CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 24


__ADS_3

"Bagus, membiarkan kakek mu yang sudah tua ini menunggu mu terlalu lama" omel orang tua yang sedang duduk di sofa.


"Untung saja pembantu mu belum pergi saat aku datang, dasar cucu tidak tau di untung" omel nya lagi.


Bryan menatap tidak suka ke arah kakeknya. "Ciihh,, kakek sendiri bukannya tidak memberikan kabar jika akan datang kesini" ucap Bryan santai dan berjalan mendekat kepada kakeknya.


"Kau...."


"Sudahlah, orang tua seperti kakek tidak baik marah-marah." Ucap Bryan santai lalu duduk di sofa yang tidak jauh dari kakeknya.


"Kenapa kakek datang kesini?" Tanya Bryan.


"Kenapa? Apakah perlu alasan jika seorang kakek datang ke rumah cucunya" jawab kakek Bryan tidak suka.


"Ya baiklah, apakah kakek sudah makan malam?" Tanya Bryan mengalihkan pembicaraan.


"Di rumah mu tidak ada apapun yang bisa di makan. Jadi bagaimana bisa aku makan" jawab kakek Bryan dengan sewot.


"Baiklah, baiklah tuan Kurnia yang terhormat biar cucu mu ini yang memesankan makan malam untuk mu" ucap Bryan lalu meninggalkan kakeknya dan menuju kamar.


"Selamat malam tuan besar" sapa Romy yang baru saja masuk.


"Tuan besar ingin makan malam dengan menu apa?" Tanya Romy lagi.


"Suruh tuan muda mu turun, aku ingin makan di luar" jawab tuan Kurnia.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" Romy pun pergi menuju kamar sang tuan muda setelah mendapat anggukan dari tuan besarnya.


Sementara di kamar Bryan, pria dengan tubuh atletis itu baru saja keluar dari kamar mandi. Bagi Bryan tidak perlu lama jika hanya ingin membersihkan tubuh.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Tuan ini saya, Romy" ucap seseorang dari balik pintu.


"Ya masuklah" ucap Bryan.


Tak lama pintu pun terbuka. Bryan sedang duduk di sofa dengan baju handuknya. Tangannya sedang sibuk mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.


"Ada apa?" Tanya Bryan menatap Romy


"Tuan besar ingin malam di luar bersama anda tuan" jelas Romy sopan, Romy berdiri tidak jauh dari Bryan

__ADS_1


"Katakan kepada kakek aku akan turun sebentar lagi" ucap Bryan kemudian beranjak masuk ke ruang ganti.


Romy pun segera keluar kamar, dan menuju ruang tamu dimana kakek dari Bryan berada.


"Tuan besar, tuan Bryan bilang akan turun sebentar lagi" ucap Romy saat sudah sampai di ruang tamu.


"Ya baiklah" jawab tuan Kurnia.


***


"Ma, Pa kita ke restoran 'Cantik' saja. Restoran itu baru beberapa bulan buka tapi sudah ramai pelanggan" ucap Gita kepada kedua orangtuanya.


"Baiklah sayang, kita jarang makan malam di luar. Kau bebas menentukan akan makan dimana" ucap nyonya Indira.


Gita yang ada di bangku depan pun tersenyum kepada sang mama.


"Eka, kau tau bukan tempat itu" tanya Gita kepada supirnya.


"Iya non" jawab Eka.


"Baiklah, kita segera berangkat saja"


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah kota malam di Jakarta yang ramai dengan pengendara entah itu pengendara yang baru pulang bekerja atau anak muda yang hendak menikmati hari weekend.


Di saat yang sama di rumah tuan Bram. Malam ini adalah malam Minggu, Karin sungguh ingin keluar rumah, namun selain Gita dia tidak pernah keluar dengan orang lain lagi.


"Aha, apa gue susulin aja ya di Gita" ucap Karin tersenyum pada dirinya sendiri.


"Hah, daripada di rumah bosen banget" ucapnya lagi. Karin melihat ke arah jam yang ada di atas meja riasnya.


"Baru jam tujuh, oke mending gue susulin Gita aja"


Karin pun bersiap-siap, Karin menggunakan celana jeans dan baju lengan pendek, dia memakai sling bag dan sepatu kets. Terlihat biasa memang untuk seorang anak pengusaha seperti Karin. Namun sejak kecil dia sudah di ajarkan oleh sang mama untuk tidak berpenampilan berlebihan.


