CINTA UNTUK HAYKAL

CINTA UNTUK HAYKAL
EPISODE 52-SEORANG DETEKTIF


__ADS_3

Perasaannya mulai tidak menentu ia melamun di tengah kota hingga Natasya menepuk bahunya dan menyadarkan dirinya.


"Apa kau tidak papa?".


"Eh...maaf sya aku tidak papaโ€. Jawab Adit gelisah


Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga Adit mengantarkan Natasya pulang ke kontrakkannya dan dirinya segera pulang.


Disepan rumahnya ia merasa gelisah saat ingin bertemu sang papa, dirinya takut jika sang papa kecewa dengan sikapnya yang tidak bisa mengendalikan emosinya.


Tokk...tooookk...tooookk


"Assalamualaikum".


"Walaikum salam, duduklah nakโ€. Seru sang papa yang ternyata sedang menunggu Adit diruang tamu


Adit pun menganggukkan kepala dan lekas duduk di seberang sang papa, dirinya mulai gemetar hingga tak sanggup duduk disebelah papanya.


"Ada apa dengan dirimu?".


"Tidak pah tidak Adit minta maaf, Adit tidak bermaksud membuat keributan kemarin Adit hanya terkejut jika Reno yang menjadi suami Raisa lagi pula pak Sanjaya terus saja memojokkanku hingga aku tak kuat lagi menahan emosiku dan tanpa sadar aku memukul Reno,"


"maaf pah".


Pernyataan Adit pun membuat sang papah terkejut dan tak menyangka pasalnya ia menyuruh Adit pulang karna ia mendapat laporan jika anak nya hari ini izin dari akademi kepolisian(AKPOL) karna urusan mendadak.


Pak adam pun lekas menanyakan siapa Reno itu yang ternyata teman kuliahnya dulu dimalang.


Pak adam juga menasihati anaknya agar ke depannya lebih bisa menjaga emosinya didepan umum karna itu janji dari jiwa pemimpin untuk tidak menggunakan emosi dalam segala urusan.


Beliau juga meminta Adit untuk fokus ke akademi kepolisian(AKPOL) dan tidak melupakan tujuan awal ia memilih masuk AKPOL.


"Cinta itu anugerah, tetapi jangan karna kamu mencintai seorang kamu mengorbankan banyak hal untuk berambisi mendapatkannya"


"Maaf pah".


"Adit dengan siapa kita berjodoh itu sudah ada yang mengatur jadi kamu tidak perlu risau".


"Iya pah".


"Dan satu hal lagi kamu harus bijak berperilaku utamakan yang ada didepamu hadapilah tantangan itu".


Tidak ada kata dari mulut Adit selain iya dan maaf hingga pak adam meninggalkan anak sulungnya di sofa, dan Adit sangat merasa kesal dengan dirinya sendiri atas apa yang telah dia perbuat hingga ia memilih untuk berjalan ke kamar dan lekas menidurkan tubuhnya diatas kasur miliknya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


kediri, Jawa timur


Haykal yang sedang duduk santai diramahnya itu tiba-tiba teringat berkas yang ia bawa dari perkebunan milik sang ayah dan ia lekas mengambil nya untuk ia pelajari kembali.


Lembar per lembar ia baca satu persatu dan ia menemukan kejanggalan lagi jika NY. mode memiliki 30% saham di perkebunan sang ayah.


"Padahal di halaman sebelumnya tertulis ia memiliki 10%saham di perkebunan tetapi mengapa disini ia memiliki 30% saham?".

__ADS_1


Tanda tanya besar menyelimuti Haykal pasal nya mengapa bisa saham yang tadinya 10% kini lambat laun menjadi 30% jika dibiarkan lama kelamaan saham itu akan terus bertambah di setiap tahunnya.


Ia lekas menghubung i kak Reno untuk meminta bantuan dirinya dan Reno menyuruh Haykal ke rumahnya sembari membawa berkasnya perkebunan.


Sesapainya disana Haykal menunjukkan hal-hal yang mencurigakan disini bak seorang detektif mereka mencari kebenaran tentang hal itu dan ditemukan tanda tangan andi di setiap berkas-berkas perjanjian itu.


"Kamu harus masuk bergabung didalam perkebunan itu kal".


"Tapi mas aku belum siap".


"Kalau kamu terus menunda itu membuat masalah ini akan melebar ke mana-mana jadi aku harap cepatlah bergabung disana sebelum orang-orang licik menguasai perkebunan keluargamu"


"Bagaimana dengan sekolahku,".


