CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 66-LUKA DIMALAM MINGGU


__ADS_3

Tawa kedua sahabat Haykal pun terdengar nyaring diiringi tatapan kesal dari lelaki tampan itu hingga suara panggilan mengalihkannya


Tuuuuttttt....tuuuuttttt. Tuuuuttttt


Haykal melihat layar ponsel itu bergetar dan tertera nama aleta disana namun ia mengabaikan panggilan itu. Melihat reaksi Haykal kedua sahabatnya bertanya mengapa ia tidak menjawabnya namun lelaki tampan itu beralasan jika dirinya sedang sakit.


Suara panggilan pun tak kunjung terhenti hingga bara mengangkat panggilan itu karna risih oleh bunyinya diikuti ekspresi Haykal yang terkejut ketika bara mengambil alih ponsel miliknya.


"Hallo ale?".


"Ini siapa, dimana Haykal".


"Aku bara, Haykal sedang sakit perut”. Jawabnya polos diikuti tatapan tajam dari Haykal, karna ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan aleta namun bara menghancurkan harapannya hingga ia pasrah dengan apa yang bara sampaikan.


"Apa? Bagaimana keadaannya sekarang".


"Ya masih kesakitan dan....???".belum sempat bara melanjutkan bicaranya, Haykal menyambar ponsel miliknya dan mematikan panggilan itu sontak saja membuat bara dan Lendra terkejut.


"Ada apa sih kal?” tanya bara


"Ngapain loh beri tahu ale kalo gue sakit, gue gak mau kelihatan lemah di hadapan aleta”. Bentak Haykal


"masih aja loh gengsi,” seru bara


"gue perhatian loh makin bucin ke ale, apa loh benar-benar sudah jatuh hati padanya?".


"maksud kamu apa bicara seperti itu len”. Tanya Haykal ketus pada Lendra


"Santai dong. Ya gue pikir elo cuma manfaat in ale dan jadi in dia pelampiasan”. Sahut Lendra datar namun Haykal yang sedang sakit itu terpancing emosi dengan ucapan Lendra.


"siapa yang manfaat in aleta. Loh itu sahabat gue, tapi elo nuduh gue seenaknya kayak gitu seakan tidak menghargai gue sebagai sahabat elo?”. Maki Haykal


"Jelas dong, sekarang gini ya.. loh baru aja putus dari Aurel, gue tahu banget kebucinan elo saat masih sama Aurel. Dan setelah putus masih jarak beberapa hari elo jadian sama aleta, itu namanya apa kalau bukan jadi in ale sebagai pelampiasan".


"Loh jangan sok tahu tentang hidup gue, dan perlu loh ketahui aku tidak pernah memanfaatkan siapa pun hanya untuk kepentingan diri sendiri dan satu hal lagi, ale bukanlah pelampiasan tapi real aku menyukainya". Bentak Haykal sembari menatap tajam sahabatnya.


"Udah deh kalian jangan bertengkar, kita ini kan sahabat. Ingat kal loh lagi sakit dan elo len jangan asal bicara kamu".


"Bela in terus aja Haykal".

__ADS_1


Bak seorang anak kecil mereka berdebat hingga Lendra memutuskan untuk pergi dari rumah Haykal dan tanpa sengaja saat lelaki dingin itu berjalan keluar ia mendapati aleta berdiri didepan pintu.


*Astaga aleta, apa dia mendengar semunya?* batin Lendra dengan wajah cemas.


Mata ale pun mulai berkaca kaca karna ia mendengar perdebatan ketiga sahabat itu. Kini mereka saling berhadapan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dan ale memilih pergi meninggalkan tempat itu namun ditahan oleh Lendra.


"Dengar dulu Al, ini gak seperti yang kau pikirkan tadi hanya bercanda kok".


"Apa aku sebodoh itu, tidak bisa membedakan mana bercanda dan mana yang serius. Tidak usah kau tutupi lagi aku adalah sumber dari semua masalah ini”. Seru aleta sembari pergi.


Lendra yang menyadari jika situasi semakin kacau buru-buru ia masuk ke dalam dan menceritakan jika aleta mendengar pembicaraan tadi sontak saja membuat Haykal panik dan kaget sembari berlari mengejar wanita cantik itu. Tanpa memikirkan perutnya yang masih sakit, ia melajukan motor mencari kekasihnya hingga diujung gang ia menemukan aleta berjalan disana.