Karin pun keluar dari kamar, ia menuruni tangga dan melihat orang tuanya sedang berada di ruang tamu. Malam ini adalah weekend jadi orang tua Karin menggunakan waktu ini untuk quality time.


"Pa, Ma, Karin mau keluar ya ketemu Gita" pamit Karin kepada orang tuanya.


"Bukannya malam ini keluarga Wijaya sedang makan malam" tanya papa Karin.


"Iya, Karin mau nyusul Gita. Sekalian nanti Karin nginep disana, besok pagi mau joging bareng Gita" jelas Karin.

__ADS_1


"Ya sudah, berhati-hati lah. Kabari papa jika ada apa-apa" ucap sang papa.


"Baiklah pa, kalau gitu Karin pamit ya" ucap Karin lalu bergegas keluar rumah.


Di halaman rumahnya, Andi sang supir pribadi sedang bersantai dengan security di rumahnya. Mata Andi tidak sengaja melihat nona mudanya itu dan langsung menghampirinya.


"Malam non, mau keluar?" Tanya Andi kepada Karin.


"Iya Ndi, tapi saya keluar sendiri. Kamu di rumah saja. Saya cuma mau ke restoran Cantik. Mau ketemu Gita" ucap Karin.


Andi menganggukkan kepalanya mengerti lalu tersenyum sopan saat Karin hendak pergi.


"Hati-hati ya non" ucap satpam di rumah Karin.


"Iya pak, makasih" ucap Karin.


Karin pun keluar dari rumahnya hanya dengan berjalan kaki. Karin ingin menikmati malam yang indah dengan berjalan kaki seperti ini. Sudah lama sekali dia tidak pernah keluar malam sendiri. Karin terus berjalan menyusuri jalan yang lumayan ramai dengan anak muda ataupun pedagang di pinggiran jalan.


Sementara Andi, supir pribadi Karin yang melihat Karin berjalan seorang diri langsung pamit kepada security untuk masuk ke kamar. Sampai di kamar Andi mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang


"Non Karin keluar rumah sendirian. Tujuan non Karin adalah restoran cantik. Untuk ke restoran itu tidak ada jalan yang berbahaya namun jika malam hari banyak berandalan yang nongkrong di jalan menuju restoran itu." Isi pesan Andi kepada seseorang.


Sementara keluarga Wijaya sudah sampai di restoran cantik yang di tuju. Keadaan restoran memang sangat ramai. Ternyata jika malam hari restoran itu sangat cantik dengan design lampu lampion. Gita dan orang tuanya pun turun dari mobil. Eka pun ikut turun dari mobil.


"Eka, kamu mau ikut masuk?" Tanya nyonya Indira.


"Maaf nyonya saya tunggu disini saja" jawab Eka sopan. Sebelum keluar dari mobil Eka sempat melihat handphone nya dan ada pesan tentang seseorang yang ia suka.


"Kau yakin, kita jarang berkumpul seperti ini. Ayo ikut saja" ajak tuan Abdi.


"Tidak tuan, saya menunggu disini saja" jawab Eka.


"Apa tidak apa-apa" tanya Gita.


"Tidak nona, sungguh. Nona silahkan menikmati makan malam dengan keluarga" jawab Eka.


"Baiklah. Kalau gitu saya masuk dulu" ucap Gita meninggalkan Eka.


Selepas kepergian nona dan tuan nya. Eka memeriksa pesan masuk di hp nya. Ia membaca nya kemudian ia langsung menghubungi pengirim pesan itu. Namun lama sekali panggilan tersambung tidak juga di jawab. Eka pun merasa kesal.


Eka lalu berjalan ke arah jalan raya untuk melihat keadaan sekitar. Ia melihat ke kanan jalan dan tidak ada siapapun dan tidak terjadi apapun. Namun saat Eka melihat ke arah kiri dia melihat seseorang sedang berlari dan sepertinya sedang di kejar oleh beberapa orang. Eka menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas lagi, orang yang berlari itu semakin dekat. Dan betapa kagetnya Eka saat tau ternyata yang sedang berlari adalah.....

__ADS_1


__ADS_2