"Kau kan pintar jadi pasti guru mengizinkan mu belajar Online dari rumah karna ini sangat penting kal baru setelah semua selesai kau kembali kesekolah"


Haykal pun mengerti dan ia harus memikirkan nasehat dari Reno untuk menyelamatkan perkebunan keluarganya namun disisi lain ia juga keberatan saat meninggalkan sekolahnya dan itu semua membuat Haykal sakit kepala.


Tutut...tuuuuttttt....tuuuuttttt


Ponsel milik Haykal tiba-tiba berdering dan tertera dilayar nama aleta hingga kepala yang tadinya terasa sakit kini merasa mendapat obat pereda.


"Assalamualaikum sayang?".


"Walaikum salam".


"Tumben telefon duluan".


Mendengar suara manja sang kekasih membuat Haykal tersenyum dan lekas ingin menemui kekasihnya karna ia merasa sangat gemas padanya.


"Kamu dimana sekarangโ€. Tanya Haykal


"Dirumah".


"Temani aku jalan-jalan sebentar yuk ".


"Boleh, aku siap-siap dulu ya".


Aleta pun lekas memutuskan panggilannya dan segera bersiap siap tak lupa ia berpamitan dengan sang mama hingga Haykal datang menjemputnya.


setelah berpamitan dengan tante Helena, Haykal segera melajukan motornya dan mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi taman kota.


mereka berhenti di sebuah bangku kosong di tengah taman kota, suasana malam itu sangat indah ditambah kelap kelip lampu yang menghiasi taman kota itu hingga mereka berdua hanyut dalam keindahannya.


Haykal menggenggam tangan aleta dan bersandar manja di pundaknya sedangkan aleta menatap sendu kekasihnya karna ia melihat wajah Haykal sangat lelah.


"Kau kenapa Sayangโ€. Seru aleta sembari membelai lembut pucuk kepala Haykal


"Aku baik-baik sajaโ€. Seru Haykal sembari memejamkan mata


"Aku ini bukan orang lain disini jadi aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja, kamu kenapa? Apa yang sedang membebani pikiranmu saat ini".


Ucapan aleta seakan menjadi kekuatan untuk Haykal dan dirinya lekas membuka mata sembari membetulkan duduknya.

__ADS_1


"Sayang dengarkan aku, untuk beberapa hari ke depan aku tidak datang kesekolah sampai waktu yang tidak bisa ku tentukan dan aku harap kamu bisa menjaga dirimu saat aku tidak adaโ€. Seru Haykal sembari menatap wajah cantik aleta


"Apa yang terjadi hingga kamu tidak datang kesekolah?".


Haykal pun menceritakan semuanya kepada aleta mengenai masalah perkebunan milik keluarganya dan dirinya juga memberitahu jika ia akan sekolah Online saat ia bergabung dengan ayahnya di perkebunan hingga ia dapat menyelesaikan masalah keluarganya itu dan diiringi anggukan dari aleta sembari memeluk tubuh Haykal.


"aku pasti sangat merindukanmu".


"Kan kita bisa bertemu diluar sekolah, lagi pula masalah ini harus cepat aku tangani agar nanti bisa diteruskan oleh anak cucu kitaโ€. Seru Haykal menenangkan aleta sembari tersenyum membayangkan nanti akan membina rumah tangga bersama wanita yang ia cintai saat ini.


"Iiissshh kamu ini, sekolah aja belum lulus udah mikirin anak cucu segala".


"Emangnya kamu gak mau nikah sama aku?".


"Mau".


"Maka dari itu aku harus bekerja keras untuk menafkahimu dan juga anak-anak kita nantiโ€. Seru Haykal sembari tersenyum


"Semangat ya calon suami ku sayang".


Hahahahahahaha. Tawa keduanya pun pecah karna mendengar kata-kata aleta yang sangat konyol itu hingga tak sadar mereka membayangkan indahnya hidup berumah tangga.


Haykal pun mengajak aleta berkeliling ditaman kota itu hingga ia teringat suatu gang menuju bar yang pernah ia tanyakan kepada sahabatnya itu.


Ia berhenti didepan gang dan memandangi jalan sempit itu hingga Haykal menyadarkan dia


"Sayang ada apa?".


"Ahh tidak papa kok, ini jalan menuju ke mana ?".


"Sayang ini gang menghubungkan ke BAR dimana tempat itu sangat kotor, jadi ku harap kau jangan penasaran dengan tempat itu".


"Apa kau pernah masuk?".


"Tidak, aku belum pernah memasuki BAR dan aku pernah mendengar ini dari bara".


Aleta pun menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan melanjutkan jalannya sembari membalas genggaman dari haykal.mereka terus berjalan menyusuri indahnya kota itu hingga malam semakin larut dan Haykal mengajak aleta pulang.


*


ย 


*


ย 


*


*


ย 


*BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2