CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI

CINTA LAMA BERTEMU KEMBALI
CLBK 54


__ADS_3

"Lo kesini bukan karena pengen deket sama Eka kan?" Tanya Gita kepada Karin dengan mata menyipit curiga.


Karin yang semula rebahan di kasur Gita langsung terduduk dan menatap Gita.


"Ya, itu termasuk alasannya juga sih. Hhee" jawab Karin dengan cengengesan membuat Gita memutar bola matanya jengah.


"Gue mau mandi dulu" ucap Gita dan berlalu ke kamar mandi.


Karin telentang di atas kasur, matanya menatap langit-langit kamar Gita. Ia memikirkan bahwa ia akan tetap memperjuangkan cintanya bersama Aldo. Bahkan jika nanti Mama nya tidak setuju. Karin hanyut dalam fikiran nya hingga tidak mendengar telponnya yang bergetar sejak tadi.


***


Di apartemen baru yang di miliki oleh Deka. Sisi duduk di sofa dengan memakan roti selai yang tadi di belikan Deka di toko.


"Aku akan ikut mencari tahu siapa pria yang sudah membuat mu hamil" ucap Deka keluar dari kamar mandi. Deka menggunakan celana pendek dan juga kaos oblong.


Sisi menoleh ke arah Deka, sebenarnya Sisi sangat ingin jika Deka lah yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Namun, Sisi juga maklum jika Deka menolak permintaannya itu.


"Terima kasih" jawab Sisi pelan.


Deka duduk di kursi kecil yang sedikit jauh dari Sisi. Jika dulu Deka sangat suka berada di dekat Sisi dengan alasan bahwa tubuh Sisi sangat wangi, sekarang Deka sedikit menjaga jarak.


"Setelah selesai, kau pulang lah. Aku sudah memesankan taksi untukmu dan sudah ada di luar" ucap Deka.


Sisi pun tersenyum tipis kemudian mengangguk. Sisi meraih sling bag nya kemudian keluar dari apartemen Deka.


Setelah kepergian Sisi, Deka menatap lurus ke arah kursi yang tadi di duduki oleh Sisi. Deka bisa mempertimbangkan jika memang anak dalam perut Sisi adalah anaknya. Namun tadi dengan gamblangnya Sisi mengatakan bahwa dia sendiri tidak tahu siapa lelaki yang sudah membuatnya hamil. Bagaimana bisa Deka berhubungan dengan wanita seperti itu. Bahkan Santi saja hanya berhubungan dengannya saja sampai santi hamil.


Dan disaat Deka ingin bertanggung jawab ternyata Santi menolaknya dengan alasan bahwa Santi ingin di nikahi oleh Angga, pria yang di cintai Santi. Deka ingin marah saat itu, tapi rasa cinta yang begitu besar kepada Santi membuatnya rela melepaskan demi kebahagiaan Santi.

__ADS_1


Deka menyugar rambutnya, kemudian beranjak masuk ke dalam kamar.


***


Malam ini di keluarga Wijaya. Semua telah duduk di meja makan dengan masing-masing piring yang sudah ada di depan merek. Karin pun ikut serta dalam makan malam itu, gadis itu benar-benar berniat menginap di rumah Gita.


"Karin, tadi Mama kamu telepon Tante" ucap nyonya Indira menatap Karin yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya.


Karin pun menoleh ke arah nyonya Indira. "Mama bilang apa tan?" Tanya Karin setelah selesai mengunyah makanannya.


"Cuma tanya aja, apa bener kamu di sini" jawab nyonya Indira kemudian menyuapkan nasi ke mulutnya.


Karin pun hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari Mama sahabatnya itu. Kemudian melanjutkan makannya.


Sementara nyonya Indira hanya menatap ke arah Karin, sore tadi sahabat sekaligus Mama dari Karin itu menelpon dirinya dan bertanya apakah Karin sedang bersama Gita.


