CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 71


__ADS_3

"Jangan pernah menyentuh mereka apalagi menyakiti mereka!!!" Seru Deka lantang, matanya menatap tajam Andre yang sedang tersenyum miring ke arahnya.


Bryan langsung menoleh ke arah Deka dan Andre ketika mendengar suara Deka menggema di ruangan itu. Begitu pun Romy yang tengah mengerjakan sesuatu di samping Bryan pun langsung ikut menoleh ke arah Andre.


Tak jauh dari mereka Andre terlihat mendekatkan wajahnya ke arah Deka, setelah ia memasukkan kembali benda pipih nya ke dalam saku celana.


"Kau khawatir kepada mereka?" Tanya Andre pelan namun tegas. Matanya menatap netra Deka yang masih terlihat emosi.


"Hm.. Padahal jelas wanita itu tidak menginginkan kehadiran mu" lanjut Andre tersenyum mengejek ke arah Deka. Andre memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kemudian berlalu dari hadapan Andre.


Dada Deka naik turun karena marah tapi tidak bisa melakukan apapun sebab tangan nya terikat di kursi. Deka tak menyangka bahwa kini dia berhadapan dengan seseorang yang tidak mudah di singgung. Namun tidak ada penyesalan sedikit pun dalam hari Deka, sebab ia melakukan itu karena cintanya kepada Santi.


Tapi, dia juga tidak menyangka bahwa hubungan gelap antara dirinya dan Santi dapat di ketahui oleh Andre dengan begitu cepat. Padahal selama ini mereka selalu bertemu saat malam hari. Tapi dari mana mereka tahu bahwa dirinya pernah berhubungan dengan Santi. Dan kini menjadikan Santi sebagai alat untuk mengancam dirinya.


"Pikirkan baik-baik... Jangan sampai kami....." Ucap Andre membuyarkan lamunan Deka. Dari ucapan Andre yang sengaja di gantung membuat Deka memancarkan aura kemarahan.


***


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Mama dari Santi saat melihat putrinya bangun dengan wajah lesu dan terlihat kantung mata seperti panda.


Santi duduk di meja makan dengan lesu dan meminum air putih yang ada di gelas. "Semalem Tina rewel ma, baru menjelang subuh tadi mau tidur" Jawab Santi dengan suara serak yang menandakan bahwa ia kurang tidur.


Sang Mama pun mendekat ke arah Santi dan mengelus rambut putrinya yang baru sebulan ini menjadi seorang ibu.

__ADS_1


"Kamu sabar ya,,, memang seperti itu memiliki buah hati" nasihat sang Mama. "Mandilah agar lebih segar, setelah itu kita sarapan" lanjut sang Mama.


Santi pun menganggukkan kemudian beranjak menuju kamarnya.


***


"Mau bicara apa?" Tanya Karin ketus, wajahnya pun ia arahkan ke samping agar ia tidak bertatapan langsung dengan pria yang masih saja membuat dirinya gugup.


Sementara di depannya, Eka merasa sangat bahagia karena akhirnya Karin mau menemui dirinya walau hanya sebentar saja. Eka memandang lekat wajah Karin yang terlihat begitu cantik. Tangan Eka terulur ingin menyentuh pipi Karin, namun tidak jadi karena Karin kembali berbicara.


"Kalau mau diem aja aku pergi, aku sibuk!" Seru Karin melihat ke arah jam tangan berwarna putih yang melingkar di lengannya.


Karena tak kunjung mendapat respon, akhirnya Karin pun memutuskan untuk pergi saja. Namun baru satu langkah Karin berjalan tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Dan itu sukses membuat Karin terpaku. Bahkan jantungnya kembali berpacu dengan cepat.


Pikiran jernih Karin yang semula ingin memberontak di kalahkan oleh rasa rindu yang memang selama ini ada. Karin terpaku beberapa saat dan menikmati hangatnya pelukan dari Eka. Hati Karin menolak untuk memberontak.


Karin menatap lekat mata Eka, begitu pula dengan Eka.


"Maaf.." ucap Eka pelan, matanya tetap melihat ke arah wajah Karin. "Maafin aku yang udah bohongin kamu" lanjutnya.


"Aku sengaja melakukan itu agar aku bisa dekat dengan mu, sungguh... Tidak ada maksud lain Karin... Kamu tau aku mencintaimu, aku malu untuk muncul kembali di hadapan mu setelah sekian lama aku menghilang. Mungkin cara ku salah, karena aku membohongi mu. Tapi cintaku tidak pernah salah, karena aku jujur tentang perasaan ku" jelas Eka.


Mata Karin berkaca-kaca, entah harus sedih atau bahagia. Namun Karin seolah tidak bisa membedakan keduanya, sebab sudah jelas selama ini pria yang ada di hadapannya ini telah membohonginya. Bukan hanya dirinya namun juga membohongi keluarga sahabatnya.

__ADS_1


Karin menggelengkan kepalanya pelan, "pembohong" ucap Karin dengan nada di tekan. Ia mendorong bahu Eka dengan telunjuknya. Setelah itu Karin melanjutkan langkahnya menuju ke kantor. Air mata Karin mengalir ketika ia berjalan menjauh dari Eka. Entah mengapa rasanya begitu sakit.


Awalnya tadi pagi Karin setuju untuk bertemu dengan Eka karena Karin pikir setelah mendengar penjelasan Eka dia akan sedikit mengerti. Namun setelah mendengar alasan kenapa pria itu berbohong hati Karin malah menjadi semakin sakit.


Harusnya dia tidak menolak tawaran Gita tadi ketika ingin menemaninya. Namun Karin justru menyuruh Gita masuk ke dalam kantor terlebih dahulu karena pagi ini ada rapat penting bagi para manager, termasuk Gita.


Karin berjalan menuju ruangannya, air mata terus mengalir di pipi. Bahkan ia mengabaikan pandangan heran dari para karyawan yang ia temui. Akhirnya Karin masuk lift, dan menekan angka dimana lantainya berada.


***


"Bagaimana?" Tanya Andre kepada Deka setalah memberi kesempatan kepada Deka untuk berfikir selama semalam penuh.


Andre berjalan pelan mengelilingi Deka yang masih terikat di kursi. "Bukan hal sulit yang di minta oleh bos ku.." ucap Andre lagi. "Hanya mencari seseorang yang telah melukai tuan besar dan juga nona Gita" lanjutnya berbisik tepat di telinga bagian belakang Deka.


"Aku janji, jika kau berhasil menangkap orang itu.. aku akan membuat dirimu dan juga wanita yang kau cintai,... Bersama" ucap Andre datar dengan senyum yang sulit di artikan.


Deka yang awalnya tidak tertarik dengan ucapan Andre, langsung menatap Andre setelah mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh pria yang sudah berdiri di hadapannya.


"Selain itu, kau juga akan bebas" seru Andre merentangkan kedua tangannya.


Andre duduk di kursi, memperhatikan Deka yang sepertinya sedang memikirkan tawaran yang telah ia berikan. Sebenarnya bisa saja dirinya ataupun Romy mencari pelaku yang berencana melukai tuan Kurnia waktu itu. Namun, jika ada tenaga gratis yang bisa ia gunakan kenapa harus repot-repot mencari tahu sendiri. Andre tersenyum miring melihat Deka yang sedang menatap ke arahnya. Dari ekspresi Deka dapat di simpulkan pasti dia akan memilih untuk mencari pelaku itu agar ia bisa bersama dengan Santi, wanita yang sangat dia cintai.


"Aku setuju"

__ADS_1


***


hai haii gaes.... jangan lupa di like ya cerita othor. terima kasih


__ADS_2