CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 46


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Sisi sudah berusaha menemui Bryan. Namun selalu saja tidak ketemu, padahal Sisi sudah mendatangi perusahaan Bryan dan mengintai dari rumah Bryan. Hanya mengintai saja sebab Sisi tentu saja tidak berani masuk ke dalam rumah itu.


"Pak putar balik lagi aja" ucap Sisi kepada supir taksi yang ia pesan.


Meskipun bingung karena Sisi hanya diam di dalam mobil dan tidak masuk namun menyuruhnya putar balik, sulit taksi itu hanya menurut.


Selepas kepergian Sisi, seseorang di sebuah ruangan sedang tersenyum miring memperhatikan kepergian taksi yang di dalamnya ada Sisi. Melalui komputer ia bisa melihat bahwa Sisi sudah datang kesini beberapa kali. Namun ia sengaja tidak mempertemukan wanita itu dengan Bryan.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" Tanya seseorang membuatnya kaget.


Ia langsung menoleh ke sumber suara, rupanya itu adalah rekannya.


"Kau tidak melihat mobil taksi di depan tadi?" Tanya nya kepada rekan nya yang sedang duduk di sofa tak jauh darinya.


"Tidak, aku dari tadi di ruangan olahraga bersama bos." Ucapnya lalu menghela nafas pelan. "Bos sangat kasihan akhir-akhir ini. Apakah ada pergerakan dari nona Gita?" Lanjutnya.


Pria yang sedang menghadap komputer itu menoleh kearah rekannya.


"Besok ajaklah bos ke kantor, besok nona Gita akan datang ke kantor untuk membahas mengenai kerja sama" ucap pria yang saat ini sedang mematikan komputer.


"Benarkah????" Ucap rekannya dengan gembira.


"Heemm..." Pria itu hanya berdehem sebagai jawaban.


Rekannya itu pun segera bangkit dan keluar dari ruangan.


***


Sehari berlalu, hari ini adalah hari yang di janjikan oleh perusahaan tuan Bram untuk berkunjung ke perusahaan milik Bryan. Dan tentu saja sebagai manager utama Gita lah yang akan datang ke kantor Bryan. Karena segala sesuatu di urus oleh Gita. Namun kali ini Gita akan datang sendiri, sebab Karin izin pulang cepat. Entah apa yang akan di lakukan gadis itu. Gita merasa Karin akhir-akhir ini sedikit aneh. Gadis yang semula selalu berpenampilan polos itu kini sudah mulai tampil beda dengan sedikit make up yang menempel di wajahnya. Bahkan Karin yang tidak pernah memperhatikan penampilannya kini sudah menjadi Karin yang selalu peduli dengan penampilan dirinya.

__ADS_1


Seperti anak yang baru mengalami pubertas saja. Pikir Gita.


Gita sudah berdiri di depan kantor Bryan. Gita memandang ke arah atas, dimana tepat disana adalah ruangan Bryan. Gita menghela nafas dan mengatur degup jantung yang mulai tidak beraturan. Gita pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor.


"Selamat datang nona..." Sapa seorang pria dengan ramah. Pria itu juga membukakan pintu untuk Gita. Sementara Gita hanya tersenyum ramah dan melanjutkan langkahnya.


Gita menuju meja resepsionis, namun langkahnya terhenti kala ada seseorang yang memanggilnya.


"Nona Gita.!!" Seru orang itu membuat Gita menoleh ke arahnya. Dia...


"Mari nona ikut saya. Saya akan membawa anda keruangan CEO" Ucap orang itu lalu berjalan mendahului Gita.


Mereka pun menuju lift, sampai di lift pria itu menekan tombol 30. Lift pun mulai berjalan dan mereka terlibat dalam keheningan sampai mereka sampai di lantai 30.


"Mari nona..." Ucap pria itu mempersilahkan Gita.


