
Bryan terpaku mendengar pertanyaan Gita. Bryan menatap ke arah Gita yang menampilkan senyum manis di wajahnya. Apakah gadis ini sama sekali terluka atau merasakan cemburu saja saat dirinya bertanya tentang pertunangan. Dan lagipula tau darimana Gita tentang pertunangan. Selama ini Bryan tidak pernah mengungkit hal itu.
"Gita... Kamu???" Ucap Bryan. Dalam benaknya ia sangat ingin menceritakan semua yang di alaminya kepada Gita.
"Kita perlu bicara. Saat luka mu sembuh aku akan mengajakmu keluar. Aku permisi.." ucap Bryan berdiri lalu berjalan keluar rumah.
Di halaman rumah Bryan melihat tuan Anggar. Bryan pun menghampiri tuan Anggar untuk berpamitan.
"Kek, saya pamit pulang terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" pamit Bryan kepada kakek Anggar.
"Ya, berhati-hatilah.." jawab kakek Anggar menatap Bryan.
Bryan pun membalikkan badannya dan hendak meneruskan langkahnya. Lalu...
"Bryan... Sampaikan kepada kakek mu, cucuku sudah menolong nya dari kecelakaan apakah dia akan tetap membenci Gita???" Ucap kakek Anggar dingin.
Bryan pun menoleh ke arah tuan Anggar, kening Bryan mengkerut heran. Apa yang sudah di lakukan oleh kakeknya???
Sementara di ruang tamu, Gita kembali teringat dengan masa lalu.
Flashback on
Saat itu Gita baru saja lulus sekolah tingkat SMA. Ia begitu bahagia, karena dirinya sudah beranjak dewasa. Dan tentu saja ada seseorang yang menunggunya.
Gita mengayunkan kakinya berjalan menuju taman kota. Dia sudah janjian kepada seseorang yang sangat dia sukai. Namun sayang orang itu sudah lulus dua tahun sebelum dia.
Senyum Gita merekah saat melihat pria yang menyuruhnya datang rupanya sudah menunggunya di bangku taman. Tanpa menunggu lama Gita pun mempercepat langkahnya dan menuju ke arah pria itu.
"Kak ...!" Seru Gita dengan senyum di wajahnya.
Pria yang di panggil itu pun menoleh dan mendapati gadis cantik yang sudah 30 menit ia tunggu kedatangannya. Pria itu menjadi sangat gugup saat sudah dekat dengan gadis itu.
"Duduk dulu." Ucap pria itu.
Gita pun duduk di sebelah pria itu dengan perasaan berdebar. Gita tak bisa menyembunyikan rasa gembira dalam hatinya. Ia menatap dari samping pria yang saat ini sedang diam. Gita mengerutkan keningnya saat melihat pria itu begitu gelisah.
__ADS_1
"Kak...?" Panggil Gita. Pria itu pun menoleh.
"Kakak ngga apa-apa kan?" Tanya Gita khawatir.
"Eng... Engga kok... Hheee" ucap pria itu canggung. Sungguh saat ini jantungnya berdebar tidak karuan.
Kata-kata romantis dan indah yang sudah ia hafalkan dari semalam hilang begitu saja saat dirinya sudah bertemu dengan gadis di sampingnya itu.
"Em.... Gita...?" Panggil pria itu.
"Ya..." Jawab Gita menoleh ke sang pria.
"Selamat ya atas kelulusannya.." ucap pria itu. Gita pun menganggukkan kepalanya dan menunggu pria itu mengatakan hal yang lain.
"Kalau gitu, aku pulang dulu ya. Soalnya aku ada kuliah sore hari ini" ucap pria itu dan langsung meninggalkan Gita seorang diri.
Senyum Gita langsung pudar. Ia menatap punggung pria yang baru saja meninggalkannya. Mata Gita berkaca-kaca.
"Kakak ngga lupa kan sama ucapan kakak waktu itu. Kalau aku sudah dewasa kakak bakal ngajar aku jadian..." Ucap Gita pelan. Pandangannya memandang ke arah tanah yang di pijak nya. Hari indah yang ia bayangkan berlalu begitu saja.
