
"Sayang makasih ya udah bawa aku belanja banyak banget" ucap seorang wanita dengan perasaan yang bahagia. Ia memeluk pinggang pria di sampingnya itu. Sementara sang pria hanya tersenyum tipis.
"Kau sudah tidak marah lagi" tanya pria itu menyentuh manja hidung wanita yang tingginya hanya sebatas bahunya itu.
Wanita itu menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya pada pria yang sedang membawakan banyak tas belanjaan milik sang wanita. Mereka berjalan keluar dari sebuah mall yang cukup mahal di daerah situ. Demi wanita itu sang pria telah mengeluarkan banyak uang hari ini. Mereka menuju parkir dan saat mereka hendak masuk ke mobil, tiba-tiba...
"Sisi" seru seseorang dari belakang mereka
Wanita yang dipanggil sisi itu pun menoleh dan seketika matanya membulat besar saat tau siapa yang memanggilnya. Spontan ia melepaskan pelukannya pada pria di sebelahnya dan menatap ke arah pria paruh baya yang sedang berjalan menghampirinya.
"Siapa dia?" Tanya orang itu.
"Emm... Om... Ini" sisi bingung mau menjawab apa. Jika dia jujur bahwa pria di sampingnya ini adalah kekasihnya maka sudah dapat di pastikan bahwa pria yang bertanya itu akan semakin tidak menyukainya.
"Siapa dia" tanya lelaki paruh baya itu dengan tegas dan dingin.
"Saya kakak sepupu dari sisi Om, perkenalkan saya Deka" ucap pria di samping sisi, Deka pun mengulurkan tangannya bermaksud bersalaman dengan pria yang ia panggil 'om'
"Saya Arya" ucap tuan Arya menerima uluran tangan Deka.
"Antar sisi pulang, tidak baik anak gadis keluar malam bersama laki-laki" lanjut tuan Deka lalu meninggalkan Sisi dan Deka.
"Untung saja...." Ucap Sisi pelan, ia sangat bersyukur Deka menutupi hubungan mereka.
"Ya udah, yuk masuk ke mobil. Aku antar kamu pulang" ucap Deka membukakan pintu mobil untuk Sisi dan kemudian mengitari mobil untuk masuk ke bagian kemudi
Dari kejauhan tuan Arya yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dua orang yang baru di temuinya itu segera menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Selidiki siapa pria yang bersama Sisi hari ini" ucap tuan Arya kepada seseorang dari arah seberang. Setelah mendapat jawaban dari lawan bicara tuan Arya pun menutup teleponnya
"Ayah, akan aku pastikan bahwa sebuah kesalahan karena kau telah menjodohkan cucu mu dengan perempuan seperti Sisi" setelah berkata demikian tuan Arya pun menuju mobilnya dan pulang ke rumah.
***
"Tuan, ini adalah perusahaan tempat nona Gita bekerja" jelas Romy kepada Bryan. Saat ini mereka sedang ada di perusahaan milik keluarga Karin
"BRAM CORP"
Bryan menatap tajam ke arah Romy, bagaimana asistennya ini mengantarkan dia ke perusahaan milik keluarga Karin. Padahal sudah jelas bahwa ia meminta Romy mengantarkan dirinya untuk menemui Gita, wanita pujaannya.
Sadar dengan tatapan tuannya Romy pun tersenyum canggung.
"Tuan jangan salah paham, nona Gita memang bekerja disini" jelas Romy dengan keringat sebiji jagung yang membanjiri keningnya. Bukan karena cuaca panas hari ini namun karena mendapat sorotan tajam dari tuannya.
"Sangat yakin sekali tuan"
Bryan pun berjalan masuk perusahaan itu mendahului Romy. Sedangkan di belakang Romy menghembuskan nafas lega. Semalam ia yang masih asyik dengan tidurnya tiba-tiba dikagetkan dengan suara telpon nya yang terus berbunyi. Ia ingin sekali mengumpat orang yang telah mengganggu tidur nyenyak nya. Namun saat ia melihat layar dan mengetahui siapa yang menelepon dirinya, rasa kantuknya pun hilang seketika.
