan di panggil oleh sang kakek. Bryan dengan perasaan berdebar langsung saja menemui kakeknya di ruang keluarga.


"Bryan, apakah gadis seperti ini yang kau sukai??!" Tanya sang kakek dengan tegas.


"Kau lihat ini!" Serunya lagi.

__ADS_1


Bryan pun langsung mengambil satu lembar dari beberapa foto yang ada di atas meja. Mata Bryan membelalak kaget, lalu mengambil foto lain lagi, namun foto itu semua sama. Bryan lalu menatap sang kakek.


"Kakek dapat darimana semua foto ini?" Tanya Bryan keras.


"Tidak penting aku dapat foto ini darimana. Tapi yang jelas keluarga Albara tidak akan sudi memiliki calon menantu yang sudah berhubungan dengan banyak pria!" Seru sang kakek.


"Dan lagi katamu gadis itu masih SMA, tapi lihat kelakuannya bahkan sudah seperti wanita jal*ng!!" Seru sang kakek lagi.


"Anggita bukan gadis seperti itu kek" ucap Bryan lemah.


"Rasa suka mu sudah menutupi kenyataan tentang dia Bryan. Pokoknya kakek tidak mau tau, buang rasa suka mu terhadap wanita yang tidak jelas seperti ini!!!"


Setelah berucap seperti itu sang kakek langsung meninggalkan Bryan. Sementara di ruang keluarga Bryan mengambil salah satu lembaran foto lagi untuk melihat apakah benar itu gadis yang di sukainya atau bukan. Dan benar saja Bryan menemukan sebuah kejanggalan dalam foto itu. Di dalam foto itu terlihat memang wajah Anggita, namun tubuhnya terlalu kurus dibandingkan Anggita yang memiliki postur tubuh yang ideal.


Flashback off*


"Tuan..." Seru Denan memanggil tuan Kurnia.


Lamunan masa lalu itu seketika buyar. Tuan Kurnia menatap Denan dengan sendu. Mengenai kejadian pagi tadi sukses menggoyahkan persepsi tuan Kurnia kepada gadis itu. Jika di lihat dari pakaiannya yang tertutup dan bentuk tubuh yang jauh berbeda dari foto waktu itu. Itu sudah mampu memutar balik keyakinan tuan Kurnia.


"Ada apa tuan?" Tanya Denan.


Tuan Kurnia menarik nafas dalam lalu menghembuskan pelan.

__ADS_1


"Apakah sebuah kesalahan jika waktu itu aku memisahkan Bryan dengan gadis yang di sukainya?" Tanya tuan Kurnia membuat Denan terpaku.


"Gadis yang tadi pagi menyelamatkan aku adalah gadis yang bernama Anggita. Gadis yang beberapa tahun lalu sempat Bryan ceritakan kepadaku" jelas tuan Kurnia.


"Tuan, maaf jika saya lancang. Namun jika saya boleh berpendapat, tuan memang salah. Saya akan menceritakan sesuatu tentang tuan muda kepada tuan" ucap Denan. Lalu Denan pun mulai menceritakan apa yang diketahuinya tentang Bryan beberapa tahun lalu.


*Flashback on


Setelah Bryan menyadari foto itu palsu Bryan ingin mengatakannya kepada sang kakek. Namun tindakan kakeknya lebih cepat. Ternyata tuan Kurnia sudah memesankan tiket pesawat dan menyuruh anak buahnya membawa paksa Bryan untuk pergi dari kota Jakarta.


Bryan pun mau tidak mau terpaksa mengikuti sang kakek. Karena saat Bryan memberontak salah satu anak buah kakeknya memukul tengkuk Bryan sehingga membuat Bryan pingsan. Dan saat tersadar Bryan sudah di rumah sang kakek yang berada di Bandung.


Saat itu Bryan merasa sangat bersedih. Dia tidak bisa kabur dari tempat itu meskipun sudah beberapa kali mencoba kabur dan mengelabui para bodyguard yang di tugaskan mengawasi dirinya.


Sehingga Bryan mengurung dirinya di kamar. Tidak mau makan dan minum bahkan aktivitas nya pun tidak di lakukan. Denan yang melihat itu merasa kasihan, namun tidak berani berpendapat dengan tuan besarnya.


Setiap malam Denan selalu mendengar tuan muda nya menangis dan saat Denan menyusup ke dalam kamar itu ternyata tuan mudanya tertidur dalam keadaan menangis dan sering mengigau memanggil nama Anggita. Gadis yang di sukai tuan mudanya.


Sejak itu pula Bryan menjadi lelaki yang dingin, dan tidak pernah lagi menceritakan sesuatu atau apapun kepada sang kakek. Bryan juga menjadi anak yang irit bicara.


Flashback off*.


___

__ADS_1


terima kasih sudah pantengin novel author selalu. jangan lupa berikan like dan vote kalian. jika bersedia luangkan gift kalian untuk mendukung author agar lebih semangat update.


__ADS_2