CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 32


__ADS_3

Malam sudah berganti pagi. Sinar matahari yang hangat membuat Gita terbangun dari mimpinya. Ia melihat sekeliling ternyata di kamarnya ada sang mama yang sedang membuka jendela di kamarnya.


"Sudah bangun?" Tanya sang mama.


"Iya Ma" jawab Gita dengan suara khas orang bangun tidur.


"Apakah ada yang sakit?" Tanya sang mama.


"Enggak kok Ma. Cuma tangan Gita masih agak kerasa kaku" jawab Gita.


"Mandilah dulu. Setelah itu mama akan mengganti perban di tangan dan lutut mu" ucap sang mama.


Dengan pelan-pelan Gita pun menyibakkan selimut dan akan turun dari ranjang.


"Aku bisa sendiri Ma" ucap Gita saat melihat sang mama hendak membantunya.


Sang mama tersenyum melihat kemandirian putrinya. Meskipun ada rasa tidak tega saat putrinya berjalan menuju kamar mandi dengan berpegang pada dinding.


Setelah Gita masuk kamar mandi. Sembari menunggu Gita selesai mandi. Sang Mama pun membuka lemari pakaian dan mencarikan baju ganti untuk Gita.


***


Di kediaman Bram. Tepatnya di kamar Karin. Gadis itu masih bermalas-malasan di atas kasur. Sungguh ucapan Eka tadi malam membuatnya tidak bisa tidur nyenyak dan membuatnya selalu memikirkan pria yang menjadi supir pribadi sahabatnya.


Flashback on


"Non jika saya katakan yang sebenarnya apakah nona akan marah kepada saya?" Tanya Eka menatap penuh harap Karin.


"Sebenarnya, saya sudah lama menyukai nona. Sejak pertama kali bertemu dengan nona." Ucap Eka membuat Karin melotot.


"Kau...." Ucap Karin.


"Saya tau perasaan saya salah nona. Tapi perasaan suka yang saya miliki sangat tulus. Saya sungguh menyukai nona" ucap Eka memotong ucapan Karin.


Karin menatap ke arah Eka. Jantung Karin berdebar saat melihat Eka memandang nya dengan penuh perasaan. Karin sedikit gugup, namun ia juga gengsi untuk mengatakan bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama pada Eka.


Karin pun bergegas pergi dan meninggalkan Eka seorang diri. Eka hendak mengejar namun ia terlebih dahulu membayar nasi goreng yang tadi sudah dipesan. Dan saat Eka keluar dari rumah makan Karin sudah pergi. Ternyata Karin membawa mobil sendiri dan Eka tidak bisa mengejarnya sebab saat datang kesini ia berjalan kaki. Ia hanyalah supir dan tidak di perkenankan supir menggunakan mobil majikan.


Flashback off


"Aaahhhhhhhh ......" Teriak Karin keras. Untung saja kamarnya di buat kedap suara sehingga tidak ada penghuni rumah yang mendengar teriakannya.


Karin merutuki kebodohan nya karena semalam ia pergi begitu saja. Bagaimana jika nanti ia bertemu dengan Eka.

__ADS_1


"Gue bodoh banget sih," ucap Karin menjambak rambutnya sendiri.


"Padahal kan gue bisa aja bilang kalo gue juga suka sama dia" lanjutnya.


"Aaaaaaaa..... Bodo amat deh" ucap Karin frustasi lalu segera beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi.


***


Di rumah Bryan. Tuan Kurnia sudah menunggu cucunya untuk sarapan bersama. Ia melihat ke arah Romy yang sedang berdiri di seberang meja.


"Panggil tuan muda mu!" Perintah tuan Bryan kepada Romy.


"Maaf tuan besar. Tuan muda sudah pergi sejak pagi tadi" jawab Romy sopan.


"Kemana?" Tanya tuan Kurnia heran.


"Eee... Tuan Bryan bilang mau ke rumah nona Gita" ucap Romy hati-hati.


