
Bunda pun mulai mengetuk lagi pintu kamar haykal karena jam sudah menunjukan 07.00 WIB dan suara bunda mengagetkan haykal.
"Astaga haykal".
Lelaki tampan itu pun terperanjat bangun ketika sang bunda memanggil namanya dan ia terlihat sangat panik saat wanita paruh baya itu berteriak.
"Apa yang kamu lakukan?".
Mata haykal langsung mengarah pada aleta yang tadinya tertidur di sampingnya kemungkinan bunda terkejut karena ada seseorang di kamar haykal selain anaknya. Tapi sayang haykal lebih terkejut karena tak mendapati wanita cantik itu disana, dalam benaknya terpikir dimana dia berada tetapi lamunannya dibubarkan oleh ucapan bunda.
"Ini sudah jam tujuh, kok kamu belum siap-siap nak".
"hemm….!!! Bunda ngagetin aja. Iya haykal juga mau siap-siap".
Satu jam sudah haykal beserta keluarganya sudah bersiap menuju tempat pernikahan yang diadakan di rumah aurel. Kala itu haikal memakai kemeja putih berbalut jas warna hitam ditambah celana warna hitam dan ditutup dengan sepatu Oxford warna hitam.
Mata bunda mulai berair melihat anak semata wayangnya mengakhiri masa lajang dengan cara seperti ini. Rasa sakit yang dipaksa kuat bunda tunjukan untuk menjadi tegar di hadapan sang anak.
Keluarga haykal pun telah berangkat ke tempat aurel diikuti teman-temannya juga imelda. Mata haykal terus mencari keberadaan sang mantan kekasih tetapi tidak ia temukan. Bahkan reno seseorang yang sudah ia anggap sebagai kakak pun tidak berada disana hingga ia menghembuskan nafas dan mulai melajukan mobil.
Disisi lain pesta mewah telah monika buat untuk memeriahkan acara pernikahan sang putri tercinta hingga kedatangan keluarga mempelai pria pun disambut dengan bahagia.
haykal mulai memasuki tempat pernikahan dan menatap sendu kursi pelaminan. Terlintas di benaknya jika dia dan aletta yang duduk disana namun harapannya hancur dikala aurel datang hingga mengatakan jika ingin berbicara sebentar dengannya.
"Ada apa?".
"Kau tidak terlihat senang, tersenyumlah sedikit agar semua orang tahu jika kita bahagia".
"Aku bukan orang yang pandai bersandiwara".
Ucapan haykal itu seakan mematahkan hati aurel di hari bahagianya dan matanya terlihat sendu dengan celotehan itu hingga ia mengatakan sesuatu yang membuat haykal menghentikan langkahnya.
"Semalam apa yang kau lakukan dengan perempuan itu?".
"Yang pasti aku sangat bahagia di malam itu, dia mampu memberikan rasa nyaman untukku, keteduhan dan dia juga...". Belum sempat haykal melanjutkan ucapannya aurel memotong dengan berlalu pergi hingga membuat haikal tersenyum puas karena bisa mengerjainya.
Acara segera dimulai dengan datangnya penghulu beserta staf yang bertugas membuat semuanya bersiap untuk melangsungkan adat sakral pernikahan yaitu ijab kabul.
"Bismillah hirohman nirohim, sebelumnya saya mau bertanya. Apakah kedua mempelai sudah siap?".
"Iya".jawab kedua mempelai itu
__ADS_1
"Apakah sudah yakin untuk menikah?".
"Iya".
" Apakah tidak ada paksaan diantara keduanya dan murni keinginan mempelai?".
Sesaat haykal terdiam, ingin sekali mengatakan jika dirinya dipaksa namun apa boleh buat ia tak mampu mengucapkan hal itu hingga pak penghulu bertanya untuk kedua kalinya dan menyadarkan lamunan haykal.
"Tidak".spontan haykal menjawab hingga ucapannya disambut senyum mengembang dari aurel beserta keluarganya terutama monica yang merasa menang.
"Alhamdulillah, jika semuanya sudah sesuai dengan syariat islam maka ijab kabul bisa dimulai".
Ucapan sang penghulu itu membuat haykal merasakan panas dingin di dalam dada namun ia harus tetap melakukannya demi janin yang berada didalam perut aurel.
"Saudara Haykal aza perwira bin perwira nugraha saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan Aurel amandita binti bowo setyo budi yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar Rp.12.999.000 dibayar tunai".
Keheningan sesaat, tampak diwajah haykal saat bibirnya ingin membisu namun ia harus tetap mengucapkannya.
