CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 8


__ADS_3

Di tempat lain, di sebuah hotel saat ini dua orang sedang berada di bawah selimut yang sama. Mereka tampak bahagia karena baru saja selesai menyalurkan rasa rindu karena sudah seminggu mereka tidak bertemu.


"Sayang, kamu kemana aja sih, katanya mau sering-sering kesini tapi udah seminggu kamu pergi baru sekarang kamu balik lagi" ucap wanita itu dengan cemberut


"Maaf sayang, kamu tau kan kalau aku ini seorang bos aku sedikit sibuk akhir-akhir ini." Jawab pria itu mengecup bahu telanjang milik sang perempuan.


"Huh, kamu membohongi ku" kata wanita itu menyedekapkan tangan nya di dada.


"Maaf sayang, bagaimana jika kita jalan-jalan dan shopping, sebagai ucapan permintaan maaf ku" bujuk sang pria itu.


"Beneran" jawab sang perempuan dengan antusias. Pria itu pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis


Seketika wajah wanita itu menjadi sumringah. Ia pun tersenyum lebar lalu ingin beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Namun saat ia hendak beranjak tangannya di tahan oleh sang pria hingga tubuhnya menubruk tubuh telanjang pria itu.


"Jangan buru-buru sayang, aku masih rindu dengan mu" ucap pria itu meraih tengkuk sang wanita lalu mencium lembut bibir manis milik wanita itu.


Mereka pun melanjutkan aktivitas panas untuk yang kedua kalinya.


***


"Git" panggil Karin kepada sahabatnya, saat mereka sedang nongkrong di cafe setelah seharian mereka menghabiskan waktu di dalam kantor.


"Apa" jawab Gita sembari menyuapkan makanan ke mulutnya


"Lo masih inget Tante Sarah?"


Gita mengerutkan kening mencoba mengingat nama itu


"Tante Sarah mamanya kak Aldo" ucap Karin lagi.


"Ah iya, inget gue kenapa?"


"Jadi semalem ternyata Tante Sarah dan juga Om Jaka dateng ke rumah gue"

__ADS_1


"Kok gue ngga tau"


"Mereka dateng pas kita masih di mall,"


"Pas kita baru pulang mereka pulang balik"


"Belum, mereka nginep di rumah gue malah"


"Serius"


"Iya, terus nih ya tadi pagi Tante Sarah bilang kalau dia mau jodohin gue sama kak Aldo" cerita Karin dengan ekspresi yang lesu


"Whaaatt" teriak Gita


"Jangan teriak-teriak Gita"


Gita pun langsung menutup mulutnya dan spontan melihat sekeliling, dia tersenyum canggung saat tau ternyata cafe ini sedang ramai pengunjung


"Jadi lo mau? Secara nih ya kan dulu lo suka sama kak Aldo" goda Gita pada Karin, sedangkan Karin hanya berdecak kesal


"Itu dulu, sekarang gue udah ada seseorang yang gue suka" kata Karin menatap ke arah Gita.


"Siapa?" Tanya Gita penasaran


"Ada deh, cuman gue takut kalau bokap gue ga bakal ngizinin gue sama dia"


"Kenapa gitu"


"Karena...."


Dada pria yang sedang menguping itu naik turun marah. Siapa yang telah mengalahkan pesona dirinya. Ia berhenti mendengarkan pembicaraan antara dua perempuan itu dan beranjak pergi. Bagaimana dengan mudahnya Karin melupakan dirinya. Apakah karena selama ini dia menghilang dan tidak pernah menemui Karin. Jika benar alasan itu sungguh tidak masuk akal. Buktinya sampai saat ini dirinya tetap bisa menjaga rasa cinta yang dia miliki hanya untuk Karin kenapa Karin tidak bisa. Pria yang mengenakan pakaian serba hitam khas supir itu pun berjalan menuju toilet.


"Karin, kalo lo beneran suka ya udah coba deh lo jelasin pelan-pelan sama orang tua lo, siapa tau mereka bisa nerima dia" kata Gita menenangkan sahabatnya, Gita menggenggam tangan Karin untuk meyakinkan Karin bahwa Gita selalu mendukung apapun yang akan Karin putuskan.

__ADS_1


Sementara di toilet pria, lelaki yang memakai pakaian supir itu sedang berkaca. Ia menyentuh pipi nya yang memang tidak semulus dulu. Banyak tumbuh rambut halus disana, namun itu sama sekali tidak merubah tampilan keren khas dirinya.


"Gue masih keren kok walaupun tampang gue kayak gini" ucap pria itu bermonolog. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencoba mencari apa yang kurang dari dirinya.


"Apa karena gue pake baju begini ya?" Pria itu memutar badannya dan melihat dirinya sendiri di kaca. "Tetep keliatan gagah kok gue, kenapa Karin ngga terpesona sama gue ya" lanjutnya.


"Apa karena nama gue jadi Eka ya?" Pria itu menopangkan kedua tangannya lalu menatap ke arah kaca.


Wajahnya tetap terlihat tampan dengan bulu halus di wajahnya yang memang sengaja tidak ia cukur. Menurutnya penampilan seperti ini cukup keren jadi ia mempertahankan rambut halus itu. Namun mungkin sepertinya mulai besok ia harus kembali mencukur rambut yang tumbuh di pipinya ini agar Karin bisa kembali terpesona oleh dirinya. Pria itu pun mencuci tangannya lalu pergi dari toilet. Dan menuju parkir.


Sesampainya di parkir ia terkejut karena dua wanita yang menjadi nona nya sudah menunggu dirinya. Apakah begitu lama ia di toilet tadi. Ia menepuk dahinya pelan dan dengan sedikit berlari segera menghampiri dua wanita itu.


"Maaf nona, tadi saya ke toilet sebentar" kata Eka saat ia sudah sampai di hadapan Karin dan Gita


"Lama banget sih, kaki gue sampe kesemutan tau ngga gara-gara nungguin lo" kata Karin sewot


"Sekali maaf nona" ucap Eka menundukkan kepalanya


"Yaudah lah Karin, kita juga baru beberapa menit nunggu disini kan," kata Gita lembut.


Karin justru menatap tajam Eka, sebenarnya yang terjadi adalah Karin takut terjadi sesuatu dengan pria itu hanya saja ia menampilkan ekspresi yang berbeda.


"Eka, buka pintu mobilnya ya. Kita segera pulang" perintah Gita


"Baik nona"


Eka pun segera membukakan pintu untuk Gita dan segera masuk ke mobil juga. Mobil pun meluncur menuju rumah Karin.


"Besok-besok lo bawa mobil sendiri aja deh git" kata Karin saat mereka sudah di dalam mobil. Mobil pun sudah berjalan


"Loh kenapa" tanya Gita heran.


"Daripada di anter sama sopir lo ini" kita Karin menatap Eka dari kaca yang ada di mobil.

__ADS_1


Di depan Eka hanya meneguk kasar ludahnya sendiri. Tatapan Karin begitu menusuk dirinya. Entah karena dia yang tidak ingin Karin marah atau karena memang Karin yang sudah berubah menjadi begitu galak.


"Tapi non....."


__ADS_2