Tuan Kurnia diam sesaat. Mendengar nama Gita rasa bersalahnya muncul kembali. Di samping nya Denan yang melihat hal itu langsung menyadarkan tuan besarnya.


"Tuan...." Panggil Denan.


Tuan Kurnia pun langsung tersadar dan menatap ke arah Romy.


"Baik tuan" jawab Denan.


"Ya tuan besar" jawab Romy hampir bersamaan dengan Denan.


Mereka bertiga pun mulai sarapan dengan hikmat.


***


Di rumah kediaman Wijaya. Pagi-pagi sekali rumah itu sudah kedatangan tamu spesial. Lelaki yang berumur enam puluh tiga tahun itu baru keluar dari mobil.


"Mari tuan besar" ajak sang supir kepada tuannya.


Di teras rumah tuan Abdi sedang menikmati manisnya kopi hitam buatan sang istri. Ia menoleh ketika mendengar ada mesin mobil yang berhenti di halaman rumahnya.


"Papa!" Seru tuan Abdi senang dan langsung menghampiri sang papa.


"Papa kesini kok ngga bilang dulu, kan aku bisa jemput Papa" ucap tuan Abdi saat sudah di samping Papanya.


"Biar saya saja" ucap tuan Abdi kepada supir Papanya.

__ADS_1


"Mari masuk Pa" ajak tuan Abdi lalu menuntun sang Papa masuk ke rumah.


"Mbok.....!!!" Seru tuan Abdi memanggil asisten rumah tangganya.


"Pa, duduk disini dulu" ucap tuan Abdi kepada Papa nya.


Tak lama mbok Na datang dari arah dapur. "Iya tuan"


"Apakah sarapan sudah siap?" Tanya tuan Abdi.


"Sudah tuan. Tapi masih menunggu nyonya mengganti perban di tangan non Gita" ucap mbok Na.


"Kenapa dengan cucu ku?" Tanya tuan Anggar Wijaya, kakek dari Gita.


"Kemarin ada kecelakaan kecil Pa" jawab tuan Abdi duduk di samping tuan Anggar.


"Kemarin pagi saat Gita dan Karin sedang joging di taman, Gita menolong seorang kakek yang hendak tertabrak motor. Dan akhirnya Gita terkena aspal hingga tangan dan lututnya terluka" jelas tuan Abdi.


"Antar aku bertemu cucuku!" Seru tuan Anggar.


"Baiklah, kita tunggu Gita dan Dira di ruang makan saja Pa" ucap tuan Abdi.


Tuan Abdi pun membantu sang Papa berdiri. Tuan Anggar memang sudah menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Mereka pun sampai di ruang makan.


"Papa duduk dulu" ucap tuan Abdi.


Tuan Anggar pun duduk di kursi makan. Tak lama pintu kamar Gita terbuka. Nyonya Lana dan Gita pun keluar dari kamar. Terlihat Gita berjalan dengan tertatih. Gita melihat ke arah meja makan yang ada di bawah tangga. Senyumnya merekah saat ia melihat di kursi makan ada kakeknya.


"Kakek..!!!" Seru Gita bahagia. Gita pun mempercepat langkahnya tanpa memperhatikan luka di lututnya.


"Gita hati-hati sayang..." Ucap sang mama saat melihat Gita terlalu cepat menuruni tangga.


"Gita, ingat luka mu sayang." Ucap tuan Abdi memperingati putrinya.


Namun terlambat karena Gita sudah sampai di bawah.


"Kakek!!" Seru Gita memeluk sang kakek. "Gita kangen banget sama kakek" lanjutnya.


"Kakek juga kangen dengan cucu kesayangan kakek" ucap tua Anggar mengelus punggung cucunya.


"Bagaimana keadaan mu Git?" Tanya tuan Anggar.


"Gita baik kek" jawab Gita lalu duduk di kursi dekat kakeknya.

__ADS_1


"Gita....!!"


__ADS_2