
"Karin, tumben banget lo udah bangun jam segini?" Tanya Gita yang baru saja bangun tidur.
Gita menyenderkan punggungnya ke dipan kasur dan menatap sahabatnya yang sedang berkaca di depan cermin.
"Lo mau joging?" Tanya Gita kemudian ketika melihat Karin memakai pakaian olahraga.
Karin pun menoleh dan tersenyum manis kemudian mengangguk. Gita hanya mencibir kemudian melihat ke arah jam dinding. Masih pukul lima lewat lima belas. Gita pun beranjak dari kasurnya kemudian mengambil handuk.
"Gue ikut, lo tunggu ya" ucap Gita langsung masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban Karin. Sementara Karin hanya mendengus kesal.
Sementara di bawah, Aldo sudah siap dengan pakaian olahraga nya dan sedang melakukan pemanasan kecil di halaman rumah. Karena akan ada acara pertunangan Gita dan Bryan maka tadi malam mereka sengaja menginap di rumah Wijaya termasuk para orang tua.
"Weih, tumben tuan udah bangun?" Tanya seseorang dari arah belakang dan membuat Aldo menoleh.
"Iya Ndre, mau joging. Lo mau ikut?" Tanya Aldo basa-basi. Sebenarnya Aldo berharap Andre tidak mau.
Andre terlihat berfikir kemudian menggelengkan kepalanya. "Engga deh tuan. Saya mau nyari buah pesenan non Gita. Yang kemarin sudah habis di makan anak-anak" jawab Andre.
Aldo pun menepuk pundak Andre, sedangkan Andre hanya tersenyum.
"Ayok kak!" Seru seorang perempuan menghampiri Andre.
Aldo melihat perempuan itu dan seperti sedang mengingat-ingat namun tetap tidak ingat.
"Siapa?" Tanya Aldo kepada Andre kemudian memandang perempuan yang mengenakan jilbab pink dan membawa sebuah tas belanja.
"Dahlia. Dia baru datang kemarin. Tuan belum sempat mengenalnya karena semalam saat makan malam saya dan Dahlia tidak ikut" jelas Andre.
Aldo menyipitkan matanya menatap jail ke arah Andre. Sementara Andre langsung menarik tangan Dahlia menjauh dari Aldo.
"Awas Ndre, yang ketiga setaann!!" Teriak Aldo ketika Andre sudah akan keluar dari gerbang.
"Kenapa kak?" Tanya Gita mengejutkan Aldo.
__ADS_1
Aldo langsung menoleh dan melihat Gita sudah tersenyum manis di sebelahnya. Ia kemudian melihat Karin dari belakang Gita yang sedang berjalan dengan langkah malas. Tak lama ada Bryan juga yang sudah lengkap dengan baju olahraga juga.
Aldo yang sudah semangat karena ingin joging berdua hanya dengan Karin tiba-tiba menjadi tidak mood karena tahu bahwa Gita dan Bryan ikut serta dalam acara joging mereka.
"Udah. Gue jamin gue ngga bakal gangguin lo kok" ucap Bryan yang melihat tatapan Aldo kepadanya. Bryan kemudian merangkul bahu Aldo dan menaikkan satu alisnya.
"Ayok yank, kita duluan" ucap Bryan meraih tangan Gita untuk di genggam.
Kemudian Aldo dan Karin pun menyusul langkah Bryan dan Gita yang terlihat bukan akan joging melainkan berpacaran.
***
"Mau masak apa nih?" Tanya nyonya Siska kepada kedua temannya yang sedang asyik berkutat di dapur. Mereka adalah nyonya Lana dan nyonya Indira.
Nyonya Siska datang tadi malam ketika semua orang sudah hampir tidur. Namun Gita, Bryan, Karin, Aldo dan beberapa orang lainnya sedang menikmati nasi goreng. Jadi masih ada yang membukakan gerbang untuk nyonya Siska dan tuan Bram.
"Heii, kamu datang. Kapan?" Tanya nyonya Lana langsung memeluk nyonya Siska dan ber cipika-cipiki.
"Semalem. Kalian udah pada tidur. Untung anak-anak masih pada melek jadi ada yang bukain gerbang" jawab nyonya Siska kemudian cipika-cipiki dengan nyonya Indira.