Temannya itu juga bercerita alasan kenapa Karin menginap di sini. Nyonya Indira maklum dengan apa yang di lakukan oleh Karin. Nyonya Indira jadi ingat jika dulu dia sempat mengancam kedua orang tuanya jika dia tidak merestui hubungannya dengan tuan Abdi. Nyonya Indira tersenyum tipis kemudian menoleh ke arah sang suami yang ada di sampingnya. Dan kebetulan tuan Abdi pun sedang menoleh.


Nyonya Indira melebarkan senyumnya dan melanjutkan makannya. Mengabaikan suaminya yang mungkin saja penasaran.


***


"Pa,,, Mama minta maaf" ucap nyonya Siska kepada sang suami.


Setelah makan malam tadi, tuan Bram langsung masuk ke ruang kerja. Rupanya tuan Bram masih sedikit kesal dengan istirnya. Nyonya Siska yang merasa di abaikan sejak pagi pun merasa sedih. Sudah anak gadisnya menginap di rumah Gita, sekarang suaminya pun mendiamkan nya.


Nyonya Siska pun membuatkan suaminya teh kemudian menghampiri sang suami yang ada di ruang kerja. Nyonya Siska meletakkan nampan berisi segelas teh kemudian memeluk suaminya dari belakang.


Tuan Bram sedang mengerjakan sesuatu dan kaget saat tiba-tiba istirnya memeluk lehernya dari belakang. Karena ada kursi jadi istirnya hanya bisa memeluk lehernya saja.

__ADS_1


Mendengar ucapan permintaan maaf dari sang istri, tuan Bram masih diam dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Melihat suaminya diam, nyonya Siska tidak menyerah. Ia tahu bahwa suaminya adalah orang yang pemaaf.


"Pa maafin Mama, Mama janji setelah ini Mama tidak akan lagi mengungkit tentang perjodohan" ucap nyonya Siska. Namun tuan Bram masih diam.


"Mama nyesel Pa, maafin Mama ya Pa?" Ucap nyonya Siska dengan suara serak. Matanya pun terlihat berkaca-kaca.


Mendengar suara istrinya yang sedikit serak membuat tuan Bram menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah sang istri. Nyonya Siska pun melepas pelukannya kemudian berdiri di samping sang suami. Wanita yang masih terlihat muda itu memegang lengan pria yang menjadi suaminya.


"Papa maafin Mama ya...." Tanya nyonya Siska, terlihat air mata sudah jatuh di pipinya.


Tuan Abdi pun berdiri dan membawa nyonya Siska dalam pelukannya. Tangis nyonya Siska pun pecah. Bagaimanapun di diamkan oleh anak dan suami sangat membuatnya sedih. Ia merasa sendirian.


Tadi saat menelpon sahabatnya, nyonya Siska pun di nasihati habis-habisan oleh sahabatnya itu. Dan yang membuat nyonya Siska sadar adalah, ia ingat dulu ia juga di jodohkan namun karena sudah ada tuan Bram yang di cintainya akhirnya nyonya Siska memilih kabur. Persis seperti apa yang di lakukan Karin saat ini.


***


"Selamat malam sayang...." Ucap seseorang dan membuat Karin yang sedang duduk di bangku taman rumah Gita pun terkejut.


"Kamu kok kesini?" Tanya Karin kemudian melihat sekeliling. Aman. Tidak ada orang di sekitar sini.


"Aku kangen sama kamu" ucap lelaki itu.


"Tadi sore baru ketemu" jawab Karin.


"Tapi rasa rinduku tidak mengenal waktu yang.... Bahkan kalau bisa aku ingin melihat mu setiap waktu. Karena rinduku kepadamu setiap detik" gombal pria itu menatap wajah Karin yang terlihat cantik namun juga terlihat sedikit sendu.


Karin menoleh ke arah pria itu, mata mereka bersitatap kemudian tanpa aba-aba Karin langsung memeluk pria itu dan menangis di dada bidang pria yang sudah hampir sebulan ini menjadi kekasihnya.


Meskipun bingung dengan apa yang terjadi, pria itu tetap membalas pelukan Karin dan mengusap lembut punggung Karin untuk menenangkannya.

__ADS_1


***


"Aku tetap akan menolak perjodohan ini!!!! Tidak peduli bagaimanapun kakek memaksa!!"


__ADS_2