CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 96


__ADS_3

Suara riuh tepuk tangan terdengar menggema di ruangan itu ketika Bryan dan Gita sudah sama-sama saling memakaikan cincin yang menjadi lambang pertunangan mereka. Semua orang menampilkan wajah bahagia termasuk Angga yang berdiri di sudut ruangan. Ia memegang gelas berisi jus anggur, matanya menatap lurus ke arah dimana Bryan dan Gita saling menunjukkan jari yang telah di lingkari oleh cincin. Angga tersembunyi hambar menyaksikan Gita yang sangat terlihat bahagia dengan pertunangan ini.


Setelah acara foto bersama dengan para keluarga dan juga rekan kerja. Bryan dan Gita mengambil foto untuk di abadikan, dan tentu saja itu atas permintaan keluarga dan juga Bryan sendiri. Setelah hampir satu jam sesi foto Bryan dan Gita saling pandang kemudian tersenyum penuh makna. Mereka kemudian menatap ke arah seseorang yang sudah siap menampilkan sesuatu dan menatap ke arah perempuan yang sedang bercanda dengan Karin.


Bryan mendekati MC dan membisikan sesuatu di telinga MC tersebut. Hingga sang MC pun mengangguk dan menyerahkan mic kepada Bryan. Sang MC pun berdiri di samping Gita. Bryan menatap para tamu undangan dan juga menatap ke arah orang tuanya. Mereka terlihat sedikit bingung namun Bryan yakin mereka juga penasaran. Sebab menurut rencana, setelah acara tukar cincin dan foto berssma. Akan di lanjutkan dengan acara makan-makan dan tentu saja mengobrol dengan para tamu undangan yang hadir.


"Selamat pagi menjelang siang semua... Baik keluarga, sahabat, teman dan juga rekan bisnis saya.. pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk menghadiri acara yang membahagiakan saya pada hari ini, yaitu acara pertunangan saya dengan seorang wanita yang sangat saya cintai" ucap Bryan menatap Gita dengan tersenyum manis.


Bryan menunjuk Gita dengan mengarahkan tangan kanannya ke arah Gita. Gita pun tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Bryan ketika Bryan mengisyaratkan dengan mata untuk mendekat. Bryan memeluk pinggang Gita setelah Gita berdiri tepat di sampingnya.


"Anggita Fara Natasya.... Putri tunggal dari tuan Abdi Wijaya dan nyonya Indira. Hari ini resmi saya jadikan tunangan. Dan dalam waktu dua bulan ke depan akan saya pastikan dia akan menjadi istri seorang Bryan Albara" ucap Bryan tegas, matanya menyorot teduh ke arah Gita.


Mata Gita berkaca-kaca, ia menatap mata Bryan. Suara riuh tepuk tangan tidak membuat Gita mengalihkan pandangan dari wajah Bryan. Bryan memeluk Gita singkat kemudian menatap ke arah para tamu.


"Selain acara pertunangan kami yang penting. Saya juga sedang menyiapkan acara untuk seseorang yang akhir-akhir ini perhatian saya." Ucap Bryan membuat seseorang yang saat ini sedang berdiri tegap di antara para tamu memandang ke arahnya.


Mata mereka beradu dan Bryan dengan isyarat mata meminta orang itu untuk naik ke atas panggung. Orang itu melihat ke sekeliling kemudian menatap temannya yang menyunggingkan senyum. Dia pun dengan percaya diri melangkahkan kaki dan naik ke atas panggung yang tidak terlalu tinggi itu.


"Ini adalah Andre, salah satu asisten kepercayaan saya setelah Romy. Dia akan menyampaikan sesuatu" ucap Bryan kemudian menyerahkan mix kepada Andre dan Romy serta Gita pun berjalan agar mundur.

