
Tuttt.. tutttt... tutt
Suara ponsel pun menyadarkan mereka dari aktivitas panas itu hingga membuat aletta membuka mata dan melepaskan ciuman dari haikal sembari sedikit mendorong tubuh sang kekasih untuk menjauhinya.
Dengan berat hati haikal menghentikannya dengan menghampiri suara ponsel miliknya yang terus saja berdering, tertera dilayar nama clara disana namun haykal enggan untuk menjawab justru ia mematikannya.
"Siapa?".
"clara".
Aletta mengerutkan dahinya ketika mengetahui jika clara memiliki nomor telepon sang kekasih hingga wanita cantik itu menanyakan dari mana ia mendapatkannya sembari membenarkan baju miliknya yang berantakan, namun sang kekasih justru tidak menjawab ia lebih memilih membantu aletta merapikan bajunya.
"Maaf sayang!!! gara gara aku bajumu jadi berantakan". Seru haykal tersenyum licik
Aleta pun tak membalas ucapannya ia hanya tersenyum kearah haykal namun tangan sang kekasih menyentuh pipi putih aleta begitu mesra seakan dia ingin melanjutkannya lagi, buru buru aletta menepis dan mengatakan jika dirinya lapar.
Haykal hanya mengerutkan dahinya ketika melihat sang kekasih berlari keluar kamar hingga ia menggelengkan kepala tanda sangat gamas dengan tingkah lucu aletta.
Wanita cantik itu pergi ke dapur untuk mencari makanan namun tak menemukannya hingga haykal menghampiri sambil memeluk sang kekasih dari belakang membuat aletta terkejut.
"Apa lagi yang kamu inginkan ha? Aku tidak ingin melanjutkannya". Seru aletta dengan tegas sembari terus mencari makanan di rak dapur.
"Aku hanya merindukanmu". Seru haykal sambil melingkarkan tangannya di perut aletta tanda ia sangat manja disana.
"Haykal?". Ucap aleta yang merasa tak nyaman dengan pelukan haykal tekut jika sang kekasih terpancing kembali.
"Hmmb.. sebentar saja".
"Aku lapar?".
Mendengar kata itu keluar dari mulut aletta membuat haykal melepaskan pelukannya dan membalikan badan sang kekasih berhadapan dengannya hingga mengajaknya memaasak bersama.
"Masak apa?".
"Terserah kamu saja".
Aletta pun nampak kebingungan dan terlintas di pikirannya jika ia terbayang dengan masakan khas sumatera barat yaitu rendang.
"Kelihatannya enak".
Haikal pun menemani aleta hingga membantunya memotong daging kebetulan di dalam kulkas bunda menyimpan beberapa potongan daging disana dan haykal hanya tinggal memotong lebih kecil dari ukuran sebelumnya. Kini suasana dapur itu terasa indah karena dipenuhi dengan rasa cinta dari keduanya hingga mereka mendengar suara ketukan pintu.
Tok..tok..tok..
"Siapa?".
__ADS_1
Haykal pun melangkahkan kaki melihat siapa yang datang namun tampak jelas di matanya jika ia mendapati clara didepan pintu.
"Clara?".
"Hai kak haykal. Boleh aku masuk".
Belum sempat lelaki tampan itu menjawab kini clara sudah menerobos masuk kedalam hingga membuat haykal sedikit kesal dan bertanya apa tujuan wanita itu datang kerumahnya.
"Aku mendengar dari bunda kalo kakak dirumah sendirian dan tidak ikut pergi ke jawa tengah. Jadi aku datang kemari karena pasti kak haikal merasa kesepian".
"Yang pertama, aku tidak sendiri. Yang kedua aku pun juga tidak kesepian. Sekarang pulanglah terima kasih atas perhatiannya".
Clara memanyunkan bibir saat haykal mengusirnya tetapi dari arah belakang nampak kaki berjalan menghampiri keduanya dan bertanya siapa yang datang hingga membuat clara terkejut karena aletta lebih dulu menemani haikal.
"Clara. Apa yang kau lakukan disini". Tanya aleta dengan sinis.
"Harusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kalian berdua lakukan sebelum aku datang". Membalas ucapan aleta dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
Haykal pun menghentikan perdebatan keduanya dan mengatakan jika mereka sedang memasak hingga membuat clara pemasaran sembari melangkah menuju dapur.
Benar saja ia melihat rendang berada diatas kompor yang masih menyala hingga ia mencoba mencicipinya sembari berkata apakah ini masakan aletta atau bukan.
"Lalu mengapa jika ini masakanku, aku tidak ingin berbagi denganmu".
Ucapan aletta itu tidak mendapat jawaban namun clara membalasnya dengan tersenyum licik pada aleta hingga mencicipi masakan itu dan memuntahkannya dihadapan wanita cantik itu.