Dan seperti biasa tuannya itu selalu sesuka hati jika memberikan tugas kepadanya. Pukul dua dini hari Romy harus mencari informasi dimana Gita bekerja karena ternyata bos nya itu tidak tau bahwa Gita tidak bekerja di perusahaan keluarganya sendiri. Dan hal baiknya adalah Romy memiliki kemampuan yang dapat di andalkan. Jika tidak sudah dapat di pastikan bahwa bonus bulan ini akan di potong lagi oleh bos arogan nya itu.
Sementara di ruang kerjanya Gita sedang berdiskusi dengan Karin mengenai sebuah proyek yang akan di kerjakan oleh tim Gita. Karena disini Karin menjabat sebagai wakil CEO sekaligus putri dari pemilik perusahaan maka Karin bisa dengan bebas berjalan kemana saja. Namun tentu saja setelah ia selesai dengan pekerjaannya baru biasanya ia akan berkunjung ke ruangan Gita.
"Bu Gita, maaf ada yang mencari ibu" ucap seorang staf kepada Gita. Gita yang sedang asyik berbicara dengan Karin pun menoleh ke arah staf wanita itu.
"Siapa?" Tanya Gita
__ADS_1
"Saya kurang tau Bu, tapi sepertinya ia orang besar karena pak Bram pun mempersilahkan orang itu masuk" jelas wanita itu.
Karin dan Gita saling pandang dengan kening berkerut, siapa orang itu sehingga ayah Karin juga menyambutnya.
"Baiklah mawar, saya akan segera menemui orang itu" kata Gita.
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi" wanita itu pun pergi setelah mendapat jawaban dari Gita.
"Siapa kira-kira ya Rin" tanya Gita pada Karin. Karin hanya angkat bahu acuh lalu menarik tangan Gita untuk melihat siapa tamu yang di sambut sendiri oleh pemilik perusahaan.
Sementara di ruang tunggu, udara yang tadinya normal tiba-tiba berubah menjadi agak dingin. Romy memegang tengkuknya yang serasa merinding. Apakah perusahaan ini angker. Tanya Romy dalam hati. Namun saat ia melihat ke arah bos nya Romy segera mengerti dengan situasi di ruangan ini.
'tuhan, semoga nona Gita benar-benar bekerja disini. Jika tidak habislah aku' ucap Romy dalam hati. Aura dingin dari bos nya seolah bisa menembus dadanya. Romy mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu dan melihat ke arah pintu dengan perasaan was-was. Takut jika yang masuk bukan nona Gita melainkan orang yang di suruh memanggil Gita.
Perasaan Romy menjadi semakin tidak enak saat sudah lewat dari lima belas menit namun orang yang di tunggu belum datang juga. ia menatap ke arah bos nya. Ia meringis takut saat melihat ekspresi bos nya yang seperti ingin menelannya hidup-hidup. Romy menelan ludahnya kasar dan segera membuang pandangannya ke arah lain.
'nona Gita cepatlah sampai' doa Romy dalam hati.
Sungguh saat ini ia ingin menghilang dari ruangan yang lebih menakutkan dari rumah hantu. Namun Romy bisa bernafas dengan lega saat pintu terbuka dan ia melihat seseorang masuk ke ruangan itu.
'Hidupku terselamatkan' ucap Romy dalam hati.
Namun matanya membola saat melihat bukan Gita yang masuk ke dalam ruangan. Ia menatap bos nya. Ia ingin menghilang sekarang juga.
jangan lupa untuk like karya ini dan berikan vote kalian
jika tertarik tambahkan ke daftar favorit kalian juga ya
__ADS_1
salam dari author 🤗