__ADS_1


Sementara di bawah, seorang gadis yang sedang meminum jus mangga langsung melihat ke arah panggung ketika nama pria yang akhir-akhir ini ada di hatinya di panggil untuk naik. Gadis dengan hijab itu memandang ke arah Andre dan menunggu hal apa yang akan di sampaikan oleh pria yang di kenal dingin itu.


"Terima kasih kepada tuan Bryan yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbicara di sini. Saya ingin menyampaikan selamat atas pertunangan anda dengan nona Gita." Ucap Andre dan di angguki oleh Bryan.


"Kemudian saya ingin mengucapkan sesuatu kepada seorang gadis yang telah mencuri hati saya.." lanjut Andre menatap Dahlia.


Dahlia yang merasa di tatap oleh Andre merasakan jantungnya berdegup kencang. Entah kenapa ucapan Andre membuat nafasnya sedikit tercekat.


"Dahlia.... Selamat ulang tahun" ucap Andre setelah lama menatap Dahlia.


Mata Dahlia mulai berembun. Hari ini memang hari ulang tahunnya. Namun, ia melupakan hari ini karena kesibukan yang ia lakukan akhir-akhir ini. Namun darimana Andre tahu bahwa hari ini adalah ulang tahunnya.?


"Selamat ulang tahun sayang" ucap nyonya Indira. Kemudian di lanjutkan oleh nyonya Lana, nyonya Siska dan juga nyonya Sarah yang sampai pagi tadi.


Tangis Dahlia pecah ketika ia mendapat ucapan dari orang-orang baru yang baru di temui beberapa hari yang lalu. Bahkan mereka memberikan kado juga kepada Dahlia.


"Selamat ulang tahun putri bunda" ucap seseorang dengan gamis dan jilbab lebar yang baru saja masuk. Di belakang perempuan itu adalah Romy yang mendorong kue ulang tahun berukuran lumayan besar.


Dahlia menoleh dan kemudian memeluk bunda nya yang baru datang. Tangisnya kembali pecah ketika ia melihat bahwa ternyata banyak anak panti yang juga datang ke acara itu. Bryan, Gita, dan Andre pun turun dari panggung.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun" ucap Andre.


Dahlia melepas pelukannya kemudian melihat ke arah Andre. Ia menerima kado yang di berikan oleh Andre.


"Potong kue nya... Potong kue nya sekarang juga... Sekarang juga, sekarang... Juga" ucap para tamu yang terhanyut dalam acara kejutan itu.


Romy menyerahkan pisau besar kepada Dahlia untuk memotong kue. Dahlia menerima pisau itu dan memotong sedikit kue kemudian meletakkan potongan kue itu di atas piring kecil.


"Suapan pertama untuk siapa nih??" Tanya Karin menaik turunkan alisnya.


Dahlia tersenyum kemudian menghampiri sang bunda. Ia pun menyuapkan potongan kue pertama untuk wanita yang telah merawatnya selama ini. Dahlia kemudian memotong kue lagi dan meletakkannya di piring kecil.


"Potongan kedua untuk....???" Tanya Romy menaikkan satu alisnya.


Dahlia pun melangkahkan kakinya ke arah Andre. Dengan malu-malu ia menyuapi Andre dengan kue yang telah di potong nya. Hal itu lantas membuat semuanya terkejut terlebih ketika Andre menerima suapan Dahlia. Sorakan pun mulai terdengar dan suasana pun kembali mencair.


Sementara itu, Dahlia kembali memotong kue dan memberikannya kepada Romy. Setelah itu Dahlia memanggil salah satu anak panti yang paling besar untuk memotong kue dan membagikannya kepada anak-anak panti yang lain.


Di panggung, sang MC pun mempersilahkan para tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang telah di sajikan. Semua pun mengambil posisi nyaman masing-masing. Termasuk Gita dan Bryan memilih duduk bersama Aldo dan Karin.

__ADS_1


"Gita!" Panggil seseorang membuat Gita menoleh dan Karin langsung mengepalkan tangan ketika melihat siapa yang memanggil Gita.


__ADS_2