"Saya terima nikah dan kawinya aurel amandita binti bowo setyo budi dengan uang.. eh".
"Dengan seperangkat alat sholat". Ucap penghulu
"Iya maaf saya lupa".
"Santai saja nak".ucap sang ayah.
Dalam hatinya ia ingin berteriak sekencang kencangnya menolak pernikahan ini tetapi ia tidak bisa melakukan itu dan matanya sempat berkeliling entah mencari siapa namun haykal kembali menunduk sambil menghela nafas sebelum melanjutkan kembali ijab kabulnya.
"Bismillah hirohman nirohim. Saudara Haykal aza perwira bin perwira nugraha saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan Aurel amandita binti bowo setyo budi yang walinya telah mewakilkan pada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar Rp.12.999.000 dibayar tunai".
"Saya terima nikahnya aletta..".
Ucapan haykal itu membuat semua orang terkejut terutama aurel yang sangat membenci nama aleta disebut oleh haykal. Tak bisa dipungkiri haykal mengucapkan nama aleta karna melihat jika wanita cantik itu berada di sisi pintu hingga membuat pikirannya tertuju padanya namun anehnya aletta justru berlalu pergi ketika haykal salah mengucapkan kalimat ijab kabul.
"Sebenarnya kamu beneran gak sih, mau tanggung jawab. Tolong jangan buat aku malu". Maki aurel
"Maksud kamu apa rel. Aku sudah berbaik hati menuruti semua rencana keluarga mu tetapi apa?? Kamu sama sekali tidak menghargai itu. Ini sangat sulit untuk aku". Protes haykal
Monika yang melihat mereka bertengkar di hadapan banyak orang merasa panik dan takut jika rencananya gagal namun ia mulai mencairkan suasana dengan menasehati putrinya untuk tidak egois.
"Sayang, jangan marah-marah. Kasih kesempatan untuk haykal. Mungkin dia tegang ya sayang. Tenang".seru monica dengan nada yang sangat rendah bagaikan ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang
__ADS_1
*Basar wanita licik*.batin haykal mendengar ucapan sang calon mertua
"Bagaimana bisa tenang mah, ini yang kedua kalinya haykal salah mengucap".
Bunda pun berdiri dan meminta maaf atas kesalahan sang putra hingga ia berjanji untuk yang ketiga haykal akan benar. Monica pun juga membalas ucapan sang calon besan dengan mengucapkan terima kasih dan tidak perlu khawatir semuanya akan baik-baik saja hingga ia mencoba membujuk haykal dengan kemampuannya berakting.
"Santai saja ya kal, jangan terlalu tegang".serunya sembari memegang lengan sang calon menantu tetapi haykal menepis dan mengatakan jika jangan menyentuhnya hingga membuat monika melepaskannya.
Perlakuan monika yang sang lembut itu membuat teman teman haykal tertawa geli bahkan mereka mengunjunginya dengan mengatakan jika monica pantas mendapatkan awards atas akting terbaiknya hingga chika menghentikan perbincangan mereka karena merasa tidak nyaman sang tante dihina seperti itu.
"Apa lo, gak terima?".
"Emang bener kan, tante loh itu munafik. Sama kayak ponakannya".
"Terserah apa kata kalian katakan gue gak peduli". Bantah chika
"Ya pantes kalian berdua kan sama-sama gak punya hati".
"Iya kasian tuh haykal dijebak kayak gini. Gak bisa ngebayangin sih hari-hari haikal bersama orang-orang yang bermuka dua".
Chika pun tak mampu berkata kata lagi pasalnya ia merasa terpojok atas serangan bertubi tubi yang dilontarkan teman teman haykal.Perdebatan itu membuat imelda memandang ke arah mereka dan ia juga merasa iba pada sang sahabat hingga acara ijab kabul kembali diteruskan.
"Maaf semuanya, saya rasa sudah cukup. Mari kita teruskan lagi".seru sang pembawa acara
Dengan kata bismilah sang penghulu kembali mengucapkan kalimat ijab kabul dan disambut ketegangan yang luar biasa dari haikal karena merasa ditekan oleh banyak pihak hingga membuatnya sedikit gemetar.
"Saya terima nikahnya aurel amandita binti bowo setyo budi dengan..".
"Tunggu"
*
*
*
*
*BERSAMBUNG..
ILUSTRASI PELAMINAN HAYKAL AUREL
__ADS_1
HAY GAES JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA DENGAN CARA LIKE, VOTE DAN KOMEN😘😘😘