Gita masuk ke ruangan dan mengedarkan pandangannya. Tidak ada siapapun disini, lalu siapa yang menyuruhnya masuk tadi.


"Selamat datang nona Gita..." Ucap seseorang dari balik meja membuat Gita terkejut.


"Kauu..." Ucap Gita menunjuk orang itu dan mengerutkan keningnya untuk mengingat siapa orang di depannya ini, karena terlihat tidak begitu asing.


"Saya Romy nona, asisten bos Bryan. Silahkan nona duduk di sofa" ucap Romy mempersilahkan Gita untuk duduk.


"Dimana kak Bryan?" Tanya Gita.


"Baiklah nona, kedatangan nona kesini untuk membahas kerja sama kita bukan?" Tanya Romy mengabaikan pertanyaan Gita.


"Katakan dimana kak Bryan?" Tanya Gita lagi dengan nada yang di tekan.

__ADS_1


Romy hanya tersenyum dan tidak berniat menjawab. "Nona, biarkan saya melihat proposal yang anda bawa" ucap Romy lagi.


Gita melempar proposal itu depan di dada Romy yang sedang berdiri. "Katakan dimana kak Bryan...!!!?" Tanya Gita lantang, gadis cantik dengan setelah celana dan blazer itu berdiri dan menatap nyalang ke arah Romy.


Romy tersenyum sinis melihat reaksi Gita "apa yang nona pedulikan tentang bos?" Tanya Romy.


"Bukankah kau dan temanmu yang memintaku untuk memikirkan semuanya dengan baik. Dan ketika semua sudah dengan matang aku pikirkan. Kenapa Bryan justru menghilang?" Tanya Gita.


"Sudah beberapa waktu berlalu, dan nona masih mengungkitnya?" Tanya Romy santai. Kedua tangan Romy pun dimasukkan kedalam saku celananya.


"Oohh, aku sudah mencari nomer telpon kak Bryan untuk menghubunginya. Namun tidak aktif" ucap Gita lalu kembali duduk di posisinya tadi.


Romy sedikit terkejut. Dan ya,, Romy baru ingat bahwa ponsel mahal milik bosnya sudah hancur karena di banting. Namun Romy enggan memberitahukannya kepada Gita.


"Aku juga sudah beberapa kali mengirim pesan melalui email pribadi kak Bryan. Namun tidak ada jawaban sampai sekarang" ucap Gita lagi menatap Romy.


Romy pun menatap ke langit-langit ruangan itu untuk menghindari tatapan mata Gita. Romy jelas tahu bahwa beberapa hari ini bosnya sama sekali tidak ada mood untuk membuka laptop yang ada di ruang kerjanya. Bahkan karena mood bosnya yang naik turun membuat Romy kuwalahan dengan tugas yang menumpuk di kantor.


"Lalu, sekarang katakan. Dimana bos mu?" Tanya Gita. Gadis itu melipat tangannya di dada dan menatap datar Romy.


Sementara di bawah kantor Bryan saat ini, Sisi baru keluar dari taksi yang di tumpanginya. Sisi menatap ke arah gedung berlantai 30 itu.


"Ini pasti kantor Bryan" ucap Sisi. "Jika kakek tua itu tau kalau aku belum menemui Bryan sampai sekarang bisa gawat." Lanjutnya.


Sisi melihat ke arah kanan dan kiri jalan, dan ketika dirasa sudah sepi Sisi pun menyeberang jalan. Sisi berhenti di halaman kantor saat ia melihat orang yang menjadi asisten Bryan sedang berjalan bersama seorang perempuan.


Sisi menajamkan penglihatannya untuk melihat siapa wanita yang sedang bersama asisten Bryan. Mata Sisi melotot saat ia ingat siapa gadis yang saat ini sedang masuk ke dalam mobil asisten Bryan itu.


"Kenapa bisa gadis itu???" Seru Sisi tak suka.

__ADS_1


__ADS_2