CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 18


__ADS_3

Ciiit.... Ciiit...


Suara burung yang sedang bersiul di pagi hari pertanda bahwa hari sudah mulai terang. Cuaca hari ini sepertinya lumayan terang begitu juga dengan suasana hati seorang Bryan. Saat ini Bryan sedang menikmati sarapan roti selai dengan di temani oleh Romy, asisten nya. Saat sedang menikmati sarapan miliknya Romy terkejut saat hp di sakunya bergetar. Ia mengambil benda pipih itu lalu melihat nama 'andre' terpampang di layar handphone. Romy pun menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.


"Kenapa, pagi-pagi sekali kau sudah mengganggu ku" sungut Romy tanpa berbasa-basi


"......"


"Kau sudah menyelediki nya?" Tanya Romy dingin, ekspresi nya jelas berubah tidak seperti semula.


Bryan yang menyadari perubahan ucapan pun melirik ke arah asisten nya tersebut.


"Baiklah, akan ku beritahukan kepada bos. Lakukan apa yang bisa kau lakukan"


Sambungan pun terputus, Romy segera membuka handphone nya dan melihat berita panas pagi ini. Ekspresi nya langsung muram. Ia baru tenang selama beberapa hari ini dan kini sudah ada orang yang membuatnya harus sibuk kembali.


"Bos, apakah anda sudah melihat berita hari ini?" Tanya Romy menatap bos nya yang sedang menikmati roti selai kacang kesukaan Gita, ya bos nya ini menyukai apa saja yang di sukai oleh Gita.


"Aku tidak suka hal membosankan seperti itu" jawab Bryan santai tetap mengunyah roti nya


"Jika ini mengenai nona Gita, apakah.....?" Kata Romy hati-hati ia melihat ragu-ragu ke arah bos nya.


"Katakan maksud mu" ucap Bryan menatap tajam Romy. Sementara Romy menelan ludahnya kasar lalu beranjak dari duduknya dan mendekat ke samping Bryan


"Ini tuan.." Romy memperlihatkan berita hari ini, Bryan yang semula acuh langsung meraih ponsel Romy saat ia melihat orang yang sangat di kenal nya masuk dalam berita negatif.


Rahang Bryan mengeras saat melihat judul berita itu "wanita cantik yang menjadi perusak rumah tangga sahabat sendiri" dalam berita itu di ikut sertakan pula video seorang wanita yang sedang menahan seorang lelaki yang hendak pergi padahal jelas ada seorang wanita hamil di samping pria itu. Bryan kenal dengan wanita itu. Dengan pria dan juga dengan wanita hamil yang ada di video itu. Namun Bryan menemukan sebuah kejanggalan dalam video itu. Bryan tersenyum miring melihat seorang yang sangat tidak ahli dalam mengedit video itu.

__ADS_1


"Maaf tuan, hp saya jangan di banting" Romy langsung merebut ponselnya saat melihat ekspresi Bryan yang begitu marah.


"Selidiki siapa orang yang sudah membuat postingan seperti itu, pastikan juga bahwa Gita tidak melihat hal seperti ini" kata Bryan dingin.


"Pastikan kau melakukan tugas ini dengan cepat, jika tidak....."


"Baik bos..." Romy sudah hilang dari pandangan Bryan sebelum Bryan menyelesaikan perkataannya.


"Kau bermain-main dengan orang yang salah" ucap Bryan memandang lurus ke depan. Pandangan nya begitu tajam bahkan bisa mengintimidasi orang yang melihatnya.


***


"Hahahaha....." Tawa Santi menggema di kamar pribadi miliknya. Ia sangat bahagia saat melihat orang yang dia benci menjadi bahan hujatan orang banyak.


"Rasakan serangan ku Gita, aku yakin kau akan tidak tenang saat ini, hahaha...." Ucap Santi lagi.


