CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 37-ALETA MERAJUK


__ADS_3

Baiklah tante aku setuju tetapi kamu rel juga harus berjanji untuk jauhi Aleta dan tidak melukainya lagi".


"Janji".


Tanda kesepakatan telah mereka buat dimana Haykal berjanji untuk tidak mempublikasikan tentang perpisahannya dan Aurel berjanji untuk menjauhi Aleta.


Janji mereka itu membawa kedamaian antara keduanya dan sekaligus ucapan untuk mengakhiri malam yang penuh tanda tanya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Keesokan hari, Seperti biasa sinar matahari pagi telah menunjukkan dirinya, cahayanya menembus sela-sela sempit hingga kehangatannya membangunkan wanita cantik yang tengah tertidur lelap itu.


"Sayang ayo bangun kamu kan harus sekolah". Seru mama Helena


Emmm..!!!!


Mata Aleta yang masih terasa berat itu pun perlahan terbuka dan melihat sosok wanita paruh baya telah berada disamping-Nya.


"Mah, jam berapa ini?".


"06:30."


"Aapppaaaa!!!!".


Mata aleta membulat sempurna dan dia segera berlari menuju kamar mandi dengan terburu-buru diiringi galengan kepala dari sang mama yang merasa lucu dengan tingkah sang anak".


"Airin kamu sudah rapi gini mau ke mana?”. Seru mama Helena mendapati Airin diruang tamu


"Boleh aku ikut mas Reno memancing mah?".


“Ini kan masih pagi kenapa Reno pergi memancing".


"Gak tahu mah aku hanya diajak, lagi pula katanya dia juga ingin membeli beberapa ikan hias untuk dimasukkan ke akuarium miliknya".


"Ya sudah, tapi pulangnya jangan kesorean, obatnya dibawa dan diminum tepat waktu".


"Siap Bos".


"Mah dek aku berangkat dulu”. Seru aleta tiba-tiba sembari mencium punggung tangan mama Helena dan berlari hingga melajukan motornya.


Tak berselang lama setelah kepergian aleta, Reno pun datang untuk meminta izin menjemput Airin namun dirinya sedikit kecewa karna niatnya adalah mencari perhatian aleta tetapi wanita itu sudah berangkat kesekolah.


"Kalian hati-hati ya, Reno kamu tolong jaga in Airin".


"Siap tante, Assalamualaikum"


"Walaikum salam”. Jawab mamah Helena sembari menatap kepergian Airin dan Reno hingga tiba-tiba ponsel yang berada disaku berdering tanda panggilan masuk.


Tutut...tuuuuttttt...tuuuuuut


"Assalamualaikum papa”. Sapa mama Helena


"Walaikum salam mah".


"Tumben pagi-pagi telefon apa papa tidak pergi dinas?".


"Hari ini papa ambil cuti mah karna ada hal penting yang harus papa urus".

__ADS_1


Helena pun tidak mengerti hal apa yang membuat suaminya itu cuti dalam pekerjaan dinas nya dan tidak biasanya beliau cuti jika bukan karna keluarga.


Pak adam pun akhirnya memberitahu istrinya mengenai itikad baik anak sulungnya ingin mempersunting wanita cantik yang bergelar dokter itu yang membuat Helena terkejut tidak percaya. Baginya Aditya itu bukan lelaki yang pandai menyimpan rahasia tetapi kenyataannya lelaki itu menutupi hubungan asmaranya dari sang mama.


"Bagaimana bisa pah, mama saja tidak mengetahui siapa wanita itu dan sekarang papa ingin melamarnya untuk anak kita".


"Sayang dengar dulu, Aditya kan sudah dewasa dan papa yakin wanita pilihannya dia itu pasti wanita baik-baik mama tidak usah khawatir".


"Tidak pah mama tidak yakin mama akan menyusul papa ke sana sekarang juga, hati mama tidak tenang jika hanya menunggu kabar dari papa".


"Jangan sayang, bagaimana dengan anak-anak?".


"Aleta pasti bisa jaga in Airin untuk sehari saja, papa jangan pergi ke rumah perempuan itu sebelum mama datang, sekarang mama berangkat".


Helena pun sangat khawatir jika sudah menyangkut masa depan anak-anaknya tanpa berpikir panjang ia segera menyambar tas dan berganti pakaian tak lupa dirinya mengirim pesan kepada Aleta dan Reno untuk menjaga Airin segaralah ia berangkat ke bandara menyusul suami yang ada di Jawa tengah.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Disisi lain ada Aleta yang baru saja tiba disekolah dirinya sudah tidak mendapat celah untuk masuk karna gerbang sekolah sudah ditutup. Ia memohon kepada satpam untuk membuka gerbangnya namun tidak dibukakan sampai petugas osis datang menghampiri mereka.


"Haykal tolong”. Teriak aleta melihat Haykal yang berada di tengah kumpulan osis


"Aleta, aduh kenapa bisa telat sih?”. Seru Haykal sembari berjalan mendekati gerbang sekolah


"Ceritanya panjang tolong izin in aku masuk ya”. Seru aleta memohon dengan  senyuman


"Bisa aja sih, tetapi apa imbalannya untuk ku”. Seru Haykal tersenyum licik kepada aleta


"Apa mau mu?” jawab aleta menantang balik Haykal


"Itu mah modus namanya".


