CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 20


__ADS_3

"Gawat bos, ada yang mencoba meretas pertahanan akun saya" ucap seseorang di balik telepon dengan panik.


"Kalau begitu, kau blok saja akun mu dan pergilah. Aku akan memesankan sebuah tiket pesawat dan aku sudah mentransfer sejumlah uang untukmu" ucap santai pria tegap yang duduk di sebelah gadis cantik.


"Baiklah, jangan ganggu aku. Aku sedang bersenang-senang" pria itu mematikan teleponnya dan menatap gadis cantik di sebelahnya.


"Sayang , kenapa? Bukan siapa-siapa yang menghubungi ku" ucapnya saat melihat wanita di sampingnya menatapnya dengan tajam.


"Kau lihat nama kontaknya, dia pria. Oke,"


"Huh, baiklah"


Melihat wanitanya masih saja cemberut akhirnya pria itu mendorong tubuh wanita untuk tidur dan mengungkungnya di bawah tubuhnya.


"Kau nakal, kau harus di hukum" ucap pria itu.


"Ya hukumlah aku sayang" ucap wanita itu dengan manja dan wajahnya pun memerah.


Pria itu langsung saja melakukan aksinya, sang perempuan bahkan mengalungkan lengannya di leher sang pria karena menikmati sensasi yang di berikan oleh pria di atasnya.


Sementara di sebuah ruangan yang gelap, seorang pria tengah mondar-mandir merasa takut sekaligus cemas. Bagaimana mungkin ada sistem yang bisa meretas akun miliknya. Ini gawat jika sampai ia ketahuan, ia harus pergi. Lelaki itu mengangguk sendiri saat terlintas keinginan untuk pergi. Dia pun bersiap-siap tidak membawa banyak barang hanya yang penting saja dan tentu saja uang juga beberapa baju. Pria itu membawa kopernya untuk keluar rumah. Dan saat ia baru saja membuka pintu.


Bugh...


Sebuah pukulan keras melayang di perutnya. Pria itu kaget, ia mendongakkan kepalanya dan melihat ada beberapa pria dengan tubuh besar sedang berdiri di hadapannya. Jantungnya berdetak kencang melihat pria-pria berwajah sangat sedang mengepungnya. Mungkinkah saat ini ia sudah melakukan kesalahan fatal. Atau mungkin tentang semalam, mungkinkah gadis cantik itu bukan orang sembarangan. Dia sudah di jebak, dia terlalu bodoh menjadi tameng untuk orang yang menyuruhnya.


Pria itu bergerak mundur mencoba untuk kabur, namun gerakannya terbaca oleh pria yang bertubuh tegap, dia menginstruksikan kepada anak buah di depan dan di sampingnya untuk menangkap pria yang mencoba kabur itu.

__ADS_1


"Jangan mencoba kabur, kau suka bermain-main maka kami akan menemani mu untuk bermain sampai akhir" ucap seseorang di belakang pria-pria yang. Bertubuh tegap itu. Ia berjalan menghampiri pria yang sudah di pegang paksa oleh anak buahnya.


"Siapa kau?" Ucap pria itu marah.


"Tenang, kau akan tau siapa aku sebentar lagi" ucap pria berbaju kemeja santai itu. "Bawa dia ke hadapan bos, jika dia berontak buat dia pingsan" lanjutnya dengan dingin dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya.


Pria yang awalnya ingin kabur dari kontrakan itu hanya bisa mengikuti langkah orang-orang besar yang membawanya. Tiba-tiba saja dia menyesal karena dia tidak menyelediki terlebih dahulu latar belakang perempuan cantik yang akan ia rusak reputasinya. Ia salah mengambil langkah. Dan sekarang dia juga akan kena imbasnya.


***


Di rumah kediaman tuan Kurnia. Saat ini pria yang di panggil kakek oleh Bryan itu sedang duduk di sebuah sofa. Di hadapannya ada seorang pria yang menjadi anak tunggalnya, tuan Arya.