"Emmm, aku sih mau masak ayam goreng krispi aja Sis, kesukaan Gita sama Karin kan" jawab nyonya Indira sembari mengeluarkan mangkuk berisi beberapa potong ayam dari dalam kulkas.
"Boleh, aku mau bikin sop deh. Udah lama banget aku ngga turun langsung ke dapur kalau ngga Karin minta masakin" ucap nyonya Siska. Nyonya Indira dan nyonya Lana pun hanya tersenyum.
"Aku juga mau masak dong. Aku mau bikin menu oseng-oseng aja sama orak-arik tempe. Udah lama ngga makan menu kayak gitu" ucap nyonya Lana kemudian membuka kulkas.
"Tapi kok ngga ada bahan nya. Hahahaha" ucap nyonya Lana ketika di dalam kulkas hanya ada beberapa buah dan sayur saja.
"Tunggu ya Lan, Andre sama Dahlia masih belanja di pasar. Mungkin sebentar lagi mereka pulang" ucap nyonya Indira yang sedang mencampur bahan-bahan untuk membuat ayam krispi.
"Ya udah deh, kalau gitu aku mau bikin kopi aja dulu ya buat para suami" kata nyonya Lana kemudian mengambil nampan beberapa gelas.
"Sekalian nanti kue yang ada di meja itu di bawa ya Lan, lumayan buat camilan mereka sambil nunggu sarapan siap" kata nyonya Siska yang sedang memotong kentang.
__ADS_1
"Oke" jawab nyonya Lana. Nyonya Lana pun menuangkan gula dan kopi kemudian air panas. Setelah selesai ia pun meletakkan dua toples kue di atas nampan kemudian membawanya ke depan.
Sementara di depan, para suami sedang duduk di teras rumah memperhatikan para pekerja yang sedang merapikan tanaman. Mereka pun menoleh ketika mendengar suara langkah kaki nyonya Lana.
"Kopi nya ya di minum sambil nunggu sarapan siap" ucap nyonya Lana meletakkan nampan berisi kopi dan kue di atas meja kecil yang ada di teras.
"Anak-anak pada kemana?" Tanya nyonya Lana ketika melihat ke depan dan tidak melihat putranya ataupun yang lainnya.
"Mereka pada joging" jawab tuan Enggar.
Nyonya Lana pun hanya ber oh ria kemudian masuk kembali ke dalam rumah.
***
Sementara di jalanan komplek, Aldo dan Karin duduk di bangku yang ada di pinggiran jalan. Tak jauh dari mereka Bryan dan Gita pun melakukan hal yang sama.
"Mau minum?" Tanya Bryan. Ia memberikan sapu tangan kepada Gita untuk mengelap keringat di dahi Gita.
"Boleh, jangan yang dingin ya kak" jawab Gita.
Bryan pun mengangguk kemudian beranjak menuju warung yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
Disaat Bryan baru saja pergi, ada seseorang yang duduk di samping Gita.
"Katanya mau beli air minum?" Tanya Gita tanpa menoleh, ia masih membersihkan keringat menggunakan sapu tangan putih yang tadi di berikan oleh Bryan.
"Apa kabar Git?" Tanya orang itu.
Mendengar suara yang dulu pernah menggetarkan hati nya Gita langsung menoleh dan terpaku ketika mendapati seorang pria yang sangat di kenalnya sedang menatap dan tersenyum manis padanya.
"Kamu haus?" Tanya orang itu memberikan air minum kepada Gita namun Gita menggelengkan kepalanya pelan membuat orang itu tersenyum kecut.
Tak jauh dari mereka Karin yang sedang asyik bercanda dengan Aldo tanpa sengaja melihat seseorang yang tidak asing sedang duduk di samping Gita. Karin menyipitkan matanya kemudian dengan ekspresi marah Karin langsung menghampiri bangku Gita tanpa peduli Aldo yang memanggilnya.
__ADS_1
"Mau ngapain lo??!" Sentak Karin kepada pria yang duduk di samping Gita.
Gita langsung menatap Karin dan berdiri menghampiri Karin. Sementara Aldo pun berdiri di belakang Gita dan Karin. Aldo hanya diam saja ketika menyadari siapa pria yang tadi duduk bersama Gita. Aldo melihat ke sekeliling mencari Bryan dan mendapati ternyata Bryan sedang membeli air minum di warung yang tidak jauh dari mereka.