"Ale tunggu”. Teriak Haykal sembari menghentikan motornya dan memarkirkannya.


"Ada apa lagi, sudah cukup jelas kal semua masalah berawal dari aku".


"Ini tidak ada hubungannya denganmu".


"Ucapanmu sangat menyakitiku, bagaimana ini bukan salah ku jika semua berawal dari kehadiranku. Seharusnya aku tidak datang kemari".


"Kamu salah, aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu. Jangan berpikir jika ini semua salahmu, aku sangat mencintaimu”. Seru Haykal sembari meraih tangan aleta dan menggenggam nya namun wanita itu menepisnya.


"Apa katakanlah..!!! jika aku mampu akan kuberikan padamu sekali pun nyawaku” seru Haykal yang masih memeluk wanitanya


"Jauhi diriku".


Ucapan aleta barusan membuat Haykal terkejut dan melepas pelukannya sembari menatap tajam kearah aleta dan menanyakan apa maksud dari ucapannya namun aleta melepas tangan Haykal dari pundaknya dan meninggalkannya begitu saja.


"Sebagai tanda bukti cintaku padamu akan ku lakukan apa permintaanmu”. Teriak Haykal tanpa membalikkan badan tetapi justru ia memilih berlalu meninggalkan tempat itu.


Sedangkan aleta yang terhenti karna ucapan Haykal pun merasa hancur seketika hatinya. Dirinya tidak menyangka jika lelaki itu menyetujui ucapannya, kini ia menyesalinya. Dengan melanjutkan langkahnya sembari menangis di sepanjang jalan sampai ia tiba dirumah.


"Dari mana kamu?”. Seru sang kakak namun tidak ada jawaban dari wanita cantik itu.


"Ale kakak sedang berbicara denganmu".


"Ale".


"Tolong kak jangan ganggu aku untuk hari ini”. Seru aleta sembari berlalu

__ADS_1


Adit yang merasa bahwa adiknya sedang tidak baik-baik saja pun membiarkan dia berlalu. Sedangkan aleta yang sedang kacau itu pun hanya bisa menangis dikamar dan mengakhiri malam minggu itu dengan sebuah luka.


****


Pagi itu matahari terbit dengan sempurna, memancarkan keindahannya bak penguasa di seluruh bumi diiringi hembusan angin yang menari dengan riang.


Tepat disiang hari Lendra memutuskan untuk menemui Diandra di sebuah taman dan ia menceritakan kejadian dimalam tadi. Hatinya sangat merasa bersalah  pada Haykal dan aleta ia tidak menyangka jika akan seperti ini akhirnya.


"Aku tahu kau menyimpan rasa yang begitu dalam pada aleta, tetapi kau juga jangan menyalahkan takdir yang tidak memihak padamu. Aku yakin suatu saat kamu akan menemukan cinta sejatimu"


"Mengapa selalu cintaku bertepuk sebelah tangan".


"Itu tandanya kamu kurang bersyukur, ada orang yang sangat mencintaimu tetapi kamu mengabaikannya dan memilih orang yang belum pasti memiliki rasa sepertimu".


"Siapa?".


"Aku....!!!!  Aku yang dari dulu menyimpan rasa untuk mu tetapi kau selalu mengabaikan keberadaanku dan memilih mencintai aleta yang jelas dia ditakdirkan bukan untukmu".


Pernyataan Diandra seakan menjadi guncangan dihati lelaki dingin itu bak tersambat petir mendengar ucapan dari wanita yang tengah duduk disamping-Nya. Lendra tidak menyangka jika wanita itu menyimpan rasa yang cukup lama kepada dirinya pasalnya dia tidak pernah menunjukkan sinyal-sinyal jika wanita itu jatuh cinta padanya.


Keheningan pun terjadi diantara mereka dan tak ada kata-kata lain selain hembusan nafas dari keduanya yang saling menatap, namun wanita imut itu yang terlanjur tercebur dalam lautan malu memilih memberanikan diri untuk semakin mendekati Lendra hingga tiba-tiba Diandra mencium ujung bibir Lendra.


Eeeemuuuaahh....


*


 


*


 


*


*


*


 

__ADS_1


*BERSAMBUNG.....


__ADS_2