Bukan cuma aleta bahkan haykal pun terkejut dengan aksi yang clara lakukan hingga membuat wanita cantik itu marah dan memaki clara namun clara tidak tinggal diam kali ini ia membalas ucapan aleta dengan mata memerah.
"Apa kau ingin membuat kak haikal sakit, masakanmu ini akan membuat orang yang memakannya sakit perut".
Mendengar ucapan clara membuat haykal memastikan jika pernyataan itu salah namun setelah lelaki tampan itu mencobanya masakan aletta itu memang benar benar sangat pedas hingga membuat haykal pun merasa panas di mulut.
Sebenarnya haykal sudah lama mengetahui jika sang kekasih memang tidak pandai memasak tetapi demi menjaga perasaan aletta ia hanya diam sambil memandang tajam ke arahnya.
Sedangkan aletta tetap kokoh dalam pendiriannya jika ia tidak memasukan cabai terlalu banyak namun bukti telah ada didepan mata mereka, hingga aletta kewalahan untuk membela diri dan memilih meninggalkan tempat itu.
"Aleta tunggu".
"Ale".
"Sayang?".
Dengan sekuat tenaga haykal mengejar sang kekasih namun gagal, aletta berlalu menggunakan taxi yang telah ia pesan dan lelaki tampan itu hanya memandangnya tanpa bisa menghentikannya.
Haykal kembali kerumah dan memarahi clara akan perbuatannya yang menyebabkan aletta pergi hingga mengusirnya dari sana namun clara justru membela diri karna dirinya merasa benar.
__ADS_1
"Terserah apa yang kau katakan, sekarang pulanglah aku tidak ingin melihatmu".
"Harusnya kakak berterima kasih bukannya mengusirku".
Haikal pun tak menanggapi ucapan clara hingga wanita itu melanjutkan ucapannya dengan mengancam akan memberitahu bunda tentang kejadian ini yang membuat haykal menatap clara dengan tajam.
"Jangan sekali kali kau mengadu apapun pada bunda, bahkan menceritakan kekurangan aleta sekali pun. Aku akan sangat membencimu jika kau melakukan itu semua". Acam haykal
Mata clara pun berkaca kaca karena merasa sangat sedih dibentak oleh haikal, dalam hati ia bergumam setulus itu kau mencintai aletta hingga kau tutupi semua kekurangannya.
Suasana itu hanya menyisakan keheningan dimana keduanya sama sama terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun hingga ketukan pintu menyadarkan mereka dan haykal berlari ke depan karena berharap itu aleta.
Lelaki tampan itu pun bergegas melangkah ke depan namun ia terkejut melihat siapa yang datang.
"Aurel?".
"Hay".
Tampak dari raut wajah haykal ia sedikit kecewa tetapi haykal berusaha menyembunyikannya sembari menyuruh aurel masuk dan mempersilahkannya duduk hingga bertanya mengapa ia datang hanya seorang diri dan dimana mas reno.
"Dia sedang ada kerjaan. Aku bosan dirumah bahkan aletta pun juga tidak ada dirumah, jadi aku kesini aja". Serunya dengan polos.
Tak berselang lama aurel mencium bau masakan yang sangat lezat dari arah dapur hingga ia beranjak menghampirinya. Aurel mendapati beberapa makanan tersaji diatas meja makan dan seorang perempuan yang duduk disana.
"Siapa kau?".
"Harusnya aku yang bertanya siapa kau?".
Mendengar keributan dari arah belakang membuat haykal menghampirinya dan melerai keduanya dengan memperkenalkan satu sama lain, haykal juga menyuruh clara meninggalkan rumahnya namun wanita itu tak ingin pergi hingga haykal merasa jengkel dan meninggalkan rumahnya sendiri.
"Kau yang harusnya pergi bukan haikal".
"Apa kau tuli? Haykal baru saja mengusirmu tapi kau seakan tidak punya malu menolaknya".
"Kau yang harusnya malu aurel amandita, suamimu reno sedang bekerja tetapi istrinya mencari perhatian kepada pria lain. Maklum sih anak dalam kandunganmu ini bukan anak kandung suamimu ditambah kau dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan hamil dengan orang yang bernama yongki. Menjijikan". Seru clara sebelum berlalu.
Ucapan clara itu membuat aurel terdiam bukan karena ia takut tetapi ia sangat terkejut clara mengetahui semua tentang masa lalunya bahkan tentang yongki hingga ia bertanya siapa clara sebenarnya.
Wajah clara nampak tersenyum sinis dan mengatakan berhati hatilah, jangan mencampuri urusanku jika kau ingin selamat.
*
*
*
__ADS_1
*BERSAMBUNG...