Santi terkesiap mendengar pertanyaan suaminya, ia fikir suaminya sudah berangkat kerja sejak tadi tapi ternyata suaminya itu baru saja mandi. Pantas saja gaji selalu terpotong ternyata suaminya ini pemalas. Entah apa yang dulu membuat Santi begitu tergila-gila dengan sosok pria yang sedang mencari baju di lemari itu.


Santi menatap punggung sang suami, sudah lama sekali sejak mereka menikah pria itu tidak pernah menyentuhnya. Namun meski begitu Santi tak keberatan sama sekali, sebab Santi begitu mencintai pria itu.


"Kenapa diam?" Tanya pria itu menatap Santi.


Santi berdehem untuk mengurangi kegugupan nya. "Emmm... A..aku hanya sedang menonton video lucu ya, hhee" ucap Santi kemudian beranjak dari duduknya dan menghampiri pria yang menjadi suaminya.


Santi memeluk pria itu dari belakang, pria yang sedang sibuk mencari dasi kantor nya itu pun menghentikan aktivitasnya.


"Mas, kapan kau akan menyentuhku, sudah lama sekali sejak saat itu. Aku ini istrimu" ucap Santi mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Lihatlah bahkan perutku sudah hampir membesar, dan kau belum pernah sekalipun menjenguknya" kata Santi dengan suara serak. Matanya mulai berkaca-kaca. Bagaimanapun ia juga ingin menunaikan kewajiban nya sebagai seorang istri.


Angga, suami Santi melepas pelukan Santi dan menatap ke arah Santi yang terlihat sedih. Angga mengangkat dagu Santi agar menatap dirinya. Mata mereka bertemu, ada debaran dalam hati Angga. Sebagai lelaki ia juga ingin merasakan kembali sebuah kehangatan dari indahnya aktivitas percintaan. Namun ia tentu masih marah dengan wanita yang sudah bergelar istrinya itu. Jika bukan karena wanita ini mungkin saat ini hubungannya dengan Gita masih baik-baik saja.


Santi menatap mata Angga, ia menarik kemeja yang Angga kenakan lalu mencium bibir Angga, Angga tidak menolak ini adalah tanda hijau. Santi pun melanjutkan aktivitasnya dengan melu*at lembut bibir Angga. Awalnya Angga tidak merespon namun semakin lama Angga mulai terpancing dan membalas ciuman Santi. Santi pun menuntun Angga ke ranjang dan mereka pun melakukan aktivitas suami istri yang sudah lama sekali tidak mereka lakukan.


***


Sementara di kantor Bram corp, terjadi sebuah keributan. Saat ini jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi, namun kantor sudah begitu ramai dengan para karyawan yang hoby bergosip.


"Ini bukannya kepala manager yang di pilih langsung oleh pak Bram ya?" Tanya seorang gadis cantik kepada kedua temannya.


"Iya, terus kalau tidak salah ingat perempuan hamil ini adalah perempuan yang tempo hari datang ke kantin kantor dan melabrak nona Gita." Sahut yang lain


"Ya kau benar, dan lihat lelaki ini kan yang dulu pernah jadi pacar nona Gita. Dan katanya perempuan hamil ini juga dulu pernah berteman dengan nona Gita"


"Benarkah?"


"Ya,, aku sungguh tidak menyangka bagaimana bisa wanita seanggun nona Gita bisa berbuat seperti itu"


Mereka asyik bergosip ria, hingga seseorang yang memakai pakaian rapi dengan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi menghampiri mereka.


"Syuuuuuut...." Perempuan itu meletakkan jari telunjuknya di bibir pertanda bahwa orang yang sedang bergosip itu sebaiknya diam.


"Dunia orang kaya itu berbeda, jika kalian masih ingin bekerja disini maka jaga ucapan kalian," ucap wanita itu tegas lalu berlalu meninggalkan sekelompok wanita yang suka bergosip itu.


Tak... Tak... Tak...

__ADS_1


__ADS_2