"Sudah lama??" Tanya Gita langsung duduk di depan pria itu.
"Enggak kok, baru aja." Jawab pria itu. "Makan dulu Git, aku udah pesen makanan buat kamu" lanjut pria itu.
Gita dan pria itu pun makan, sesekali pria yang ada di depan Gita ini mencuri pandang ke arah Gita. Gita memang cantik dan bisa membuat siapapun yang menatapnya pasti tertarik.
"Git, ku mau ngomong sesuatu sama kamu.." ucap pria itu menatap Gita. Saat ini mereka sudah selesai makan.
"Mau ngomong apa Ngga?" Tanya Gita menatap pria itu.
"Aku suka sama kamu... Kamu mau ngga jadi pacar aku" ucap pria itu menatap penuh harap ke arah Gita.
Deg... Deg...
Jantung Gita berdebar, terlebih saat pria itu menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Gita, aku memang belum memiliki apapun berbeda dengan kamu tapi perasaan aku ke kamu tulus. Aku benar-benar sayang sama kamu, aku udah jatuh cinta semenjak kita pertama kali ketemu.." ucap pria itu menatap netra Gita dalam.
"Kamu mau kan jadi pacar aku???" Tanya pria itu.
Seperti terhipnotis Gita Kun menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju jadian dengan pria itu.
Setelah resmi menjadi kekasih, pria itu pun mengantarkan Gita pulang ke rumah. Sampai di rumah Gita mondar-mandir di kamarnya, ia masih bingung bagaimana jika Bryan mengungkapkan perasaannya.?
Memikirkan itu hingga membuat mata Gita ngantuk dan akhirnya Gita tertidur. Keesokan harinya, Bryan mengajak bertemu Gita kembali di taman yang kemarin lusa. Gita dengan ragu-ragu datang dan ternyata di taman ada dua orang yang ternyata keduanya bukan Bryan.
Gita pun duduk di bangku yang lain, namun ternyata kedua orang itu justru menghampiri Gita.
"Anda nona Gita?" Tanya salah satu dari mereka.
Sebelum menjawab Gita mengerutkan keningnya, bagaimana pria di depannya ini tau namanya padahal Gita tidak mengenal mereka berdua.
"Jangan takut nona, saya bodyguard tuan Bryan dan ini adalah kakek tuan Bryan." Jelas pria itu lagi.
"Jadi apakah benar anda nona Gita?" Tanya pria itu lagi, Gita pun hanya menganggukkan kepalanya sambil terus memandang heran ke arah keduanya.
"Kheemm..." Pria katanya kakek Bryan itu berdehem lalu duduk di samping Gita.
"Tinggalkan kami" perintah kakek itu kepada pria yang tadi berbicara kepada Gita.
Dan pria itu pun pamit undur diri, setelah memastikan orang itu sudah jauh. Kakek itu pun memulai pembicaraannya.
"Gita, kau tau kenapa aku menemui mu?" Tanya kakek itu datar dan menatap Gita.
Gita hanya menggelengkan kepalanya, Gita sungguh takut dengan tatapan milik kakek itu.
"Kau adalah wanita yang di sukai Bryan. Bryan bercerita tentang dirimu kemarin" kata kakek itu mengalihkan pandangannya kedepan.
Gita lalu menoleh ke arah kakek itu.
"Dan Bryan memang akan datang kesini, tapi aku mendahuluinya" ucap kakek itu menatap Gita.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berkata. Kau jauhilah Bryan, jangan buat masa depannya hancur karena perasaan konyol kalian. Lagipula Bryan sudah dijodohkan jadi jangan menggangunya lagi. Kau hanya gadis kecil yang tidak tau apapun, jadi jangan buat Bryan menjadi pria bo doh karena berpacaran dengan mu" ucap kakek itu dingin lalu pergi meninggalkan Gita dengan kebingungannya.