"Apakah papa masih tidak percaya dengan bukti yang aku bawa?" Tanya tuan Arya tegas, ia menatap pria yang menjadi ayahnya itu dengan dingin.


"Bisa saja kau memanipulasinya" jawab tuan Kurnia santai.


"Papa tau, Bryan selalu mengulur waktu pertunangannya dengan sisi karena apa. Karena Bryan sama sekali tidak suka dengan wanita seperti sisi" ucap pak Arya.


"Papa terlalu egois dengan memaksakan sesuatu dengan kehendak papa sendiri. Bryan juga punya hak untuk menentukan siapa yang akan menjadi istrinya. Apakah tidak cukup dari kecil papa sudah mengekang Bryan dengan segala aturan tidak masuk akal papa. Sekarang biarkan Bryan yang menentukan sendiri bagaimana kehidupan masa depannya. Papa tidak perlu ikut campur. Jika papa tidak bisa memutuskan perjodohan ini maka aku yang akan memutuskan!" Ucap tuan Arya lagi dengan tegas. Pria itu lantas berdiri dan melangkahkan kakinya pergi dari kediaman tuan Kurnia.


Tuan Kurnia menghembuskan nafasnya pelan. Apakah sebuah kesalahan karena menjodohkan cucunya dengan seorang wanita bernama sisi. Tuan Kurnia memandang beberapa foto yang berserakan di atas meja. Jika dikaitkan dengan sebuah tanda merah dalam bahu sisi waktu itu jelas saja ini adalah hal yang sesuai. Namun tuan Kurnia masih menolak untuk percaya bahwa Sisi melakukan hal ini, kenapa?


"Permisi tuan..." Ucap seseorang dari arah pintu.


"Masuklah" ucap tuan Kurnia.


"Apa yang kau bawa?" Tanya tuan Kurnia.

__ADS_1


Seseorang yang baru masuk itu sedikit kaget saat melihat foto yang berserakan di meja, siapa yang membawa foto itu.


"Denan?"


"Ah ya tuan" jawab Denan kaget. "Saya membawa video cctv dari hotel dan juga beberapa recorder suara. Saya sudah mengikuti nona sisi selama lebih dari seminggu" jelas Denan memberikan sebuah map coklat yang di dalamnya ada benda yang ia sebutkan tadi.


"Kau boleh pergi"


"Baik tuan, saya permisi" Denan pergi setelah Tuan Kurnia menganggukkan kepalanya.


Tuan Kurnia memandang Map coklat itu dengan tatapan yang sedikit ragu namun juga sedikit marah jika saja hasilnya sama seperti kemarin.


***


Di ruangan Karin, perusahaan Bram corp.


"Om Abdi tenang saja, anak buah ku sudah menangkap pelaku yang menyebar berita miring tentang Gita" ucap Bryan kepada tuan Abdi, ia baru saja menerima telepon dari Andre, orang kepercayaan nya.


"Romy kau turunlah ke bawah untuk menunggu Andre." Perintah Bryan


"Baik tuan, saya permisi" Romy pun undur diri.


"Percuma kita menangkap orang yang menyebar berita ini." Ucap Gita tiba-tiba.


"kenapa Git?" Tanya Karin.


"Karin gue yakin kalau berita ini di buat oleh orang lain. Bukan si penyebar berita itu. Logika aja nih ya, kalau emang berita ini mau di sebar, sudah menyebar sejak sebulan yang lalu. Tepatnya saat gue saat gue di restoran waktu itu. Gue yakin video ini di edit seolah gue yang salah. Padahal waktu itu jelas banget kalau gue yang di paksa Angga dan Santi lah yang udah nampar gue" jelas Gita.

__ADS_1


"Ditampar?" Tanya tuan Abdi. Ayah Gita itu mengeraskan rahangnya, ia kaget saat mengetahui bahwa putri kesayangannya di tampar oleh orang lain. Selama ini bahkan tuan Abdi tidak pernah membentak apalagi sampai menyakiti dengan kadar putrinya itu.


__ADS_2