"Mau dibuka in gak?".


"Iya udah iya,”. Jawab aleta cepat diiringi senyum dari Haykal tanda puas mengerjai wanita pujaan hatinya itu.


Haykal pun membuka pintu gerbang sekolah dan membiarkan aleta masuk namun aleta tetap dicatat sebagai siswa terlambat namun dia tidak dihukum sekarang melainkan setelah upacara. Biasanya jika ada siswa terlambat dia harus meminta surat keterangan terlambat dari guru BK baru diizinkan masuk tetapi karna ada Haykal Aleta pun dengan mudah diizinkan masuk.


Setelah Haykal membukakan pintu gerbang Aleta masuk dan lekas berlari menuju kelas diiringi senyuman dari lelaki tampan itu karna melihat tingkah lucu dari wanita pujaan hatinya.


Kriiinggg...kriiinggg...kringggggg


Tanda bel pelajaran segera dimulai, para guru yang bertugas pun mulai memasuki kelas namun kali ini mereka tidak mengajar hanya memberi pengumuman jika semua siswa diharuskan berkumpul di Aula.


Didalam aula sudah dipadati siswa mulai dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas mereka antusias mengikuti acara rutin tahunan yaitu "BERBAGI ILMU". Acara tersebut selalu diadakan setiap tahunnya, pihak osis juga menghadirkan narasumber yang kualitas guna untuk menambah semangat para siswa meraih cita-citanya.


Imelda membagi tugas kepada anggotanya untuk kelangsungan acara tersebut sebagian ada yang ditugaskan untuk mengisi acara dan mengatur jalannya acara sebagian  lagi ada yang menertibkan seluruh siswa.


Lendra dan beberapa anggota lainya mendapat tugas menertibkan siswa dan mengawasinya, ia berdiri didepan pintu aula untuk mengecek satu persatu siswa sesuai absen kelas.


Kini giliran tiba kelas XI IPS.2 satu persatu semua dipanggil termasuk Diandra.


"DIANDRA”. Seru Lendra sembari memandang kearah Diandra.


"apa yang kau tunggu masuklah”. Timpal Lendra yang menatap tajam kearah Diandra karna dia hanya berdiri didepan pintu tanpa berkata kata dan menghalangi siswa lain memasuki aula namun Diandra tetap saja melamun karena terpesona dengan wajah tampan Lendra hingga ketiga sahabatnya membuyarkan lamunannya.


"Eh dii sadar”. Seru para sahabatnya sembari menepuk bahu Diandra hingga wanita mungil itu terkejut dengan tangan mereka.

__ADS_1


"Hehehehe maaf”. Seru Diandra memasuki aula


Setelah semua masuk kini tinggal ale yang belum disebut namanya, bukan tanpa alasan Lendra sengaja menyebut nama wanita cantik itu paling akhir karna dirinya ingin berbicara lebih lama dengan aleta.


"Kok aku belum disebut, gak ada namaku ya didaftar ya?".


"Ada kok".


"Lalu?".


"Ini juga mau disebut tapi kamu nya aja yang keburu protes”. Seru Lendra sembari tersenyum kearah wanita cantik itu diiringi tatapan jengkel aleta yang membuat Lendra tertawa.


Didalam aula mata aleta tidak berhenti memandang sekitar, dirinya sedang mencari sosok lelaki tampan yang mencuri hatinya itu namun tidak menemukannya hingga ketiga sahabatnya menghentikan pandangan aleta.


"Kamu mencari siapa Al?”. Seru bunga


"Biaraku tebak pasti nyari Haykal”. Tebak Diandra yang ternyata benar dan dijawab anggukan dari aleta.


"Tadi sih aku lihat Haykal sedang menerima telefon dari seseorang namun setelah itu buru-buru dia pergi bawa motor, tahu deh ke mana”. Seru Tasya menjelaskan kepada aleta jika ia melihat Haykal tadi.


Aleta pun mulai gelisah memikirkan ke mana Haykal pergi dan kenapa terburu-buru, pikirannya pun terus berkelana hingga terlintas dienaknya jika telefon itu dari Aurel dan dirinya mengira Aurel juga lah yang menyuruhnya untuk menemui dia.


panggilan pun terhubung namun Haykal tidak menjawab telefon dari aleta, berkali kali dirinya mencoba menghubungi Haykal namun tetap saja tidak dijawab. dirinya mulai gelisah entah rasa cemburu sudah mengelapkan hatinya hingga ia putuskan untuk mengirim pesan.


*kamu dimana?


*kenapa tidak menjawab panggilanku?


*mengapa kamu meninggalkan sekolah?


*Haykal jawab aku!!!


pesan yang bertubi tubi ia kirimkan kepada Haykal namun tetap saja tidak ada respons dari lelaki tampan itu hingga ia mematikan HP nya dan memasukkannya kesaku bajunya dengan perasaan jengkel.


 


 


*


 


 


*


 


*


 


*


 


*BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2